2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Ibudaya Festival by Ibudaya Festival
October 24, 2021
in Khas
Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Sejumlah tamu undangan memenuhi tempat duduk di halaman, mereka duduk melingkar di meja,  di bawah payung berwarna putih yang bias oleh lampu berwana merah, ungu dan kuning. Rindang pohon mangga jadi pemandangan teduh sekitarnya.

Sesekali kendaraan bermotor melintas di Jalan Gajah Mada, dengungnya seolah diabaikan oleh para tamu, sebab mereka tengah asyik menonton siaran dari sebuah televisi layar datar ukuran 50 inc. Pada layar tersebut. Ayu Laksmi menyusur ubin abu-abu, kemudian adegan cepat berubah ke beberapa sudut rumah, tampak terali di jendela, pintu kayu tinggi, di jendela ada cahaya menyusup masuk ke kamar. Adegan terus berlanjut diiringi narasi :

“Di sini aku kembali

Rumah tua pemanggul sejarah

Di dinding-dinding menyimpan suara

Setelah pengembaraan tak berkesudahan

Aku kembali pada mula

Mengakrabi nafas, menjunjung harapan

Dalam dekap Ibu nan setia”

Begitu kiranya pembukaan video art perhelatan Ibudaya Festival 2021 yang berlangsung penuh kasih dalam hangat kebersamaan perempuan dan ibu. Festival tersebut berlangsung di satu rumah Kolonial Peninggalan Belanda di Jalan  Gajah Mada No, 111 – Buleleng tepat di sebelah SMP N 1 Singaraja. Dari pukul 16.30 Wita – 21.00 Wita.

Ibudaya Festival 2021 adalah festival perempuan persembahan Dadisiki Bali yang digagas oleh Ayu Laksmi. Festival ini dilaksanakan oleh Antida Music Production  di dukung oleh Bali Wariga dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Jika ditelisik dari kata Ibudaya terdapat 3 rangkai kata yang terhubung di dalamnya yaitu Ibu – perempuan, Daya – kemampuan, dan Budaya – kerja laku turun menurun yang diwariskan, kaitannya terhadap kearifan lokal. Jadi Ibudaya dapat dimaknai sebagai kemampuan ibu-perempuan untuk memelihara, merawat, menjaga nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam laku kebudayaan.

Ibudaya Festival mengusung tema Mula Ka Mula, Mula dalam bahasa Bali berarti menanam, Mula dalam bahasa Indonesia artinya awal, sementara Ka Mula  dapat dimaknai ke asal – ke akar. Secara garis besar Mula Ka Mula ialah ajakan untuk pulang ke asal  untuk menanam. Bernaung pada pengertian Ibudaya – Mula Ka Mula, secara sadar memilih Buleleng pusat kegiatan termasuk penyiaran pada sore itu.

Ibudaya Festival 2021 disajikan dalam format virtual dan siaran langsung. Terdiri dari 2 Mata Acara besar, yaitu Selebrasi Budaya dan Gelar Wicara. Seluruh Selebrasi Budaya berupa alih wahana pertunjukan ke video art, yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah disiapkan. Sementara Gelar Wicara merupakan pemaparan pengalaman dari beberapa narasumber yang diadakan secara langsung. Selama berlangsungnya Gelar Wicara itulah, video art diselipkan, untuk merangkai bangunan acara dalam rangka mempertahankan emosi penonton di rumah.

Ada tiga sesi Gelar Wicara yang diisi oleh narasumber perempuan yang telah lama menghayati hidup pada suatu keyakinan yang kukuh. Pada sesi pertama bertemakan Perempuan dan Kelahiran Baru diisi oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SPA., MARS dan dr. Luh Karunia Wahyuni SP.KFR-K,. Sesi 2 bertema Perempuan dan Pariwisata Spiritual, oleh Luh Manis dan Ana Nandi. Sesi 3 bertajuk Perempuan dan Laku oleh Ayu Weda, Sandrina Malakiano dan Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Ketiga sesi gelar wicara itu di moderatori oleh Kadek Sonia Piscayanti dan Yoke Darmawan secara bergantian.

Di Gelar Wicara #2, Perempuan dan Pariwisata Spiritual  Luh Manis menjelaskan bahwa spiritual adalah spirit diri yang semestinya harus dikenali lebih dalam, untuk mewujudkan kedamaian hati dan jiwa. Satu diantaranya ialah adanya konsep Karmaphala untuk mengenali diri ini dari swadharmanya masing-masing. Sementara Ana Anandhi atau kerap disapa Bunda Ana menjelaskan panjang bahwa di Bali tersebar banyak sekali tempat yang memiliki energi spiritual. Hal ini merupakan warisan dari leluhur untuk memberikan ketenangan kepada generasi sekarang.

Laku ini merupakan nilai jual bagi para tamu manca negara yang ingin belajar, dan memahami makna. Mereka hendak mencari kedamaian hati dalam rawut pikirannya.  Lebih jauh ia menjelaskan untuk menyebarkan informasi ini diperlukan orang yang tepat, orang yang memahami, dan mengetahui semua makna di balik perilaku spiritual tersebut.

“Tidak hanya pantai, kuliner atau destinasi pada umumnya, kita harus bergerak bersama untuk menyebarkan informasi laku spiritual dengan benar, itu daya tarik dunia. Teman-teman saya di luar negeri sangat merindukan laku spiritual di Bali, bahkan mereka mencoba merangkai upacara melukat di sana” ujar bunda Ana yang dikenal sebagai pelaku pariwisata spiritual.

Hal ini sepaham dalam sambutan Ibudaya Festival Sandiaga Salahuddin Uno – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, adanya titik terang untuk wisata wilayah Bali, seolah tidak pernah bosan kunjungan wisatawan ke Bali. Pengalaman tersebut tidak hanya bersifat fisik saja, namun juga pengalaman yang bersifat spiritual. Perjalanan spiritual itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan merubah hidup wisatawan.

Lebih jauh ia menjabarkan Bali memiliki Wisata Spiritual yang kuat dengan dukungan alam, aktivitas seni budaya dan kegiatan spiritualnya yang mengakar.

“Manusia, khususnya perempuan Bali, memiliki taksu yang memancarkan kewibawaan, kecerdasan mental dan spiritual, serta kharisma yang dapat mengubah pola pikir, tingkah laku maupun cara bertutur” terang Sandiaga Uno lewat video, yang saat itu mengenakan jaket kulit berwarna hitam, baju kaos au-abu dan berkacamata.

Ni Putu Devy Gita Augustina (33) , salah satu penonton di kanal youtube Ibudaya Festival menjelaskan Festival ini benar-benar menyadarkan bahwa kehidupan mesti dijalani dengan ketekunan dan keberanian. Kemudian seluruh pengalaman itu menjadi kontemplasi diri sebagai tuntunan hidup yang penuh ketidakmungkinan ini.  Seperti laku Luh Menek, di usia senjanya masih terus mengabdi pada tradisi, merawat dan menjaganya penuh kasih suka cita.

“Saya suka sekali waktu sesi ibu Menek, beliau adalah perempuan sesungguhnya yang utuh dan jujur dalam menjalani apa yang ia yakini”ujar Devy yang saat ini bekerja sebagai guru di satu sekolah internasional di Denpasar.

Selain Ibu Luh Menek yang merupakan seorang maestro tari dari Buleleng, adapun para seniman penyaji Selebrasi Budaya lainnya antara lain Cok Sawitri, Ida Ayu Wayan Arya Setyani, Aryani Willems, Nyoman Tini Wahyuni, Heni Janawati, Echa Laksmi, Ida Ayu Nyiman Dyana Pani, Jasmine Okubo, Pranita Dewi, Aliend Child, I Gusti Ayu Kusumayuni, Sanggar Seni Palwaswari, Ni Nyoman Srayamurtikanti, Komunitas Mahima, Ipung Dancer, Womb Ibudaya : Aik Krisnayanti, Sagung Novi, Claudia, Ida Ayu Wisanti, Ni Ketut Fenty, Jesica Winanda Leksono Putri, Kharissa Sadha, Maria Murwiki, Monique Anastasia Tindage.

Keberlangsungan Ibudaya Festival 2021 di dukung penuh oleh Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dadisiki Bali, Antida Music production, Matahari Bali Konveksi, Kita Poleng Bali, Svara Semesta, Klinik Dr Tiwi.com, IWMS (Indonesia World Music Series) dan tatkala.co. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pusaka Rimba”, Pentas Pembuka Festival Seni Bali Jani III/2021

Next Post

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ibudaya Festival

Ibudaya Festival

Ibudaya merupakan festival perempuan yang digagas Ayu Laksmi melalui Bali Wariga. Ibudaya Festival 2021 mengangkat tema Mula ka Mula yang akan dilaksanakan secara virtual di sebuah rumah kolonial di Buleleng.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co