23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Getah Uyung”, Kelompok Tani, Bukan Tani Cengkeh, Bukan Kopi, Tapi Pohon Aren

tatkala by tatkala
December 17, 2021
in Khas
“Getah Uyung”, Kelompok Tani, Bukan Tani Cengkeh, Bukan Kopi, Tapi Pohon Aren

Gucci Adnyana

Kelompok Tani Getah Uyung, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, merayakan satu tahun kelahiran dengan menggelar bazzar UMKM di Lovina, Kamis, 16 Desember 2021. Acara itu tentu saja dihadiri pelaku UMKM, juga sejumlah pejabat terkait di Pemkab Buleleng.

Acaranya bazzar UMKM itu menarik, tapi yang lebih menarik justru keberadaan Kelompok Tani Getah Uyung sebagai penyelenggara. Getah Uyung adalah sebuah kelompok tani yang unik dan langka di Bali, mungkin satu-satunya di Bali.

Jika kelompok petani lain menanam pohon cengkeh, kopi, kakao, atau porang yang sedang ngetren, Kelompok Getah uyung justru dengan setia menanam pohon aren, merawatnya, sekaligus memanen getahnya untuk dibuat jadi gula aren, alias gula merah, alias gula bali, alias gula jawa.  

Kenapa memilih nama getah uyung? Di Desa Pedawa, nira atau tuak biasa disebut sebagai getah uyung.

Kelompok Getah Uyung yang beranggotakan sekitar 50 petani itu berdiri setahun lalu dari sebuah kegelisahan sekelompok petani di Desa Pedawa. “Gelisah karena pohon aren mulai ditinggalkan, dan banyak lahan yang berisi pohon aren beralihfungsi menjadi lahan untuk tanaman  lain semisal cengkeh,” kata Gucci Adnyana.

Gucci Adnyana, bernama lengkap Putu Suta Adnyana, adalah pendiri sekaligus ketua Kelompok Tani Getah Uyung. Ia mengaku hanya sebagai pengusaha keripik, tapi amat gelisah dengan mulai langkanya pohon aren, sekaligus mulai berkurangnya warga yang memproduksi gula aren.

Seiring berjalannya waktu, kata Gucci, terutama pada saat pandemi, ketika kondisi perekonomian masyarakat cukup memprihatinkan, terlihat fenomena yang menarik. Dalam kondisi sosial-ekonomi yang memprihatinkan, kehidupan petani gula aren yang begitu sederhana masih mmpu untuk brtahan hidup. “Bahkan bisa dibilang petani gula aren tetap bahagia dalam ksederhanaan,” kata Gucci.

Di Desa Pedawa, kata Gucci, gula aren adalah warisan leluhur dan dianggap sebagai produk budaya Desa Pedawa. Biasanya, masyarakat yang melakukan persembahyangan (pepiyuning) selalu ada gula aren dalam seriap sesajen yang mereka haturkan.

“Gula sangat dimuliakan, mungkin karena gula itu  dianggap sebagai sumber kehidupan, yang mana dahulu hampir semua pnduduk Desa Pedawe bertani pohon aren atau bertani gula,” kata Gucci.

Dengan alansan dan dasar-dasar seamacam itulah sejumlah warga ingin mengulang kembali kehidupan bertani gula yang didasari rasa kebersamaan dan kesederhanaan dengan membentuk kelompok petani gula arena tau petani pohon aren.

“Kami melakukan audensi setahun lalu ke Bupati Buleleng (Putu Agus Suradnyana) yang mana saat itu Bapak Bupati sangat mndorong kekhasan setiap daerah. Dan gula aren adalah produk khas Desa Pedawa, maka kami angkat gula ini sebagai salah satu di antara banyaknya kekhasan itu di Buleleng,” kata Gucci.

Dan Kelompok Getak Uyung pun bergerak, mulai dari sector hulu hingga hilir.  Mulai dari melakukan proses pembibitan pohon aren, menanamnya, memelihara kembali pohon aren yang sudah ada, dan melakukan proses penyadapan dengan baik serta membuat gula aren dengan kualitas yang baik.

Sampai setahun berjalan, dampak gerakan petani aren ini mulai terasa, misalnya mulai tumbuh kecintaan para petani dan warga umum untuk kembali mencintai pohon aren, dan kembali mencintai pekerjaan membuat gula aren. “Sampai saat ini gula aren Pedawa dikenal kembali dan sudah mulai digemari lagi, dicari lagi,” kata Gucci.

Gucci mengakui, tahap paling sulit dilakukan adalah tahap penanaman kembali pohon aren. Proses menanamnya menggunakan strategi-strategi tertentu agar bisa tumbuh dengan baik. “Kebanyakan pohon ditanam dengan cara tradisional , termasuk menentukan hari-hari baik (dewasa ayu) saat menanam, bahkan saat menanam juga ada manteranya,” kata Gucci.

Sampai saat ini, Kelompok Getah Uyung sudah menanam sekitar 350 pohon aren di wilayah Desa Pedawa. Karena masa tumbuhnya cukup lama sampai pohon itu bisa berbuah, petani juga menanam sayur-sayuran dan umbian-umbian di sela-sela pohon aren. “Agar tak jenuh menunggu, dan petani tetap bisa menghasilkan sayuran,” katanya.

Pada saat perayaan HUT ke-1 Kelompok Getah Uyung di Lovina, pemerintah menyampaikan apresiasinya terhadap kelompok itu  yang merayakannya dengan menggelar bazzar UMKM.

“Apresiasi diberikan kepada Kelompok Tani Aren Getah Uyung, terutama  atas inisiatifnya melaksanakan bazar UMKM serangkaian HUT jadinya yang pertama,” ucap Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara yang pada kesempatan ini mewakili Bupati Buleleng.

Kadis Dody mengatakan, lewat kegiatan ini bisa kita lihat UMKM di Buleleng bersama-sama bersinergi mengikuti bazar disini. Baik itu dari sektor fashion, kriya dan kuliner.

“Ini merupakan langkah maju yang dilakukan oleh komunitas Tani Aren Getah Uyung sebagai model, mudah-mudahan kedepan kita bisa terus mensinergikan antar para pelaku UMKM ini,” kata Dody yang pernah menjabat sebagai Camat Buleleng ini.

Lebih jauh pihaknya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan siap mendorong pelaku UMKM ini. Direncanakan, pada bulan Januari 2022 pemerintah bisa segera launching rooftop kreatif yang ada dilantai 3 Pasar Banyuasri yang diseting sebagai tempat bertemunya orang-orang kreatif serta tempat bertemunya UMKM terutama kaum milineal kekinian.

“Nantinya secara berkala, kita akan lakukan di rooftop lantai 3 itu untuk melaksanakan pameran, exsebisi yang tentunya untuk kemajuan perekonomian masyarakat Buleleng, terutama di 3 subsektor yaitu  fashion, kriya dan kuliner,” ujarnya. [T][Ole]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Arya Terima KJB Award | Ia Tak Sekadar Menjawab, Tapi Juga Menuliskannya

Next Post

Durga Murka di Taman Dedari | Nomor Pendek di Ubud Performing Art Moving II

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Durga Murka di Taman Dedari | Nomor Pendek di Ubud Performing Art Moving II

Durga Murka di Taman Dedari | Nomor Pendek di Ubud Performing Art Moving II

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co