12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

tatkala by tatkala
August 26, 2021
in Khas
I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

I Made Sujaya | Ist

Sekira tahun 1990-an, orang-orang mengenal I Made Sujaya sebagai penulis puisi. Itu dilakukan ketika ia masih SMA dan mahasiswa sastra di Unud. Setamat kuliah, ia tetap menulis karya sastra sembari menjadi wartawan di sejumlah media.

Terakhir ia agak ajeg di Denpost, selain liputan ke lapangan, ia juga menjadi redaktur budaya. Tulisan-tulisan tentang ritual dan tradisi Bali banyak terkliping di koran Kelompok Media Bali Post (KMB) itu. Selain menulis buku Perkawinan Terlarang dan Sepotong Nurani Kuta, juga menyunting sejumlah buku, dan belakangan sangat rajin menjadi moderator di sejumlah acara diskusi sastra dan budaya.

Ia juga dikenal sebagai dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang dulu bernama IKIP PGRI Denpasar. Setelah memutuskan berhenti menjadi wartawan tetap, ia tetap menjadi wartawan di situs balisaja.com yang dikelolanya secara mandiri. Tentu saja ia makin serius menjadi dosen. Keseriusannya dibuktikan dengan tekadnya yang bulat untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.

Dan, Kamis (26/8/2021) ia resmi menyandang gelar doktor. Itu diraihnya setelah sidang promosi doktor menyatakan menerima disertasinya, bahkan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Suami Ni Nyoman Suryaningsih ini pun menjadi doktor ke-196 di Prodi Linguistik Program Doktor serta doktor ke-147 di FIB Unud.

Sujaya meraih gelar doktor dalam bidang ilmu linguistik konsentrasi wacana sastra dengan disertasi erjudul “Harmoni dan Disharmoni: Representasi Hubungan Antaretnis dan Antaragama di Bali dalam Novel Indonesia”.

Analisis 14 Novel

Sujaya meneliti representasi hubungan antaretnis dan antaragama di Bali dalam novel-novel Indonesia dalam rentang waktu 1930-an hingga 2010-an. Ada 26 novel yang ditemukan, tetapi hanya dianalisis 14 novel. Empat novel terbit pada periode kolonial, lima novel terbit pada periode pascakemerdekaan, dan lima novel terbit pada periode pascareformasi. Novel-novel itu ditulis pengarang berlatar belakang etnis Bali maupun bukan etnis Bali.

Hasil penelitian Sujaya menunjukkan adanya pergeseran dalam hal genre, tema, penokohan dan struktur naratif. Pada periode kolonial, genre novel percintaan atau perkawinan begitu mendominasi dengan akhir cerita yang bahagia (happy ending) serta hubungan antaretnis dan antaragama cenderung digambarkan berlangsung harmonis. Penokohan juga menunjukkan kecenderungan tokoh-tokoh etnis Bali digambarkan sebagai perempuan dengan citra eksotis, sedangkan tokoh-tokoh nonetnis Bali umumnya laki-laki dan pendatang.

Para periode pascakemerdekaan, genre novel percintaan masih mendominasi, penokohan tokoh orang Bali dan nonetnis Bali lebih bervariasi, serta akhir cerita tidak lagi semata-mata happy ending. Hubungan antaretnis dan antaragama di Bali digambarkan lebih dinamis. Pada periode pascareformasi, muncul genre novel persahabatan atau perkawanan selain novel percintaan atau perkawinan. Penokohan orang Bali dan nonetnis Bali lebih dinamis, realis, bahkan problematis. Hubungan antaretnis dan antaragama juga digambarkan secara secara dinamis antara harmonisd an disharmonis.

“Pergeseran representasi itu erat kaitannya dengan konteks sosial historis, terutama wacana dominan yang melingkupinya. Novel-novel Indonesia mengukuhkan wacana dominan, seperti eksotisme Bali, politik harmoni suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta multikulturalisme. Namun, ada juga upaya menantang wacana dominan, seperti wacana segregasi etnis dan ras era kolonial yang dilawan dengan wacana persatuan antaretnis dan antaragama. Begitu juga wacana identitas esensialis dilawan dengan acana identitas yang konstruktivis,” beber dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Menurut Sujaya, novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali menunjukkan kecenderungan berciri novel etnografis, khususnya dari sisi pengarangnya yang 85% berlatar belakang etnis Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali selalu memikat sebagai sumber inspirasi bagi sastrawan Indonesia, termasuk dalam wacana hubungan antaretnis dan antaragama atau multikulturalisme. Namun, menurut putra pasangan I Nyoman Polih dan Ni Nyoman Tirta ini, novel-novel berciri etnografis itu masih mengandung kelemahan karena representasi yang stereotipikal serta bias budaya.

Novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali, imbuh Sujaya, juga mengkonstruksi identitas budaya Bali yang dinamis dan kompleks. Kompleksitas identitas budaya Bali yang kompleks itu ditandai oleh penggambaran genealogi orang Bali yang campuran sehingga sulit mencari otentitas, identitas keagamaan yang jamak, serta dialektika antara identitas menjadi Bali, menjadi Indonesia, dan menjadi warga dunia.

“Fakta literer itu menunjukkan bahwa dalam novel-novel Indonesia, identitas budaya Bali dikonstruksi sebagai identitas budaya yang polifonik. Ada banyak suara dan perspektif, terkadang bersilangan, tetapi padu sebagai suatu harmoni. Serupa dengan pancasuara atau lima suara dalam upacara besar di Bali atau ciri khas lukisan tradisional Bali yang kanvasnya padat dengan perspektif yang tidak tunggal,” jelas mantan wartawan dan redaktur budaya harian DenPost ini.

Memperkaya Sastra Kajian Sastra Berlatar Bali

Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menjelaskan disertasi Sujaya bermakna penting dari sisi studi kritik sastra maupun baliologi. Disertasi Sujaya memperkaya kajian terhadap sastra Indonesia berlatar Bali atau mengangkat dinamika kebudayaan Bali. Menurut guru besar bidang sastra di FIB Unud ini, Bali adalah sebuah Pulau Kecil tetapi banyak ditulis atau dikaji oleh para penulis dari berbagai belahan dunia.

Sidang ujian promosi doktor itu dipimpin Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Dalam penyusunan disertasi, Sujaya dibimbing Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., sebagai kopromotor I, Dr. I Ketut Sudewa, M.Hum. Para penguji, yaitu Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S., Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum., Dr. IGAA Mas Triadnyana, S.S., M.Hum., dan Dr. Maria Matildis Banda, M.S. Ujian promosi doktor I Made Sujaya juga dihadiri Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia beserta civitasnya, sejumlah sastrawan, penulis, wartawan, guru, dan para pecinta sastra di Bali. [T][Ole/Rls]

Tags: Fakultas Ilmu budaya UnudFakultas Sastra UnudnovelPendidikansastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jungkat-jungkit Pandemi dan Bagaimana Memaknai Kerja Hari Ini

Next Post

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co