3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mati Ombo Sanghyang | Persembahan Kerbau Hitam di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
June 15, 2021
in Khas
Mati Ombo Sanghyang | Persembahan Kerbau Hitam di Desa Adat Tenganan Pegringsingan

Teruna muani Desa Adat Tenganan Pegringsingan menuntun kerbau ke Bale Agung [Foto Yudiana Krenteng]

Zaman boleh terus berkembang, makin modern hingga postmodern. Tenganan Pegringsingan di Kecamatan Manggis, Karangasem, sebagai representasi dari Desa Bali Aga hingga kini masih memegang teguh adat, budaya dan tradisi. Ini dikuatkan karena sistem aturan (awig) yang juga tetap dijunjung tinggi dan sebagai hukum mutlak yang wajib dipatuhi.

Tenganan Pegringsingan bukan hanya memiliki hasil budaya yang melambungkan namanya berupa kain gringsing dengan tehnik dobel ikat, tapi juga memiliki ikonik yang menjadi amat khas, yakni  kerbau hitam yang berkeliaran bebas di desa.

Terkait asal usul dari kerbau ini, belum bisa dipastikan secara jelas karena sumber literasinya belum ditemukan. Mungkin karena ahun 1841 (Masehi) atau tahun 1763 (Isaka) terjadi kebakaran hebat di Desa Tenganan Pegringsingan sehingga semua sumber-sumber literasi desa serta prasasti yang dapat mengungkapkan tentang asal-usul sejarah desa ikut hangus tanpa sisa.

Jadi terkait asal usul kerbau tersebut hanya menjadi wacana lisan yang melegenda. Ada yang mengatakan kerbau ini memang sudah ada seperti itu di desa, juga ada yang mengatakan asli kerbau ini dari Desa Ngis. Terlepas asal usul, sampai saat ini kerbau ini dijadikan warisan suci bagi warga Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

Kerbau ini dikenal dengan nama Jro Gede Ombo atau Ombo Sang Hyang. Jro Gde Ombo, kerbau hitam jantan, gagah nan perkasa berkulit hitam legam kebanggaan wong Bali Aga Tenganan Pegringsingan.

Nah, pada 22 Mei 2021, digelar tradisi bernama Mati Ombo Sanghyang. Ini merupakan salah satu rangkaian upacara Ngusabha Sambah di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, yang secara sistem penanggalan Desa Adat Tenganan Pegringsingan jatuh pada Tanggal 9 Sasih Kalima.

Begini urutan upacaranya.

Krama desa adat muani (laki-laki) mulai berkumpul sedari pagi untuk mencari keberadaan Jro Gde Ombo sebagai persembahan. Setelah ditemukan, Jro Gde Ombo diantar melalui sistem nedehang(menggiring).

Krama desa berpencar memberikan jarak dan jalan Jro Gde Ombo menuju Bale Agung. Di Bale Agung sebelumnya sudah disediakan umpan untuk menarik perhatian Jro Gde Ombo.

Nedehan Jro Gde Ombo {Foto: Yudiana Krenteng]

Jika proses nedehang mengalami kendala, baik itu karena Jro Gde Ombo enggan berpindah dari tempatnya atau faktor lainnya, maka para krama desa muani, mengikatnya (di bagian kepala) lalu dituntun menuju Bale Agung, secara perlahan.

Tanpa dipungkiri Jro Gde Ombo tampak gusar karena tidak pernah diikat, mengingat kesehariaannya hidup secara liar (bebas).

Sebelum Jro Gde Ombo dipersembahkan, Jro Gde Ombo diajak keliling desa dan keliling Pura Raja Purana yang diyakini sebagai stana atau tempat menghormati Ombo Sanghyang.

Dan ketika waktu menunjukkan tepat pukul 12 siang, saat matahari tepat berada di atas kepala, tibalah saat upacara Mati Ombo Sanghyang. Bagian prosesi ini dilaksanakan dengan iringan gambelan selonding,

Jro Gde Ombo ditusuk tepat pada bagian vital (jantung) oleh Teruna (Pemuda) Patemu Kelod mempergunakan keris pusaka.  Yang menusuk Jro Gde Ombo wajib dan hanya oleh Teruna Patemu Kelod. Karena Teruna Petemu Kelod dianggap “kelihan” atau sebagai kakak dari Teruna Petemu Tengah dan Teruna Petemu Kaja.

Penempatan teruna berdasarkan patemu (asal) mengikuti garis keturunan ayah, jika sebelumnya ayahnya menjadi teruna patemu kelod, maka secara lahiriah putranya juga akan menjadi teruna patemu kelod, begitu sudah terjadi seperti dahulu, dan teruna yang menusuk Jro Gde Ombo tetap dalam pengawasan serta didampingi oleh krama desa muani lainnya.

Mati Ombo Sanghyang [Foto Yudiana Krenteng]

Setelah Jro Gde Ombo ebah (jatuh) dengan sendirinya dan mati, krama desa muani bergegas menghampiri untuk memotong bagian demi bagian sebagai sarana persembahan.

Pukul 17.00 WITA prosesi dilanjutkan dengan tarian Abwang Ngis diiringi gambelan Selonding.

Setelah acara Mati Ombo Sanghyang, selama tiga hari berturut-turut diadakan upacara persembahan di Pura Raja Purana dengan tujuan memberikan penghormatan terhadap Ombo Sanghyang karena diyakini janggama (atma pada binatang) Ombo Sanghyang bersemayam di Pura Raja Purana. Sebagai pelaksana upacara ini adalah krama desa luh dan kliang gumi yang dipimpin oleh mangku desa.

Warga berdoa, memohon kepada Ida Sang Hyang Raja Purana hadir ke Bale Agung dan memohon keselamatan dalam upacara Ngusaba Sambah agar berjalan sesuai dengan rangkaiannya tanpa adanya penghalang dengan prosesi ngelodang dewa ke Bale gung.

Yang bertugas mundut Raja Purana adalah seorang Kapih dari Desa Adat Tenganan Pegringsingan diiringi Jro Mangku dan krama desa luh yang mengenakan busana adat moleng, untuk nuur Ida Sang Raja Purana hadir atau nyejer selama tiga hari di Bale Agung.

Sebelum ngelodang dewa ke Bale Agung, krama desa luh telah membuat pengangge untuk Sang Hyang Raja Purana yang dikenal dengan istilah nyikat. [T]

Tags: balibali agaDesa Adat Tenganan PegringsingankarangasemMati Ombo Sang HyangTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik, Doktor Muda, dan Anak-anak yang Ning di Mengening

Next Post

Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

Petani dan Musang | Dongeng dari Jepang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co