2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

tatkala by tatkala
August 26, 2021
in Khas
I Made Sujaya | Menulis Puisi, Jadi Wartawan, Jadi Dosen, Kini Doktor

I Made Sujaya | Ist

Sekira tahun 1990-an, orang-orang mengenal I Made Sujaya sebagai penulis puisi. Itu dilakukan ketika ia masih SMA dan mahasiswa sastra di Unud. Setamat kuliah, ia tetap menulis karya sastra sembari menjadi wartawan di sejumlah media.

Terakhir ia agak ajeg di Denpost, selain liputan ke lapangan, ia juga menjadi redaktur budaya. Tulisan-tulisan tentang ritual dan tradisi Bali banyak terkliping di koran Kelompok Media Bali Post (KMB) itu. Selain menulis buku Perkawinan Terlarang dan Sepotong Nurani Kuta, juga menyunting sejumlah buku, dan belakangan sangat rajin menjadi moderator di sejumlah acara diskusi sastra dan budaya.

Ia juga dikenal sebagai dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang dulu bernama IKIP PGRI Denpasar. Setelah memutuskan berhenti menjadi wartawan tetap, ia tetap menjadi wartawan di situs balisaja.com yang dikelolanya secara mandiri. Tentu saja ia makin serius menjadi dosen. Keseriusannya dibuktikan dengan tekadnya yang bulat untuk menyelesaikan pendidikan S3-nya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.

Dan, Kamis (26/8/2021) ia resmi menyandang gelar doktor. Itu diraihnya setelah sidang promosi doktor menyatakan menerima disertasinya, bahkan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Suami Ni Nyoman Suryaningsih ini pun menjadi doktor ke-196 di Prodi Linguistik Program Doktor serta doktor ke-147 di FIB Unud.

Sujaya meraih gelar doktor dalam bidang ilmu linguistik konsentrasi wacana sastra dengan disertasi erjudul “Harmoni dan Disharmoni: Representasi Hubungan Antaretnis dan Antaragama di Bali dalam Novel Indonesia”.

Analisis 14 Novel

Sujaya meneliti representasi hubungan antaretnis dan antaragama di Bali dalam novel-novel Indonesia dalam rentang waktu 1930-an hingga 2010-an. Ada 26 novel yang ditemukan, tetapi hanya dianalisis 14 novel. Empat novel terbit pada periode kolonial, lima novel terbit pada periode pascakemerdekaan, dan lima novel terbit pada periode pascareformasi. Novel-novel itu ditulis pengarang berlatar belakang etnis Bali maupun bukan etnis Bali.

Hasil penelitian Sujaya menunjukkan adanya pergeseran dalam hal genre, tema, penokohan dan struktur naratif. Pada periode kolonial, genre novel percintaan atau perkawinan begitu mendominasi dengan akhir cerita yang bahagia (happy ending) serta hubungan antaretnis dan antaragama cenderung digambarkan berlangsung harmonis. Penokohan juga menunjukkan kecenderungan tokoh-tokoh etnis Bali digambarkan sebagai perempuan dengan citra eksotis, sedangkan tokoh-tokoh nonetnis Bali umumnya laki-laki dan pendatang.

Para periode pascakemerdekaan, genre novel percintaan masih mendominasi, penokohan tokoh orang Bali dan nonetnis Bali lebih bervariasi, serta akhir cerita tidak lagi semata-mata happy ending. Hubungan antaretnis dan antaragama di Bali digambarkan lebih dinamis. Pada periode pascareformasi, muncul genre novel persahabatan atau perkawanan selain novel percintaan atau perkawinan. Penokohan orang Bali dan nonetnis Bali lebih dinamis, realis, bahkan problematis. Hubungan antaretnis dan antaragama juga digambarkan secara secara dinamis antara harmonisd an disharmonis.

“Pergeseran representasi itu erat kaitannya dengan konteks sosial historis, terutama wacana dominan yang melingkupinya. Novel-novel Indonesia mengukuhkan wacana dominan, seperti eksotisme Bali, politik harmoni suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta multikulturalisme. Namun, ada juga upaya menantang wacana dominan, seperti wacana segregasi etnis dan ras era kolonial yang dilawan dengan wacana persatuan antaretnis dan antaragama. Begitu juga wacana identitas esensialis dilawan dengan acana identitas yang konstruktivis,” beber dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Menurut Sujaya, novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali menunjukkan kecenderungan berciri novel etnografis, khususnya dari sisi pengarangnya yang 85% berlatar belakang etnis Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali selalu memikat sebagai sumber inspirasi bagi sastrawan Indonesia, termasuk dalam wacana hubungan antaretnis dan antaragama atau multikulturalisme. Namun, menurut putra pasangan I Nyoman Polih dan Ni Nyoman Tirta ini, novel-novel berciri etnografis itu masih mengandung kelemahan karena representasi yang stereotipikal serta bias budaya.

Novel-novel Indonesia yang merepresentasikan hubungan antaretnis dan antaragama di Bali, imbuh Sujaya, juga mengkonstruksi identitas budaya Bali yang dinamis dan kompleks. Kompleksitas identitas budaya Bali yang kompleks itu ditandai oleh penggambaran genealogi orang Bali yang campuran sehingga sulit mencari otentitas, identitas keagamaan yang jamak, serta dialektika antara identitas menjadi Bali, menjadi Indonesia, dan menjadi warga dunia.

“Fakta literer itu menunjukkan bahwa dalam novel-novel Indonesia, identitas budaya Bali dikonstruksi sebagai identitas budaya yang polifonik. Ada banyak suara dan perspektif, terkadang bersilangan, tetapi padu sebagai suatu harmoni. Serupa dengan pancasuara atau lima suara dalam upacara besar di Bali atau ciri khas lukisan tradisional Bali yang kanvasnya padat dengan perspektif yang tidak tunggal,” jelas mantan wartawan dan redaktur budaya harian DenPost ini.

Memperkaya Sastra Kajian Sastra Berlatar Bali

Promotor, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., menjelaskan disertasi Sujaya bermakna penting dari sisi studi kritik sastra maupun baliologi. Disertasi Sujaya memperkaya kajian terhadap sastra Indonesia berlatar Bali atau mengangkat dinamika kebudayaan Bali. Menurut guru besar bidang sastra di FIB Unud ini, Bali adalah sebuah Pulau Kecil tetapi banyak ditulis atau dikaji oleh para penulis dari berbagai belahan dunia.

Sidang ujian promosi doktor itu dipimpin Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Dalam penyusunan disertasi, Sujaya dibimbing Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. sebagai promotor, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., sebagai kopromotor I, Dr. I Ketut Sudewa, M.Hum. Para penguji, yaitu Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S., Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum., Dr. IGAA Mas Triadnyana, S.S., M.Hum., dan Dr. Maria Matildis Banda, M.S. Ujian promosi doktor I Made Sujaya juga dihadiri Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia beserta civitasnya, sejumlah sastrawan, penulis, wartawan, guru, dan para pecinta sastra di Bali. [T][Ole/Rls]

Tags: Fakultas Ilmu budaya UnudFakultas Sastra UnudnovelPendidikansastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jungkat-jungkit Pandemi dan Bagaimana Memaknai Kerja Hari Ini

Next Post

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Minikino Film Week 7 | Inilah Kekuatan Berjejaring Festival Film Pendek Internasional

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co