23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

I Putu Supartika by I Putu Supartika
June 20, 2021
in Khas
Sosok Alit Juliartha di Mata Darma Putra, dari Salah Menyebut Nama hingga Kukuh pada Idealisme

Darma Putra

Saat itu, mereka masih sama-sama masih duduk di bangku SMA dan sama-sama mewakili Bangli dalam Porsenijar tingkat Provinsi Bali. Secara tak sengaja, dua orang asal Bangli yang kemudian berteman akrab yakni IGA Agus Darma Putra bertemu dengan I Komang Alit Juliartha di atas minibus yang membawanya ke hotel tempatnya menginap di kawasan Ubung, Denpasar. Darma Putra ikut lomba nyurat aksara Bali dan tak dapat juara, sementara Alit yang tampil dalam lomba dharma wacana meraih juara satu.

Meski mereka berdua belum saling mengenal, namun obrolan di mobil begitu akrab, seolah-olah mereka sudah lama saling mengenal. Dalam percakapan itu, mereka pun saling memperkenalkan diri. Dan lucunya, setelah pertemuan tersebut mereka berdua tak benar-benar hafal dengan nama satu sama lain. Alit memanggil Darma Putra dengan panggilan Ida Bagus karena saat memperkenalkan diri Darma Putra mengatakan namanya Agus. Sementara Darma Putra mengira dan memanggil Alit dengan panggilan Dewa, karena dikira nama aslinya Dewa Alit.

Pertemuan itu mungkin mengantarkan mereka berdua untuk berjodoh. Saat kuliah, mereka sama-sama kuliah di IHDN Denpasar cabang Bangli bahkan satu kelas. Kisah-kisah, lucu, unik bahkan menjengkelkan pun mulai mewarnai persahabatan mereka.

Kata Darma Putra, Alit memiliki grup band yang bernama The Best Man dengan lagu andalan yang sering dinyanyikan berjudul Pujaan Hati yang dipopulerkan Kangen Band, dan kadang juga lagu dari Peterpan. Dalam band itu, Alit bertindak selaku gitaris merangkap vokalis. Band ini manggung dari satu kos ke kos lain dan Darma Putra sering nimbrung di sana untuk sekadar ikut menyanyi atau ngobrol.

Dalam suatu kesempatan mereka berdua bersama teman lainnya berlibur ke Prambanan. Di sana mereka berkenalan dengan seorang cewek cantik dan langsung tukar menukar nomor kontak. Pada suatu hari, cewek itu datang ke Kuta dan menghubungi mereka berdua. Sebagai seorang lelaki normal yang mencintai wanita, mereka pun bermaksud untuk menyambangi cewek itu ke Kuta. Saking girangnya, mereka meluncur tanpa tahu jalan menuju Kuta. Mereka pun tersesat.

Kedua lelaki ini ternyata penggemar girl band Cherrybelle dan memiliki grup bernama Chibi. Saat berfoto, mereka juga kerap memamerkan gaya layaknya Cherrybelle saat tampil di atas panggung, misal saat mereka ketumbenan liburan ke hutan mangrove.

Tak hanya kelucuan dan kekonyolan saja yang mereka lalui. Karena masalah mempertahankan idealisme masing-masing, mereka pernah bertengkar dan tak saling menyapa hingga sebulan. Untungnya mereka cepat sadar bahwa permusuhan tak ada untungnya. Mereka pun kembali saling menyapa dan menjadi akrab.

Bagi Darma Putra, Alit adalah sosok yang idealis dan sangat kukuh mempertahankan idealismenya. Meskipun kadang konyol, jika berbicara idealisme mereka sering berselisih paham maupun pendapat. Budaya saling kritik-mengkritik di antara mereka sudah biasa bahkan dengan kata-kata yang sedikit kasar. Untunglah keduanya sama-sama saling memahami.

Selama perkenalan dan pertemanannya dari SMA hingga kuliah dan sudah sama-sama bekerja, Darma Putra tak tahu jika Alit pintar dalam hal menulis cerpen berbahasa Bali. Hingga suatu hari, saat jam istirahat, Alit menghubungi Darma Putra dan Nengah Jati (Pande Jati) untuk datang ke tempat Alit bekerja.

Ketika itu, Alit bekerja di sebuah minimarket yang kemudian berubah menjadi apotek dan kini sudah bangkrut. Di depan minimarket tersebut, Alit memperlihatkan sebuah koran yang memuat cerpen karyanya kepada Darma Putra dan Jati. Darma Putra pun terkejut, ternyata temannya yang konyol dan kadang sering mengajaknya berselisih paham itu pintar menulis cerpen dan bisa dimuat di Bali Orti—sisipan berbahasa Bali di koran Bali Post yang terbit setiap hari Minggu. Karena baginya, tak ada aura sastra pada diri Alit yang saklek dan matematis itu. Cerpen itu berjudul Bebek yang kemudian dimuat juga dalam buku Swecan Widhi dan meraih Hadiah Sastera Rancage tahun 2016.

Kepada Darma Putra dan Jati, Alit menuturkan jika ide cerpen itu ia dapat dari mimpi. Dimana Alit bermimpi didatangi seekor bebek ke rumahnya tengah malam. Saat bebek itu akan diusirnya, ternyata di belakangnya sudah ada pemiliknya yang kemudian mencekik leher Alit. Dan bagi Darma Putra, itu adalah ide yang mistis.

Tak hanya memperlihatkan karyanya, Alit juga mengajak Darma Putra untuk ikut menulis. Namun Darma Putra mengaku tak kuat jika harus menulis cerpen. Alit pun menyarankan untuk menulis apa yang dikuasainya dan Darma Putra memilih puisi dan prosa liris karena kepincut dengan prosa liris milik Ari Dwijayanthi. Beberapa waktu kemudian, Alit juga mengajak Darma Putra untuk bergabung ke Komunitas Bangli Sastra Komala (Baskom).

Di Baskom, Alit dikenal sangat militan. Entah bagaimana caranya, ia bisa menghubungi bupati Bangli kala itu dan mereka pun melakukan audiensi ke kantor bupati. Di sana, Alit mengutarakan keinginannya untuk memajukan sastra Bali modern (SBM) di Bangli serta akan menerbitkan buku kumpulan cerpen Bali karya penulis Bangli. Sebagaimana para penguasa lainnya, sang bupati pun mengapresiasi langkah itu dan berjanji akan memberinya bantuan berupa uang.

Janji sang bupati hanya tinggal janji yang membuat Alit jengkel, kapok, dan tak mau berurusan dengan penguasa lagi. Ia bertekad untuk tak jadi ‘pengemis’ dalam memajukan SBM. Buku itu toh tetap terbit dengan judul Pasamudaya Rasaning Bangli dengan cara urunan dan tanpa perlu janji manis sang bupati.  

Suatu ketika, tiba-tiba Alit mengajak Darma Putra ketemuan di depan sebuah Indomaret di kawasan Bangli. Di sana, Alit menitipkan Baskom kepada Darma Putra dan kawan-kawan di Bangli karena dirinya akan meninggalkan Bali untuk bekerja di kapal pesiar. Alit juga meminta Darma Putra agar tetap menulis SBM dan sebagai gantinya, Darma Putra juga meminta hal yang sama kepada Alit.

Baskom tetap hidup, Darma Putra tetap menulis, dan Alit menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Ling di kapal pesiar. Isi buku itu sangat sadis untuk ukuran SBM karena penuh dengan darah dan air mata.

Selama di kapal pesiar, Alit juga kerap menghubungi Darma Putra meskipun tak ada hal yang penting, semisal hanya untuk menanyakan apakah Darma Putra sudah bangun, atau apakah tanaman lisah di rumahnya sudah berbuah.

Dan kenangan buah lisah ini selalu diingat Darma Putra, dimana sepulang dari kapal pesiar, Alit akan menyambangi rumahnya untuk meminta buah lisah karena ia sangat suka dengan buah itu. Hingga kini setiap lisah itu berbuah, Darma Putra akan mengenang sosok Alit Juliartha.

Beberapa hari sebelum berpulang, Alit sempat menghubungi Darma Putra. Namun karena kesibukannya, ia tak mengetahui panggilan itu. Dan biasanya Darma Putra akan menghubungi balik, namun saat itu tak terpikirkan untuk melakukan hal itu. Sebelum berpulang, Alit juga tak berkabar jika dirinya tengah sakit. Mungkin, Alit tak mau merepotkan teman-temannya.

Alit berpulang pada Jumat, 29 Januari 2021 di RSU BMC Bangli. Ia pergi saat beberapa impiannya belum terwujud untuk Baskom dan juga untuk SBM. Menurut Darma Putra, Alit tengah menulis novel, merampungkan buku catatan perjalanannya selama di kapal pesiar, memiliki rencana untuk menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis Bangli, juga menerbitkan kumpulan puisi Bali karya penulis seluruh dunia.

Kini, lelaki kelahiran 15 Juli 1991 itu telah pergi bersama militansi, kegigihan dan perjuangannya untuk SBM. Ia sangat layak untuk dikenang selamanya. (*)

Catatan: Ini adalah ringkasan dari obrolan dalam Usaha Membunuh Malam Minggu #5 yang digelar Suara Saking Bali pada Sabtu, 19 Juni 2021 malam bersama penulis IGA Darma Putra untuk mengenang penulis I Komang Alit Juliartha.

BACA JUGA:

Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
  • Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
  • Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan
Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
  • Komang Adnyana | Membunuh “Writer Block” dengan Mem-Bali-kan Sastra Dunia
Tags: Bangli Sastra Komalasastra balisastra bali modernsastrawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ida Bagus Jelantik Purwa | Cerita Manusia, Hewan dan Tumbuhan pada Prasi yang Istimewa

Next Post

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Panggung Seni Tradisi | Okokan Nangluk Merana di Tanah Lot

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co