3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Bakti Wiyasa by Bakti Wiyasa
May 15, 2021
in Khas
“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Para perupa dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS

Pameran seni rupa bertajuk TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sejumlah perupa Bali yang bersenergi dengan Komunitas Malu Dong Buang Buang Sampah Sembarangan, yang memandang persolan sampah saat ini adalah permasalahan bagi kita Bersama. Para seniman kemudian membuat karya-karya yang berhubungan keberlangsungan lingkungan.

Perupa yang bersinergi; I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni dewi, Niluh dan I Putu Bagus Sastra, berkolaborasi dengan I Made Bakti Wiyasa dalam karya seni instalasi berbahan daur ulang.

Pameran dibuka oleh IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu tanggal 15 Mei 2021 pukul 18.00 Wita dan akan berlangsung sampai 15 Juni 2021 di Malu Dong Space, Jalan Sahadewa no 20 Denpasar.

Dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sinergi Sembilan perupa dan seorang perupa yang menampilkan karya kolaborasi. Karya senirupa yang ditampilkan  diantaranya ; karya seni lukis, karya seni tiga dimensi dan karya seni instalasi. Karya seni lukis dengan memanfaatkan media baru dalam karya karyanya dihadirkan oleh I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni Dewi Niluh. Mereka menikmati proses eksplorasi bahan dengan niat sama mewacanakan terbangunnya kesadaran akan sikap bijak pada persoalan sampah dengan yang digarap khusus untuk pameran TRASHVELING BY ARTISTS ini.

Made Gunawan dengan narasi ikan-ikannya yang khas menerapkan elemen visual berupa objek manusia dan binatang yang seakan mengendarai objek utama dalam karya-karyanya berupa sosok Gajahmina. Gunawan memanfaatkan permukaan artistik media kardus pada ketiga karya seni lukis dipameran ini. Gunawan memberikan kita pesan kebersamaan di semesta ini sangat penting guna menjaga tatanan kehidupan alam yang seimbang.

I Nyoman Loka Suara menampilkan karya-karya terkini yang memiliki artistik dan daya  ‘ganggu’ visual yang menonjol dalam pameran ini. Pada karya-karya I Nyoman Loka Suara dengan kebebasan dan keberaniannya memanfatkan tablet sisa obat dan bungkus rokok serta beberapa puntung rokok dari sampah dan penggunakan sampah medis seperti perban yang digunakannya untuk membangun sebuah kesan dalam  membalut sosok wajah topeng tradisonal Bali. Narasi yang dibangunnya punya dimensi makna yang bisa dibaca melebar oleh amatan lintas dimensi para penikmat dan pengamat seni.

 I Made Bakti Wiyasa menampilkan lukisan dengan teknik kolase dipadu cat akrilik di atas kertas dan diatas karton. Bakti memanfaatkan media campuran dalam teknik kolase dan cat air, ikon togog Bali dihadirkannya untuk membangun dimensi makna dan zaman di padu pemanfatan masker-masker yang pernah dipakainya sebagai tanda kekinian di zaman pandemi. Visual masker juga muncul di lukisan cat air di atas berjudul “Laut Gunung Danau Sungai Adalah Kita”, ukuran A3 TAHUN 2021. Kedua karya seni lukisnya menjadi tanda terhubungnya eksistensi masalalu yang gemilang dengan masa pandemi ini yang menjadi tatanan baru bagi dunia. Karyanya menghubungkan keberadaan eksistensi kegagahan masa lampau lewat narasi tinggalan budaya tua berupa togog dengan capaian dunia masakini yang sedang terjerembab dalam tatanan baru yang datar dan gamang dimasa pandemi ini.

Uuk Paramahita menampilkan beberapa plastik pembungkus dengan karakter buble yang direspon dengan teknik drawing yang khas serta memanfatkan karakter warana dan tekstur alami pastik kresek. Uuk memadukan aksen artistik beragam benda guna menghadirkan nuansa tertentu. Beberapa pembungkus makanan dan juga, kardus, barcode pembungkus disusun dengan teknik kolase menjadi karya seni lukis yang menawan dengan media campuran yang mengingatkan kita dikepung sampah pembungkus yang wajib disikapi bijak guna keberlangsungan kehidupan ini.

Ni Nyoman Sani membangun narasi-narasi kecantikan dari bahan kain perca dan memanfaatkan teksturnya sebagai tanda dan artistik baru pada karyanya. Wajah-wajah jelita, syahdu, menawan, metropolis dibangun dengan karakter aristik kain perca yang bermakna feminim dan juga terbagun kesan oleh Sani bahwa kecantikan bisa hadir disegala dimensi jika kita bijak menyikapi lingkungan dengan kesadaran diri dan selaras dengan alam yang sehat.

Ni Wayan Adnyana menghadirkan sosok seperti ibu / bumi yang perutnya dipenuhi dengan ragam wacana keindonesiaan dan peringatan-peringatan akan lingkungan yang sudah berkapasitas penuh dan segera wajib kita selamatkan dari fenomena limbah dan sampah agar sang ibu bumi kembali nyaman cantik berseri. Satu karyanya menghadirkan kesegaran sebuah buah apel yang patut dijaga sebagi wacana  narasi yang menegangkan antar kesegaran dan ancaman pembusukan akibat lingkungan yang tak terkendali. NI Wayan Adnyana menyadarkan kita agar patut  saat ini juga kita sikapi dan berpilaku seimbang dan selaras alam secara konsisten.

Voni Dewi Niluh, menampilkan sosok-sosok  berpegangan tangan di lautan di atas perahu dengan logo malu “Dong Buang sampah Sembarangan”. Karyanya Voni berjudul “Mejaga Keindahan Dalam Kebersamaan” dengan media campuran diatas kanvas tahun 2021. Voni lewat karyanya yang berbasih teknik dekoratif sedang mengingatkan kita akan pentingnya sikap mulia dalam kebersamaan dalam menjaga alam indah ini.

Disisi lain karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan benda-benda temuan digarap apik oleh I Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Voni Dewi Niluh. Mereka menghadirkan makna-makna baru dari olah kreatif mereka akan keberadaan keseharian yang hadir menjadi karya mendukung kesadaran wacana membangun lingkungan Bali yang sehat dan nyaman.

I Made Somadita menghadirkan karya seni tiga dimensi dengan media kayu temuan dari laut, kayu bekas bangunan dan paku-paku yang diberikan sentuhan warna dan diberik sentuhan lukisan mahluk -mahluk berkaki tujuh seperti pada karyanya yang berjudul “Art’e Pak kaki Toejoe”, Acrylic diatas kayu, 2021. “ Sama-sama Ngelumbih”, Acrylic diatas kayu, 2021. Karyanya mengingatkan kita pada keindahan juga ada di antara sampah jika kita selektif melihat dan memanfaatkan sebagai sebuah pesan.

A.A. Putu Oka Astika menampilkan karya-karya yang sarat pemanfaatan media-media campuran berupa plastik, tikar, triplek, tempeh. Kemampuan kreatifnya memanfatkan benda temuan berhasil menghadirkan karya-karya yang sarat pesan budaya seperti salah satu karyanya yang berjudul “ Bomantaka” dan satu karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan aquarium berjudul Habitat#3 (sedimentasi) media campuran 36cmx36cmx48cm. karya ini seakan menampilkan suatu potongan dari lapisan bumi berupa sawah dengan tanaman padi dan lapisan tanah yang memperlihatkan penampang yang sarat akan konsisi dan makna.

Karya seni instalasi digarap oleh I Made Bakti Wiyasa berkolaborasi dengan I Putu Bagus Sastra menghadirkan karya-karya berseri judul “ Laut, Gunung, Danau, Sungai Adalah Kita.”, media bahan botol plastik daur ulan dengan teknik paper mache dan diwarnai dengan cat akrilik  menghadirkan wujud ikan-ikan sebagai simbol kondisi lingkungan yang sehat akan menjaga  dan menjamin keberlangsungan kehidupan isi dari laut, gunung, danau, sungai dan keberlangsungan hidup sehat kita di alam ini. I Putu Bagus Sastra mengumpukan botol-botol plastik di atas kayu, 2021 dari lingkungan disekitar di Denpasar dan didesanya di Pohmanis Tabanan.

Para perupa dalam pameran ini menghadirkan karya-karya dalam kecendrungan eksplorasi media berbasis sampah yang dimaknai ulang dalam membangun pesan baru. Mereka sedang sedang sinergi dengan para penggiat lingkungan membangun kesadaran sikap dan prilaku eduktif untuk sejak dini punya prilaku bersih dan tuntas dalam menyikapi keberadaan sampah dan keberlangsungan kehidupan di pulau Bali.

Sikap berkesenian para perupa dalam pameran ini merupakan tanggung jawab moral mereka dan respon positif pada Komunitas MALUDONG BUANG SAMPAH SEMARANGAN yang didirikan aktifis lingkungan yang konsisten yaitu; I Komang Sudiarta. Masing-masing seniman terlihat demikian bebas mengungkapkan pesan dengan keunikan teknik dan kekuatan cara ungkap masing-masing dalam membangun wacana ramah lingkungan bagi Pulau Bali.

Sinergi perupa dengan aktifis lingkungan dalam pameran ini melahirkan spirit berkarya bagi para perupa, dan diakui para perupa jika ada suatu tantangan baru dan keasikan baru saat berkarya dalam tema sosial mendukung yang telah lama bergulir dalam mewujudkan kesadaran bersih lingkungan dan perjuangan mengedukasi masyarakat untuk bijak menangani masalah sampah dimulai dari kesadaran mengelola sampah sendiri dan menuntaskan persoalan sampah dalam lingkungan.

Pameran ini diniatkan untuk menguatkan bertumbuhnya kesadaran untuk berprilaku bijak mandiri sejak dini untuk mengatasi sampah kita sendiri. Sehingga berdampak positif pada lingkungan kita sendiri dan lingkungan secara luas yang akan berguna bagi bersihnya lingkungan Bali.  Ini adalah cita-cita dari kami sebagai seniman yang tergerak melapisi dari apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Komang Sudiarta dengan Komunitas Malu Dong Jangan Buang sampah Sembarangan secara konsisten di Bali.

Kebetulan saat persiapan pameran ini komonitas ini sedang menangani persoalan sampah di beberapa titik di Batur dan Songan di Kintamani Bangli yang sinergi dengan Pemkab setempat. Kami sangat menghormati dan menghargai mengapresiasi gerakan kesadaran ramah lingkungan yang dimotori oleh bapak Komang Sudiarta dan komunitasnya.

Tajuk pameran diambil dari TRASHVELING dari kata traveling, kegiatan membersihkan sampah bersama-sama yang kemudian menjadi perjalanan bersama yang menyenangkan. Seniman berpartisipasi dalam TRASHVELING dengan kemampuan dan cara sendiri mengolah dan memanfaatkan sampah menjadi karya-karya yang dapat dinikmati serta menjadi berkat. [T]

Tags: lingkunganPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ekologi Rumah Puisi” | Ulasan Puisi Karya IAO Suwati Sideman

Next Post

“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Bakti Wiyasa

Bakti Wiyasa

Perupa, lulusan ISI Yogyakarta. Asal Tabanan, kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

"Peed Aya" | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co