23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
June 11, 2021
in Khas
Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Diskusi sastra di Omah Laras, Singaraja

Sudah hampir dua bulan saya berada di Bali, tepatnya di kota kecil Singaraja, Bali, tak banyak kegiatan yang dapat saya lakukan selain keseharian yang itu-itu saja, kalau gak motong ayam yaudah tidur, kegiatan yang menjenuhkan, bukan?

Jelas bagi seorang yang aktif berkegiatan seperti saya merasa mumet dan bosan dengan keseharian yang monoton seperti itu. Namun, di sela-sela kebosanan itu saya mencoba mencari hal baru, mencari kesibukan yang lain, seperti: mencari teman yang enak diajak ngobrol, pergi ke masjid dan mengaji di rumah. Tapi sepertinya bagi saya itu bukan merupakan kegiatan yang tepat untuk saya sendiri.

Sebab itu, pulang ke rumah menurut saya adalah hal yang menakutkan, karena tak banyak yang dapat saya lakukan di rumah. Beruntunglah seorang teman yang baru saya kenal, bernama Dani menghubungi saya untuk meminta menjadi pembicara dalam bincang kecil-kecilan tentang kepenulisan.

Kebetulan Dani sendiri adalah salah satu pendiri dari Omah Laras. Omah Laras merupakan ruang kolektif yang lumayan aktif (sebelum pandemi). Tapi, semenjak datangnya pandemi Covid19 Omah Laras tidak banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelumnya. Biasanya kegiatan yang dilakukan Omah Laras adalah lapakan buku dan pasar gratis di Taman Kota atau di Pelabuhan di kota Singaraja, Bali.

Awalnya saya menolak menjadi pembicara di acara bincang kecil-kecilan tersebut. Karena di samping saya masih awam dalam dunia kepenulisan, saya juga seorang yang tidak terlalu percaya diri buat mengisi acara-acara seperti itu walau di lingkup kecil. Tapi karena Dani mengatakan kegiatan itu hanya ngobrolin tentang bagaimana proses kreativitas menulis puisi dan dia mengira saya lah orang yang tepat.

Jadi, dengan hati yang agak masih bingung saya mengiyakan permintaan tersebut. Dengan alasan saya memiliki sedikit ilmu tentang kepenulisan puisi, ya walau gak bagus-bagus banget. Di samping itu juga saya berpikir, kenapa saya adalah orang yang tepat baginya untuk menjadi pembicara. Mungkin karena kebanyakan yang hadir adalah orang-orang yang saya kenal. Sehingga jika pembicaranya saya, mereka tidak merasa canggung.

Kamis, 10 Juni 2021, pukul 20:00 WITA, saya berangkat ke lokasi untuk menjadi pembicara di acara tersebut. Dengan menaiki sepeda motor di sepanjang jalan menuju lokasi saya masih menghapal dan mengulang-ngulang materi dalam otak saya, maklumlah kan saya masih awam dan amatir untuk hal seperti ini. Setelah sampai di lokasi, banyak teman-teman yang belum hadir. Alhasil saya harus menunggu terlebih dahulu kedatangan mereka. Setelah hampir 15 menit berjalan, mereka datang dengan bergerombolan dan sangat antusias untuk acara ini walau hanya kecil-kecilan.

Diskusi pun mulai dilangsungkan. Hampir lumayan banyak yang datang meski itu hanya dari lingkaran orang-orang yang saya kenal. Saya agak gemetar awalnya karena mungkin belum terbiasa. Namun, lambat laun saya semakin percaya diri untuk menyampaikan sedikit ilmu dari ilmu saya yang sedikit. Tanpa mengurangi rasa pesimis, saya terus melanjutkan materi. Mengingat juga seorang ulama pernah berkata “sampaikanlah apa yang ada dalam dirimu, tidak kurang dan tidak lebih.” Oleh sebab itu, saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui tentang kepenulisan puisi, tidak kurang dan tidak lebih.

Waktu terus berjalan dan bincang-bincang pun terus berlanjut, malah semakin hangat. Saya tak berhenti kehilangan ide pada saat itu. Entahlah, mungkin ilmu kepenulisan puisi yang saya dapatkan di perantauan bergerak dan berjalan aktif di dalam pikiran saya. Di sana saya memaparkan tentang bagaimana kreativitas menulis puisi itu bisa ditumbuhkan, mulai dari pembahasan ide, penulisan, perenungan dan revisi. Untuk saat itu bincang-bincang tentang kepenulisan puisi hanya di bagian itu saja dulu. Jikalau lebih melebar takutnya keblablasan.

Acara tidak berjalan seformal mungkin. Tentu saja tidak, karena memang mereka mengatur acara tersebut seperti bincang-bincang puisi dengan santai. Jadi kita berbincang sambil merokok, ada beberapa orang juga sambil minum (serub). Dengan acara seperti itulah saya merasa santai dan memang agak tidak terlalu memajang raut wajah yang serius.   

Setelah acara selesai saya dan beberapa teman-teman mulai mengobrol masih tentang dunia kepenulisan puisi. Seperti bagaimana cara memecah kebuntuan ketika menulis, menentukan alat untuk menumbuhkan ide atau inspirasi dan merangkai kata-kata yang tepat agar tidak loncat dari apa yang ingin disampaikan . Tidak sedikit juga kita menggeser pembahasannya sedikit, ke arah yang agak sedikit melebar. Membicarakan kemajuan sastra di daerah Singaraja lebih tepatnya.

Sebagai orang yang lama hidup bahkan dari lahir sudah mendarat di kota Singaraja ini, semakin mengenal dan menyentuh dunia sastra saya semakin bertanya-tanya kenapa di Singaraja sangat sedikit ruang bagi para penyair ataupun penulis. Entah saya yang kurang mencari tahu tentang hal itu atau memang benar ruang yang ada hanya sedikit. Padahal kalau kita perhatikan banyak penulis-penulis entah tua ataupun muda, yang hebat juga berkompeten lahir dari rahim Mahima, yaitu salah satu komunitas seni dan sastra di Singaraja. Penulis-penulis yang lahir dari rahim Mahima antara lain: Agus Wiratama, Jong Santiasa Putra, Manik Sukadana, Agus Noval Rivaldi dan lainnya.

Masalah itu sempat saya singgung dan bicarakan oleh teman-teman, ya walau kita masih terbilang belum seharusnya membahas itu, tapi bolehlah sedikit-sedikit guna mengikis keresahan. Sebagai seorang perantau yang mengenal sastra di rantauan. Saya terkadang sering kebingungan ketika pulang ke rumah harus berbuat apa, seperti yang ada di paragraf pertama. Seharusnya seluruh daerah Bali atau masyarakat secara luas tersentuh dengan hal-hal yang berbau sastra juga kesenian, dan tidak hanya di kota Denpasar saja atau di Gianyar yang banyak seniman dan para penyair.

Tapi di tulisan ini saya sama sekali tidak ada niat mengkritik hal tersebut, karena saya juga masih terbilang anak baru di dunia kesusastraan ini. Namun setelah perbincangan yang kebanyakan dihadiri anak-anak muda itu, pikiran saya seakan terseret ke dalam keadaan ini. Seperti saya merasa kita sebagai orang yang bisa dibilang peduli dengan dunia sastra memerlukan gebrakan yang baru ataupun cara baru guna menjadikan sastra sebagai destinasi yang baru bagi masyarakat luas.  

Di acara itu juga, saya dan kawan-kawan seperti ingin membangun atau membuat suasana serta atmosfer sastra dan seni di Singaraja. Keinginan yang cukup mengejutkan bagi saya dan kawan-kawan,  hehe. Terlebih lagi, saya banyak menemukan masyarakat terutama anak-anak muda di Singaraja yang begitu tertarik dengan dunia sastra. Tinggal kita saja sebagai pegiat seni dan sastra bagaimana caranya untuk membangun serta menumbuhkan perhatian masyarakat luas ke dalam dunia sastra dan seni. Sehingga hal itu menjadi daya tarik yang lebih menarik ketimbang hal-hal lain.

Di luar daripada itu, kembali lagi ke minat masing-masing orang. Toh bagi saya juga tidak semua harus ambil bagian di dunia yang kaya akan makna ini (sastra dan seni). Namun setidaknya mereka dapat menyentuh dan mengenal hal tersebut. Karena bagi saya sastra dan seni bisa menjadi ruang refreshing bagi para masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Singaraja. [T]

Singaraja, 11 Juni 2021

Tags: sastraSastra IndonesiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nengah Suwati | Penenun dari Muncan yang Hanya Sekali Dalam Hidupnya Memakai Kain Songket

Next Post

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co