4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Difabel, Pandemi dan Perjuangan Inklusi | Catatan dari “Berbagi Kabar Akhir Tahun”

Pasraman Air by Pasraman Air
December 9, 2021
in Khas
Difabel, Pandemi dan Perjuangan Inklusi | Catatan dari “Berbagi Kabar Akhir Tahun”

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi. Diselenggarakan pada hari minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman

Sebuah dialog mengalir cair pada Minggu sore, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar. Dialog mulai dari bagaimana solidaritas di antara kawan-kawan difable di Yayasan Cahaya Mutiara yang kian menguat untuk menghadapi pandemi. Diasah oleh keadaan ketika beberapa anggota yayasan terpapar Covid-19 dan harus isolasi mandiri di yayasan akibat tidak siapnya satgas covid menyediakan ruang yang akses dan pendamping bagi kaum difable yang terpapar Covid-19.

Covid-19 membuat kebiasaan merawat kawan yang sakit harus ditinggalkan, karena mereka yang terpapar Covid-19 harus diisolasi. Pilihan juga harus diambil, memilih tetap tinggal di yayasan dengan akses yang mendukung kemampuan untuk mandiri atau pulang ke rumah yang artinya akan menghadapi keterbatasan akses untuk bisa melakukan aktivitas mereka secara mandiri.

Adaptasi juga harus dilakukan oleh lembaga-lembaga yang melakukan pelayanan rehabilitasi fisik dan alat bantu. Seperti yang kita ketahui, pelayanan rehabilitasi fisik merupakan pelayanan yang penting bagi kawan-kawan dengan perbedaan kemampuan fisik. Latihan yang intens, teratur dan terprogram hendaknya dilakukan sejak dini untuk mengoptimalkan kemampuan yang bisa dimiliki. Sayanganya tidak semua fasilitas kesehatan milik pemerintah menyediakan pelayanan ini secara khusus.

Pada saat pandemi lembaga seperti YPK Bali dan Puspadi Bali harus berusaha beradaptasi. Terutama pada awal-awal pandemi, disaat kebijakan work from home diberlakukan. Pelayanan yang biasa dilaksanakan di kantor atau terpusat di kecamatan tidak bisa dilaksanakan. Adaptasi tentu saja dengan membuat konseling online dan atau therapy online. Namun tentu efektifitas akan berbeda secara langsung. Hal senada juga dilakukan oleh Puspadi Bali yang memaksa mereka melaksanakan evaluasi lewat telpon.

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar

Situasi lebih rumit juga harus dihadapi A.A Gede Putra Agung, salah satu pengajar di sebuah SLB di Kabupaten Badung. siswa yang selama ini diampunya merupakan siswa dengan kondisi tuna rungu (tuli) Tuna grahita (slow learning dan autism). Kendala yang dihadapi tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan tantangan sekolah pada umumnya. Pada kondisi pembelajaran anak difabel membutuhkan atensi dan interaksi pengajar dengan anak difabel.

Setelah kendala-kendala yang dihadapi dalam tingkat paling local akar rumput, obrolan berlanjut dengan cerita bagaimana Pemerintah Propinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Daerah No.9 tahun 2015.

Harapannya dengan kehadiran Perda tersebut tentu saja adalah untuk mendorong Bali menjadi ruang yang lebih inklusif. Namun sayangnya tidak banyak perubahan setelah hampir 6 tahun perda tersebut disahkan.

Perjuangan iklusi yang dilakukan kawan-kawan difabel hingga berhasil melahirkan Perda Disabilitas tentu merupakan sebuah perjuangan panjang. Namun kelahiran perda tidak serta merta membuat Bali sebagai sebuah ruang untuk hidup bersama ramah untuk difabel. Jika menarik ke ruang yang lebih besar, situasi kian terlihat jelas ketika seoarng mentri memaksa kawa tuli untuk bisa mendengar.

Hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah belum memiliki pemahaman akan apa hak-hak difabel.

Beberapa catatan menarik dari dialog yang terbangun:

  1. Difable sebuah keadaan yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, baik oleh bawaan (factor kesehatan semenjak lahir) atau dapatan (kecelakaan, bencana alam [Indonesia adalah supermarket bencana]), dan atau oleh perilaku manusia (industri pertambangan dan rangkaiannya).
  2. Membangun sebuah forum inklusi dimana komunitas difabel dan kantong gerakan social lainnya bisa terhubung.
  3. Mencari tahu mekanisme penanganan pandemi bagi difabel dari satgas covid.
  4. Mengawalan dan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Bali nomer 9 tahun 2015 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang telah disahkan, sosialisasi khususnya bagi difable dan atau keluarga dengan difable komunitas masyarakat secara umum.
  5. Menuntut sarana trasportasi publik dan fasilitas publik yang ramah difable, karena transport publik dan fasilitas publik yang bisa diakse dengan mudah oleh difable akan mendorong interaksi dan relasi baik diantara difable serta difable dengan masyarakat sekitarnya.
  6. Memulai dengan pendekatan local dalam membangun narasi inklusi.
  7. Komunitas atau organisasi difable harus madiri, memiliki inisiatif untuk mengajak kolompok-kelompok masyarakat yang lain (non difable) untuk untuk terlibat dalam setiap gagasan dan atau kegiatan perjuangan inklusi.
  8. Komitment pada gagasan dan gerakan yang menjadi inisiatif kawan-kawan difabel.
  9. Mengubah paradigma bahwasannya gerakan difabel merupakan gerakan ekslusif yang selama ini terbentuk oleh sistem yang dibangun, karena gerakan difabel berkaitan erat dengan gerakan buruh, gerakan lingkungan, kebencanaan, kesetaraan gender dan gerakan-gerakan social lainnya.
  10. Desa merupakan ruang kolektif terkecil dan terdekat yang yang butuh didorong dan distimulasi sebagai ranah perjuangan ruang inklusi, karena masih banyak difabel hidup dalam ruang dengan lingkungan yang terbatas atas pemahaman akan apa itu difable dan hak-hak difable.
  11. Menghapus pandangan (doktrin) serta pendekatan karikatif “AMAL dan PENYAKIT” yang masih tertanam dalam pemahaman birokrasi publik dan atau bahkan publik itu sendiri ketika memandang atau bersikap terhadap Difabel dan menggantinya dengan pemahaman pendekatan social, bahwasannya lingkungan merupakan daya dukung utama difable untuk menumbuhkan kemampuan kemandirian yang bermuara pada pendekatan hak asasi manusia bagi difabel.
  12. Inklusi adalah sebuah semangat untuk menciptakan ruang bersama yang ramah, setara dan aksesebel. Saling memahami dan menghormati setiap kemampuan yang dimiliki untuk kemudian berinteraksi dalam relasi saling merawat dan menjaga.

Dialog yang berlangsung merupakan rangkaian dari kegiatan Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi. Diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, acara ini menjadi upaya kecil untuk ikut merayakan difable day yang jatuh setiap tanggal 3 Desember.

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar

Acara dihadiri oleh perwakilan beberapa lembaga difable antara lain; Yayasan Cahaya Mutiara Ubud (YCMU), YPK Bali, PUSPADI Bali, PUSBISINDO Bali, Potads Bali, serta beberapa orang yang datang secara perorangan. Acara dilaksanakan secara hybrid dengan penanggap Heri Kurniawan dan Ken Karta dari Lingkar Sosial Malang, sosok-sosok yang intens membangun desa inklusi di beberapa kabupaten di jawa timur.

Acara yang dibuka dengan penampilan komposisi tari berjudul “Laneta” dari YCMU berakhir sekitar pukul 19.00 dengan harapan dialog mengenai difable dan perjuangan inklusi bisa lebih sering hadir di ruang-ruang publik. Sehingga pemahaman akan difabel bisa semakin meluas dan perjuangan inklusi tidak hanya menjadi perjuangan kaum difable namun juga perjuangan kita bersama, bukan untuk hari ini tetapi untuk esok. Esok, Pulau ini bisa menjadi pulau yang ramah tidak hanya bagi turist yang membawa dolar namun juga bagi warga difable yang setiap harinya hidup dan menghidupi Bali. [T][Rai]

Tags: difabelHari Difabel
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentingnya Filsafat di Era Kedangkalan Berpikir dan Industri Kebohongan

Next Post

Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Pasraman Air

Pasraman Air

Sebuah Ruang Belajar Lintas Disiplin. Berupaya menghadirkan Dialog akan Kesadara atas Kehilangan, dalam upaya mencipta Solidaritas untuk menghadirkan Ruang Tumbuh Bersama.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co