2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memeriksa Lagi Rasa Manis dari Buku Cerpen Desi Nurani “Manisan Gula Merah Setengah Gigit”

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 23, 2021
in Khas
Memeriksa Lagi Rasa Manis dari Buku Cerpen Desi Nurani “Manisan Gula Merah Setengah Gigit”

Desi Nurani (duduk, tengah) dalam acara Tatkala May May May, Sabtu 22 Mei 2021 di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Ketika saya bertanya, mengapa mengambil idiom manisan dalam cerpennya, Desi menjawab bahwa manisan mengandung rasa manis yang menggiurkan. Lalu mengapa setengah gigit? Karena ada rasa yang belum selesai.

Dua pertanyaan inti ini menjadi bahan bakar diskusi buku pada acara Tatkala May May May yang membahagiakan di Rumah Belajar Komunitas Mahima, 22 Mei 2021 petang hingga malam.

Jika anda belum tahu siapa Desi Nurani, saya beri tahu sedikit, Desi adalah seorang penulis yang mengawali karirnya di dunia seni dari membaca puisi dan bermain teater. Dia adalah salah satu aktor utama yang handal di dunia teater khususnya dalam konteks karya-karya Komunitas Mahima yang saya sutradarai.

Setelah menikah, Desi mulai menulis cerpen. Dan bukunya yang ia beri judul Manisan Gula Merah Setengah Gigit, menjadi sebuah rekaman perjalanan pikirannya dan kegelisahannya yang rumit soal berbagai pertanyaan sebagai perempuan.

Suara-suara yang ia temukan dalam pikirannya itu berbuah cerita-cerita yang tak seluruhnya manis, namun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Apa di balik rasa manis itu?

Ketika saya pancing mengapa memilih rasa manis, daripada rasa-rasa yang lain, Desi mengatakan rasa manis itu menggiurkan. Barangkali, hipotesa berkembang dari rasa manis itu bahwa setelah menggiurkan ia menjadi candu yang membuat ketagihan, dan seterusnya.

Namun seperti tak puas dengan rasa manis itu, ia juga menawarkan idiom setengah gigit, dengan makna, ada sesuatu yang tak selesai dengan rasa manis itu, ada rasa yang menimbulkan pertanyaan, ada keraguan akan rasa manis itu.

Sayapun bertanya kembali level rasa manis apa yang kita tuju, tentu berbeda. Manis dalam konteks Desi, tentu berbeda dengan manis dalam konteks saya, sehingga pembicaraan soal rasa manis saja akan bisa menghabiskan ratusan ide dalam konteks yang beragam.

Desi Nurani (kiri) dan Kadek Sonia Piscayanti dalam acara Tatkala May May May, Sabtu 22 Mei 2021 di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Sesungguhnya malam itu, persoalan rasa kemudian menjalar ke seluruh tema narasi cerita. Mengapa sebuah rasa tak pernah selesai, hampir sama dengan idiom setengah gigit, mengapa pertanyaan tak pernah selesai? Khususnya dalam konteks Desi sebagai perempuan yang baru menikah, baru memiliki anak, baru memasuki dunia budaya yang berbeda. Apa yang sesungguhnya ditawarkan Desi?

Desi menjawab bahwa sebagian besar ide ceritanya adalah bersumber dari pertanyaan masa lalu yang disimpannya baik-baik, dikenangnya baik-baik dan dituliskannya kemudian. Dia masih mengingat ketika kecil dulu, dia memiliki banyak pertanyaan yang tak bisa dijawab, tak sempat dijawab, tak selesai dijawab, atau tidak memuaskannya, sehingga ia menjadi terus dikejar oleh pertanyaan itu hingga saat ini.

Dalam cerpen “Menikahkan Pikiran” misalnya sangat banyak hal yang ingin disampaikan Desi terutama soal sebuah lembaga yang bernama pernikahan yang seharusnya menyatukan tak hanya tubuh namun pikiran. Pikiran yang berbeda, tentu tak bisa serta merta bersatu sebagaimana tubuh bersatu, dan ide itulah yang ia simpan tentang ideologi di balik pernikahan.  Bahwa apapun yang di masa lalu tak bisa ia jawab, atau tak bisa ia maklumi menjadi bahan bakar tulisannya.

Jadi semua pertanyaan yang belum selesai, atau tak akan pernah selesai, juga menjadi sebuah bekal bagi Desi menjalani peran sebagai perempuan masa kini, antara menjadi istri, ibu, guru, dan bertambah kini, menjadi penulis.

Saya dalam konteks sebagai perempuan yang memandang Desi sebagai bagian dari komunitas yang saya asuh, merasakan bahwa siapapun yang telah berhasil menulis dalam konteks pergaulan dan pertumbuhan kreatif di Komunitas Mahima dan konteks yang terhubung dengannya, menjadi sebuah representasi dari keberhasilan memelihara pertanyaan yang terus tumbuh di dalam diri, mengembangkan pertanyaan itu dan menstimulasi pertanyaan berikutnya.

Dalam diskusi juga terungkap sebuah penawaran dari Desi bahwa ideologi warisan yang biasanya dalam konteks budaya patrilineal menjadi persoalan, menjadi memiliki perspektif lain dalam konteks cerita Desi bahwa perempuan juga bisa memberi warisan berupa cerita dan nilai-nilai. Warisan bukan hanya dimaknai sebagai perspektif fisik, namun juga psikologis. Warisan menjadi unlimited jika berbentuk kisah, pengetahuan atau values. Tak hanya berhenti sebagai warisan, hal ini bahkan menjadi legacy dalam konteks yang lebih luas.

Hal lain yang ditemukan dalam diskusi tersebut  adalah soal suara perempuan yang dikemas Desi dalam perspektif gadis kecil yang menjadi narator dalam ceritanya. Ia mengungkapkan pilihan menangkap peristiwa dari sudut gadis kecil karena ia merasa bahwa saat gadis kecil mulai berpikir, saat itulah pertanyaan akan dibawa hingga dewasa, dan boleh jadi bisa menjadi selamanya.

Saya juga mempertanyakan hal-hal lain dalam konteks konstruksi makna dalam perjalanan pikiran seorang Desi. Antara lain bagaimana kontribusi makna keseluruhan proses ini dalam konstruksi seorang Desi. Jawabannya tentu saat ini semua sedang diolah, dipertanyakan kembali dan direfleksikan untuk masa menulis yang lebih panjang.

Sebagai  perempuan, saya tentu mendukung segala upaya untuk menumbuhkan pemikiran-pemikiran perempuan, yang terus harus disuburkan dan dirangsang. Pertanyaan dalam diri menjadi adalah akar sekaligus jembatan ke pertanyaan di luar diri, yang terus tumbuh bercabang-cabang dan beranting-ranting, hingga berdaun dan berbuah. Iklim dalam berpikir dan mempertanyakan pikiran menjadi penting dan relevan untuk merangsang karya baru.

Selamat Desi Nurani. Selamat berpikir, bertanya kembali, dan berkarya kembali. [T]

BACA ARTIKEL KADEK SONIA PISCAYANTI LAINNYA:

“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus”  – Catatan Drama Seorang Ibu
Tags: BukuCerpenDesi NuraniKadek Sonia PiscayantiKomunitas MahimasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern

Next Post

Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang “Mederep” Dapat 1

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang “Mederep” Dapat 1

Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang "Mederep" Dapat 1

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co