14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Bakti Wiyasa by Bakti Wiyasa
May 15, 2021
in Khas
“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Para perupa dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS

Pameran seni rupa bertajuk TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sejumlah perupa Bali yang bersenergi dengan Komunitas Malu Dong Buang Buang Sampah Sembarangan, yang memandang persolan sampah saat ini adalah permasalahan bagi kita Bersama. Para seniman kemudian membuat karya-karya yang berhubungan keberlangsungan lingkungan.

Perupa yang bersinergi; I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni dewi, Niluh dan I Putu Bagus Sastra, berkolaborasi dengan I Made Bakti Wiyasa dalam karya seni instalasi berbahan daur ulang.

Pameran dibuka oleh IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu tanggal 15 Mei 2021 pukul 18.00 Wita dan akan berlangsung sampai 15 Juni 2021 di Malu Dong Space, Jalan Sahadewa no 20 Denpasar.

Dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sinergi Sembilan perupa dan seorang perupa yang menampilkan karya kolaborasi. Karya senirupa yang ditampilkan  diantaranya ; karya seni lukis, karya seni tiga dimensi dan karya seni instalasi. Karya seni lukis dengan memanfaatkan media baru dalam karya karyanya dihadirkan oleh I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni Dewi Niluh. Mereka menikmati proses eksplorasi bahan dengan niat sama mewacanakan terbangunnya kesadaran akan sikap bijak pada persoalan sampah dengan yang digarap khusus untuk pameran TRASHVELING BY ARTISTS ini.

Made Gunawan dengan narasi ikan-ikannya yang khas menerapkan elemen visual berupa objek manusia dan binatang yang seakan mengendarai objek utama dalam karya-karyanya berupa sosok Gajahmina. Gunawan memanfaatkan permukaan artistik media kardus pada ketiga karya seni lukis dipameran ini. Gunawan memberikan kita pesan kebersamaan di semesta ini sangat penting guna menjaga tatanan kehidupan alam yang seimbang.

I Nyoman Loka Suara menampilkan karya-karya terkini yang memiliki artistik dan daya  ‘ganggu’ visual yang menonjol dalam pameran ini. Pada karya-karya I Nyoman Loka Suara dengan kebebasan dan keberaniannya memanfatkan tablet sisa obat dan bungkus rokok serta beberapa puntung rokok dari sampah dan penggunakan sampah medis seperti perban yang digunakannya untuk membangun sebuah kesan dalam  membalut sosok wajah topeng tradisonal Bali. Narasi yang dibangunnya punya dimensi makna yang bisa dibaca melebar oleh amatan lintas dimensi para penikmat dan pengamat seni.

 I Made Bakti Wiyasa menampilkan lukisan dengan teknik kolase dipadu cat akrilik di atas kertas dan diatas karton. Bakti memanfaatkan media campuran dalam teknik kolase dan cat air, ikon togog Bali dihadirkannya untuk membangun dimensi makna dan zaman di padu pemanfatan masker-masker yang pernah dipakainya sebagai tanda kekinian di zaman pandemi. Visual masker juga muncul di lukisan cat air di atas berjudul “Laut Gunung Danau Sungai Adalah Kita”, ukuran A3 TAHUN 2021. Kedua karya seni lukisnya menjadi tanda terhubungnya eksistensi masalalu yang gemilang dengan masa pandemi ini yang menjadi tatanan baru bagi dunia. Karyanya menghubungkan keberadaan eksistensi kegagahan masa lampau lewat narasi tinggalan budaya tua berupa togog dengan capaian dunia masakini yang sedang terjerembab dalam tatanan baru yang datar dan gamang dimasa pandemi ini.

Uuk Paramahita menampilkan beberapa plastik pembungkus dengan karakter buble yang direspon dengan teknik drawing yang khas serta memanfatkan karakter warana dan tekstur alami pastik kresek. Uuk memadukan aksen artistik beragam benda guna menghadirkan nuansa tertentu. Beberapa pembungkus makanan dan juga, kardus, barcode pembungkus disusun dengan teknik kolase menjadi karya seni lukis yang menawan dengan media campuran yang mengingatkan kita dikepung sampah pembungkus yang wajib disikapi bijak guna keberlangsungan kehidupan ini.

Ni Nyoman Sani membangun narasi-narasi kecantikan dari bahan kain perca dan memanfaatkan teksturnya sebagai tanda dan artistik baru pada karyanya. Wajah-wajah jelita, syahdu, menawan, metropolis dibangun dengan karakter aristik kain perca yang bermakna feminim dan juga terbagun kesan oleh Sani bahwa kecantikan bisa hadir disegala dimensi jika kita bijak menyikapi lingkungan dengan kesadaran diri dan selaras dengan alam yang sehat.

Ni Wayan Adnyana menghadirkan sosok seperti ibu / bumi yang perutnya dipenuhi dengan ragam wacana keindonesiaan dan peringatan-peringatan akan lingkungan yang sudah berkapasitas penuh dan segera wajib kita selamatkan dari fenomena limbah dan sampah agar sang ibu bumi kembali nyaman cantik berseri. Satu karyanya menghadirkan kesegaran sebuah buah apel yang patut dijaga sebagi wacana  narasi yang menegangkan antar kesegaran dan ancaman pembusukan akibat lingkungan yang tak terkendali. NI Wayan Adnyana menyadarkan kita agar patut  saat ini juga kita sikapi dan berpilaku seimbang dan selaras alam secara konsisten.

Voni Dewi Niluh, menampilkan sosok-sosok  berpegangan tangan di lautan di atas perahu dengan logo malu “Dong Buang sampah Sembarangan”. Karyanya Voni berjudul “Mejaga Keindahan Dalam Kebersamaan” dengan media campuran diatas kanvas tahun 2021. Voni lewat karyanya yang berbasih teknik dekoratif sedang mengingatkan kita akan pentingnya sikap mulia dalam kebersamaan dalam menjaga alam indah ini.

Disisi lain karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan benda-benda temuan digarap apik oleh I Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Voni Dewi Niluh. Mereka menghadirkan makna-makna baru dari olah kreatif mereka akan keberadaan keseharian yang hadir menjadi karya mendukung kesadaran wacana membangun lingkungan Bali yang sehat dan nyaman.

I Made Somadita menghadirkan karya seni tiga dimensi dengan media kayu temuan dari laut, kayu bekas bangunan dan paku-paku yang diberikan sentuhan warna dan diberik sentuhan lukisan mahluk -mahluk berkaki tujuh seperti pada karyanya yang berjudul “Art’e Pak kaki Toejoe”, Acrylic diatas kayu, 2021. “ Sama-sama Ngelumbih”, Acrylic diatas kayu, 2021. Karyanya mengingatkan kita pada keindahan juga ada di antara sampah jika kita selektif melihat dan memanfaatkan sebagai sebuah pesan.

A.A. Putu Oka Astika menampilkan karya-karya yang sarat pemanfaatan media-media campuran berupa plastik, tikar, triplek, tempeh. Kemampuan kreatifnya memanfatkan benda temuan berhasil menghadirkan karya-karya yang sarat pesan budaya seperti salah satu karyanya yang berjudul “ Bomantaka” dan satu karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan aquarium berjudul Habitat#3 (sedimentasi) media campuran 36cmx36cmx48cm. karya ini seakan menampilkan suatu potongan dari lapisan bumi berupa sawah dengan tanaman padi dan lapisan tanah yang memperlihatkan penampang yang sarat akan konsisi dan makna.

Karya seni instalasi digarap oleh I Made Bakti Wiyasa berkolaborasi dengan I Putu Bagus Sastra menghadirkan karya-karya berseri judul “ Laut, Gunung, Danau, Sungai Adalah Kita.”, media bahan botol plastik daur ulan dengan teknik paper mache dan diwarnai dengan cat akrilik  menghadirkan wujud ikan-ikan sebagai simbol kondisi lingkungan yang sehat akan menjaga  dan menjamin keberlangsungan kehidupan isi dari laut, gunung, danau, sungai dan keberlangsungan hidup sehat kita di alam ini. I Putu Bagus Sastra mengumpukan botol-botol plastik di atas kayu, 2021 dari lingkungan disekitar di Denpasar dan didesanya di Pohmanis Tabanan.

Para perupa dalam pameran ini menghadirkan karya-karya dalam kecendrungan eksplorasi media berbasis sampah yang dimaknai ulang dalam membangun pesan baru. Mereka sedang sedang sinergi dengan para penggiat lingkungan membangun kesadaran sikap dan prilaku eduktif untuk sejak dini punya prilaku bersih dan tuntas dalam menyikapi keberadaan sampah dan keberlangsungan kehidupan di pulau Bali.

Sikap berkesenian para perupa dalam pameran ini merupakan tanggung jawab moral mereka dan respon positif pada Komunitas MALUDONG BUANG SAMPAH SEMARANGAN yang didirikan aktifis lingkungan yang konsisten yaitu; I Komang Sudiarta. Masing-masing seniman terlihat demikian bebas mengungkapkan pesan dengan keunikan teknik dan kekuatan cara ungkap masing-masing dalam membangun wacana ramah lingkungan bagi Pulau Bali.

Sinergi perupa dengan aktifis lingkungan dalam pameran ini melahirkan spirit berkarya bagi para perupa, dan diakui para perupa jika ada suatu tantangan baru dan keasikan baru saat berkarya dalam tema sosial mendukung yang telah lama bergulir dalam mewujudkan kesadaran bersih lingkungan dan perjuangan mengedukasi masyarakat untuk bijak menangani masalah sampah dimulai dari kesadaran mengelola sampah sendiri dan menuntaskan persoalan sampah dalam lingkungan.

Pameran ini diniatkan untuk menguatkan bertumbuhnya kesadaran untuk berprilaku bijak mandiri sejak dini untuk mengatasi sampah kita sendiri. Sehingga berdampak positif pada lingkungan kita sendiri dan lingkungan secara luas yang akan berguna bagi bersihnya lingkungan Bali.  Ini adalah cita-cita dari kami sebagai seniman yang tergerak melapisi dari apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Komang Sudiarta dengan Komunitas Malu Dong Jangan Buang sampah Sembarangan secara konsisten di Bali.

Kebetulan saat persiapan pameran ini komonitas ini sedang menangani persoalan sampah di beberapa titik di Batur dan Songan di Kintamani Bangli yang sinergi dengan Pemkab setempat. Kami sangat menghormati dan menghargai mengapresiasi gerakan kesadaran ramah lingkungan yang dimotori oleh bapak Komang Sudiarta dan komunitasnya.

Tajuk pameran diambil dari TRASHVELING dari kata traveling, kegiatan membersihkan sampah bersama-sama yang kemudian menjadi perjalanan bersama yang menyenangkan. Seniman berpartisipasi dalam TRASHVELING dengan kemampuan dan cara sendiri mengolah dan memanfaatkan sampah menjadi karya-karya yang dapat dinikmati serta menjadi berkat. [T]

Tags: lingkunganPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ekologi Rumah Puisi” | Ulasan Puisi Karya IAO Suwati Sideman

Next Post

“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Bakti Wiyasa

Bakti Wiyasa

Perupa, lulusan ISI Yogyakarta. Asal Tabanan, kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails
Next Post
“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

"Peed Aya" | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co