24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tahun Kritis Pariwisata Bali

Gede Suardana by Gede Suardana
February 11, 2021
in Khas
Tahun Kritis Pariwisata Bali

Ilustrasi dan grafik Iamnik. Sumber data BPS

Daya tahan Bali semakin diuji virus Covid-19. Setahun berlalu, satu per satu sendi-sendi ekonomi Bali rontok. Jika kondisi tak berubah, tahun 2021, diperkirakan pariwisata Bali bakal jadi yang pertama mati suri.

Kondisi ini sebenarnya telah dikhawatirkan sejak awal, jika pandemi ini berlangsung melewati tiga bulan maka sektor usaha yang paling terdampak adalah pariwisata.

Sebagian pelaku pariwisata telah mengibarkan bendera putih dibandingkan tetap bertahan di dalam gelangang. Ibarat petinju yang telah babak belur, namun tetap semangat bertahan, akhirnya menyerah juga. Pelaku pariwisata pun demikian. Ia memilih menyerah daripada berakhir mengenaskan.

Kabar banyak hotel di Bali yang dijual murah efek dari Covid-19 sebenarnya mulai muncul  di bulan Juni 2020. Info itu  awalnya dibantah oleh otoritas pariwisata. Dilansir dari Kompas.com, bahwa Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan bahwa kabar banyak hotel di Bali yang dijual murah rentang harga Rp 200 miliar hingga Rp 1,5 triliun tidak benar adanya. Data tersebut (hotel dijual di Bali) tidak benar dan tidak akurat,” kata Hariyadi saat itu.

Kabar itu pun perlahan berubah-ubah, namun yang pasti makin menyesakkan. Hampir setahun Covid-19 terjadi, isu samar-samar itu menjadi kenyataan. Hotel di Bali yang dijual di marketplace mulai menyeruak. Sekitar 60 hotel, diantaranya hotel berbintang, yang tersebar di Pulau Dewata sudah ditawarkan secara online.

Ketua PHRI Badung, Bali Rai Suryawijaya pun mengiyakan. Ia mengatakan bahwa hotel yang dijual itu akibat  tak mampu mendanai biaya operasional, gaji karyawan, dan kewajiban bank. Tingkat hunian hotel yang mencapai 5-7 persen tak cukup untuk menutupi seluruh biaya tersebut. 

Dikhawatirkan, jika kondisi ini terus berlanjut dalam waktu lama, maka semakin banyak hotel yang rontok kemudian pailit. “Makin lama pandemi ini, maka semakin banyak yang pailit,” ujar Rai.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tabanan I Gusti Bagus Made Damara mengatakan sekitar 90 persen hotel di Tabanan sebenarnya sudah tutup sejak tahun lalu. Namun di Tabanan tidak banyak ada hotel berbintang kebanyakan hotel-hotel kecil. “Ya, yang kecil-kecil itu pada tutup, karena tak ada wisatawan,” katanya.

Apakah ada hotel di Tabanan yang dijual? “Kalau pun dijual siapa yang mau beli?” kata Damara sembari tertawa.

Kunjungan Wisman ke Bali Menukik Tajam

Memasuki awal tahun 2021, kemungkinan pariwisata Bali memasuki masa kritis kian menjadi kenyataan. Indikator awal adalah banyaknya pemilik yang menjual hotel di pasaran online.

Indikator lainnya juga mesti dihitung secara cermat untuk memprediksi denyut nadi pariwisata Bali. Rujukannya adalah data-data tingkat kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2020. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali menukik tajam hingga mencapai titik nadir di penghujung tahun 2020.

BPS menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Bali pada bulan Desember tahun 2020 sebanyak 150 orang. Bila dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2019 (year on year), BPS mencatat turunya hampir mencapi 100 persen (-99,97%).

Tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada bulan Desember 2020 tercatat 19 persen. Jika dibandingkan  dengan capaian bulan Desember 2019 (y o y) yang mencapai 62,55 persen, tingkat hunian kamar pada bulan Desember 2020 menukik sedalam 43,55 poin.

Sekarang kita telusur tingkat kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali selama tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019. Tingkat kunjungan wisman ke Bali dari bulan ke bulan selama masa pandemi 2020 bak stadion sepak bola Real Madrid berkapasitas 100 ribu orang yang selalu  terisi penuh, kini hanya dihuni 5 orang pemain. Tingkat kunjungan terendah sepanjang sejarah terjadi pada bulan Agustus, wisman yang datang ke Bali sebanyak 22 orang, jika dibandingkan pada bulan Agustus 2019 sebanyak 606 ribu orang, atau terjun bebas sebesar hampir 100 persen (-99.997 persen).

Tingkat kunjungan langsung wisman ke Bali langsung anjlok sejak memasuki awal pandemi di bulan April, yaitu sebanyak 327 orang dibandingkan pada April 2019 sebanyak 447.069 orang, selanjutnya Mei sebanyak 36 orang (486.602), Juni sebanyak 32 orang (549.516), Juli sebanyak 47 orang (604.323), Agustus sebanyak 22 orang (606.412), September sebanyak 83 orang (590.398), Oktober sebanyak 83 orang (567.967), November sebanyak 53 (497.925), dan Desember sebanyak 150 orang (552.403).

Secara total, jumlah kumulatif kunjungan langsung wisman ke Bali pada tahun 2020 sebesar 1.050.505 kunjungan, menukik tajam ke dasar lembah sebesar -83,26 persen  dibandingkan tahun 2019 (y o y) yang sebanyak 6.275.210  kunjungan. “Kondisi ini tercatat sebagai kunjungan terendah selama sepuluh tahun terakhir,” demikian dilansir dari BPS.

___

Infografik pariwisata Bali 2020: Sumber data BPS

___

Tahun 2021, Tahun Kritis Pariwisata Bali

Melihat tren kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2020, sepatutnya untuk semakin waspada dengan stunami pailit, tak hanya hotel yang mengalami pailit namun pariwisata Bali secara keseluruhan juga akan dihantam stunami pailit.

Seandainya pandemi ini akan berlangsung selama setahun lagi, hingga akhir tahun 2021, melihat tren kunjungan wisman setiap bulan secara rata-rata tak lebih dari 100 orang setiap bulan, maka dikhawatirkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali tak lebih dari 1.000 orang dalam satu tahun ini.

Banyaknya aksi jual hotel yang terjadi di marketplace semestinya telah menjadi lampu merah bagi pemangku kepentingan di Bali dan Indonesia.

Bagi pemerintah Indonesia, rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali akan mengurangi pasokan devisa yang bersumber dari pariwisata Bali. Dalam situasi normal, misalnya tahun 2019, dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai rekor tertinggi sebanyak 6.2 juta kunjungan, setoran devisa pariwisata Bali ke kas negara sebesar 75 triliun dari total 270 triliun devisa nasional (28,9 persen) atau 40 persen dari sektor devisa pariwisata saja.

Di awal pandemi Covid-19, telah diprediksi bahwa negara akan kehilangan devisa  dari sektor pariwisata hingga 90 persen (Kompas.com).  Bisa dibayangkan berapa jumlah devisa pariwisata yang dihasilkan dari pundi-pundi pariwisata Bali ke negara pada tahun 2021 jika kunjungan wisman terancam terjun bebas hingga titik nadir atau mati suri.

Bagi pemerintah Bali, rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2020, yang kemungkinan akan semakin suram di tahun 2021 mesti dijadikan lampu merah. Gubernur Bali dan para bupati/walikota sejak dini harus sudah mulai memikirkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Pemimpin dan masyarakat Bali harus mulai waspada dan eling terhadap bahaya gelombang stunami dari efek domino rontoknya pariwisata Bali. Jangan sampai terjadi, pariwisata Bali yang mati suri akan menyebabkan ekonomi Bali terseret ke masa kegelapan.

Menparekraf dan Gubernur Bertemu

Pada Kamis 11 Februari 2021, Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Rumah Jabatan Gubernur Bali,  Jayasabha, Denpasar. Pada pertemuan Gubernur dan Menparekraf  itu dibahas sejumlah poin penting, di antaranya menyinggung soal  soft loan (pinjaman lunak) Rp9,9 triliun bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Bali.

Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan usulan Pemerintah Provinsi Bali bersama Kadin Bali adalah konsep stimulus (dana segar yang on top of the existing loan) yang ditujukan sejumlah Rp1,5 miliar untuk cashflow pelaku pariwisata, “Sekarang hal tersebut sedang dalam pembahasan dan masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional,” kata Menparekraf.

Sandiaga juga menyebut rencana program-program padat karya pemulihan pariwisata Bali yang sudah mulai tahap realisasi lewat pencanangan 177 desa wisata, pembangunan jogging track, perbaikan destinasi wisata hingga pengolahan sampah di Klungkung. “Juga Pak Gubernur menambahkan rencana pengolahan sampah di Kuta dan beberapa lokasi destinasi wisata lain yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya,” jelas Menparekraf  yang turut didampingi Ketua Kadin Bali Made Ariandi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho, dan Kadis Pariwisata Bali I Putu Astawa.

Dalam kesempatan itu,  Sandiaga juga menyinggung pembahasan terkait upaya mendatangkan kembali wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Pihaknya pun tengah mengkaji konsep Free Covid-19 Corridor pada masa pandemi ini untuk diterapkan di Bali. Ini sesuai usulan yang diajukan Pemprov Bali beserta pelaku pariwisata.

Konsep tersebut akan mengizinkan warga negara asing datang ke Bali dengan syarat sudah divaksin di negara asalnya. Kemudian begitu tiba di Bali harus melakukan rapid test antigen untuk memastikan wisman tersebut bebas dari Covid-19.”Hal ini sudah dibicarakan dengan Menkumham, Menkes dan Menlu serta Satgas Covid-19. Pada prinsipnya usulan sudah ada dalam pembahasan di tingkat akhir di Pusat,” ungkapnya.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas program vaksinasi Covid-19 yang seiring makin membaiknya kondisi, maka Bali akan mendapatkan prioritas. Teknis pelaksanaan vaksin gotong-royong dan vaksin mandiri masih digodok oleh Kadin Indonesia Pusat. Melalui dana recovery sektor pariwisata yang diarahkan ke vaksin dengan target 1,2 juta pekerja di sektor pariwisata akan mampu menumbuhkan dan membangkitkan kepercayaan publik terhadap Bali.

“Kita doakan bersama semuanya cepat pulih, pariwisata bisa kembali lagi.  Jika pariwisata pulih kembali, maka ekonomi akan kembali. Dan jika bicara pariwisata Indonesia, maka tak bisa lepas dari Bali,” katanya.

Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih terhadap pemerintah pusat khususnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dalam upaya mempercepat pemulihan dampak pandemi Covid-19  di Bali.

 “Beliau sudah menunjukkan komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pariwisata di Bali,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan pihaknya beserta jajaran telah mendiskusikan program-program khusus guna menyelamatkan kepariwisataan Bali yang terdampak sangat signifikan akibat pandemi.

“Untuk jangka pendek, menengah dan panjang sudah kami diskusikan, dan kami dukung sepenuhnya karena memang merupakan aspirasi para pelaku pariwisata di Bali maupun sektor-sektor pendukung alainnya,” ujar pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pihaknya berharap, semua program yang telah dicanangkan tersebut dapat segera direalisasikan pada tahun 2021 ini. Hal ini agar para pelaku parwisata dan mereka yang terdampak di Bali bisa segera tertolong dan diselamatkan minimal dalam jangka pendek.

“Semakin cepat akan semakin baik (realisasinya, red), dan saya berterima kasih  kepada Bapak Menteri (Sandiaga Uno, red) yang secara rutin datang ke Bali menyampaikan progres penyelesaian program-program ini,” ucap Gubernur Koster.

“Kita doakan bersama agar pandemi ini bisa kita lewati dengan baik, dan pariwisata bisa pulih kembali,”  harapnya.

Semoga! [T]

  • Editor: Adnyana Ole
Tags: baliPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Masa Pandemi Covid 19

Next Post

Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co