26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 26, 2022
in Esai
Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Pahlawan di Dunia Nyata (Sumber: Google Photos)

Saat mendengar kata pahlawan super/superhero kebanyakan orang akan membayangkan betapa mengagumkannya orang tersebut. Akan ada begitu banyak orang yang mengagumi dan ingin menjadi seperti mereka. Pahlawan super selalu diasosiasikan dengan kemampuan-kemampuan hebat yang melampaui batas-batas manusia biasa seperti kemampuan untuk terbang, kemampuan bergerak cepat, kemampuan untuk tidak terlihat, kekuatan fisik tahan banting, dsb. Pahlawan super selalu digambarkan bisa mengalahkan orang-orang jahat yang ingin menghancurkan dunia.

Namun, kebanyakan penonton film superhero seringkali mengabaikan sisi berat seorang pahlawan super. Spiderman, misalnya, harus menutupi jati dirinya agar orang-orang di sekitarnya tidak menjadi target serangan musuh-musuhnya. Lalu, ada Batman yang harus mengorbankan waktu tidurnya untuk keluar malam hari menghukum para kriminal di kota Gotham. Lihat pula Wonder Woman yang harus merelakan cinta sejatinya demi menyelamatkan dunia.

Lalu, apakah kita bisa menjadi seorang pahlawan super saat kita tidak sekaya dan sepintar Tony Stark, atau tidak sekeras baja seperti Superman, atau tidak secepat Flash?

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Dari sudut pandang tertentu, sebenarnya semua orang bisa menjadi pahlawan super. Jika kita sadari, pahlawan super adalah mereka yang bukan manusia rata-rata. Esensinya adalah, pahlawan super merupakan mereka yang mengorbankan diri dan ego mereka demi kepentingan masyarakat banyak. Bahkan tanpa kemampuan fisik yang luar biasa pun siapa saja bisa menjadi seorang pahlawan super. Perkaranya bukanlah ‘bisakah?’ namun ‘maukah?’ Maukah kita mengorbankan kehidupan pribadi kita seperti contoh di atas? Maukah kita menukar kenyamanan kita dengan kesempatan untuk memberikan kebaikan kepada dunia?

Sebenarnya menjadi pahlawan super itu sangat mudah. Seorang pahlawan super adalah mereka yang mau mengalahkan diri mereka hari kemarin. Kita bisa mulai dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan menukarnya dengan kebiasaan positif. Mereka yang biasanya bangun jam 7 lalu berkomitmen untuk bangun bahkan 1 menit lebih awal saja sudah bisa kita labeli sebagai pahlawan. Setidaknya mereka bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.

Contoh yang lebih besar misalnya adalah mereka yang mau mengubah dirinya dengan signifikan. Dalam hal ini bisa dalam bentuk perubahan mindset, sudut pandang, prasangka kepada orang lain, dll. Perubahan mindset terutama bisa dilakukan oleh orang-orang yang cenderung pesimis atau minder dalam hidupnya. Contoh sederhana misalnya, banyak orang yang dalam memulai suatu usaha sudah takut gagal dari awal. Seorang pahlawan akan mengubah mindsetnya dari takut gagal menjadi optimis akan bisa apapun hasilnya kelak.

Pahlawan Pandemi Datang dari Balik Pagar Rumah Sendiri

Seorang pahlawan juga adalah orang yang mampu mensyukuri setiap progres tidak peduli kecil apapun. Dalam dunia usaha misalnya, seorang pahlawan akan mensyukuri kenaikan omset harian meskipun hanya naik Rp 1.000 sehari. Lebih ekstrim lagi, seorang pahlawan yang berjiwa besar akan mensyukuri omsetnya meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya. Ia akan bersyukur setidaknya sudah ada pendapatan meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya.

Perubahan perspektif atau sudut pandang adalah perubahan yang sering kali gagal kita lakukan. Seburuk apapun situasi yang dihadapi, seorang pahlawan hanya akan melihat keadaannya sebagai berkah atau sebagai pelajaran. Contoh kecil misalnya, saat hubungan seseorang diakhiri oleh kekasihnya, alih-alih merasakan kesal, kecewa, ataupun marah, seorang pahlawan akan merasakan syukur dan bahagia. Rasa syukurnya datang karena tahu bahwa apapun yang dimiliki akan diambil Tuhan sewaktu-waktu.

Namun, si pahlawan super akan bahagia karena telah diberkati Tuhan untuk menjalani hubungan dengan kekasihnya yang dia pandang luar biasa tersebut, meskipun hanya untuk waktu yang terbatas. Rasa syukur dan bahagia ini berawal dari pemahaman bahwa semuanya adalah berkat Tuhan. Jika Tuhan tidak memberkati, jangankan berpacaran dengan orang tersebut, mengenalnya pun belum tentu bisa.

Seorang pahlawan super akan senantiasa belajar memandang semua orang dan semua hal dari sudut positif. Mereka akan selalu dijauhkan dari prasangka buruk atas orang lain. Seorang pahlawan super menyadari bahwa semua orang memiliki sisi positif dan negatif dan memilih untuk memfokuskan sisi positif orang lain sembari merangkul sisi negatif mereka.

Salah satu kemampuan hebat pahlawan super adalah kesadaran diri. Kapanpun mereka merasa jengkel ataupun marah kepada orang lain, mereka mampu menyadarkan diri mereka bahwa yang mereka hadapi adalah ego dari orang tersebut, bukanlah jati diri sejati mereka. Seorang pahlawan super tahu bahwa semua orang dan semua hal memiliki sumber yang sama. Dengan demikian, mereka memahami bahwa semua orang dan semua hal adalah satu atau bagian dari diri mereka sendiri.

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Jika kita lihat dengan teropong yang lebih besar lagi, pahlawan-pahlawan hebat sebenarnya sudah banyak kita temui dalam kehidupan kita. Mereka menyamar dalam bentuk guru-guru yang bersemangat mengajar anak-anak pelosok meskipun honornya sedikit, para dokter yang setiap saat menanyakan perkembangan kabar pasiennya di luar jam kerja, para polisi anti suap saat melakukan razia kendaraan, para pemimpin yang mengutamakan kemajuan Lembaga yang dipimpinnya dibandingkan keuntungan pribadi.

Dalam hidup kita, kita juga bisa melihat orang-orang sekitar kita sebagai pahlawan super. Mereka adalah para orang tua yang memberikan kasih sayang penuh kepada anaknya dan tidak menelantarkan mereka, atau para sahabat yang tanpa lelah mendengarkan curhatan atas segala masalah kehidupan kita, atau rekan kerja kita yang membantu kita saat kita kewalahan menangani pekerjaan.

Ada satu kesamaan dari semua pahlawan super yang kita kenal melalui film dan cerita; mereka mengutamakan kedamaian dunia tanpa mempedulikan resiko yang mereka harus ambil. Para pahlawan super adalah mereka yang berhasil mengalahkan ego mereka sendiri dan menciptakan kedamaian dalam diri mereka sendiri. Ironisnya, saat mereka melupakan diri dan ego mereka demi kebaikan masyarakat luas, justru saat itulah kebaikan dan berkah mendatangi mereka tanpa dicari.

Pahlawan super adalah orang-orang yang mendambakan dan mengusahakan dunia yang jauh lebih baik daripada dunia yang mereka temukan pertama kali saat mereka lahir. Pepatah kuno mengatakan bahwa jika ada kemauan maka akan ada jalan. Menjadi pahlawan super, atau pahlawan secara umum, bukanlah perkara ‘bisakah?’ tapi ‘maukah’?

Imajinasi John Lennon Kini Seakan Nyata: Tak Ada Negara, Agama dan Surga – [Kontemplasi #dirumahaja]

Saya percaya bahwa menjadi seorang pahlawan super sangatlah mudah, jika kita mau. Pahlawan super adalah mereka yang dengan sadar mau mengubah dan membenahi diri mereka menjadi lebih baik dan mengalahkan diri mereka hari kemarin. Mereka adalah orang-orang yang lebih mempedulikan kepentingan umum, dan bahkan bersedia mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan umum.

Saat kita membenahi dan memperbaiki diri sendiri, saat kita mengubah diri kita (mindset, perspektif, keraguan, perasaan, prasangka, dll.) dunia yang kita tinggali akan berubah menjadi lebih baik dengan sendirinya. Saat kita lebih peduli dengan dunia, dunia akan lebih peduli dengan diri kita. Setiap harinya adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Salam damai. [T]

Tags: pahlawanpahlawan supersuper heroYoga Pramartha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MULA KETO: PŪRVA MĪMĀṂSĀ YANG DIPEGANG TEGUH DI BALI (?)

Next Post

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co