4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
December 24, 2021
in Esai
Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Arya Bayu & Yoga Pramartha, bersama Tuhan (2016)

Ini mungkin contoh kecil dari sekian banyak cerita mereka yang jauh lebih luar biasa. Mimpi sederhana menjadi nyata. Punya tabungan 100 juta sebelum usia 30 tahun adalah apa yang saya ucapkan kepada diri sendiri kala berusia 22 tahun.

Saya baru tahu bahwa sama seperti saya, sahabat saya, Arya Bayu, memiliki mimpi yang dia gambarkan jelas menjelang selesainya pendidikan sarjana dulu. Kala itu Bayu bermimpi bahwa sebelum 30 tahun kursus rumahan keluarganya dapat menjangkau seluruh Kabupaten Jembrana.

Untuk hitungan orang-orang yang belum bekerja, berlatar belakang keluarga sederhana yang terbelit hutang, mimpi tersebut seakan sungguh luar biasa. Saat tulisan ini dimuat kami berusia 27 tahun dan puji Tuhan saya diberkati Tuhan aset senilai 2 kali lipat dari yang saya harapkan. Kursusnya Bayu kini memiliki 4 cabang di Jembrana dan bahkan dikenal oleh orang-orang di luar Bali.

Ini hanyalah 2 contoh mimpi manusia biasa yang menjadi nyata. Banyak sekali mimpi luar biasa manusia biasa yang telah termanifestasi. Entahlah kenapa, namun ada panggilan hati untuk membagikan kisah kami yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi penyimak.

Ayat Lukas 1:37 menyatakan, “Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” Hal ini diafirmasi oleh para tokoh New Thought idola saya seperti Wayne Dyer, Louise Hay, Joe Dispenza, Abraham Hicks, serta content creator lain yang dewasa ini semakin menggemakan ajaran Law of Attraction di media sosial. Terdapat beberapa prinsip Law of Attraction yang selama ini secara sadar ataupun tidak kami praktekkan dalam hidup hingga terwujudnya segala mimpi. Meskipun pada prakteknya Law of Attraction tidak sesederhana tulisan ini, beberapa prinsip di sini diharapkan dapat memberikan gambaran bermanfaat bagi pembaca dalam proses memanifestasi harapan.

Langkah pertama menurut Joe Dispenza adalah kita harus memiliki intensi yang jelas serta emosi positif. Dalam kasus saya, saya menyampaikan secara rinci bahwa saya menginginkan tabungan senilai 100 juta sebelum usia 30 tahun.

Pada kasus Bayu, dia menyatakan jelas bahwa ia ingin kursusnya menjangkau seluruh Jembrana. Kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin sukses namun tidak dapat merinci kesuksesan seperti apa yang diharapkan.

Menurut Joe Dispenza, pikiran kita adalah muatan listrik yang memancarkan intensi kita ke semesta. Lalu, emosi kita merupakan medan magnet yang menarik kembali jawaban semesta atas intensi yang kita pancarkan sebelumnya dalam bentuk manifestasi fisik. Sehingga, diperlukan emosi positif seperti kebahagiaan, kedamaian, syukur, dan kasih sayang untuk mewujudkan intensi tersebut dalam wujud fisik.

Selaras dengan Dr. Dispenza, mendiang Louise Hay menyampaikan bahwa semesta itu seperti restoran kosmik, di mana kita cukup ‘memesan’ apa yang kita harapkan lalu let go atau melepaskan segala kekhawatiran dan ketakutan bahwa ‘pesanan’ kita tidak akan sampai. Dalam analogi restoran kosmik, kita bisa membayangkan bagaimana saat kita ke restoran kita memesan makanan, lalu setelahnya kita tidak bolak-balik ke dapur untuk melihat apakah makanan kita sudah jadi atau belum.

Steve Harvey juga memberikan analogi serupa, di mana harapan kita itu seperti pesanan online. Kita tidak tahu kapan paket kita sampai, tapi kita yakin bahwa paket tersebut sampai. Hal inilah yang disebut dengan keyakinan. Seorang petani setelah menanam bibit tidak akan menggali tanah untuk memeriksa apakah bibitnya sudah tumbuh atau belum.

Jika dikaitkan dengan gagasan Joe Dispenza, inilah yang disebut dengan emosi positif, di mana tidak ada ketakutan, kemarahan, dan kesedihan yang merupakan contoh emosi negatif. Menurut tukang cukur langganan salah satu teman kami, Eri, yang ia manifestasi dengan Law of Attraction pula, ketika kita takut itu artinya kita meragukan Tuhan.

Prinsip selanjutnya adalah dari mendiang Wayne Dyer yang menyatakan bahwa kita mendapatkan apa yang kita berikan. Dalam mencapai 100 juta pertama saya, setiap bulan saya tidak pernah absen untuk melakukan donasi secara online maupun berbagi secara langsung. Hal ini merupakan suatu contoh Karma Phala. Apapun yang kita harapkan, kita harus dapat berikan terlebih dahulu.

Saat kita berbagi secara material, kita seakan-akan telah hidup dalam versi diri kita yang memiliki kelimpahan seperti yang diharapkan, dalam kasus saya misalnya memiliki uang 100 juta. Selain Karma Phala, prinsip Tri Kaya Parisudha pun sebenarnya masuk dalam hal ini. Kita hanya akan memiliki hidup yang positif ketika kita berpikir, berkata, dan bertindak positif. Apa yang kita berikan itulah yang kita dapatkan. Saat kita menuangkan pada semesta pikiran, perkataan, dan perbuatan positif, maka hal-hal positiflah yang ditarik kembali menuju kita.

Prinsip terpenting bagi saya adalah syukur. Syukur adalah tindakan yang kita lakukan saat menerima sesuatu yang membuat kita bahagia. Apapun yang kita harapkan, kita harus syukuri bahkan sebelum hal tersebut menjadi nyata. Ini juga merupakan wujud dari rasa keyakinan bahwa Tuhan sedang dalam proses mewujudkan harapan kita. Syukur adalah komposisi utama orang-orang hebat di dunia. Semakin kita mensyukuri apa yang telah kita miliki/capai, semakin banyak hal yang akan kita terima untuk dapat disyukuri.

Dalam hal mewujudkan harapan kita, kita tidak perlu tahu bagaimana caranya. Saya dan Bayu adalah sosok orang yang suka tenggelam dalam perenungan. Jika dipikir, merenung sama sensasinya dengan meditasi. Wayne Dyer mengatakan bahwa keheningan itu sama dengan kosong. Angka nol atau kosong jika kita bagi hasilnya adalah tak terhingga atau infinite.

Dari tempat tak terhingga inilah kita dapat mendapatkan intuisi dan kesempatan tak terhingga yang mengarahkan kita menuju harapan, tujuan, atau intensi yang sudah kita sematkan sebelumnya. Meditasi atau perenungan memberikan kejernihan pikiran sehingga segala intuisi dan petunjuk atas apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kita dapat diterima dengan baik. Dr. Dyer juga mengatakan bahwa, jika doa adalah kita berbicara dengan Tuhan, maka intuisi adalah jawaban atau pesan Tuhan atas doa tersebut.

Prinsip terakhir adalah selalu lakukan yang terbaik dan menjadi versi terbaik diri kita. Bayu adalah satu dari sedikit orang yang saya kenal yang senantiasa memberikan dan melakukan yang terbaik untuk orang lain tanpa harap kembali. Selain itu, emosi-emosi positif seperti cinta, kasih sayang, dan kebaikan hati dalam hidup kita, akan menjadi katalis agar pahala positif dapat terwujud lebih cepat.

Jadi, jangan pernah membatasi diri dan Tuhan. Sekonyol apapun mimpimu utarakanlah kepada semesta dan jadilah versi diri yang selaras dengan mimpi tersebut. Garis besarnya adalah bahwadengan berusaha menjadi orang baik dan berbuat baik, kesuksesan yang diharapkan akan datang menghampiri dengan sendirinya. Berpikir, berkata, dan berbuatlah positif, niscaya hal-hal positif akan ditarik ke dalam hidupmu berkali lipat. Salam damai. [T}

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengguh Nikmat di Desa Les, Mengguh Hingga Mencapai Mata Katak

Next Post

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co