2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
June 11, 2021
in Khas
Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Diskusi sastra di Omah Laras, Singaraja

Sudah hampir dua bulan saya berada di Bali, tepatnya di kota kecil Singaraja, Bali, tak banyak kegiatan yang dapat saya lakukan selain keseharian yang itu-itu saja, kalau gak motong ayam yaudah tidur, kegiatan yang menjenuhkan, bukan?

Jelas bagi seorang yang aktif berkegiatan seperti saya merasa mumet dan bosan dengan keseharian yang monoton seperti itu. Namun, di sela-sela kebosanan itu saya mencoba mencari hal baru, mencari kesibukan yang lain, seperti: mencari teman yang enak diajak ngobrol, pergi ke masjid dan mengaji di rumah. Tapi sepertinya bagi saya itu bukan merupakan kegiatan yang tepat untuk saya sendiri.

Sebab itu, pulang ke rumah menurut saya adalah hal yang menakutkan, karena tak banyak yang dapat saya lakukan di rumah. Beruntunglah seorang teman yang baru saya kenal, bernama Dani menghubungi saya untuk meminta menjadi pembicara dalam bincang kecil-kecilan tentang kepenulisan.

Kebetulan Dani sendiri adalah salah satu pendiri dari Omah Laras. Omah Laras merupakan ruang kolektif yang lumayan aktif (sebelum pandemi). Tapi, semenjak datangnya pandemi Covid19 Omah Laras tidak banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelumnya. Biasanya kegiatan yang dilakukan Omah Laras adalah lapakan buku dan pasar gratis di Taman Kota atau di Pelabuhan di kota Singaraja, Bali.

Awalnya saya menolak menjadi pembicara di acara bincang kecil-kecilan tersebut. Karena di samping saya masih awam dalam dunia kepenulisan, saya juga seorang yang tidak terlalu percaya diri buat mengisi acara-acara seperti itu walau di lingkup kecil. Tapi karena Dani mengatakan kegiatan itu hanya ngobrolin tentang bagaimana proses kreativitas menulis puisi dan dia mengira saya lah orang yang tepat.

Jadi, dengan hati yang agak masih bingung saya mengiyakan permintaan tersebut. Dengan alasan saya memiliki sedikit ilmu tentang kepenulisan puisi, ya walau gak bagus-bagus banget. Di samping itu juga saya berpikir, kenapa saya adalah orang yang tepat baginya untuk menjadi pembicara. Mungkin karena kebanyakan yang hadir adalah orang-orang yang saya kenal. Sehingga jika pembicaranya saya, mereka tidak merasa canggung.

Kamis, 10 Juni 2021, pukul 20:00 WITA, saya berangkat ke lokasi untuk menjadi pembicara di acara tersebut. Dengan menaiki sepeda motor di sepanjang jalan menuju lokasi saya masih menghapal dan mengulang-ngulang materi dalam otak saya, maklumlah kan saya masih awam dan amatir untuk hal seperti ini. Setelah sampai di lokasi, banyak teman-teman yang belum hadir. Alhasil saya harus menunggu terlebih dahulu kedatangan mereka. Setelah hampir 15 menit berjalan, mereka datang dengan bergerombolan dan sangat antusias untuk acara ini walau hanya kecil-kecilan.

Diskusi pun mulai dilangsungkan. Hampir lumayan banyak yang datang meski itu hanya dari lingkaran orang-orang yang saya kenal. Saya agak gemetar awalnya karena mungkin belum terbiasa. Namun, lambat laun saya semakin percaya diri untuk menyampaikan sedikit ilmu dari ilmu saya yang sedikit. Tanpa mengurangi rasa pesimis, saya terus melanjutkan materi. Mengingat juga seorang ulama pernah berkata “sampaikanlah apa yang ada dalam dirimu, tidak kurang dan tidak lebih.” Oleh sebab itu, saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui tentang kepenulisan puisi, tidak kurang dan tidak lebih.

Waktu terus berjalan dan bincang-bincang pun terus berlanjut, malah semakin hangat. Saya tak berhenti kehilangan ide pada saat itu. Entahlah, mungkin ilmu kepenulisan puisi yang saya dapatkan di perantauan bergerak dan berjalan aktif di dalam pikiran saya. Di sana saya memaparkan tentang bagaimana kreativitas menulis puisi itu bisa ditumbuhkan, mulai dari pembahasan ide, penulisan, perenungan dan revisi. Untuk saat itu bincang-bincang tentang kepenulisan puisi hanya di bagian itu saja dulu. Jikalau lebih melebar takutnya keblablasan.

Acara tidak berjalan seformal mungkin. Tentu saja tidak, karena memang mereka mengatur acara tersebut seperti bincang-bincang puisi dengan santai. Jadi kita berbincang sambil merokok, ada beberapa orang juga sambil minum (serub). Dengan acara seperti itulah saya merasa santai dan memang agak tidak terlalu memajang raut wajah yang serius.   

Setelah acara selesai saya dan beberapa teman-teman mulai mengobrol masih tentang dunia kepenulisan puisi. Seperti bagaimana cara memecah kebuntuan ketika menulis, menentukan alat untuk menumbuhkan ide atau inspirasi dan merangkai kata-kata yang tepat agar tidak loncat dari apa yang ingin disampaikan . Tidak sedikit juga kita menggeser pembahasannya sedikit, ke arah yang agak sedikit melebar. Membicarakan kemajuan sastra di daerah Singaraja lebih tepatnya.

Sebagai orang yang lama hidup bahkan dari lahir sudah mendarat di kota Singaraja ini, semakin mengenal dan menyentuh dunia sastra saya semakin bertanya-tanya kenapa di Singaraja sangat sedikit ruang bagi para penyair ataupun penulis. Entah saya yang kurang mencari tahu tentang hal itu atau memang benar ruang yang ada hanya sedikit. Padahal kalau kita perhatikan banyak penulis-penulis entah tua ataupun muda, yang hebat juga berkompeten lahir dari rahim Mahima, yaitu salah satu komunitas seni dan sastra di Singaraja. Penulis-penulis yang lahir dari rahim Mahima antara lain: Agus Wiratama, Jong Santiasa Putra, Manik Sukadana, Agus Noval Rivaldi dan lainnya.

Masalah itu sempat saya singgung dan bicarakan oleh teman-teman, ya walau kita masih terbilang belum seharusnya membahas itu, tapi bolehlah sedikit-sedikit guna mengikis keresahan. Sebagai seorang perantau yang mengenal sastra di rantauan. Saya terkadang sering kebingungan ketika pulang ke rumah harus berbuat apa, seperti yang ada di paragraf pertama. Seharusnya seluruh daerah Bali atau masyarakat secara luas tersentuh dengan hal-hal yang berbau sastra juga kesenian, dan tidak hanya di kota Denpasar saja atau di Gianyar yang banyak seniman dan para penyair.

Tapi di tulisan ini saya sama sekali tidak ada niat mengkritik hal tersebut, karena saya juga masih terbilang anak baru di dunia kesusastraan ini. Namun setelah perbincangan yang kebanyakan dihadiri anak-anak muda itu, pikiran saya seakan terseret ke dalam keadaan ini. Seperti saya merasa kita sebagai orang yang bisa dibilang peduli dengan dunia sastra memerlukan gebrakan yang baru ataupun cara baru guna menjadikan sastra sebagai destinasi yang baru bagi masyarakat luas.  

Di acara itu juga, saya dan kawan-kawan seperti ingin membangun atau membuat suasana serta atmosfer sastra dan seni di Singaraja. Keinginan yang cukup mengejutkan bagi saya dan kawan-kawan,  hehe. Terlebih lagi, saya banyak menemukan masyarakat terutama anak-anak muda di Singaraja yang begitu tertarik dengan dunia sastra. Tinggal kita saja sebagai pegiat seni dan sastra bagaimana caranya untuk membangun serta menumbuhkan perhatian masyarakat luas ke dalam dunia sastra dan seni. Sehingga hal itu menjadi daya tarik yang lebih menarik ketimbang hal-hal lain.

Di luar daripada itu, kembali lagi ke minat masing-masing orang. Toh bagi saya juga tidak semua harus ambil bagian di dunia yang kaya akan makna ini (sastra dan seni). Namun setidaknya mereka dapat menyentuh dan mengenal hal tersebut. Karena bagi saya sastra dan seni bisa menjadi ruang refreshing bagi para masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Singaraja. [T]

Singaraja, 11 Juni 2021

Tags: sastraSastra IndonesiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nengah Suwati | Penenun dari Muncan yang Hanya Sekali Dalam Hidupnya Memakai Kain Songket

Next Post

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co