2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

I Putu Supartika by I Putu Supartika
June 20, 2021
in Khas
Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

Darma Putra

Saat itu, mereka masih sama-sama masih duduk di bangku SMA dan sama-sama mewakili Bangli dalam Porsenijar tingkat Provinsi Bali. Secara tak sengaja, dua orang asal Bangli yang kemudian berteman akrab yakni IGA Agus Darma Putra bertemu dengan I Komang Alit Juliartha di atas minibus yang membawanya ke hotel tempatnya menginap di kawasan Ubung, Denpasar. Darma Putra ikut lomba nyurat aksara Bali dan tak dapat juara, sementara Alit yang tampil dalam lomba dharma wacana meraih juara satu.

Meski mereka berdua belum saling mengenal, namun obrolan di mobil begitu akrab, seolah-olah mereka sudah lama saling mengenal. Dalam percakapan itu, mereka pun saling memperkenalkan diri. Dan lucunya, setelah pertemuan tersebut mereka berdua tak benar-benar hafal dengan nama satu sama lain. Alit memanggil Darma Putra dengan panggilan Ida Bagus karena saat memperkenalkan diri Darma Putra mengatakan namanya Agus. Sementara Darma Putra mengira dan memanggil Alit dengan panggilan Dewa, karena dikira nama aslinya Dewa Alit.

Pertemuan itu mungkin mengantarkan mereka berdua untuk berjodoh. Saat kuliah, mereka sama-sama kuliah di IHDN Denpasar cabang Bangli bahkan satu kelas. Kisah-kisah, lucu, unik bahkan menjengkelkan pun mulai mewarnai persahabatan mereka.

Kata Darma Putra, Alit memiliki grup band yang bernama The Best Man dengan lagu andalan yang sering dinyanyikan berjudul Pujaan Hati yang dipopulerkan Kangen Band, dan kadang juga lagu dari Peterpan. Dalam band itu, Alit bertindak selaku gitaris merangkap vokalis. Band ini manggung dari satu kos ke kos lain dan Darma Putra sering nimbrung di sana untuk sekadar ikut menyanyi atau ngobrol.

Dalam suatu kesempatan mereka berdua bersama teman lainnya berlibur ke Prambanan. Di sana mereka berkenalan dengan seorang cewek cantik dan langsung tukar menukar nomor kontak. Pada suatu hari, cewek itu datang ke Kuta dan menghubungi mereka berdua. Sebagai seorang lelaki normal yang mencintai wanita, mereka pun bermaksud untuk menyambangi cewek itu ke Kuta. Saking girangnya, mereka meluncur tanpa tahu jalan menuju Kuta. Mereka pun tersesat.

Kedua lelaki ini ternyata penggemar girl band Cherrybelle dan memiliki grup bernama Chibi. Saat berfoto, mereka juga kerap memamerkan gaya layaknya Cherrybelle saat tampil di atas panggung, misal saat mereka ketumbenan liburan ke hutan mangrove.

Tak hanya kelucuan dan kekonyolan saja yang mereka lalui. Karena masalah mempertahankan idealisme masing-masing, mereka pernah bertengkar dan tak saling menyapa hingga sebulan. Untungnya mereka cepat sadar bahwa permusuhan tak ada untungnya. Mereka pun kembali saling menyapa dan menjadi akrab.

Bagi Darma Putra, Alit adalah sosok yang idealis dan sangat kukuh mempertahankan idealismenya. Meskipun kadang konyol, jika berbicara idealisme mereka sering berselisih paham maupun pendapat. Budaya saling kritik-mengkritik di antara mereka sudah biasa bahkan dengan kata-kata yang sedikit kasar. Untunglah keduanya sama-sama saling memahami.

Selama perkenalan dan pertemanannya dari SMA hingga kuliah dan sudah sama-sama bekerja, Darma Putra tak tahu jika Alit pintar dalam hal menulis cerpen berbahasa Bali. Hingga suatu hari, saat jam istirahat, Alit menghubungi Darma Putra dan Nengah Jati (Pande Jati) untuk datang ke tempat Alit bekerja.

Ketika itu, Alit bekerja di sebuah minimarket yang kemudian berubah menjadi apotek dan kini sudah bangkrut. Di depan minimarket tersebut, Alit memperlihatkan sebuah koran yang memuat cerpen karyanya kepada Darma Putra dan Jati. Darma Putra pun terkejut, ternyata temannya yang konyol dan kadang sering mengajaknya berselisih paham itu pintar menulis cerpen dan bisa dimuat di Bali Orti—sisipan berbahasa Bali di koran Bali Post yang terbit setiap hari Minggu. Karena baginya, tak ada aura sastra pada diri Alit yang saklek dan matematis itu. Cerpen itu berjudul Bebek yang kemudian dimuat juga dalam buku Swecan Widhi dan meraih Hadiah Sastera Rancage tahun 2016.

Kepada Darma Putra dan Jati, Alit menuturkan jika ide cerpen itu ia dapat dari mimpi. Dimana Alit bermimpi didatangi seekor bebek ke rumahnya tengah malam. Saat bebek itu akan diusirnya, ternyata di belakangnya sudah ada pemiliknya yang kemudian mencekik leher Alit. Dan bagi Darma Putra, itu adalah ide yang mistis.

Tak hanya memperlihatkan karyanya, Alit juga mengajak Darma Putra untuk ikut menulis. Namun Darma Putra mengaku tak kuat jika harus menulis cerpen. Alit pun menyarankan untuk menulis apa yang dikuasainya dan Darma Putra memilih puisi dan prosa liris karena kepincut dengan prosa liris milik Ari Dwijayanthi. Beberapa waktu kemudian, Alit juga mengajak Darma Putra untuk bergabung ke Komunitas Bangli Sastra Komala (Baskom).

Di Baskom, Alit dikenal sangat militan. Entah bagaimana caranya, ia bisa menghubungi bupati Bangli kala itu dan mereka pun melakukan audiensi ke kantor bupati. Di sana, Alit mengutarakan keinginannya untuk memajukan sastra Bali modern (SBM) di Bangli serta akan menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali karya penulis Bangli. Sebagaimana para penguasa lainnya, sang bupati pun mengapresiasi langkah itu dan berjanji akan memberinya bantuan berupa uang.

Janji sang bupati hanya tinggal janji yang membuat Alit jengkel, kapok, dan tak mau berurusan dengan penguasa lagi. Ia bertekad untuk tak jadi ‘pengemis’ dalam memajukan SBM. Buku itu toh tetap terbit dengan judul Pasamudaya Rasaning Bangli dengan cara urunan dan tanpa perlu janji manis sang bupati.  

Suatu ketika, tiba-tiba Alit mengajak Darma Putra ketemuan di depan sebuah Indomaret di kawasan Bangli. Di sana, Alit menitipkan Baskom kepada Darma Putra dan kawan-kawan di Bangli karena dirinya akan meninggalkan Bali untuk bekerja di kapal pesiar. Alit juga meminta Darma Putra agar tetap menulis SBM dan sebagai gantinya, Darma Putra juga meminta hal yang sama kepada Alit.

Baskom tetap hidup, Darma Putra tetap menulis, dan Alit menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Ling di kapal pesiar. Isi buku itu sangat sadis untuk ukuran SBM karena penuh dengan darah dan air mata.

Selama di kapal pesiar, Alit juga kerap menghubungi Darma Putra meskipun tak ada hal yang penting, semisal hanya untuk menanyakan apakah Darma Putra sudah bangun, atau apakah tanaman lisah di rumahnya sudah berbuah.

Dan kenangan buah lisah ini selalu diingat Darma Putra, dimana sepulang dari kapal pesiar, Alit akan menyambangi rumahnya untuk meminta buah lisah karena ia sangat suka dengan buah itu. Hingga kini setiap lisah itu berbuah, Darma Putra akan mengenang sosok Alit Juliartha.

Beberapa hari sebelum berpulang, Alit sempat menghubungi Darma Putra. Namun karena kesibukannya, ia tak mengetahui panggilan itu. Dan biasanya Darma Putra akan menghubungi balik, namun saat itu tak terpikirkan untuk melakukan hal itu. Sebelum berpulang, Alit juga tak berkabar jika dirinya tengah sakit. Mungkin, Alit tak mau merepotkan teman-temannya.

Alit berpulang pada Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Baskom dan juga untuk SBM. Menurut Darma Putra, Alit tengah menulis novel, merampungkan buku catatan perjalanannya selama di kapal pesiar, memiliki rencana untuk menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis Bangli, juga menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis seluruh dunia.

Kini, lelaki kelahiran 15 Juli 1991 itu telah pergi bersama militansi, kegigihan dan perjuangannya untuk SBM. Ia sangat layak untuk dikenang selamanya. (*)

Catatan: Ini adalah ringkasan dari obrolan dalam Usaha Membunuh Malam Minggu #5 yang digelar Suara Saking Bali pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam bersama penulis IGA Darma Putra untuk mengenang penulis I Komang Alit Juliartha.

BACA JUGA:

Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
  • Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
  • Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
  • Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
Tags: Bangli Sastra Komalasastra balisastra bali modernsastrawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ida Bagus Jelantik Purwa | Cerita Manusia, Hewan dan Tumbuhan pada Prasi yang Istimewa

Next Post

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co