4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 26, 2022
in Esai
Menjadi Pahlawan Super: Bukan Perkara “Bisakah?”, Tapi “Maukah?”

Pahlawan di Dunia Nyata (Sumber: Google Photos)

Saat mendengar kata pahlawan super/superhero kebanyakan orang akan membayangkan betapa mengagumkannya orang tersebut. Akan ada begitu banyak orang yang mengagumi dan ingin menjadi seperti mereka. Pahlawan super selalu diasosiasikan dengan kemampuan-kemampuan hebat yang melampaui batas-batas manusia biasa seperti kemampuan untuk terbang, kemampuan bergerak cepat, kemampuan untuk tidak terlihat, kekuatan fisik tahan banting, dsb. Pahlawan super selalu digambarkan bisa mengalahkan orang-orang jahat yang ingin menghancurkan dunia.

Namun, kebanyakan penonton film superhero seringkali mengabaikan sisi berat seorang pahlawan super. Spiderman, misalnya, harus menutupi jati dirinya agar orang-orang di sekitarnya tidak menjadi target serangan musuh-musuhnya. Lalu, ada Batman yang harus mengorbankan waktu tidurnya untuk keluar malam hari menghukum para kriminal di kota Gotham. Lihat pula Wonder Woman yang harus merelakan cinta sejatinya demi menyelamatkan dunia.

Lalu, apakah kita bisa menjadi seorang pahlawan super saat kita tidak sekaya dan sepintar Tony Stark, atau tidak sekeras baja seperti Superman, atau tidak secepat Flash?

Ini Penyebab Kita Lebih Hapal Nama Karakter Anime Daripada Nama Pahlawan Bangsa Sendiri

Dari sudut pandang tertentu, sebenarnya semua orang bisa menjadi pahlawan super. Jika kita sadari, pahlawan super adalah mereka yang bukan manusia rata-rata. Esensinya adalah, pahlawan super merupakan mereka yang mengorbankan diri dan ego mereka demi kepentingan masyarakat banyak. Bahkan tanpa kemampuan fisik yang luar biasa pun siapa saja bisa menjadi seorang pahlawan super. Perkaranya bukanlah ‘bisakah?’ namun ‘maukah?’ Maukah kita mengorbankan kehidupan pribadi kita seperti contoh di atas? Maukah kita menukar kenyamanan kita dengan kesempatan untuk memberikan kebaikan kepada dunia?

Sebenarnya menjadi pahlawan super itu sangat mudah. Seorang pahlawan super adalah mereka yang mau mengalahkan diri mereka hari kemarin. Kita bisa mulai dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan menukarnya dengan kebiasaan positif. Mereka yang biasanya bangun jam 7 lalu berkomitmen untuk bangun bahkan 1 menit lebih awal saja sudah bisa kita labeli sebagai pahlawan. Setidaknya mereka bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri.

Contoh yang lebih besar misalnya adalah mereka yang mau mengubah dirinya dengan signifikan. Dalam hal ini bisa dalam bentuk perubahan mindset, sudut pandang, prasangka kepada orang lain, dll. Perubahan mindset terutama bisa dilakukan oleh orang-orang yang cenderung pesimis atau minder dalam hidupnya. Contoh sederhana misalnya, banyak orang yang dalam memulai suatu usaha sudah takut gagal dari awal. Seorang pahlawan akan mengubah mindsetnya dari takut gagal menjadi optimis akan bisa apapun hasilnya kelak.

Pahlawan Pandemi Datang dari Balik Pagar Rumah Sendiri

Seorang pahlawan juga adalah orang yang mampu mensyukuri setiap progres tidak peduli kecil apapun. Dalam dunia usaha misalnya, seorang pahlawan akan mensyukuri kenaikan omset harian meskipun hanya naik Rp 1.000 sehari. Lebih ekstrim lagi, seorang pahlawan yang berjiwa besar akan mensyukuri omsetnya meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya. Ia akan bersyukur setidaknya sudah ada pendapatan meskipun lebih rendah dari hari sebelumnya.

Perubahan perspektif atau sudut pandang adalah perubahan yang sering kali gagal kita lakukan. Seburuk apapun situasi yang dihadapi, seorang pahlawan hanya akan melihat keadaannya sebagai berkah atau sebagai pelajaran. Contoh kecil misalnya, saat hubungan seseorang diakhiri oleh kekasihnya, alih-alih merasakan kesal, kecewa, ataupun marah, seorang pahlawan akan merasakan syukur dan bahagia. Rasa syukurnya datang karena tahu bahwa apapun yang dimiliki akan diambil Tuhan sewaktu-waktu.

Namun, si pahlawan super akan bahagia karena telah diberkati Tuhan untuk menjalani hubungan dengan kekasihnya yang dia pandang luar biasa tersebut, meskipun hanya untuk waktu yang terbatas. Rasa syukur dan bahagia ini berawal dari pemahaman bahwa semuanya adalah berkat Tuhan. Jika Tuhan tidak memberkati, jangankan berpacaran dengan orang tersebut, mengenalnya pun belum tentu bisa.

Seorang pahlawan super akan senantiasa belajar memandang semua orang dan semua hal dari sudut positif. Mereka akan selalu dijauhkan dari prasangka buruk atas orang lain. Seorang pahlawan super menyadari bahwa semua orang memiliki sisi positif dan negatif dan memilih untuk memfokuskan sisi positif orang lain sembari merangkul sisi negatif mereka.

Salah satu kemampuan hebat pahlawan super adalah kesadaran diri. Kapanpun mereka merasa jengkel ataupun marah kepada orang lain, mereka mampu menyadarkan diri mereka bahwa yang mereka hadapi adalah ego dari orang tersebut, bukanlah jati diri sejati mereka. Seorang pahlawan super tahu bahwa semua orang dan semua hal memiliki sumber yang sama. Dengan demikian, mereka memahami bahwa semua orang dan semua hal adalah satu atau bagian dari diri mereka sendiri.

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Jika kita lihat dengan teropong yang lebih besar lagi, pahlawan-pahlawan hebat sebenarnya sudah banyak kita temui dalam kehidupan kita. Mereka menyamar dalam bentuk guru-guru yang bersemangat mengajar anak-anak pelosok meskipun honornya sedikit, para dokter yang setiap saat menanyakan perkembangan kabar pasiennya di luar jam kerja, para polisi anti suap saat melakukan razia kendaraan, para pemimpin yang mengutamakan kemajuan Lembaga yang dipimpinnya dibandingkan keuntungan pribadi.

Dalam hidup kita, kita juga bisa melihat orang-orang sekitar kita sebagai pahlawan super. Mereka adalah para orang tua yang memberikan kasih sayang penuh kepada anaknya dan tidak menelantarkan mereka, atau para sahabat yang tanpa lelah mendengarkan curhatan atas segala masalah kehidupan kita, atau rekan kerja kita yang membantu kita saat kita kewalahan menangani pekerjaan.

Ada satu kesamaan dari semua pahlawan super yang kita kenal melalui film dan cerita; mereka mengutamakan kedamaian dunia tanpa mempedulikan resiko yang mereka harus ambil. Para pahlawan super adalah mereka yang berhasil mengalahkan ego mereka sendiri dan menciptakan kedamaian dalam diri mereka sendiri. Ironisnya, saat mereka melupakan diri dan ego mereka demi kebaikan masyarakat luas, justru saat itulah kebaikan dan berkah mendatangi mereka tanpa dicari.

Pahlawan super adalah orang-orang yang mendambakan dan mengusahakan dunia yang jauh lebih baik daripada dunia yang mereka temukan pertama kali saat mereka lahir. Pepatah kuno mengatakan bahwa jika ada kemauan maka akan ada jalan. Menjadi pahlawan super, atau pahlawan secara umum, bukanlah perkara ‘bisakah?’ tapi ‘maukah’?

Imajinasi John Lennon Kini Seakan Nyata: Tak Ada Negara, Agama dan Surga – [Kontemplasi #dirumahaja]

Saya percaya bahwa menjadi seorang pahlawan super sangatlah mudah, jika kita mau. Pahlawan super adalah mereka yang dengan sadar mau mengubah dan membenahi diri mereka menjadi lebih baik dan mengalahkan diri mereka hari kemarin. Mereka adalah orang-orang yang lebih mempedulikan kepentingan umum, dan bahkan bersedia mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan umum.

Saat kita membenahi dan memperbaiki diri sendiri, saat kita mengubah diri kita (mindset, perspektif, keraguan, perasaan, prasangka, dll.) dunia yang kita tinggali akan berubah menjadi lebih baik dengan sendirinya. Saat kita lebih peduli dengan dunia, dunia akan lebih peduli dengan diri kita. Setiap harinya adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Salam damai. [T]

Tags: pahlawanpahlawan supersuper heroYoga Pramartha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MULA KETO: PŪRVA MĪMĀṂSĀ YANG DIPEGANG TEGUH DI BALI (?)

Next Post

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails
Next Post
Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co