12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
June 11, 2021
in Khas
Bincang-Bincang Kecil Proses Menulis | Resah Penulis Sastra di Singaraja

Diskusi sastra di Omah Laras, Singaraja

Sudah hampir dua bulan saya berada di Bali, tepatnya di kota kecil Singaraja, Bali, tak banyak kegiatan yang dapat saya lakukan selain keseharian yang itu-itu saja, kalau gak motong ayam yaudah tidur, kegiatan yang menjenuhkan, bukan?

Jelas bagi seorang yang aktif berkegiatan seperti saya merasa mumet dan bosan dengan keseharian yang monoton seperti itu. Namun, di sela-sela kebosanan itu saya mencoba mencari hal baru, mencari kesibukan yang lain, seperti: mencari teman yang enak diajak ngobrol, pergi ke masjid dan mengaji di rumah. Tapi sepertinya bagi saya itu bukan merupakan kegiatan yang tepat untuk saya sendiri.

Sebab itu, pulang ke rumah menurut saya adalah hal yang menakutkan, karena tak banyak yang dapat saya lakukan di rumah. Beruntunglah seorang teman yang baru saya kenal, bernama Dani menghubungi saya untuk meminta menjadi pembicara dalam bincang kecil-kecilan tentang kepenulisan.

Kebetulan Dani sendiri adalah salah satu pendiri dari Omah Laras. Omah Laras merupakan ruang kolektif yang lumayan aktif (sebelum pandemi). Tapi, semenjak datangnya pandemi Covid19 Omah Laras tidak banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelumnya. Biasanya kegiatan yang dilakukan Omah Laras adalah lapakan buku dan pasar gratis di Taman Kota atau di Pelabuhan di kota Singaraja, Bali.

Awalnya saya menolak menjadi pembicara di acara bincang kecil-kecilan tersebut. Karena di samping saya masih awam dalam dunia kepenulisan, saya juga seorang yang tidak terlalu percaya diri buat mengisi acara-acara seperti itu walau di lingkup kecil. Tapi karena Dani mengatakan kegiatan itu hanya ngobrolin tentang bagaimana proses kreativitas menulis puisi dan dia mengira saya lah orang yang tepat.

Jadi, dengan hati yang agak masih bingung saya mengiyakan permintaan tersebut. Dengan alasan saya memiliki sedikit ilmu tentang kepenulisan puisi, ya walau gak bagus-bagus banget. Di samping itu juga saya berpikir, kenapa saya adalah orang yang tepat baginya untuk menjadi pembicara. Mungkin karena kebanyakan yang hadir adalah orang-orang yang saya kenal. Sehingga jika pembicaranya saya, mereka tidak merasa canggung.

Kamis, 10 Juni 2021, pukul 20:00 WITA, saya berangkat ke lokasi untuk menjadi pembicara di acara tersebut. Dengan menaiki sepeda motor di sepanjang jalan menuju lokasi saya masih menghapal dan mengulang-ngulang materi dalam otak saya, maklumlah kan saya masih awam dan amatir untuk hal seperti ini. Setelah sampai di lokasi, banyak teman-teman yang belum hadir. Alhasil saya harus menunggu terlebih dahulu kedatangan mereka. Setelah hampir 15 menit berjalan, mereka datang dengan bergerombolan dan sangat antusias untuk acara ini walau hanya kecil-kecilan.

Diskusi pun mulai dilangsungkan. Hampir lumayan banyak yang datang meski itu hanya dari lingkaran orang-orang yang saya kenal. Saya agak gemetar awalnya karena mungkin belum terbiasa. Namun, lambat laun saya semakin percaya diri untuk menyampaikan sedikit ilmu dari ilmu saya yang sedikit. Tanpa mengurangi rasa pesimis, saya terus melanjutkan materi. Mengingat juga seorang ulama pernah berkata “sampaikanlah apa yang ada dalam dirimu, tidak kurang dan tidak lebih.” Oleh sebab itu, saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui tentang kepenulisan puisi, tidak kurang dan tidak lebih.

Waktu terus berjalan dan bincang-bincang pun terus berlanjut, malah semakin hangat. Saya tak berhenti kehilangan ide pada saat itu. Entahlah, mungkin ilmu kepenulisan puisi yang saya dapatkan di perantauan bergerak dan berjalan aktif di dalam pikiran saya. Di sana saya memaparkan tentang bagaimana kreativitas menulis puisi itu bisa ditumbuhkan, mulai dari pembahasan ide, penulisan, perenungan dan revisi. Untuk saat itu bincang-bincang tentang kepenulisan puisi hanya di bagian itu saja dulu. Jikalau lebih melebar takutnya keblablasan.

Acara tidak berjalan seformal mungkin. Tentu saja tidak, karena memang mereka mengatur acara tersebut seperti bincang-bincang puisi dengan santai. Jadi kita berbincang sambil merokok, ada beberapa orang juga sambil minum (serub). Dengan acara seperti itulah saya merasa santai dan memang agak tidak terlalu memajang raut wajah yang serius.   

Setelah acara selesai saya dan beberapa teman-teman mulai mengobrol masih tentang dunia kepenulisan puisi. Seperti bagaimana cara memecah kebuntuan ketika menulis, menentukan alat untuk menumbuhkan ide atau inspirasi dan merangkai kata-kata yang tepat agar tidak loncat dari apa yang ingin disampaikan . Tidak sedikit juga kita menggeser pembahasannya sedikit, ke arah yang agak sedikit melebar. Membicarakan kemajuan sastra di daerah Singaraja lebih tepatnya.

Sebagai orang yang lama hidup bahkan dari lahir sudah mendarat di kota Singaraja ini, semakin mengenal dan menyentuh dunia sastra saya semakin bertanya-tanya kenapa di Singaraja sangat sedikit ruang bagi para penyair ataupun penulis. Entah saya yang kurang mencari tahu tentang hal itu atau memang benar ruang yang ada hanya sedikit. Padahal kalau kita perhatikan banyak penulis-penulis entah tua ataupun muda, yang hebat juga berkompeten lahir dari rahim Mahima, yaitu salah satu komunitas seni dan sastra di Singaraja. Penulis-penulis yang lahir dari rahim Mahima antara lain: Agus Wiratama, Jong Santiasa Putra, Manik Sukadana, Agus Noval Rivaldi dan lainnya.

Masalah itu sempat saya singgung dan bicarakan oleh teman-teman, ya walau kita masih terbilang belum seharusnya membahas itu, tapi bolehlah sedikit-sedikit guna mengikis keresahan. Sebagai seorang perantau yang mengenal sastra di rantauan. Saya terkadang sering kebingungan ketika pulang ke rumah harus berbuat apa, seperti yang ada di paragraf pertama. Seharusnya seluruh daerah Bali atau masyarakat secara luas tersentuh dengan hal-hal yang berbau sastra juga kesenian, dan tidak hanya di kota Denpasar saja atau di Gianyar yang banyak seniman dan para penyair.

Tapi di tulisan ini saya sama sekali tidak ada niat mengkritik hal tersebut, karena saya juga masih terbilang anak baru di dunia kesusastraan ini. Namun setelah perbincangan yang kebanyakan dihadiri anak-anak muda itu, pikiran saya seakan terseret ke dalam keadaan ini. Seperti saya merasa kita sebagai orang yang bisa dibilang peduli dengan dunia sastra memerlukan gebrakan yang baru ataupun cara baru guna menjadikan sastra sebagai destinasi yang baru bagi masyarakat luas.  

Di acara itu juga, saya dan kawan-kawan seperti ingin membangun atau membuat suasana serta atmosfer sastra dan seni di Singaraja. Keinginan yang cukup mengejutkan bagi saya dan kawan-kawan,  hehe. Terlebih lagi, saya banyak menemukan masyarakat terutama anak-anak muda di Singaraja yang begitu tertarik dengan dunia sastra. Tinggal kita saja sebagai pegiat seni dan sastra bagaimana caranya untuk membangun serta menumbuhkan perhatian masyarakat luas ke dalam dunia sastra dan seni. Sehingga hal itu menjadi daya tarik yang lebih menarik ketimbang hal-hal lain.

Di luar daripada itu, kembali lagi ke minat masing-masing orang. Toh bagi saya juga tidak semua harus ambil bagian di dunia yang kaya akan makna ini (sastra dan seni). Namun setidaknya mereka dapat menyentuh dan mengenal hal tersebut. Karena bagi saya sastra dan seni bisa menjadi ruang refreshing bagi para masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Singaraja. [T]

Singaraja, 11 Juni 2021

Tags: sastraSastra IndonesiaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nengah Suwati | Penenun dari Muncan yang Hanya Sekali Dalam Hidupnya Memakai Kain Songket

Next Post

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

EURO 2020 | Membayangkan Apa Kira-Kira Diobrolkan Ronaldo, Mbappe, Kane dan Kawan-Kawan?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co