4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 26, 2022
in Esai
Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Pahlawan di Dunia Nyata (Sumber: Google Photos)

Saat mendengar kata pahlawan super/superhero kebanyakan orang akan membayangkan betapa mengagumkannya orang tersebut. Akan ada begitu banyak orang yang mengagumi dan ingin menjadi seperti mereka. Pahlawan super selalu diasosiasikan dengan kemampuan-kemampuan hebat yang melampaui batas-batas manusia biasa seperti kemampuan untuk terbang, kemampuan bergerak cepat, kemampuan untuk tidak terlihat, kekuatan fisik tahan banting, dsb. Pahlawan super selalu digambarkan bisa mengalahkan orang-orang jahat yang ingin menghancurkan dunia.

Namun, kebanyakan penonton film superhero seringkali mengabaikan sisi berat seorang pahlawan super. Spiderman, misalnya, harus menutupi jati dirinya agar orang-orang di sekitarnya tidak menjadi target serangan musuh-musuhnya. Lalu, ada Batman yang harus mengorbankan waktu tidurnya untuk keluar malam hari menghukum para kriminal di kota Gotham. Lihat pula Wonder Woman yang harus merelakan cinta sejatinya demi menyelamatkan dunia.

Lalu, apakah kita bisa menjadi seorang pahlawan super saat kita tidak sekaya dan sepintar Tony Stark, atau tidak sekeras baja seperti Superman, atau tidak secepat Flash?

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Dari sudut pandang tertentu, sebenarnya semua orang bisa menjadi pahlawan super. Jika kita sadari, pahlawan super adalah mereka yang bukan manusia rata-rata. Esensinya adalah, pahlawan super merupakan mereka yang mengorbankan diri dan ego mereka demi kepentingan masyarakat banyak. Bahkan tanpa kemampuan fisik yang luar biasa pun siapa saja bisa menjadi seorang pahlawan super. Perkaranya bukanlah ‘bisakah?’ namun ‘maukah?’ Maukah kita mengorbankan kehidupan pribadi kita seperti contoh di atas? Maukah kita menukar kenyamanan kita dengan kesempatan untuk memberikan kebaikan kepada dunia?

Sebenarnya menjadi pahlawan super itu sangat mudah. Seorang pahlawan super adalah mereka yang mau mengalahkan diri mereka hari kemarin. Kita bisa mulai dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan menukarnya dengan kebiasaan positif. Mereka yang biasanya bangun jam 7 lalu berkomitmen untuk bangun bahkan 1 menit lebih awal saja sudah bisa kita labeli sebagai pahlawan. Setidaknya mereka bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.

Contoh yang lebih besar misalnya adalah mereka yang mau mengubah dirinya dengan signifikan. Dalam hal ini bisa dalam bentuk perubahan mindset, sudut pandang, prasangka kepada orang lain, dll. Perubahan mindset terutama bisa dilakukan oleh orang-orang yang cenderung pesimis atau minder dalam hidupnya. Contoh sederhana misalnya, banyak orang yang dalam memulai suatu usaha sudah takut gagal dari awal. Seorang pahlawan akan mengubah mindsetnya dari takut gagal menjadi optimis akan bisa apapun hasilnya kelak.

Pahlawan Pandemi Datang dari Balik Pagar Rumah Sendiri

Seorang pahlawan juga adalah orang yang mampu mensyukuri setiap progres tidak peduli kecil apapun. Dalam dunia usaha misalnya, seorang pahlawan akan mensyukuri kenaikan omset harian meskipun hanya naik Rp 1.000 sehari. Lebih ekstrim lagi, seorang pahlawan yang berjiwa besar akan mensyukuri omsetnya meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya. Ia akan bersyukur setidaknya sudah ada pendapatan meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya.

Perubahan perspektif atau sudut pandang adalah perubahan yang sering kali gagal kita lakukan. Seburuk apapun situasi yang dihadapi, seorang pahlawan hanya akan melihat keadaannya sebagai berkah atau sebagai pelajaran. Contoh kecil misalnya, saat hubungan seseorang diakhiri oleh kekasihnya, alih-alih merasakan kesal, kecewa, ataupun marah, seorang pahlawan akan merasakan syukur dan bahagia. Rasa syukurnya datang karena tahu bahwa apapun yang dimiliki akan diambil Tuhan sewaktu-waktu.

Namun, si pahlawan super akan bahagia karena telah diberkati Tuhan untuk menjalani hubungan dengan kekasihnya yang dia pandang luar biasa tersebut, meskipun hanya untuk waktu yang terbatas. Rasa syukur dan bahagia ini berawal dari pemahaman bahwa semuanya adalah berkat Tuhan. Jika Tuhan tidak memberkati, jangankan berpacaran dengan orang tersebut, mengenalnya pun belum tentu bisa.

Seorang pahlawan super akan senantiasa belajar memandang semua orang dan semua hal dari sudut positif. Mereka akan selalu dijauhkan dari prasangka buruk atas orang lain. Seorang pahlawan super menyadari bahwa semua orang memiliki sisi positif dan negatif dan memilih untuk memfokuskan sisi positif orang lain sembari merangkul sisi negatif mereka.

Salah satu kemampuan hebat pahlawan super adalah kesadaran diri. Kapanpun mereka merasa jengkel ataupun marah kepada orang lain, mereka mampu menyadarkan diri mereka bahwa yang mereka hadapi adalah ego dari orang tersebut, bukanlah jati diri sejati mereka. Seorang pahlawan super tahu bahwa semua orang dan semua hal memiliki sumber yang sama. Dengan demikian, mereka memahami bahwa semua orang dan semua hal adalah satu atau bagian dari diri mereka sendiri.

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Jika kita lihat dengan teropong yang lebih besar lagi, pahlawan-pahlawan hebat sebenarnya sudah banyak kita temui dalam kehidupan kita. Mereka menyamar dalam bentuk guru-guru yang bersemangat mengajar anak-anak pelosok meskipun honornya sedikit, para dokter yang setiap saat menanyakan perkembangan kabar pasiennya di luar jam kerja, para polisi anti suap saat melakukan razia kendaraan, para pemimpin yang mengutamakan kemajuan Lembaga yang dipimpinnya dibandingkan keuntungan pribadi.

Dalam hidup kita, kita juga bisa melihat orang-orang sekitar kita sebagai pahlawan super. Mereka adalah para orang tua yang memberikan kasih sayang penuh kepada anaknya dan tidak menelantarkan mereka, atau para sahabat yang tanpa lelah mendengarkan curhatan atas segala masalah kehidupan kita, atau rekan kerja kita yang membantu kita saat kita kewalahan menangani pekerjaan.

Ada satu kesamaan dari semua pahlawan super yang kita kenal melalui film dan cerita; mereka mengutamakan kedamaian dunia tanpa mempedulikan resiko yang mereka harus ambil. Para pahlawan super adalah mereka yang berhasil mengalahkan ego mereka sendiri dan menciptakan kedamaian dalam diri mereka sendiri. Ironisnya, saat mereka melupakan diri dan ego mereka demi kebaikan masyarakat luas, justru saat itulah kebaikan dan berkah mendatangi mereka tanpa dicari.

Pahlawan super adalah orang-orang yang mendambakan dan mengusahakan dunia yang jauh lebih baik daripada dunia yang mereka temukan pertama kali saat mereka lahir. Pepatah kuno mengatakan bahwa jika ada kemauan maka akan ada jalan. Menjadi pahlawan super, atau pahlawan secara umum, bukanlah perkara ‘bisakah?’ tapi ‘maukah’?

Imajinasi John Lennon Kini Seakan Nyata: Tak Ada Negara, Agama dan Surga – [Kontemplasi #dirumahaja]

Saya percaya bahwa menjadi seorang pahlawan super sangatlah mudah, jika kita mau. Pahlawan super adalah mereka yang dengan sadar mau mengubah dan membenahi diri mereka menjadi lebih baik dan mengalahkan diri mereka hari kemarin. Mereka adalah orang-orang yang lebih mempedulikan kepentingan umum, dan bahkan bersedia mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan umum.

Saat kita membenahi dan memperbaiki diri sendiri, saat kita mengubah diri kita (mindset, perspektif, keraguan, perasaan, prasangka, dll.) dunia yang kita tinggali akan berubah menjadi lebih baik dengan sendirinya. Saat kita lebih peduli dengan dunia, dunia akan lebih peduli dengan diri kita. Setiap harinya adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Salam damai. [T]

Tags: pahlawanpahlawan supersuper heroYoga Pramartha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MULA KETO: PŪRVA MĪMĀṂSĀ YANG DIPEGANG TEGUH DI BALI (?)

Next Post

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co