23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Bakti Wiyasa by Bakti Wiyasa
May 15, 2021
in Khas
“Trashveling By Artists” | Berjalan Bersama, Mengolah Sampah, Mencipta Keindahan

Para perupa dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS

Pameran seni rupa bertajuk TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sejumlah perupa Bali yang bersenergi dengan Komunitas Malu Dong Buang Buang Sampah Sembarangan, yang memandang persolan sampah saat ini adalah permasalahan bagi kita Bersama. Para seniman kemudian membuat karya-karya yang berhubungan keberlangsungan lingkungan.

Perupa yang bersinergi; I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni dewi, Niluh dan I Putu Bagus Sastra, berkolaborasi dengan I Made Bakti Wiyasa dalam karya seni instalasi berbahan daur ulang.

Pameran dibuka oleh IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu tanggal 15 Mei 2021 pukul 18.00 Wita dan akan berlangsung sampai 15 Juni 2021 di Malu Dong Space, Jalan Sahadewa no 20 Denpasar.

Dalam pameran TRASHVELING BY ARTISTS menampilkan karya-karya sinergi Sembilan perupa dan seorang perupa yang menampilkan karya kolaborasi. Karya senirupa yang ditampilkan  diantaranya ; karya seni lukis, karya seni tiga dimensi dan karya seni instalasi. Karya seni lukis dengan memanfaatkan media baru dalam karya karyanya dihadirkan oleh I Made Gunawan, I Nyoman Loka Suara, I Made Bakti Wiyasa, Uuk Paramahita, A.A. Putu Oka Astika, Ni Nyoman Sani, Ni Wayan Adnyana, Voni Dewi Niluh. Mereka menikmati proses eksplorasi bahan dengan niat sama mewacanakan terbangunnya kesadaran akan sikap bijak pada persoalan sampah dengan yang digarap khusus untuk pameran TRASHVELING BY ARTISTS ini.

Made Gunawan dengan narasi ikan-ikannya yang khas menerapkan elemen visual berupa objek manusia dan binatang yang seakan mengendarai objek utama dalam karya-karyanya berupa sosok Gajahmina. Gunawan memanfaatkan permukaan artistik media kardus pada ketiga karya seni lukis dipameran ini. Gunawan memberikan kita pesan kebersamaan di semesta ini sangat penting guna menjaga tatanan kehidupan alam yang seimbang.

I Nyoman Loka Suara menampilkan karya-karya terkini yang memiliki artistik dan daya  ‘ganggu’ visual yang menonjol dalam pameran ini. Pada karya-karya I Nyoman Loka Suara dengan kebebasan dan keberaniannya memanfatkan tablet sisa obat dan bungkus rokok serta beberapa puntung rokok dari sampah dan penggunakan sampah medis seperti perban yang digunakannya untuk membangun sebuah kesan dalam  membalut sosok wajah topeng tradisonal Bali. Narasi yang dibangunnya punya dimensi makna yang bisa dibaca melebar oleh amatan lintas dimensi para penikmat dan pengamat seni.

 I Made Bakti Wiyasa menampilkan lukisan dengan teknik kolase dipadu cat akrilik di atas kertas dan diatas karton. Bakti memanfaatkan media campuran dalam teknik kolase dan cat air, ikon togog Bali dihadirkannya untuk membangun dimensi makna dan zaman di padu pemanfatan masker-masker yang pernah dipakainya sebagai tanda kekinian di zaman pandemi. Visual masker juga muncul di lukisan cat air di atas berjudul “Laut Gunung Danau Sungai Adalah Kita”, ukuran A3 TAHUN 2021. Kedua karya seni lukisnya menjadi tanda terhubungnya eksistensi masalalu yang gemilang dengan masa pandemi ini yang menjadi tatanan baru bagi dunia. Karyanya menghubungkan keberadaan eksistensi kegagahan masa lampau lewat narasi tinggalan budaya tua berupa togog dengan capaian dunia masakini yang sedang terjerembab dalam tatanan baru yang datar dan gamang dimasa pandemi ini.

Uuk Paramahita menampilkan beberapa plastik pembungkus dengan karakter buble yang direspon dengan teknik drawing yang khas serta memanfatkan karakter warana dan tekstur alami pastik kresek. Uuk memadukan aksen artistik beragam benda guna menghadirkan nuansa tertentu. Beberapa pembungkus makanan dan juga, kardus, barcode pembungkus disusun dengan teknik kolase menjadi karya seni lukis yang menawan dengan media campuran yang mengingatkan kita dikepung sampah pembungkus yang wajib disikapi bijak guna keberlangsungan kehidupan ini.

Ni Nyoman Sani membangun narasi-narasi kecantikan dari bahan kain perca dan memanfaatkan teksturnya sebagai tanda dan artistik baru pada karyanya. Wajah-wajah jelita, syahdu, menawan, metropolis dibangun dengan karakter aristik kain perca yang bermakna feminim dan juga terbagun kesan oleh Sani bahwa kecantikan bisa hadir disegala dimensi jika kita bijak menyikapi lingkungan dengan kesadaran diri dan selaras dengan alam yang sehat.

Ni Wayan Adnyana menghadirkan sosok seperti ibu / bumi yang perutnya dipenuhi dengan ragam wacana keindonesiaan dan peringatan-peringatan akan lingkungan yang sudah berkapasitas penuh dan segera wajib kita selamatkan dari fenomena limbah dan sampah agar sang ibu bumi kembali nyaman cantik berseri. Satu karyanya menghadirkan kesegaran sebuah buah apel yang patut dijaga sebagi wacana  narasi yang menegangkan antar kesegaran dan ancaman pembusukan akibat lingkungan yang tak terkendali. NI Wayan Adnyana menyadarkan kita agar patut  saat ini juga kita sikapi dan berpilaku seimbang dan selaras alam secara konsisten.

Voni Dewi Niluh, menampilkan sosok-sosok  berpegangan tangan di lautan di atas perahu dengan logo malu “Dong Buang sampah Sembarangan”. Karyanya Voni berjudul “Mejaga Keindahan Dalam Kebersamaan” dengan media campuran diatas kanvas tahun 2021. Voni lewat karyanya yang berbasih teknik dekoratif sedang mengingatkan kita akan pentingnya sikap mulia dalam kebersamaan dalam menjaga alam indah ini.

Disisi lain karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan benda-benda temuan digarap apik oleh I Made Somadita, A.A. Putu Oka Astika, Voni Dewi Niluh. Mereka menghadirkan makna-makna baru dari olah kreatif mereka akan keberadaan keseharian yang hadir menjadi karya mendukung kesadaran wacana membangun lingkungan Bali yang sehat dan nyaman.

I Made Somadita menghadirkan karya seni tiga dimensi dengan media kayu temuan dari laut, kayu bekas bangunan dan paku-paku yang diberikan sentuhan warna dan diberik sentuhan lukisan mahluk -mahluk berkaki tujuh seperti pada karyanya yang berjudul “Art’e Pak kaki Toejoe”, Acrylic diatas kayu, 2021. “ Sama-sama Ngelumbih”, Acrylic diatas kayu, 2021. Karyanya mengingatkan kita pada keindahan juga ada di antara sampah jika kita selektif melihat dan memanfaatkan sebagai sebuah pesan.

A.A. Putu Oka Astika menampilkan karya-karya yang sarat pemanfaatan media-media campuran berupa plastik, tikar, triplek, tempeh. Kemampuan kreatifnya memanfatkan benda temuan berhasil menghadirkan karya-karya yang sarat pesan budaya seperti salah satu karyanya yang berjudul “ Bomantaka” dan satu karya seni tiga dimensi yang memanfaatkan aquarium berjudul Habitat#3 (sedimentasi) media campuran 36cmx36cmx48cm. karya ini seakan menampilkan suatu potongan dari lapisan bumi berupa sawah dengan tanaman padi dan lapisan tanah yang memperlihatkan penampang yang sarat akan konsisi dan makna.

Karya seni instalasi digarap oleh I Made Bakti Wiyasa berkolaborasi dengan I Putu Bagus Sastra menghadirkan karya-karya berseri judul “ Laut, Gunung, Danau, Sungai Adalah Kita.”, media bahan botol plastik daur ulan dengan teknik paper mache dan diwarnai dengan cat akrilik  menghadirkan wujud ikan-ikan sebagai simbol kondisi lingkungan yang sehat akan menjaga  dan menjamin keberlangsungan kehidupan isi dari laut, gunung, danau, sungai dan keberlangsungan hidup sehat kita di alam ini. I Putu Bagus Sastra mengumpukan botol-botol plastik di atas kayu, 2021 dari lingkungan disekitar di Denpasar dan didesanya di Pohmanis Tabanan.

Para perupa dalam pameran ini menghadirkan karya-karya dalam kecendrungan eksplorasi media berbasis sampah yang dimaknai ulang dalam membangun pesan baru. Mereka sedang sedang sinergi dengan para penggiat lingkungan membangun kesadaran sikap dan prilaku eduktif untuk sejak dini punya prilaku bersih dan tuntas dalam menyikapi keberadaan sampah dan keberlangsungan kehidupan di pulau Bali.

Sikap berkesenian para perupa dalam pameran ini merupakan tanggung jawab moral mereka dan respon positif pada Komunitas MALUDONG BUANG SAMPAH SEMARANGAN yang didirikan aktifis lingkungan yang konsisten yaitu; I Komang Sudiarta. Masing-masing seniman terlihat demikian bebas mengungkapkan pesan dengan keunikan teknik dan kekuatan cara ungkap masing-masing dalam membangun wacana ramah lingkungan bagi Pulau Bali.

Sinergi perupa dengan aktifis lingkungan dalam pameran ini melahirkan spirit berkarya bagi para perupa, dan diakui para perupa jika ada suatu tantangan baru dan keasikan baru saat berkarya dalam tema sosial mendukung yang telah lama bergulir dalam mewujudkan kesadaran bersih lingkungan dan perjuangan mengedukasi masyarakat untuk bijak menangani masalah sampah dimulai dari kesadaran mengelola sampah sendiri dan menuntaskan persoalan sampah dalam lingkungan.

Pameran ini diniatkan untuk menguatkan bertumbuhnya kesadaran untuk berprilaku bijak mandiri sejak dini untuk mengatasi sampah kita sendiri. Sehingga berdampak positif pada lingkungan kita sendiri dan lingkungan secara luas yang akan berguna bagi bersihnya lingkungan Bali.  Ini adalah cita-cita dari kami sebagai seniman yang tergerak melapisi dari apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Komang Sudiarta dengan Komunitas Malu Dong Jangan Buang sampah Sembarangan secara konsisten di Bali.

Kebetulan saat persiapan pameran ini komonitas ini sedang menangani persoalan sampah di beberapa titik di Batur dan Songan di Kintamani Bangli yang sinergi dengan Pemkab setempat. Kami sangat menghormati dan menghargai mengapresiasi gerakan kesadaran ramah lingkungan yang dimotori oleh bapak Komang Sudiarta dan komunitasnya.

Tajuk pameran diambil dari TRASHVELING dari kata traveling, kegiatan membersihkan sampah bersama-sama yang kemudian menjadi perjalanan bersama yang menyenangkan. Seniman berpartisipasi dalam TRASHVELING dengan kemampuan dan cara sendiri mengolah dan memanfaatkan sampah menjadi karya-karya yang dapat dinikmati serta menjadi berkat. [T]

Tags: lingkunganPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ekologi Rumah Puisi” | Ulasan Puisi Karya IAO Suwati Sideman

Next Post

“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Bakti Wiyasa

Bakti Wiyasa

Perupa, lulusan ISI Yogyakarta. Asal Tabanan, kini tinggal di Denpasar

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
“Peed Aya” | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

"Peed Aya" | Pawai PKB 2021 dengan Latar Air Terjun Kanto Lampo

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co