12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

I Putu Supartika by I Putu Supartika
June 20, 2021
in Khas
Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

Darma Putra

Saat itu, mereka masih sama-sama masih duduk di bangku SMA dan sama-sama mewakili Bangli dalam Porsenijar tingkat Provinsi Bali. Secara tak sengaja, dua orang asal Bangli yang kemudian berteman akrab yakni IGA Agus Darma Putra bertemu dengan I Komang Alit Juliartha di atas minibus yang membawanya ke hotel tempatnya menginap di kawasan Ubung, Denpasar. Darma Putra ikut lomba nyurat aksara Bali dan tak dapat juara, sementara Alit yang tampil dalam lomba dharma wacana meraih juara satu.

Meski mereka berdua belum saling mengenal, namun obrolan di mobil begitu akrab, seolah-olah mereka sudah lama saling mengenal. Dalam percakapan itu, mereka pun saling memperkenalkan diri. Dan lucunya, setelah pertemuan tersebut mereka berdua tak benar-benar hafal dengan nama satu sama lain. Alit memanggil Darma Putra dengan panggilan Ida Bagus karena saat memperkenalkan diri Darma Putra mengatakan namanya Agus. Sementara Darma Putra mengira dan memanggil Alit dengan panggilan Dewa, karena dikira nama aslinya Dewa Alit.

Pertemuan itu mungkin mengantarkan mereka berdua untuk berjodoh. Saat kuliah, mereka sama-sama kuliah di IHDN Denpasar cabang Bangli bahkan satu kelas. Kisah-kisah, lucu, unik bahkan menjengkelkan pun mulai mewarnai persahabatan mereka.

Kata Darma Putra, Alit memiliki grup band yang bernama The Best Man dengan lagu andalan yang sering dinyanyikan berjudul Pujaan Hati yang dipopulerkan Kangen Band, dan kadang juga lagu dari Peterpan. Dalam band itu, Alit bertindak selaku gitaris merangkap vokalis. Band ini manggung dari satu kos ke kos lain dan Darma Putra sering nimbrung di sana untuk sekadar ikut menyanyi atau ngobrol.

Dalam suatu kesempatan mereka berdua bersama teman lainnya berlibur ke Prambanan. Di sana mereka berkenalan dengan seorang cewek cantik dan langsung tukar menukar nomor kontak. Pada suatu hari, cewek itu datang ke Kuta dan menghubungi mereka berdua. Sebagai seorang lelaki normal yang mencintai wanita, mereka pun bermaksud untuk menyambangi cewek itu ke Kuta. Saking girangnya, mereka meluncur tanpa tahu jalan menuju Kuta. Mereka pun tersesat.

Kedua lelaki ini ternyata penggemar girl band Cherrybelle dan memiliki grup bernama Chibi. Saat berfoto, mereka juga kerap memamerkan gaya layaknya Cherrybelle saat tampil di atas panggung, misal saat mereka ketumbenan liburan ke hutan mangrove.

Tak hanya kelucuan dan kekonyolan saja yang mereka lalui. Karena masalah mempertahankan idealisme masing-masing, mereka pernah bertengkar dan tak saling menyapa hingga sebulan. Untungnya mereka cepat sadar bahwa permusuhan tak ada untungnya. Mereka pun kembali saling menyapa dan menjadi akrab.

Bagi Darma Putra, Alit adalah sosok yang idealis dan sangat kukuh mempertahankan idealismenya. Meskipun kadang konyol, jika berbicara idealisme mereka sering berselisih paham maupun pendapat. Budaya saling kritik-mengkritik di antara mereka sudah biasa bahkan dengan kata-kata yang sedikit kasar. Untunglah keduanya sama-sama saling memahami.

Selama perkenalan dan pertemanannya dari SMA hingga kuliah dan sudah sama-sama bekerja, Darma Putra tak tahu jika Alit pintar dalam hal menulis cerpen berbahasa Bali. Hingga suatu hari, saat jam istirahat, Alit menghubungi Darma Putra dan Nengah Jati (Pande Jati) untuk datang ke tempat Alit bekerja.

Ketika itu, Alit bekerja di sebuah minimarket yang kemudian berubah menjadi apotek dan kini sudah bangkrut. Di depan minimarket tersebut, Alit memperlihatkan sebuah koran yang memuat cerpen karyanya kepada Darma Putra dan Jati. Darma Putra pun terkejut, ternyata temannya yang konyol dan kadang sering mengajaknya berselisih paham itu pintar menulis cerpen dan bisa dimuat di Bali Orti—sisipan berbahasa Bali di koran Bali Post yang terbit setiap hari Minggu. Karena baginya, tak ada aura sastra pada diri Alit yang saklek dan matematis itu. Cerpen itu berjudul Bebek yang kemudian dimuat juga dalam buku Swecan Widhi dan meraih Hadiah Sastera Rancage tahun 2016.

Kepada Darma Putra dan Jati, Alit menuturkan jika ide cerpen itu ia dapat dari mimpi. Dimana Alit bermimpi didatangi seekor bebek ke rumahnya tengah malam. Saat bebek itu akan diusirnya, ternyata di belakangnya sudah ada pemiliknya yang kemudian mencekik leher Alit. Dan bagi Darma Putra, itu adalah ide yang mistis.

Tak hanya memperlihatkan karyanya, Alit juga mengajak Darma Putra untuk ikut menulis. Namun Darma Putra mengaku tak kuat jika harus menulis cerpen. Alit pun menyarankan untuk menulis apa yang dikuasainya dan Darma Putra memilih puisi dan prosa liris karena kepincut dengan prosa liris milik Ari Dwijayanthi. Beberapa waktu kemudian, Alit juga mengajak Darma Putra untuk bergabung ke Komunitas Bangli Sastra Komala (Baskom).

Di Baskom, Alit dikenal sangat militan. Entah bagaimana caranya, ia bisa menghubungi bupati Bangli kala itu dan mereka pun melakukan audiensi ke kantor bupati. Di sana, Alit mengutarakan keinginannya untuk memajukan sastra Bali modern (SBM) di Bangli serta akan menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali karya penulis Bangli. Sebagaimana para penguasa lainnya, sang bupati pun mengapresiasi langkah itu dan berjanji akan memberinya bantuan berupa uang.

Janji sang bupati hanya tinggal janji yang membuat Alit jengkel, kapok, dan tak mau berurusan dengan penguasa lagi. Ia bertekad untuk tak jadi ‘pengemis’ dalam memajukan SBM. Buku itu toh tetap terbit dengan judul Pasamudaya Rasaning Bangli dengan cara urunan dan tanpa perlu janji manis sang bupati.  

Suatu ketika, tiba-tiba Alit mengajak Darma Putra ketemuan di depan sebuah Indomaret di kawasan Bangli. Di sana, Alit menitipkan Baskom kepada Darma Putra dan kawan-kawan di Bangli karena dirinya akan meninggalkan Bali untuk bekerja di kapal pesiar. Alit juga meminta Darma Putra agar tetap menulis SBM dan sebagai gantinya, Darma Putra juga meminta hal yang sama kepada Alit.

Baskom tetap hidup, Darma Putra tetap menulis, dan Alit menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Ling di kapal pesiar. Isi buku itu sangat sadis untuk ukuran SBM karena penuh dengan darah dan air mata.

Selama di kapal pesiar, Alit juga kerap menghubungi Darma Putra meskipun tak ada hal yang penting, semisal hanya untuk menanyakan apakah Darma Putra sudah bangun, atau apakah tanaman lisah di rumahnya sudah berbuah.

Dan kenangan buah lisah ini selalu diingat Darma Putra, dimana sepulang dari kapal pesiar, Alit akan menyambangi rumahnya untuk meminta buah lisah karena ia sangat suka dengan buah itu. Hingga kini setiap lisah itu berbuah, Darma Putra akan mengenang sosok Alit Juliartha.

Beberapa hari sebelum berpulang, Alit sempat menghubungi Darma Putra. Namun karena kesibukannya, ia tak mengetahui panggilan itu. Dan biasanya Darma Putra akan menghubungi balik, namun saat itu tak terpikirkan untuk melakukan hal itu. Sebelum berpulang, Alit juga tak berkabar jika dirinya tengah sakit. Mungkin, Alit tak mau merepotkan teman-temannya.

Alit berpulang pada Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Baskom dan juga untuk SBM. Menurut Darma Putra, Alit tengah menulis novel, merampungkan buku catatan perjalanannya selama di kapal pesiar, memiliki rencana untuk menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis Bangli, juga menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis seluruh dunia.

Kini, lelaki kelahiran 15 Juli 1991 itu telah pergi bersama militansi, kegigihan dan perjuangannya untuk SBM. Ia sangat layak untuk dikenang selamanya. (*)

Catatan: Ini adalah ringkasan dari obrolan dalam Usaha Membunuh Malam Minggu #5 yang digelar Suara Saking Bali pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam bersama penulis IGA Darma Putra untuk mengenang penulis I Komang Alit Juliartha.

BACA JUGA:

Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
  • Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
  • Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
  • Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
Tags: Bangli Sastra Komalasastra balisastra bali modernsastrawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ida Bagus Jelantik Purwa | Cerita Manusia, Hewan dan Tumbuhan pada Prasi yang Istimewa

Next Post

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co