24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Ibudaya Festival by Ibudaya Festival
October 24, 2021
in Khas
Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Sejumlah tamu undangan memenuhi tempat duduk di halaman, mereka duduk melingkar di meja,  di bawah payung berwarna putih yang bias oleh lampu berwana merah, ungu dan kuning. Rindang pohon mangga jadi pemandangan teduh sekitarnya.

Sesekali kendaraan bermotor melintas di Jalan Gajah Mada, dengungnya seolah diabaikan oleh para tamu, sebab mereka tengah asyik menonton siaran dari sebuah televisi layar datar ukuran 50 inc. Pada layar tersebut. Ayu Laksmi menyusur ubin abu-abu, kemudian adegan cepat berubah ke beberapa sudut rumah, tampak terali di jendela, pintu kayu tinggi, di jendela ada cahaya menyusup masuk ke kamar. Adegan terus berlanjut diiringi narasi :

“Di sini aku kembali

Rumah tua pemanggul sejarah

Di dinding-dinding menyimpan suara

Setelah pengembaraan tak berkesudahan

Aku kembali pada mula

Mengakrabi nafas, menjunjung harapan

Dalam dekap Ibu nan setia”

Begitu kiranya pembukaan video art perhelatan Ibudaya Festival 2021 yang berlangsung penuh kasih dalam hangat kebersamaan perempuan dan ibu. Festival tersebut berlangsung di satu rumah Kolonial Peninggalan Belanda di Jalan  Gajah Mada No, 111 – Buleleng tepat di sebelah SMP N 1 Singaraja. Dari pukul 16.30 Wita – 21.00 Wita.

Ibudaya Festival 2021 adalah festival perempuan persembahan Dadisiki Bali yang digagas oleh Ayu Laksmi. Festival ini dilaksanakan oleh Antida Music Production  di dukung oleh Bali Wariga dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Jika ditelisik dari kata Ibudaya terdapat 3 rangkai kata yang terhubung di dalamnya yaitu Ibu – perempuan, Daya – kemampuan, dan Budaya – kerja laku turun menurun yang diwariskan, kaitannya terhadap kearifan lokal. Jadi Ibudaya dapat dimaknai sebagai kemampuan ibu-perempuan untuk memelihara, merawat, menjaga nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam laku kebudayaan.

Ibudaya Festival mengusung tema Mula Ka Mula, Mula dalam bahasa Bali berarti menanam, Mula dalam bahasa Indonesia artinya awal, sementara Ka Mula  dapat dimaknai ke asal – ke akar. Secara garis besar Mula Ka Mula ialah ajakan untuk pulang ke asal  untuk menanam. Bernaung pada pengertian Ibudaya – Mula Ka Mula, secara sadar memilih Buleleng pusat kegiatan termasuk penyiaran pada sore itu.

Ibudaya Festival 2021 disajikan dalam format virtual dan siaran langsung. Terdiri dari 2 Mata Acara besar, yaitu Selebrasi Budaya dan Gelar Wicara. Seluruh Selebrasi Budaya berupa alih wahana pertunjukan ke video art, yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah disiapkan. Sementara Gelar Wicara merupakan pemaparan pengalaman dari beberapa narasumber yang diadakan secara langsung. Selama berlangsungnya Gelar Wicara itulah, video art diselipkan, untuk merangkai bangunan acara dalam rangka mempertahankan emosi penonton di rumah.

Ada tiga sesi Gelar Wicara yang diisi oleh narasumber perempuan yang telah lama menghayati hidup pada suatu keyakinan yang kukuh. Pada sesi pertama bertemakan Perempuan dan Kelahiran Baru diisi oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SPA., MARS dan dr. Luh Karunia Wahyuni SP.KFR-K,. Sesi 2 bertema Perempuan dan Pariwisata Spiritual, oleh Luh Manis dan Ana Nandi. Sesi 3 bertajuk Perempuan dan Laku oleh Ayu Weda, Sandrina Malakiano dan Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Ketiga sesi gelar wicara itu di moderatori oleh Kadek Sonia Piscayanti dan Yoke Darmawan secara bergantian.

Di Gelar Wicara #2, Perempuan dan Pariwisata Spiritual  Luh Manis menjelaskan bahwa spiritual adalah spirit diri yang semestinya harus dikenali lebih dalam, untuk mewujudkan kedamaian hati dan jiwa. Satu diantaranya ialah adanya konsep Karmaphala untuk mengenali diri ini dari swadharmanya masing-masing. Sementara Ana Anandhi atau kerap disapa Bunda Ana menjelaskan panjang bahwa di Bali tersebar banyak sekali tempat yang memiliki energi spiritual. Hal ini merupakan warisan dari leluhur untuk memberikan ketenangan kepada generasi sekarang.

Laku ini merupakan nilai jual bagi para tamu manca negara yang ingin belajar, dan memahami makna. Mereka hendak mencari kedamaian hati dalam rawut pikirannya.  Lebih jauh ia menjelaskan untuk menyebarkan informasi ini diperlukan orang yang tepat, orang yang memahami, dan mengetahui semua makna di balik perilaku spiritual tersebut.

“Tidak hanya pantai, kuliner atau destinasi pada umumnya, kita harus bergerak bersama untuk menyebarkan informasi laku spiritual dengan benar, itu daya tarik dunia. Teman-teman saya di luar negeri sangat merindukan laku spiritual di Bali, bahkan mereka mencoba merangkai upacara melukat di sana” ujar bunda Ana yang dikenal sebagai pelaku pariwisata spiritual.

Hal ini sepaham dalam sambutan Ibudaya Festival Sandiaga Salahuddin Uno – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, adanya titik terang untuk wisata wilayah Bali, seolah tidak pernah bosan kunjungan wisatawan ke Bali. Pengalaman tersebut tidak hanya bersifat fisik saja, namun juga pengalaman yang bersifat spiritual. Perjalanan spiritual itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan merubah hidup wisatawan.

Lebih jauh ia menjabarkan Bali memiliki Wisata Spiritual yang kuat dengan dukungan alam, aktivitas seni budaya dan kegiatan spiritualnya yang mengakar.

“Manusia, khususnya perempuan Bali, memiliki taksu yang memancarkan kewibawaan, kecerdasan mental dan spiritual, serta kharisma yang dapat mengubah pola pikir, tingkah laku maupun cara bertutur” terang Sandiaga Uno lewat video, yang saat itu mengenakan jaket kulit berwarna hitam, baju kaos au-abu dan berkacamata.

Ni Putu Devy Gita Augustina (33) , salah satu penonton di kanal youtube Ibudaya Festival menjelaskan Festival ini benar-benar menyadarkan bahwa kehidupan mesti dijalani dengan ketekunan dan keberanian. Kemudian seluruh pengalaman itu menjadi kontemplasi diri sebagai tuntunan hidup yang penuh ketidakmungkinan ini.  Seperti laku Luh Menek, di usia senjanya masih terus mengabdi pada tradisi, merawat dan menjaganya penuh kasih suka cita.

“Saya suka sekali waktu sesi ibu Menek, beliau adalah perempuan sesungguhnya yang utuh dan jujur dalam menjalani apa yang ia yakini”ujar Devy yang saat ini bekerja sebagai guru di satu sekolah internasional di Denpasar.

Selain Ibu Luh Menek yang merupakan seorang maestro tari dari Buleleng, adapun para seniman penyaji Selebrasi Budaya lainnya antara lain Cok Sawitri, Ida Ayu Wayan Arya Setyani, Aryani Willems, Nyoman Tini Wahyuni, Heni Janawati, Echa Laksmi, Ida Ayu Nyiman Dyana Pani, Jasmine Okubo, Pranita Dewi, Aliend Child, I Gusti Ayu Kusumayuni, Sanggar Seni Palwaswari, Ni Nyoman Srayamurtikanti, Komunitas Mahima, Ipung Dancer, Womb Ibudaya : Aik Krisnayanti, Sagung Novi, Claudia, Ida Ayu Wisanti, Ni Ketut Fenty, Jesica Winanda Leksono Putri, Kharissa Sadha, Maria Murwiki, Monique Anastasia Tindage.

Keberlangsungan Ibudaya Festival 2021 di dukung penuh oleh Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dadisiki Bali, Antida Music production, Matahari Bali Konveksi, Kita Poleng Bali, Svara Semesta, Klinik Dr Tiwi.com, IWMS (Indonesia World Music Series) dan tatkala.co. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pusaka Rimba”, Pentas Pembuka Festival Seni Bali Jani III/2021

Next Post

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ibudaya Festival

Ibudaya Festival

Ibudaya merupakan festival perempuan yang digagas Ayu Laksmi melalui Bali Wariga. Ibudaya Festival 2021 mengangkat tema Mula ka Mula yang akan dilaksanakan secara virtual di sebuah rumah kolonial di Buleleng.

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co