23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Ibudaya Festival by Ibudaya Festival
October 24, 2021
in Khas
Dari Kelahiran, Daya Spiritual Hingga Laku Budaya | Gelar Wicara – Ibudaya Festival 2021

Sejumlah tamu undangan memenuhi tempat duduk di halaman, mereka duduk melingkar di meja,  di bawah payung berwarna putih yang bias oleh lampu berwana merah, ungu dan kuning. Rindang pohon mangga jadi pemandangan teduh sekitarnya.

Sesekali kendaraan bermotor melintas di Jalan Gajah Mada, dengungnya seolah diabaikan oleh para tamu, sebab mereka tengah asyik menonton siaran dari sebuah televisi layar datar ukuran 50 inc. Pada layar tersebut. Ayu Laksmi menyusur ubin abu-abu, kemudian adegan cepat berubah ke beberapa sudut rumah, tampak terali di jendela, pintu kayu tinggi, di jendela ada cahaya menyusup masuk ke kamar. Adegan terus berlanjut diiringi narasi :

“Di sini aku kembali

Rumah tua pemanggul sejarah

Di dinding-dinding menyimpan suara

Setelah pengembaraan tak berkesudahan

Aku kembali pada mula

Mengakrabi nafas, menjunjung harapan

Dalam dekap Ibu nan setia”

Begitu kiranya pembukaan video art perhelatan Ibudaya Festival 2021 yang berlangsung penuh kasih dalam hangat kebersamaan perempuan dan ibu. Festival tersebut berlangsung di satu rumah Kolonial Peninggalan Belanda di Jalan  Gajah Mada No, 111 – Buleleng tepat di sebelah SMP N 1 Singaraja. Dari pukul 16.30 Wita – 21.00 Wita.

Ibudaya Festival 2021 adalah festival perempuan persembahan Dadisiki Bali yang digagas oleh Ayu Laksmi. Festival ini dilaksanakan oleh Antida Music Production  di dukung oleh Bali Wariga dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Jika ditelisik dari kata Ibudaya terdapat 3 rangkai kata yang terhubung di dalamnya yaitu Ibu – perempuan, Daya – kemampuan, dan Budaya – kerja laku turun menurun yang diwariskan, kaitannya terhadap kearifan lokal. Jadi Ibudaya dapat dimaknai sebagai kemampuan ibu-perempuan untuk memelihara, merawat, menjaga nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam laku kebudayaan.

Ibudaya Festival mengusung tema Mula Ka Mula, Mula dalam bahasa Bali berarti menanam, Mula dalam bahasa Indonesia artinya awal, sementara Ka Mula  dapat dimaknai ke asal – ke akar. Secara garis besar Mula Ka Mula ialah ajakan untuk pulang ke asal  untuk menanam. Bernaung pada pengertian Ibudaya – Mula Ka Mula, secara sadar memilih Buleleng pusat kegiatan termasuk penyiaran pada sore itu.

Ibudaya Festival 2021 disajikan dalam format virtual dan siaran langsung. Terdiri dari 2 Mata Acara besar, yaitu Selebrasi Budaya dan Gelar Wicara. Seluruh Selebrasi Budaya berupa alih wahana pertunjukan ke video art, yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah disiapkan. Sementara Gelar Wicara merupakan pemaparan pengalaman dari beberapa narasumber yang diadakan secara langsung. Selama berlangsungnya Gelar Wicara itulah, video art diselipkan, untuk merangkai bangunan acara dalam rangka mempertahankan emosi penonton di rumah.

Ada tiga sesi Gelar Wicara yang diisi oleh narasumber perempuan yang telah lama menghayati hidup pada suatu keyakinan yang kukuh. Pada sesi pertama bertemakan Perempuan dan Kelahiran Baru diisi oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SPA., MARS dan dr. Luh Karunia Wahyuni SP.KFR-K,. Sesi 2 bertema Perempuan dan Pariwisata Spiritual, oleh Luh Manis dan Ana Nandi. Sesi 3 bertajuk Perempuan dan Laku oleh Ayu Weda, Sandrina Malakiano dan Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Ketiga sesi gelar wicara itu di moderatori oleh Kadek Sonia Piscayanti dan Yoke Darmawan secara bergantian.

Di Gelar Wicara #2, Perempuan dan Pariwisata Spiritual  Luh Manis menjelaskan bahwa spiritual adalah spirit diri yang semestinya harus dikenali lebih dalam, untuk mewujudkan kedamaian hati dan jiwa. Satu diantaranya ialah adanya konsep Karmaphala untuk mengenali diri ini dari swadharmanya masing-masing. Sementara Ana Anandhi atau kerap disapa Bunda Ana menjelaskan panjang bahwa di Bali tersebar banyak sekali tempat yang memiliki energi spiritual. Hal ini merupakan warisan dari leluhur untuk memberikan ketenangan kepada generasi sekarang.

Laku ini merupakan nilai jual bagi para tamu manca negara yang ingin belajar, dan memahami makna. Mereka hendak mencari kedamaian hati dalam rawut pikirannya.  Lebih jauh ia menjelaskan untuk menyebarkan informasi ini diperlukan orang yang tepat, orang yang memahami, dan mengetahui semua makna di balik perilaku spiritual tersebut.

“Tidak hanya pantai, kuliner atau destinasi pada umumnya, kita harus bergerak bersama untuk menyebarkan informasi laku spiritual dengan benar, itu daya tarik dunia. Teman-teman saya di luar negeri sangat merindukan laku spiritual di Bali, bahkan mereka mencoba merangkai upacara melukat di sana” ujar bunda Ana yang dikenal sebagai pelaku pariwisata spiritual.

Hal ini sepaham dalam sambutan Ibudaya Festival Sandiaga Salahuddin Uno – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, adanya titik terang untuk wisata wilayah Bali, seolah tidak pernah bosan kunjungan wisatawan ke Bali. Pengalaman tersebut tidak hanya bersifat fisik saja, namun juga pengalaman yang bersifat spiritual. Perjalanan spiritual itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan merubah hidup wisatawan.

Lebih jauh ia menjabarkan Bali memiliki Wisata Spiritual yang kuat dengan dukungan alam, aktivitas seni budaya dan kegiatan spiritualnya yang mengakar.

“Manusia, khususnya perempuan Bali, memiliki taksu yang memancarkan kewibawaan, kecerdasan mental dan spiritual, serta kharisma yang dapat mengubah pola pikir, tingkah laku maupun cara bertutur” terang Sandiaga Uno lewat video, yang saat itu mengenakan jaket kulit berwarna hitam, baju kaos au-abu dan berkacamata.

Ni Putu Devy Gita Augustina (33) , salah satu penonton di kanal youtube Ibudaya Festival menjelaskan Festival ini benar-benar menyadarkan bahwa kehidupan mesti dijalani dengan ketekunan dan keberanian. Kemudian seluruh pengalaman itu menjadi kontemplasi diri sebagai tuntunan hidup yang penuh ketidakmungkinan ini.  Seperti laku Luh Menek, di usia senjanya masih terus mengabdi pada tradisi, merawat dan menjaganya penuh kasih suka cita.

“Saya suka sekali waktu sesi ibu Menek, beliau adalah perempuan sesungguhnya yang utuh dan jujur dalam menjalani apa yang ia yakini”ujar Devy yang saat ini bekerja sebagai guru di satu sekolah internasional di Denpasar.

Selain Ibu Luh Menek yang merupakan seorang maestro tari dari Buleleng, adapun para seniman penyaji Selebrasi Budaya lainnya antara lain Cok Sawitri, Ida Ayu Wayan Arya Setyani, Aryani Willems, Nyoman Tini Wahyuni, Heni Janawati, Echa Laksmi, Ida Ayu Nyiman Dyana Pani, Jasmine Okubo, Pranita Dewi, Aliend Child, I Gusti Ayu Kusumayuni, Sanggar Seni Palwaswari, Ni Nyoman Srayamurtikanti, Komunitas Mahima, Ipung Dancer, Womb Ibudaya : Aik Krisnayanti, Sagung Novi, Claudia, Ida Ayu Wisanti, Ni Ketut Fenty, Jesica Winanda Leksono Putri, Kharissa Sadha, Maria Murwiki, Monique Anastasia Tindage.

Keberlangsungan Ibudaya Festival 2021 di dukung penuh oleh Kementrian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dadisiki Bali, Antida Music production, Matahari Bali Konveksi, Kita Poleng Bali, Svara Semesta, Klinik Dr Tiwi.com, IWMS (Indonesia World Music Series) dan tatkala.co. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pusaka Rimba”, Pentas Pembuka Festival Seni Bali Jani III/2021

Next Post

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ibudaya Festival

Ibudaya Festival

Ibudaya merupakan festival perempuan yang digagas Ayu Laksmi melalui Bali Wariga. Ibudaya Festival 2021 mengangkat tema Mula ka Mula yang akan dilaksanakan secara virtual di sebuah rumah kolonial di Buleleng.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Kesemarakan Beragama dan Kebangkrutan Moralitas

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co