26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gangguan Kecemasan di Era Digital

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
August 13, 2021
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia yang mempunyai pengguna smartphone atau ponsel pintar berbasis digital yang cukup banyak.

Berdasarkan data dari Katadata.co.id, diperkirakan pada 2025 terdapat 89% dari seluruh penduduk Indonesia sudah mempunyai telepon pintar yang terhubung dengan internet. Itu pun dengan pola penyebaran yang makin merata antara Sumatera, Jawa dengan pulau-pulau lain.

Pengunaan ponsel pintar di Indonesia tanpa bias gender karena adanya persentase yang sama antara pengguna perempuan dan laki-laki dengan disparitas pendidikan yang tidak jauh berbeda. Hal yang menjadi kendala hanyalah kecepatan koneksi internet yang belum setingkat dengan negara-negara lain di Asia.

Di satu sisi, hal ini tentu saja memberi dampak baik, yakni membuka dan membangkitkan perekonomian digital di mana orang bisa memasarkan produk maupun jasa lewat platform digital, dan Indonesia membuka pintu seluas-luasnya termasuk mendukung perkembangan digitalisasi. 

Digital Culture

Namun tak bisa dipungkiri, digital culture atau budaya digital berpengaruh pada kesehatan mental, di antaranya menyebabkan terjadi distrasi yang lebih mudah pada pola pemikiran kita, menyebabkan disregulasi pada pola tidur, di mana blue light, teknologi dari ponsel pintar dapat menganggu keseimbangan melatonin dalam otak, sehingga banyak sekali kasus sulit tidur yang diakibatkan penggunaan ponsel pintar secara berlebihan.

Pada era digital yang menjadi tantangan adalah membuat keseimbangan antara pekerjaan dan hidup. Dahulu, sebelum era digital, sudah jelas kapan jam kerja dan kapan jam istirahat. Jadi ketika di kantor kita bekerja, dan saat di rumah kita beristirahat. Namun di era digital, dimana peluang ekonomi bisa diraih melalui platform digital menjadi tak ada batasan jelas kapan kita bekerja dan kapan kita beristirahat, karena pekerjaan via digital bisa dilakukan sepanjang hari yang tentu saja bisa mengakibatkan kerentanan tersendiri bagi kesehatan mental.

Era digital juga melahirkan fenomena Fear of Missing Out, atau kecemasan karena kelewatan sesuatu; akan tren, berita, atau isu-isu sensitif setiap hari. Cukup banyak orang mengalami kecemasan karena ketinggalan berita atau isu yang terjadi.

Selain itu, ada masalah yang cukup sering terjadi pada remaja di mana fenomena internet atau media sosial mengakibatkan kecemasan secara sosial karena membanding-bandingkan diri dengan citra teman-temannya di media sosial. Hal-hal ini merupakan perkembangan baru dari digital culture yang perlu kita waspadai.

Beberapa penelitian menunjukkan, penggunaan internet yang terbatas memberikan efek yang positif. Sebaliknya, penggunaan internet yang berlebihan dan tidak terkendali justru memberikan kerentanan mengalami depresi dan kecemasan yang luar biasa.

Digital Stress

Wenstein dan Selman menyajikan sebuah terminologi baru yakni Digital Stress, stres yang diakibatkan oleh interaksi negatif menggunakan platform media email, teks, media sosial, chat room dan forum.

Tipenya ada dua, pertama, Expression of hostility meanness and cruelty, bagaimana seseorang berinteraksi melalui media sosial, berdebat yang mengarah pada bully atau perundungan. Berkata kasar, memaki-maki, hingga bertengkar di media sosial bahkan berujung pertengkaran fisik di dunia nyata. Atau juga Impersonation, seseorang membuat akun siluman hanya untuk berkata-kata kasar atau mem-bully akun-akun ada yang di sekitarnya.

Kedua, Encompasses stresses related to navigating closeness in relationship, yakni stres yang didapat justru dari hubungan sosial yang dekat melalui penggunaan ponsel pintar, misalnya dalam berhubungan kemudian ada desakan untuk mengirim gambar seksi atau bercakap-cakap secara intens, yang bisa disalahgunakan, di-capture dan disebarluaskan ke masyarakat. Itu contoh digital stress yang bisa saja kita alami jika kita tidak bijaksana menggunakan ponsel pintar.

Saya bukan termasuk generasi digital culture, karena lahir pada 1980-an dan platform digital baru muncul saat saya SMA dan kuliah. Berbeda dengan anak-anak kita, yang merupakan generasi digital yang sejak lahir akrab dengan ponsel pintar, ketimbang misalnya menulis secara manual. Tentu saja ada hal positif maupun negatif yang menyertainya.

Salah satu dampak dari Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 1,5 tahun lalu adalah maraknya digital culture yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan ponsel pintar. Banyak orang bekerja dari rumah secara digital, bersekolah atau berbelanja secara online, mendapatkan jasa apa pun yang dinginkan seperti jasa pijat atau jasa pengantaran makanan dan sebagainya via platform digital.

Bijaksana

Tentu resiko-resiko yang saya singgung di atas akan bisa menyertai dari penggunaan ponsel pintar yang berlebihan. Namun, tentu saja dari setiap kerugian terdapat juga peluang. Ini bukan tentang bagaimana manfaat dan bahaya dari ponsel pintar, tetapi bagaimana kita mengkampanyekan penggunaan ponsel pintar secukupnya, yang memberikan banyak manfaat tanpa takut atau rentan mendapatkan dampak buruk dari penggunaan ponsel.

Penting sekali untuk kita mulai bersama-sama mengedukasi penggunaan ponsel pintar secara bijaksana sehingga alat atau sarana ini bisa kita manfaatkan dengan baik dan bukan justru menyebabkan gangguan kecemasan yang meningkat di masyarakat.

Ini juga merupakan peluang bagaimana layanan kesehatan mental bisa diakses secara digital, sehingga stigma tentang kesehatan mental akan berkurang. Bahkan, suatu saat nanti layanan kesehatan mental bisa diakses penuh secara digital, tentunya dengan rambu-rambu dan etika yang baik.

Sehingga kebutuhan dan penanganan kesehatan mental akan lebih mudah dan cepat yang dibantu dengan digital culture. Sekali lagi, ini bukan tentang alat (ponsel pintar) tapi bagaimana kita mengunakannya dengan baik dan bijaksana. Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan mantap jiwa. [T]

___

|| Baca Artikel KESEHATAN lainnya, atau artikel dari penulis dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Tags: digitalkesehatankesehatan jiwastres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baju Karung | Pernah Populer di Bali, Kini Tinggal Kenangan

Next Post

Weda Sanjaya dan Kisah-Kisah Imajiner Desa Tani di Lereng Batukaru

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Weda Sanjaya dan Kisah-Kisah Imajiner Desa Tani di Lereng Batukaru

Weda Sanjaya dan Kisah-Kisah Imajiner Desa Tani di Lereng Batukaru

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co