23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

tatkala by tatkala
August 26, 2021
in Khas
I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

I Made Sujaya | Ist

Sekira tahun 1990-an, orang-orang mengenal I Made Sujaya sebagai penulis puisi. Itu dilakukan ketika ia masih SMA dan mahasiswa sastra di Unud. Setamat kuliah, ia tetap menulis karya sastra sembari menjadi wartawan di sejumlah media.

Terakhir ia agak ajeg di Denpost, selain liputan ke lapangan, ia juga menjadi redaktur budaya. Tulisan-tulisan tentang ritual dan tradisi Bali banyak terkliping di koran Kelompok Media Bali Post (KMB) itu. Selain menulis buku Perkawinan Terlarang dan Sepotong Nurani Kuta, juga menyunting sejumlah buku, dan belakangan sangat rajin menjadi moderator di sejumlah acara diskusi sastra dan budaya.

Ia juga dikenal sebagai dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang dulu bernama IKIP PGRI Denpasar. Setelah memutuskan berhenti menjadi wartawan tetap, ia tetap menjadi wartawan di situs balisaja.com yang dikelolanya secara mandiri. Tentu saja ia makin serius menjadi dosen. Keseriusannya dibuktikan dengan tekadnya yang bulat untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.

Dan, Kamis (26/8/2021) ia resmi menyandang gelar doktor. Itu diraihnya setelah sidang promosi doktor menyatakan menerima disertasinya, bahkan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Suami Ni Nyoman Suryaningsih ini pun menjadi doktor ke-196 di Prodi Linguistik Program Doktor serta doktor ke-147 di FIB Unud.

Sujaya meraih gelar doktor dalam bidang ilmu linguistik konsentrasi wacana sastra dengan disertasi erjudul “Harmoni dan Disharmoni: Representasi Hubungan Antaretnis dan Antaragama di Bali dalam Novel Indonesia”.

Analisis 14 Novel

Sujaya meneliti representasi hubungan antaretnis dan antaragama di Bali dalam novel-novel Indonesia dalam rentang waktu 1930-an hingga 2010-an. Ada 26 novel yang ditemukan, tetapi hanya dianalisis 14 novel. Empat novel terbit pada periode kolonial, lima novel terbit pada periode pascakemerdekaan, dan lima novel terbit pada periode pascareformasi. Novel-novel itu ditulis pengarang berlatar belakang etnis Bali maupun bukan etnis Bali.

Hasil penelitian Sujaya menunjukkan adanya pergeseran dalam hal genre, tema, penokohan dan struktur naratif. Pada periode kolonial, genre novel percintaan atau perkawinan begitu mendominasi dengan akhir cerita yang bahagia (happy ending) serta hubungan antaretnis dan antaragama cenderung digambarkan berlangsung harmonis. Penokohan juga menunjukkan kecenderungan tokoh-tokoh etnis Bali digambarkan sebagai perempuan dengan citra eksotis, sedangkan tokoh-tokoh nonetnis Bali umumnya laki-laki dan pendatang.

Para periode pascakemerdekaan, genre novel percintaan masih mendominasi, penokohan tokoh orang Bali dan nonetnis Bali lebih bervariasi, serta akhir cerita tidak lagi semata-mata happy ending. Hubungan antaretnis dan antaragama di Bali digambarkan lebih dinamis. Pada periode pascareformasi, muncul genre novel persahabatan atau perkawanan selain novel percintaan atau perkawinan. Penokohan orang Bali dan nonetnis Bali lebih dinamis, realis, bahkan problematis. Hubungan antaretnis dan antaragama juga digambarkan secara secara dinamis antara harmonisd an disharmonis.

“Pergeseran representasi itu erat kaitannya dengan konteks sosial historis, terutama wacana dominan yang melingkupinya. Novel-novel Indonesia mengukuhkan wacana dominan, seperti eksotisme Bali, politik harmoni suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta multikulturalisme. Namun, ada juga upaya menantang wacana dominan, seperti wacana segregasi etnis dan ras era kolonial yang dilawan dengan wacana persatuan antaretnis dan antaragama. Begitu juga wacana identitas esensialis dilawan dengan acana identitas yang konstruktivis,” beber dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Menurut Sujaya, novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali menunjukkan kecenderungan berciri novel etnografis, khususnya dari sisi pengarangnya yang 85% berlatar belakang etnis Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali selalu memikat sebagai sumber inspirasi bagi sastrawan Indonesia, termasuk dalam wacana hubungan antaretnis dan antaragama atau multikulturalisme. Namun, menurut putra pasangan I Nyoman Polih dan Ni Nyoman Tirta ini, novel-novel berciri etnografis itu masih mengandung kelemahan karena representasi yang stereotipikal serta bias budaya.

Novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali, imbuh Sujaya, juga mengkonstruksi identitas budaya Bali yang dinamis dan kompleks. Kompleksitas identitas budaya Bali yang kompleks itu ditandai oleh penggambaran genealogi orang Bali yang campuran sehingga sulit mencari otentitas, identitas keagamaan yang jamak, serta dialektika antara identitas menjadi Bali, menjadi Indonesia, dan menjadi warga dunia.

“Fakta literer itu menunjukkan bahwa dalam novel-novel Indonesia, identitas budaya Bali dikonstruksi sebagai identitas budaya yang polifonik. Ada banyak suara dan perspektif, terkadang bersilangan, tetapi padu sebagai suatu harmoni. Serupa dengan pancasuara atau lima suara dalam upacara besar di Bali atau ciri khas lukisan tradisional Bali yang kanvasnya padat dengan perspektif yang tidak tunggal,” jelas mantan wartawan dan redaktur budaya harian DenPost ini.

Memperkaya Sastra Kajian Sastra Berlatar Bali

Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menjelaskan disertasi Sujaya bermakna penting dari sisi studi kritik sastra maupun baliologi. Disertasi Sujaya memperkaya kajian terhadap sastra Indonesia berlatar Bali atau mengangkat dinamika kebudayaan Bali. Menurut guru besar bidang sastra di FIB Unud ini, Bali adalah sebuah Pulau Kecil tetapi banyak ditulis atau dikaji oleh para penulis dari berbagai belahan dunia.

Sidang ujian promosi doktor itu dipimpin Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Dalam penyusunan disertasi, Sujaya dibimbing Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., sebagai kopromotor I, Dr. I Ketut Sudewa, M.Hum. Para penguji, yaitu Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S., Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum., Dr. IGAA Mas Triadnyana, S.S., M.Hum., dan Dr. Maria Matildis Banda, M.S. Ujian promosi doktor I Made Sujaya juga dihadiri Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia beserta civitasnya, sejumlah sastrawan, penulis, wartawan, guru, dan para pecinta sastra di Bali. [T][Ole/Rls]

Tags: Fakultas Ilmu budaya UnudFakultas Sastra UnudnovelPendidikansastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jungkat-jungkit Pandemi dan Bagaimana Memaknai Kerja Hari Ini

Next Post

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co