4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jegeg Bagus Karangasem 2022: Cantik dan Tampan, Mesti Paham Adat dan Budaya

Julio Saputra by Julio Saputra
July 4, 2022
in Khas
Jegeg Bagus Karangasem 2022: Cantik dan Tampan, Mesti Paham Adat dan Budaya

Foto: Jegeg Bagus Karangasem 2022. | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Sedari sore, orang-orang mulai datang berkunjung memadati taman yang didekorasi dengan rapi dan sangat indah. Setiap sudut taman tersebut dipenuhi dengan pameran hasil-hasil komoditi Kabupaten Karangasem yang diikuti oleh para pelaku UMKM yang ada di sana.

Di setiap sisi lapangannya juga berdiri penjor-penjor dengan beragam gaya dan hiasan, lengkap dengan nama instansi di depannya. Sepertinya beberapa hari yang lalu sempat diadakan lomba penjor hias antarinstansi dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke-382 Kota Amlapura.

Di ujung utara taman tersebut, berdiri sebuah panggung megah dengan beberapa dekorasi yang bisa dilihat di acara-acara resepsi pernikahan orang Bali.

Di depan panggung, meja juri dan kursi untuk tamu undangan dari duta pariwsata dan budaya se-Bali terlihat berjejer rapi. Di sebelahnya lagi, terdapat sebuah tempat duduk dan beberapa meja lesehan. Rupanya, tempat tersebut adalah tempat untuk para pemangku kebijakan di Kabupaten Karangasem, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karangasem, pimpinan OPD di Kabupaten Karangasem, juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem.

Mereka semua, baik para undangan maupun dewan juri, terlihat rapi dalam balutan busana adat Bali. Entah karena sudah sama-sama berjanji atau hanya kebetulan semata, para undangan duta pariwisata dan budaya se-Bali kompak mengenakan busana adat bali berwarna hitam.

Foto: Para undangan dari jajaran pemerintahan kabupaten Karangasem duduk bersama. | Sumber: Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Gambaran suasana itu terjadi Minggu, 26 Juni 2022 di Taman Budaya Candra Buana. Taman itu, saat itu, memang  menjadi saksi bisu dinobatkannya Jegeg Bagus Karangasem 2022.

Megibung sebagai Tarian Pembuka

Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022 hari itu dibuka dengan video perkenalan masing-masing finalis yang digarap oleh Fourty Four Visual. Dalam video tersebut, mereka menyebutkan nama dan asal sekolah/instansi atau seka teruna teruni yang mereka wakili. Barulah, seluruh finalis naik ke atas panggung.

Mereka tampil cantik, elegan, dan menawan dalam balutan busana, tata rias dari Dewi Ratih Salon. Pertama-tama, mereka mempersembahkan tarian pembuka berjudul “Megibung” yang digarap oleh I Komang Agus Parnawan dengan iringan gong yang komposisinya ditulis oleh IB Arka Satwika S.Sn dan dibawakan oleh Komunitas Seni Taru Manis .

Sebagian besar orang Bali sepertinya sangat familiar dengan tradisi megibung. Tradisi asli Karangasem ini sangat dekat keberadaannya dengan masyarakat Bali. Megibung sebagai tradisi makan bersama dalam satu wadah sudah dilaksanakan secara turun-temurun.

Foto: Orang-orang menonton pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022 sambil mendukung jagoan mereka | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Di Karangasem sendiri tradisi megibung dapat dijumpai hampir di semua acara keagamaan, seperti upacara Dewa Yadnya, Upacara Pitra Yadnya, Upacara Bhuta Yadnya, Upacara Rsi Yadnya, Upacara Manusa Yadnya, upacara potong gigi, otonan anak, pernikahan, hingga ngaben.

Tarian megibung yang dipersembahkan oleh finalis Jegeg Bagus Karangasem 2022 tersebut boleh dikatakan sangat bercerita dan sangat menggambarkan bagaimana biasanya tradisi tersebut dilakukan. Dalam tariannya, mereka memulai dangan menyiapkan sarana dan prasarana terlebih dahulu. Beberapa membawa gibungan, beberapa lagi membawa karangan, ada juga yang membawa talenan. Setelah itu, mereka menyiapkan bahan-bahannya.

Masing-masing dari mereka ada yang mengomando. Finalis Bagus dikomando oleh seorang Komando Bagus, finalis Jegeg dikomando oleh seorang Komando Jegeg. Finalis Jegeg terlihat berkumpul bersama bersimpuh melingkar sambil memarut kelapa dan mengaduk adonan. Sesekali mereka mengusap keringat di kening dan dahi mereka. Sesekali juga mereka mencicipi adonan mereka, ada yang kepedasan, atau yang dirasanya sudah pas.

Begitu pula dengan Finalis Bagus, Mereka juga berkumpul bersama sambil mencincang-cincang daging dan memotong-motong sayur, seperti suasana saat penampahan Galungan dan Kuningan. Yang menarik, ada gerakan seperti memberikan segelas tuak kepada rekannya yang lain kemudian rekan tersebut meminumnya dalam sekali teguk. Tuak sebagai minuman tradisional memang kerap dijumpai dalam tradisi megibung untuk dibagikan kepada peserta megibung. Ini tidak wajib hukumnya. Bagi yang tidak mau atau tidak suka minum tuak boleh menolak tawaran minum tuak tersebut.

Setelah semua bahan-bahan dirasa siap, barulah mereka mulai memasak bersama. Mereka membakar sate, mengipas-ngipas baraapi agar satenya cepat matang. Sebagian dari mereka terlihat mencampur adonan satu dengan adonan lain, memberikan sedikit bumbu-bumbu dapur ke dalam potongan-potongan sayur, mengaduknya lagi, kemudian menyiapkannya dalam sebuah wadah.

Dalam sekejap, makanan pun sudah terhidang, mereka kembali duduk melingkar sambil sama-sama menikmati makanan yang sudah mereka siapkan bersama. Itulah megibung, sebuah tradisi yang menonjolkan rasa kebersamaan dan kedisiplinan. Mereka menampilkannya dengan sangat lengkap dan sangat mendetail. Penonton pun memberikan tepuk tangan yang meriah.

Bupati Karangasem Membuka Acara

Ni Nyoman Ayu Gita Cahyani menjadi ketua panitia dalam pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022. Dalam laporannya, pemilihan Jegeg Bagus Karangasem yang biasa diadakan tiap tahun sempat ditunda sebentar di tahun 2021 akibat situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Syukurnya, di tahun 2022 ini, pemilihan Jegeg Bagus Karangasem dapat kembali dilaksanakan serangkaian hari ulang tahun ke-382 Kota Amlapura.

“Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem tahun ini mengusung tema Raksakeng Budaya Dharmaning Yowana Mahottama yang berarti tugas utama seorang pemuda dan yowana Karangasem adalah menjaga, melestarikan, dan mempromosikan budaya dan pariwisata Karangasem. Lewat tema tersebut, besar harapannya semeton Jegeg Bagus Karangasem dapat menjadi wadah dan wahana bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan kreatifitas untuk kemajuan pariwisata dan budaya di kabupaten Karangasem sekaligus mendukung program pemerintah kabupaten Karangasem sesuai visi dan misinya,” ujarnya.

Foto: Para dewan juri pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022 bersama duta pariwisata dan budaya se-Bali | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Pelaksanaan Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem sejak bulan April lalu sudah dilaksanakan melalui beberapa tahapan proses kegiatan, mulai dari pendaftaran peserta, tahap seleksi pratama pratama pada 8 Mei 2022 di wantilan kantor bupati Karangasem, menyaring 80 pendaftar menjadi 16 orang, 8 Jegeg 8 Bagus. Delapan pasang Jegeg Bagus terpilih kemudian melewati tahapan-tahapan selanjutnya, seperti tahapan pembekalan, pesona finalis dan deep interview, dan acara puncak yaitu Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022.

Lewat laporannya, ia juga mengucapkan terima kasih banyak kepada para sponsor dan donatur yang sudah mendukung kegiatan pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022. Ia berharap ke depannya mereka dapat kembali menjalin kerja sama untuk acara pemilihan Jegeg Bagus Karangasem di tahun-tahun yang akan datang.

“I believe that your biggest weakness is when you give up, and your greatest power is when you try one more time. Saya percaya bahwa kelemahan terbesar kita adalah ketika kita menyerah, dan kekuatan terbesar kita adalah ketika kita mencoba sekali lagi” tutupnya disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Ketua Umum Jegeg Bagus Karangasem I Kadek Agus Darma Putra S.Kom, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, salah satu tujuan pemilihan Jegeg Bagus Karangasem ini diadakan adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas generasi muda Kabupaten Karangasem agar menjadi sosok atau figur yang kreatif, inovatif, ramah, percaya diri, berjati diri, serta memiliki integritas dan wawasan yang baik tentang budaya dan pariwisata daerah, sehingga mampu menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Karangasem sebagai bagian integral dari pembangunan kepariwisataan Kabupaten Karangasem.

“Semua finalis Jegeg Bagus Karangasem 2022 akan disiapkan menjadi Duta Pariwisata Kabupaten Karangasem yang akan berperan dalam mengenalkan dan mempromosikan khasanah seni, budaya, dan potensi pariwisata daerah pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional dan tentu saja menjadi perwakilan Karangasem dalam ajang Pemilihan Jegeg Bagus Bali di tingkat provinsi selanjutnya.” Ujarnya.

Ia juga berharap Jegeg Bagus Karangasem 2022 nantinya ikut andil dalam menjaga, melestarikan sekaligus memperkenalkan kebudayaan yang ada di karangasem kepada masyarakat luas. Karena sebagai generasi muda Karangasem harus berupaya hebat demi kemajuan pariwisata khususnya di kabupaten Karangasem.

Bupati Karangasem Gede Dana, S.Pd., M.Si berharap dari laporan ketua panitia tersebut, Jegeg Bagus Karangasem terpilih tidak hanya dinilai dari ketampanannya dan kecantikannya saja, tapi juga kecerdasannya, etikanya, dan moralnya. Menurutnya, ketika yang terpilih cerdas, memiliki attitude yang bagus, tata karama yang bagus, akan muncul aura kecantikan dan ketampanan dengan sendirinya.

“Saya rasa itu yg menjadi prioritas, cantik tampan bisa dipermak, kecerdasan harus belajar. Karena tadi judulnya mirip-mirip adat istiadat budaya kita, yang menjadi penilaian terpenting adalah bagaimana dia mengenali budaya kita, bagaimana dia memahami pariwisata berbasis kebudayaan kita. Ini yang dikedepankan, menjadi modal. Tidak ada gunanya menjadi juara 1 jika tidak memahami pariwisata dan budaya, tidak memahamai adat istiadat. Harapannya yang terpilih betul-betul memahami budaya adat istiadat Karangasem khususnya dan Bali umumnya, bahkan seluruh destinasi Karangasem hafal betul. Tenganan bagaimana, Tulamben bagaimana, Amed bagaimana, Besakih bagaimana, termasuk kebudayaan di masing-masing desa di Karangasem,” ujarnya.

Foto: Detik-detik penentuan Jegeg Bagus Karangasem 2022 | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Ia juga menyambut baik semangat panitia yang luar biasa karena sudah sekian minggu melalukan kegiatan, pembekalan, dan penilaian. Ia berharap para pemenang yang diumumkan adalah kandidat terbaik yang betul-betul memahami hal-hal yang ia sampaikan di atas. Ia juga memberikan semangatkepada sleuruh finalis Jegeg Bagus Karangasem.

“Yang tidak mendapat juara jangan berkecil hati, yang penting sudah berani tampil dan turut serta menjadi duta-duta Kabupaten Karangasem,” imbuhnya sekaligus menutup sambutannya malam itu.

Selanjutnya,Bupati Karangasem Gede Dana, S.Pd., M.Si didampingi oleh Wakil Bupati Karangasem, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Karangasem, pimpinan OPD di Kabupaten Karangasem, juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Karangasem, memukul gong sebanyak 3 kali, menandakan bahwa acara Grand Final Jegeg Bagus Karangasem 2022 dibuka secara resmi.

Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022

 Satu per satu kedelapan pasang finalis Jegeg Bagus Karangasem 2022 berjalan dengan penuh karisma memasuki panggung kemudian mengambil tempatnya masing-masing. Pembawa acara malam itu, Gung Didik dan Tarisha, membacakan kembali nama-nama mereka dan sekolah/intansi atau seka teruna teruni yang mereka wakili. Mereka semua siap untuk mengikuti acara inti dari Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022.

Foto: 8 pasang Jegeg Bagus Karangasem 2022 | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022 merupakan penilain tahap akhir dari seluruh rangkaian pemilihan Jegeg Bagus Karangasem 2022. Ada 6 juri yang dilibatkan dalam pemilihan malam itu, yaitu:

  1. Ida Nyoman Basmantra S.Pd., M.Pd., MM, Ketua Dewan Juri Pemilihan Jegeg Bagus Karangasem, Head of International Office, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Undiknas Denpasar
  2. dr. I Gede Candra Kardana Noprasetyo S.Ked., MM, Direktur Omsa Medic, TV Presenter, Bagus Karangasem 2011
  3. Kadek Ayu Wiswasri S.E., Business Woman, Founder Minyak Kemiri Bakar, Jegeg Karangasem 2012
  4. I Gede Ari Putra S.Kom, Bagus Karangasem 2014, Runner Up III Bagus Bali 2015
  5. Ida Ayu Santhi Adnyani S.M., Ketua LKP Dewi Ratih Salon, Business Woman, dan Beauty Consultant
  6. I Wayan Dirsa Raditia, Bagus Karangasem 2017

Para dewan juri menilai wawasan para finalis tentang pariwisata, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, dan ada juga pertanyaan tentang kemajuan teknologi. Kemampuan public speaking dan berargumentasi saat mengemukakan pendapat dan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dan pemecahan terhadap suatu masalah tertentu juga tidak luput dari poin penilaian.

Tak hanya itu, kemampuan berbahasa Bali dan berbahasa asing juga menjadi hal yang penting. Sebagai duta pariwisata dan budaya, bahasa daerah dan bahasa internasional tentu akan sangat mendukung dalam mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di kabupaten Karangasem.

Foto: Jegeg Bagus Karangasem 2022. | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Setelah melalui berbagai tahapan penilaian, seperti babak 5 besar dan babak 3 besar, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang didapat dari dewan juri dan dari Bupati Karangasem, inilah nama-nama para pemenang berdasarkan hasil keputusan dewan juri.

Jegeg Karangasem 2022

  • Made Ariskarhani Silaputri – SMAN 1 Kubu

Bagus Karangsem 2022

  • Anak Agung Eka Jaya – SMAN 1 Amlapura

Runner Up I Jegeg Karangasem 2022

  • I Gusti Ayu Agung Putri Tarissa – STT Panji Yowana Kerti Selat

Runner Up I Bagus Karangasem 2022

  • I Komang Adhi Aryawiguna – SMAN 1 Amlapura

Runner Up II Jegeg Karangasem 2022

  • Ni Made Gita Julianti – SMAN 1 Amlapura

Runner Up II Bagus Karangasem 2022

  • Komang Mojar Sudhawan – SMAN 1 Amlapura

Runner Up III Jegeg Karangasem 2022

  • Ni Kadek Putri Lestari – SMA N 1 Selat

Runner Up III Bagus Karangasem 2022

  • I Nengaj Rafael Dwipayana – SMAN 2 Amlapura

Runner Up IV Jegeg Karangasem 2022

  • A.A. Ayu Diah Basudevi Pemayun – SMAN 1 Amlapura

RunnerUp IV Bagus Karangasem 2022

  • I Puti Widhianugraha Yogiswara – SMA N 2 Amlapura

Jegeg Lingkungan 2022

  • Ni Putu Sekar Tresna – SMAN 2 Amlapura

Bagus Lingkungan 2022

  • I Gede Agus Ary Bimantara – SMAN 1 Amlapura

Jegeg Persahabatan 2022

  • Ni Ketut Ariningsih – STT Yowana Dharma Mukti Rendang

Bagus Persahabatan 2022

  • I Komang Juniadnyana – STT Yowana Guna Bhakti

Jegeg Penampilan Terbaik 2022

  • Ni Komang Karniti Candra – Alfa Prima Karangasem

Bagus Penampilan Terbaik 2022

  • I Kadek Ari Palguna  – SMAN 2 Amlapura

Foto: Jegeg Bagus Karangasem 2022 menerima plakat, bingkisan, dan bunga | Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem

Tags: jegeg bagusJegeg Bagus Karangasemkarangasem
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesan Perdamaian di Final Voli Tim Citroen Pedawa vs Lazer A Sidetapa

Next Post

Tari Rejang Dipentaskan Untuk Mendapatkan Rekor MURI | Nah, Fenomena Apa Ini?

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Tari Rejang Dipentaskan Untuk Mendapatkan Rekor MURI | Nah, Fenomena Apa Ini?

Tari Rejang Dipentaskan Untuk Mendapatkan Rekor MURI | Nah, Fenomena Apa Ini?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co