15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Difabel, Pandemi dan Perjuangan Inklusi | Catatan dari “Berbagi Kabar Akhir Tahun”

Pasraman Air by Pasraman Air
December 9, 2021
in Khas
Difabel, Pandemi dan Perjuangan Inklusi | Catatan dari “Berbagi Kabar Akhir Tahun”

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi. Diselenggarakan pada hari minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman

Sebuah dialog mengalir cair pada Minggu sore, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar. Dialog mulai dari bagaimana solidaritas di antara kawan-kawan difable di Yayasan Cahaya Mutiara yang kian menguat untuk menghadapi pandemi. Diasah oleh keadaan ketika beberapa anggota yayasan terpapar Covid-19 dan harus isolasi mandiri di yayasan akibat tidak siapnya satgas covid menyediakan ruang yang akses dan pendamping bagi kaum difable yang terpapar Covid-19.

Covid-19 membuat kebiasaan merawat kawan yang sakit harus ditinggalkan, karena mereka yang terpapar Covid-19 harus diisolasi. Pilihan juga harus diambil, memilih tetap tinggal di yayasan dengan akses yang mendukung kemampuan untuk mandiri atau pulang ke rumah yang artinya akan menghadapi keterbatasan akses untuk bisa melakukan aktivitas mereka secara mandiri.

Adaptasi juga harus dilakukan oleh lembaga-lembaga yang melakukan pelayanan rehabilitasi fisik dan alat bantu. Seperti yang kita ketahui, pelayanan rehabilitasi fisik merupakan pelayanan yang penting bagi kawan-kawan dengan perbedaan kemampuan fisik. Latihan yang intens, teratur dan terprogram hendaknya dilakukan sejak dini untuk mengoptimalkan kemampuan yang bisa dimiliki. Sayanganya tidak semua fasilitas kesehatan milik pemerintah menyediakan pelayanan ini secara khusus.

Pada saat pandemi lembaga seperti YPK Bali dan Puspadi Bali harus berusaha beradaptasi. Terutama pada awal-awal pandemi, disaat kebijakan work from home diberlakukan. Pelayanan yang biasa dilaksanakan di kantor atau terpusat di kecamatan tidak bisa dilaksanakan. Adaptasi tentu saja dengan membuat konseling online dan atau therapy online. Namun tentu efektifitas akan berbeda secara langsung. Hal senada juga dilakukan oleh Puspadi Bali yang memaksa mereka melaksanakan evaluasi lewat telpon.

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar

Situasi lebih rumit juga harus dihadapi A.A Gede Putra Agung, salah satu pengajar di sebuah SLB di Kabupaten Badung. siswa yang selama ini diampunya merupakan siswa dengan kondisi tuna rungu (tuli) Tuna grahita (slow learning dan autism). Kendala yang dihadapi tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan tantangan sekolah pada umumnya. Pada kondisi pembelajaran anak difabel membutuhkan atensi dan interaksi pengajar dengan anak difabel.

Setelah kendala-kendala yang dihadapi dalam tingkat paling local akar rumput, obrolan berlanjut dengan cerita bagaimana Pemerintah Propinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Daerah No.9 tahun 2015.

Harapannya dengan kehadiran Perda tersebut tentu saja adalah untuk mendorong Bali menjadi ruang yang lebih inklusif. Namun sayangnya tidak banyak perubahan setelah hampir 6 tahun perda tersebut disahkan.

Perjuangan iklusi yang dilakukan kawan-kawan difabel hingga berhasil melahirkan Perda Disabilitas tentu merupakan sebuah perjuangan panjang. Namun kelahiran perda tidak serta merta membuat Bali sebagai sebuah ruang untuk hidup bersama ramah untuk difabel. Jika menarik ke ruang yang lebih besar, situasi kian terlihat jelas ketika seoarng mentri memaksa kawa tuli untuk bisa mendengar.

Hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah belum memiliki pemahaman akan apa hak-hak difabel.

Beberapa catatan menarik dari dialog yang terbangun:

  1. Difable sebuah keadaan yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, baik oleh bawaan (factor kesehatan semenjak lahir) atau dapatan (kecelakaan, bencana alam [Indonesia adalah supermarket bencana]), dan atau oleh perilaku manusia (industri pertambangan dan rangkaiannya).
  2. Membangun sebuah forum inklusi dimana komunitas difabel dan kantong gerakan social lainnya bisa terhubung.
  3. Mencari tahu mekanisme penanganan pandemi bagi difabel dari satgas covid.
  4. Mengawalan dan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Bali nomer 9 tahun 2015 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang telah disahkan, sosialisasi khususnya bagi difable dan atau keluarga dengan difable komunitas masyarakat secara umum.
  5. Menuntut sarana trasportasi publik dan fasilitas publik yang ramah difable, karena transport publik dan fasilitas publik yang bisa diakse dengan mudah oleh difable akan mendorong interaksi dan relasi baik diantara difable serta difable dengan masyarakat sekitarnya.
  6. Memulai dengan pendekatan local dalam membangun narasi inklusi.
  7. Komunitas atau organisasi difable harus madiri, memiliki inisiatif untuk mengajak kolompok-kelompok masyarakat yang lain (non difable) untuk untuk terlibat dalam setiap gagasan dan atau kegiatan perjuangan inklusi.
  8. Komitment pada gagasan dan gerakan yang menjadi inisiatif kawan-kawan difabel.
  9. Mengubah paradigma bahwasannya gerakan difabel merupakan gerakan ekslusif yang selama ini terbentuk oleh sistem yang dibangun, karena gerakan difabel berkaitan erat dengan gerakan buruh, gerakan lingkungan, kebencanaan, kesetaraan gender dan gerakan-gerakan social lainnya.
  10. Desa merupakan ruang kolektif terkecil dan terdekat yang yang butuh didorong dan distimulasi sebagai ranah perjuangan ruang inklusi, karena masih banyak difabel hidup dalam ruang dengan lingkungan yang terbatas atas pemahaman akan apa itu difable dan hak-hak difable.
  11. Menghapus pandangan (doktrin) serta pendekatan karikatif “AMAL dan PENYAKIT” yang masih tertanam dalam pemahaman birokrasi publik dan atau bahkan publik itu sendiri ketika memandang atau bersikap terhadap Difabel dan menggantinya dengan pemahaman pendekatan social, bahwasannya lingkungan merupakan daya dukung utama difable untuk menumbuhkan kemampuan kemandirian yang bermuara pada pendekatan hak asasi manusia bagi difabel.
  12. Inklusi adalah sebuah semangat untuk menciptakan ruang bersama yang ramah, setara dan aksesebel. Saling memahami dan menghormati setiap kemampuan yang dimiliki untuk kemudian berinteraksi dalam relasi saling merawat dan menjaga.

Dialog yang berlangsung merupakan rangkaian dari kegiatan Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi. Diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, acara ini menjadi upaya kecil untuk ikut merayakan difable day yang jatuh setiap tanggal 3 Desember.

Berbagi Kabar Akhir Tahun dengan tema Difable, Pandemi dan Perjuangan Inklusi diselenggarakan pada hari Minggu, 5 Desember 2021 di Taman Baca Kesiman, Denpasar

Acara dihadiri oleh perwakilan beberapa lembaga difable antara lain; Yayasan Cahaya Mutiara Ubud (YCMU), YPK Bali, PUSPADI Bali, PUSBISINDO Bali, Potads Bali, serta beberapa orang yang datang secara perorangan. Acara dilaksanakan secara hybrid dengan penanggap Heri Kurniawan dan Ken Karta dari Lingkar Sosial Malang, sosok-sosok yang intens membangun desa inklusi di beberapa kabupaten di jawa timur.

Acara yang dibuka dengan penampilan komposisi tari berjudul “Laneta” dari YCMU berakhir sekitar pukul 19.00 dengan harapan dialog mengenai difable dan perjuangan inklusi bisa lebih sering hadir di ruang-ruang publik. Sehingga pemahaman akan difabel bisa semakin meluas dan perjuangan inklusi tidak hanya menjadi perjuangan kaum difable namun juga perjuangan kita bersama, bukan untuk hari ini tetapi untuk esok. Esok, Pulau ini bisa menjadi pulau yang ramah tidak hanya bagi turist yang membawa dolar namun juga bagi warga difable yang setiap harinya hidup dan menghidupi Bali. [T][Rai]

Tags: difabelHari Difabel
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentingnya Filsafat di Era Kedangkalan Berpikir dan Industri Kebohongan

Next Post

Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Pasraman Air

Pasraman Air

Sebuah Ruang Belajar Lintas Disiplin. Berupaya menghadirkan Dialog akan Kesadara atas Kehilangan, dalam upaya mencipta Solidaritas untuk menghadirkan Ruang Tumbuh Bersama.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co