2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada 11 Air Suci Utama di Kaldera Batur Milik Ida Bhatari Dewi Danuh

tatkala by tatkala
February 13, 2022
in Khas
Ada 11 Air Suci Utama di Kaldera Batur Milik Ida Bhatari Dewi Danuh

anggapan panelis dalam Kelompok Diskusi Terpumpun "Danu Pakreti: Agraning Tirtha Sangaskara" yang digelar Lingkar Studi Batur dan Yayasan Puri Kauhan Ubud.

Empat danau yang ada di Pulau Bali merupakan ekosistem yang penting bagi kawasan di hilirnya. Eksistensi itu pun dicatat dalam banyak pustaka tradisional dan dipraktikkan dalam berbagai tradisi budaya masyarakat.

Salah satunya bentuk pemuliaan terhadap danau sebagai hulu peradaban Bali dapat ditemukan di Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli. Praktik dan narasi pemuliaan itulah yang  ditelusuri melalui penelitian yang dilakukan Lingkar Studi Batur bekerja sama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud.

Penelitian itu merupakan bagian dari kegiatan Sastra Saraswati Sewana 2022 “Toya Uriping Bhuwana Usadhaning Sangaskara”.

Koordinator kajian, Jero Penyarikan Duuran Batur (IK Eriadi Ariana) dalam paparannya mengatakan masyarakat Batur memiliki sejumlah tradisi pemuliaan, misalnya danu kreti (pakelem), mendak toya, hingga siklus pujawali yang sangat erat dengan pemuliaan danau. Secara tradisi, masyarakat Batur pun meyakini ada 11 tirtha (air suci) utama di kawasan Kaldera Batur milik Ida Bhatari Dewi Danuh.

“Kesebelas tirtha itu meliputi Tirtha Telaga Waja, Bantang Anyud, Danu Gadang, Danu Kuning, Pelisan, Mangening, Pura Jati, Rejeng Anyar, Toya Bungkah, Toya Mas Mampeh, dan Tirtha Perapen. Selain itu, Pura Alas Arum Batur juga memiliki empat tirtha yang dimuliakan, yakni Tirtha Mas Munduk, Tirtha Taman, Tirtha Asah Luhur, dan Tirtha Manik Muncar, demikian juga Pura Tuluk Biyu Batur memiliki Tirtha Sapuh Jagat dan Tirtha Air Hawang atau Tirtha Banyu Geger,” jelasnya.

Ketika Sasih Katiga, masyarakat Batur menggelar ritual mendak toya, di mana seluruh mata air digelar pujawali. Pada waktu yang sama, juga digelar pujawali di Pura Jabakuta yang menghormati entitas bhatara yang berkuasa atas hutan dan pertanian. Adapun kurban upacaranya adalah kijang. “Tradisi itu mengindikasikan kesadaran manusia Batur akan pentingnya keberadaan air, termasuk hutan sebagai kawasan resapan. Sarana kurban kijang dapat dimaknai sebagai indikator kelestarian lingkungan. Jika masih ditemukan kijang, artinya habitat hutan masih terjaga,” jelasnya.

Tradisi ini juga didukung keberadaan alas kekeran dan konsep Pasihan Bhatari Sakto Batur. Alas kekeran mengacu pada hutan konservasi ala masyarakat adat, sedangkan pasihan adalah konsep solidaritas komunitas hulu-hilir, antara komunitas yang menjaga kawasan hulu dengan masyarakat yang memanfaatkan air di kawasan hilir.

“Namun, tantangannya hari ini adalah bagaimana tradisi pemuliaan air ini bisa menjadi laku yang nyata, mengingat Danau Batur sendiri memiliki dua masalah serius, yakni pendangkalan dan pencemaran. Konsep alas kekeran dan solidaritas ini bisa direvitalisasi dengan melibatkan berbagai elemen lebih luas,” katanya.

Hulu Peradaban

Pembina Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Bagus Ari Bramanta, dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Bali jelas diakui dan diyakini sebagai hulu peradaban Bali. “Bali beruntung memiliki empat sumber air berupa danau yakni Danau Batur, Danau Buyan, Danau Tamblingan, dan Danau Beratan,” katanya.

Khusus Danau Batur, aliran air yang berhulu di danau ini adalah pusat-pusat peradaban sejak masa silam, misalnya kawasan DAS Tukad Pakerisan. Di sepanjang kawasan ini dapat ditemukan situs peninggalan dari Tirta Empul, Mengening, hingga Gunung Kawi.

“Pada masa Raja Marakata dibuat Ambarawati Ashram yang berlokasi di Gunung Kawi. Dalam ashram ini banyak mempelajari tentang pertanian dan lingkungan, dan peninggalan dari ashram tersebut adalah “Subak Pulagan” yang sudah mendapatkan penghargaan “heritage”. Banyak peninggalan yang memperlihatkan perhatian pendahulu kita pada mata air (memuliakan air), bahkan masih bisa kita nikmati hari ini, di seputaran Tirta Empul banyak ditemui sumber mata air yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Marakata,” tuturnya.

Hingga kini, lanjutnya, masih dilestarikan ritual-ritual untuk memuliakan air.

Hanya saja, tantangannya juga semakin jelas dihadapi, misalnya investasi yang menyebabkan terlupakannya pentingnya memuliakan air. “Bahkan beberapa investasi tidak menghiraukan sumber mata air, padahal hingga kini, air dipercaya sebagai sumber kehidupan hingga sumber pengobatan. Jika dulu air bisa langsung kita konsumsi dari sumbernya, hari ini air harus diolah dulu baru bisa dikonsumsi,” katanya.

Tantangan Kontemporer, Penyadaran lewat Bahasa dan Sastra

Hasil kajian Lingkar Studi Batut mendapat respons mendalam dari tiga panelis yang dihadirkan, yakni Dr. I Ngurah Suryawan, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, dan Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum. “Kajian yang disajikan oleh Lingkar Studi Batur belum menyentuh persoalan kontemporer dan terjebak dalam romantisme sastra yang tidak mengakar (tidak berdasar pada sosial, politik, ekonomi berbasis wilayah). Hari ini alam telah mengalami perubahan yang begitu signifikan. Sumber daya alam kini diprivatisasi, bisa dijual, dan bisa menjadi hak milik perseorangan atau kelompok,” kata Ngurah Suryawan.

Ia menjelaskaan, privatisasi dan kapitalisme adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu struktur ekonomi dan wacana kontemporer penting disentuh saat ini. Sebagai contoh, produksi air-air kemasan masuk begitu masif ke wilayah pelosok-pelosok desa dan mengganti kearifan lokal yang sudah eksis sejak zaman dahulu, seperti: air klebutan, patirtan, dan lain-lain.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah sumber air yang dimiliki Batur sudah dilirik oleh korporasi untuk menanam investasi dengan mengabaikan nilai-nilai kebudayaan? Tantangan-tantangan besar dari kelompok studi tentang natural resources adalah bagaimana melihat peran kelompok dalam penyelesaian persoalan. Bagaimana ke depan wadah seperti Lingkar Studi Batur dapat lebih sensitif untuk melihat fenomena kontemporer dari sudut pandang ekonomi-politik,” harapnya.

Selanjutnya, Cokorda Bayu Putra, mengatakan Danau Batur memang memiliki peran yang sangat vital. Dalam praktik tradisi, akademisi Unhi Denpasar ini menilai masyarakat Batur telah menciptakan praktik good governance, yakni adanya keterbukaan informasi dalam manajemen Desa Adat Batur. “Tradisi Batur memiliki sistem komunikasi yang baik dari sistem nyuratan sebagai bentuk penyampaian informasi dalam pelaksanaan ritual di Ulun Danu Batur. Hal ini memperlihatkan perencanaan yang baik dari pangempon,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa saat ini berbagai persoalan juga tengah dihadapi Batur. Bahkan, Danau Batur masuk sebagai salah satu danau skala prioritas nasional.

“Terbitnya Perpres 61 tentang Penyelamatan Danau Skala Prioritas Nasional menempatkan Danau Batur sebagai salah satu dari 15 danau skala prioritas nasional. Berangkat dari Perpres tersebut, sebaiknya Lingkar Studi Batur ikut berpartisipasi dalam tim penyelamatan Danau Batur. Ikut dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi,” harapnya.

Sementara itu, Putu Eka Guna Yasa, dari perspektif bahasa dan sastra, menguatkan prinsip pemuliaan kawasan Batur. Ia mengatakan banyak pustaka tradisional yang memang menyinggung Batur. Kemuliaan Batur digambarkan baik secara harmonis yang tenang maupun dalam suasana disharmonis dengan penggambaran yang menakutkan.

Data itu mengindikasikan potensi bahasa dan sastra sebagai media penyadaran bagi masyarakat.  Bahasa dan sastra dapat digunakan sebagai pagar yang berfungsi mengatur laku masyarakat. Bahasa dinilai dapat menjadi fajar kesadaran, atau basa pinaka pangendag budhi citta,  sedangkan sastra adalah penjaga dunia, “pangraksa bhuwana”.

“Sastra dan bahasa memiliki tiga fungsi utama yakni: uning atau fungsi mengetahui jati diri sebagai manusia, ‘nawur karma bandana’ dari hutang kita pada bumi; eling atau sadar bahwa kita memiliki utang; dan tiling yakni teguh dan konsisten terhadap janji yang kita buat,” katanya. [T][*]

Tags: BaturDanau BaturGunung Baturkaldera kintamaniKintamanipemuliaan airPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertandingan Muay Thai, “Summer Fights”, di Bali – Ini Cabang Martial Art

Next Post

Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding

Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co