25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Weda Sanjaya dan Kisah-Kisah Imajiner Desa Tani di Lereng Batukaru

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
August 13, 2021
in Khas
Weda Sanjaya dan Kisah-Kisah Imajiner Desa Tani di Lereng Batukaru

Weda Sanjaya dan buku Punyan Kayu Ane Masaput Poleng di Tegal Pekak Dompu

Kisah-kisah di sebuah desa tani atau desa agraris, nyata atau imajiner, selalu menarik untuk dibaca dan didengar. Tokoh-tokohnya seakan datang dari masa lalu, meski misalnya ia hidup di zaman modern ini. Tokoh-tokoh yang diciptakan seperti fosil hidup, atau seperti mumi petani yang hidup kembali di tengah kebun dan sawah.

Latar ceritanya  juga seperti itu. Alam, tumbuhan, gunung, rumah di tengah sawah, parit, dan pohon besar, seakan-akan hanya ada di masa lalu, padahal di sejumlah desa agraris di Tabanan, terutama di lereng-lereng Gunung Batukaru, semua benda itu masih utuh hingga kini. Entahlah nanti-nanti.

Cerita-cerita dari desa agraris semacam itulah yang ada dalam buku kumpulan cerpen berbahasa Bali yang berjudul “Punyan Kayu Ane Masaput Poleng di Tegal Pekak Dompu” karya I Gusti Bagus Weda Sanjaya.

Buku ini adalah pemenang dari Lomba Gerip Maurip 2021 yang digelar Penerbit Pustaka Ekspresi, Bali. Terdapat 13 cerpen yang beberapa di antaranya telah dibuat tahun 2010-an.

“Seluruh cerpen itu berlatar Desa Kawiswara, sebuah desa kecil di kaki Gunung Batukaru. Merupakan penggambaran imajiner desa saya sendiri di lereng selatan Gunung Batukaru di Tabanan,” kata Weda Sanjaya tentang buku cerpennya itu.

Weda Sanjaya, atau biasa ditulis dengan nama IGB Weda Sanjaya, memang berasal dari desa yang masih asri di Tabanan. Di desa itu sawah masih memanjang dan melebar seakan-akan tembus di Gunung Batukaru. Kehidupan warga di desa itu tetap memiliki tipikal kehidupan masyarakat agraris, meski sebagian warga sudah merantau ke kota, tidak bekerja lagi jadi petani, dan hanya sesekali pulang kampung.  

“Sebagian besar ide cerita adalah kejadian-kejadian di desa,” lanjut Weda Sanjaya.

Weda Sanjaya pun sebenarnya tak bisa lagi dikatakan sebagai lelaki desa. Ia menjadi guru di SMAN Bali Mandara, Singaraja, dan tinggal di Singaraja. Pergaulannya sangat luas, meski tipikal sebagai warga desa tak bisa ia tinggalkan. Desa sepertinya sangat melekat dalam dirinya, sehingga cerita-cerita yang diciptakan pun tak bisa lepas dari tema desa. Apalagi dibuat dalam bahasa Bali, sungguh, si pembaca seperti sedang berada di sebuah pondok di tengah sawah dengan angin gunung yang merayap di pipi.  

Cerpen yang judulnya digunakan sebagai judul buku, yakni “Punyan Kayu Masaput Poleng di Tegal Pekak Dompu” sangat mewakili apa yang hendak disampaikan Weda Sanjaya. Punyan kayu (pohon besar), saput poleng (kain belang hitam-putih), tegalan (kebun), dan nama tokoh Pekak Dompu, dipastikan menyeret pembaca ke sebuah desa masa lalu, meski belum membaca cerpen itu.

Nah, imaji-imaji tentang masa lalu itulah yang kemudian dibenturkan dengan kondisi zaman masa kini, di mana investasi adalah segalanya. Punyan kayu digesek mesin senso dan rebah, saput poleng bisa digantikan spanduk promosi vila, dan kebun berubah petak-petak rumah.

Kata Weda, khusus cerpen Pekak Dompu itu ditulis dalam rangka lomba cerpen Bulan Bahasa Bali 2020. Karena temanya “Ngertiang Natah miwah Tanah Bali”, ia mencoba mengangkat isu alih fungsi lahan di Bali. “Semakin banyak berdiri perumahan-perumahan, dan bagaimana gejolak masyarakat Bali di desa menghadapi masuknya investor?” kata Weda.

Cerpen lain juga ada yang bicara soal fenomena yang tak lekang dari zaman dulu hingga zaman kini, yakni perselingkuhan. Misalnya dalam cerpen “Memen Tiange Demen Memitra” (Ibu Saya Suka Selingkuh).

“Saya paling suka cerpen itu,” kata Weda Sanjaya.

Cerpen itu ditulis, kata Weda, karena ia ingin mengantarkan pesan bahwa dalam kasus perselingkuhan, tidak selalu lelaki adalah pelaku dan wanita adalah korban.

Cerpen itu bercerita tentang tokoh anak lelaki yang dari kecil telah mengetahui ibunya sering memitra alias selingkuh. Selingkuhannya dari berbagai profesi, dari tukang sapu di SD, supir bemo, teman kerja buruh bangunan, hingga sosok-sosok  dari profesi lain.

Tapi setelah lama akhirnya tak pernah ada info tentang selingkuhan ibunya dan ibunya mulai mendalami kegiatan-kegiatan kerohanian. Namun suatu ketika saat ulang tahun ibunya yang ke-60, dia mendapati ibunya punya selingkuhan lagi.

Akhirnya diberanikan dirinya untuk menanyai ibunya, namun ia tak menemukan alasan yang tepat kenapa ibunya selingkuh. Lelaki itu berbicara pada ayahnya, ternyata ayahnya telah mengetahui sejak lama perselingkuhan itu, dan memilih untuk diam karena mencintai ibunya.

Lelaki itu menjadi galau, tak mungkin bercerita aib ibunya kepada istri dan anaknya. Karena tidak dapat menahan sendiri, akhirnya dia bercerita pada Mang Yulia, selingkuhannya.

Itu akhir cerpen yang benar-benar tak terduga.

Menurut Weda Sanjaya, setelah selesai menulis, ada keraguan untuk menerbitkannya karena takut kelemahan pembaca adalah menganggap cerita sebagai curhatan pengalaman dan kemudian menganggap itu adalah kejadian nyata di keluarga. “Tapi karena sangat senang dengan alur ceritanya, saya bulatkan tekad untuk menerbitkannya,” tuturnya.

Weda Sanjaya menulis sastra pertama kali tahun 2009, saat mendapat kuliah dari Wayan Artika. Sampai semester 6 kuliah di jurusan Bahasa Bali ia belum memiliki pandangan pada bahasa dan sastra Bali. Untuk itulah, akhirnya ia mulai menulis puisi Bali dan dimuat di Bali Post tahun 2009.

 Cerpen bahasa Bali pertama kali dimuat 2010. Kemudian 2011 mulai vakum menulis, dan 2016 kembali menulis karena ada media Suara Saking Bali asuhan Putu Supartika.

“Sebagian besar cerpen saya mengangkat tema sosial, sebagai media kritik terhadap kejadian-kejadian di masyarakat,” kata Weda Sanjaya.

Terus berkarya, Gus! [T]

Tags: Cerpensastrasastra bali moderntabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gangguan Kecemasan di Era Digital

Next Post

Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Kita Ini Kaum Penambah “Gelar” di Belakang Nama Kontak WhatsApp

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co