25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
December 24, 2021
in Esai
Tabungan 100 Juta Sebelum Usia 30 Tahun | Sebuah Pelajaran Bahwa dengan Tuhan Segalanya Mungkin

Arya Bayu & Yoga Pramartha, bersama Tuhan (2016)

Ini mungkin contoh kecil dari sekian banyak cerita mereka yang jauh lebih luar biasa. Mimpi sederhana menjadi nyata. Punya tabungan 100 juta sebelum usia 30 tahun adalah apa yang saya ucapkan kepada diri sendiri kala berusia 22 tahun.

Saya baru tahu bahwa sama seperti saya, sahabat saya, Arya Bayu, memiliki mimpi yang dia gambarkan jelas menjelang selesainya pendidikan sarjana dulu. Kala itu Bayu bermimpi bahwa sebelum 30 tahun kursus rumahan keluarganya dapat menjangkau seluruh Kabupaten Jembrana.

Untuk hitungan orang-orang yang belum bekerja, berlatar belakang keluarga sederhana yang terbelit hutang, mimpi tersebut seakan sungguh luar biasa. Saat tulisan ini dimuat kami berusia 27 tahun dan puji Tuhan saya diberkati Tuhan aset senilai 2 kali lipat dari yang saya harapkan. Kursusnya Bayu kini memiliki 4 cabang di Jembrana dan bahkan dikenal oleh orang-orang di luar Bali.

Ini hanyalah 2 contoh mimpi manusia biasa yang menjadi nyata. Banyak sekali mimpi luar biasa manusia biasa yang telah termanifestasi. Entahlah kenapa, namun ada panggilan hati untuk membagikan kisah kami yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi penyimak.

Ayat Lukas 1:37 menyatakan, “Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” Hal ini diafirmasi oleh para tokoh New Thought idola saya seperti Wayne Dyer, Louise Hay, Joe Dispenza, Abraham Hicks, serta content creator lain yang dewasa ini semakin menggemakan ajaran Law of Attraction di media sosial. Terdapat beberapa prinsip Law of Attraction yang selama ini secara sadar ataupun tidak kami praktekkan dalam hidup hingga terwujudnya segala mimpi. Meskipun pada prakteknya Law of Attraction tidak sesederhana tulisan ini, beberapa prinsip di sini diharapkan dapat memberikan gambaran bermanfaat bagi pembaca dalam proses memanifestasi harapan.

Langkah pertama menurut Joe Dispenza adalah kita harus memiliki intensi yang jelas serta emosi positif. Dalam kasus saya, saya menyampaikan secara rinci bahwa saya menginginkan tabungan senilai 100 juta sebelum usia 30 tahun.

Pada kasus Bayu, dia menyatakan jelas bahwa ia ingin kursusnya menjangkau seluruh Jembrana. Kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin sukses namun tidak dapat merinci kesuksesan seperti apa yang diharapkan.

Menurut Joe Dispenza, pikiran kita adalah muatan listrik yang memancarkan intensi kita ke semesta. Lalu, emosi kita merupakan medan magnet yang menarik kembali jawaban semesta atas intensi yang kita pancarkan sebelumnya dalam bentuk manifestasi fisik. Sehingga, diperlukan emosi positif seperti kebahagiaan, kedamaian, syukur, dan kasih sayang untuk mewujudkan intensi tersebut dalam wujud fisik.

Selaras dengan Dr. Dispenza, mendiang Louise Hay menyampaikan bahwa semesta itu seperti restoran kosmik, di mana kita cukup ‘memesan’ apa yang kita harapkan lalu let go atau melepaskan segala kekhawatiran dan ketakutan bahwa ‘pesanan’ kita tidak akan sampai. Dalam analogi restoran kosmik, kita bisa membayangkan bagaimana saat kita ke restoran kita memesan makanan, lalu setelahnya kita tidak bolak-balik ke dapur untuk melihat apakah makanan kita sudah jadi atau belum.

Steve Harvey juga memberikan analogi serupa, di mana harapan kita itu seperti pesanan online. Kita tidak tahu kapan paket kita sampai, tapi kita yakin bahwa paket tersebut sampai. Hal inilah yang disebut dengan keyakinan. Seorang petani setelah menanam bibit tidak akan menggali tanah untuk memeriksa apakah bibitnya sudah tumbuh atau belum.

Jika dikaitkan dengan gagasan Joe Dispenza, inilah yang disebut dengan emosi positif, di mana tidak ada ketakutan, kemarahan, dan kesedihan yang merupakan contoh emosi negatif. Menurut tukang cukur langganan salah satu teman kami, Eri, yang ia manifestasi dengan Law of Attraction pula, ketika kita takut itu artinya kita meragukan Tuhan.

Prinsip selanjutnya adalah dari mendiang Wayne Dyer yang menyatakan bahwa kita mendapatkan apa yang kita berikan. Dalam mencapai 100 juta pertama saya, setiap bulan saya tidak pernah absen untuk melakukan donasi secara online maupun berbagi secara langsung. Hal ini merupakan suatu contoh Karma Phala. Apapun yang kita harapkan, kita harus dapat berikan terlebih dahulu.

Saat kita berbagi secara material, kita seakan-akan telah hidup dalam versi diri kita yang memiliki kelimpahan seperti yang diharapkan, dalam kasus saya misalnya memiliki uang 100 juta. Selain Karma Phala, prinsip Tri Kaya Parisudha pun sebenarnya masuk dalam hal ini. Kita hanya akan memiliki hidup yang positif ketika kita berpikir, berkata, dan bertindak positif. Apa yang kita berikan itulah yang kita dapatkan. Saat kita menuangkan pada semesta pikiran, perkataan, dan perbuatan positif, maka hal-hal positiflah yang ditarik kembali menuju kita.

Prinsip terpenting bagi saya adalah syukur. Syukur adalah tindakan yang kita lakukan saat menerima sesuatu yang membuat kita bahagia. Apapun yang kita harapkan, kita harus syukuri bahkan sebelum hal tersebut menjadi nyata. Ini juga merupakan wujud dari rasa keyakinan bahwa Tuhan sedang dalam proses mewujudkan harapan kita. Syukur adalah komposisi utama orang-orang hebat di dunia. Semakin kita mensyukuri apa yang telah kita miliki/capai, semakin banyak hal yang akan kita terima untuk dapat disyukuri.

Dalam hal mewujudkan harapan kita, kita tidak perlu tahu bagaimana caranya. Saya dan Bayu adalah sosok orang yang suka tenggelam dalam perenungan. Jika dipikir, merenung sama sensasinya dengan meditasi. Wayne Dyer mengatakan bahwa keheningan itu sama dengan kosong. Angka nol atau kosong jika kita bagi hasilnya adalah tak terhingga atau infinite.

Dari tempat tak terhingga inilah kita dapat mendapatkan intuisi dan kesempatan tak terhingga yang mengarahkan kita menuju harapan, tujuan, atau intensi yang sudah kita sematkan sebelumnya. Meditasi atau perenungan memberikan kejernihan pikiran sehingga segala intuisi dan petunjuk atas apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kita dapat diterima dengan baik. Dr. Dyer juga mengatakan bahwa, jika doa adalah kita berbicara dengan Tuhan, maka intuisi adalah jawaban atau pesan Tuhan atas doa tersebut.

Prinsip terakhir adalah selalu lakukan yang terbaik dan menjadi versi terbaik diri kita. Bayu adalah satu dari sedikit orang yang saya kenal yang senantiasa memberikan dan melakukan yang terbaik untuk orang lain tanpa harap kembali. Selain itu, emosi-emosi positif seperti cinta, kasih sayang, dan kebaikan hati dalam hidup kita, akan menjadi katalis agar pahala positif dapat terwujud lebih cepat.

Jadi, jangan pernah membatasi diri dan Tuhan. Sekonyol apapun mimpimu utarakanlah kepada semesta dan jadilah versi diri yang selaras dengan mimpi tersebut. Garis besarnya adalah bahwadengan berusaha menjadi orang baik dan berbuat baik, kesuksesan yang diharapkan akan datang menghampiri dengan sendirinya. Berpikir, berkata, dan berbuatlah positif, niscaya hal-hal positif akan ditarik ke dalam hidupmu berkali lipat. Salam damai. [T}

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengguh Nikmat di Desa Les, Mengguh Hingga Mencapai Mata Katak

Next Post

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Melindungi Lahan Pertanian, Menyelamatkan Perekonomian

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co