14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memeriksa Lagi Rasa Manis dari Buku Cerpen Desi Nurani “Manisan Gula Merah Setengah Gigit”

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 23, 2021
in Khas
Memeriksa Lagi Rasa Manis dari Buku Cerpen Desi Nurani “Manisan Gula Merah Setengah Gigit”

Desi Nurani (duduk, tengah) dalam acara Tatkala May May May, Sabtu 22 Mei 2021 di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Ketika saya bertanya, mengapa mengambil idiom manisan dalam cerpennya, Desi menjawab bahwa manisan mengandung rasa manis yang menggiurkan. Lalu mengapa setengah gigit? Karena ada rasa yang belum selesai.

Dua pertanyaan inti ini menjadi bahan bakar diskusi buku pada acara Tatkala May May May yang membahagiakan di Rumah Belajar Komunitas Mahima, 22 Mei 2021 petang hingga malam.

Jika anda belum tahu siapa Desi Nurani, saya beri tahu sedikit, Desi adalah seorang penulis yang mengawali karirnya di dunia seni dari membaca puisi dan bermain teater. Dia adalah salah satu aktor utama yang handal di dunia teater khususnya dalam konteks karya-karya Komunitas Mahima yang saya sutradarai.

Setelah menikah, Desi mulai menulis cerpen. Dan bukunya yang ia beri judul Manisan Gula Merah Setengah Gigit, menjadi sebuah rekaman perjalanan pikirannya dan kegelisahannya yang rumit soal berbagai pertanyaan sebagai perempuan.

Suara-suara yang ia temukan dalam pikirannya itu berbuah cerita-cerita yang tak seluruhnya manis, namun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Apa di balik rasa manis itu?

Ketika saya pancing mengapa memilih rasa manis, daripada rasa-rasa yang lain, Desi mengatakan rasa manis itu menggiurkan. Barangkali, hipotesa berkembang dari rasa manis itu bahwa setelah menggiurkan ia menjadi candu yang membuat ketagihan, dan seterusnya.

Namun seperti tak puas dengan rasa manis itu, ia juga menawarkan idiom setengah gigit, dengan makna, ada sesuatu yang tak selesai dengan rasa manis itu, ada rasa yang menimbulkan pertanyaan, ada keraguan akan rasa manis itu.

Sayapun bertanya kembali level rasa manis apa yang kita tuju, tentu berbeda. Manis dalam konteks Desi, tentu berbeda dengan manis dalam konteks saya, sehingga pembicaraan soal rasa manis saja akan bisa menghabiskan ratusan ide dalam konteks yang beragam.

Desi Nurani (kiri) dan Kadek Sonia Piscayanti dalam acara Tatkala May May May, Sabtu 22 Mei 2021 di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Sesungguhnya malam itu, persoalan rasa kemudian menjalar ke seluruh tema narasi cerita. Mengapa sebuah rasa tak pernah selesai, hampir sama dengan idiom setengah gigit, mengapa pertanyaan tak pernah selesai? Khususnya dalam konteks Desi sebagai perempuan yang baru menikah, baru memiliki anak, baru memasuki dunia budaya yang berbeda. Apa yang sesungguhnya ditawarkan Desi?

Desi menjawab bahwa sebagian besar ide ceritanya adalah bersumber dari pertanyaan masa lalu yang disimpannya baik-baik, dikenangnya baik-baik dan dituliskannya kemudian. Dia masih mengingat ketika kecil dulu, dia memiliki banyak pertanyaan yang tak bisa dijawab, tak sempat dijawab, tak selesai dijawab, atau tidak memuaskannya, sehingga ia menjadi terus dikejar oleh pertanyaan itu hingga saat ini.

Dalam cerpen “Menikahkan Pikiran” misalnya sangat banyak hal yang ingin disampaikan Desi terutama soal sebuah lembaga yang bernama pernikahan yang seharusnya menyatukan tak hanya tubuh namun pikiran. Pikiran yang berbeda, tentu tak bisa serta merta bersatu sebagaimana tubuh bersatu, dan ide itulah yang ia simpan tentang ideologi di balik pernikahan.  Bahwa apapun yang di masa lalu tak bisa ia jawab, atau tak bisa ia maklumi menjadi bahan bakar tulisannya.

Jadi semua pertanyaan yang belum selesai, atau tak akan pernah selesai, juga menjadi sebuah bekal bagi Desi menjalani peran sebagai perempuan masa kini, antara menjadi istri, ibu, guru, dan bertambah kini, menjadi penulis.

Saya dalam konteks sebagai perempuan yang memandang Desi sebagai bagian dari komunitas yang saya asuh, merasakan bahwa siapapun yang telah berhasil menulis dalam konteks pergaulan dan pertumbuhan kreatif di Komunitas Mahima dan konteks yang terhubung dengannya, menjadi sebuah representasi dari keberhasilan memelihara pertanyaan yang terus tumbuh di dalam diri, mengembangkan pertanyaan itu dan menstimulasi pertanyaan berikutnya.

Dalam diskusi juga terungkap sebuah penawaran dari Desi bahwa ideologi warisan yang biasanya dalam konteks budaya patrilineal menjadi persoalan, menjadi memiliki perspektif lain dalam konteks cerita Desi bahwa perempuan juga bisa memberi warisan berupa cerita dan nilai-nilai. Warisan bukan hanya dimaknai sebagai perspektif fisik, namun juga psikologis. Warisan menjadi unlimited jika berbentuk kisah, pengetahuan atau values. Tak hanya berhenti sebagai warisan, hal ini bahkan menjadi legacy dalam konteks yang lebih luas.

Hal lain yang ditemukan dalam diskusi tersebut  adalah soal suara perempuan yang dikemas Desi dalam perspektif gadis kecil yang menjadi narator dalam ceritanya. Ia mengungkapkan pilihan menangkap peristiwa dari sudut gadis kecil karena ia merasa bahwa saat gadis kecil mulai berpikir, saat itulah pertanyaan akan dibawa hingga dewasa, dan boleh jadi bisa menjadi selamanya.

Saya juga mempertanyakan hal-hal lain dalam konteks konstruksi makna dalam perjalanan pikiran seorang Desi. Antara lain bagaimana kontribusi makna keseluruhan proses ini dalam konstruksi seorang Desi. Jawabannya tentu saat ini semua sedang diolah, dipertanyakan kembali dan direfleksikan untuk masa menulis yang lebih panjang.

Sebagai  perempuan, saya tentu mendukung segala upaya untuk menumbuhkan pemikiran-pemikiran perempuan, yang terus harus disuburkan dan dirangsang. Pertanyaan dalam diri menjadi adalah akar sekaligus jembatan ke pertanyaan di luar diri, yang terus tumbuh bercabang-cabang dan beranting-ranting, hingga berdaun dan berbuah. Iklim dalam berpikir dan mempertanyakan pikiran menjadi penting dan relevan untuk merangsang karya baru.

Selamat Desi Nurani. Selamat berpikir, bertanya kembali, dan berkarya kembali. [T]

BACA ARTIKEL KADEK SONIA PISCAYANTI LAINNYA:

“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus”  – Catatan Drama Seorang Ibu
Tags: BukuCerpenDesi NuraniKadek Sonia PiscayantiKomunitas MahimasastraTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putra Ariawan | Menelan Permen Karet, Berobat Lewat Sastra Bali Modern

Next Post

Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang “Mederep” Dapat 1

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang “Mederep” Dapat 1

Masih Ada Tradisi “Mederep” Padi di Pedawa | Pemilik Dapat 8, Yang "Mederep" Dapat 1

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co