3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tahun Kritis Pariwisata Bali

Gede Suardana by Gede Suardana
February 11, 2021
in Khas
Tahun Kritis Pariwisata Bali

Ilustrasi dan grafik Iamnik. Sumber data BPS

Daya tahan Bali semakin diuji virus Covid-19. Setahun berlalu, satu per satu sendi-sendi ekonomi Bali rontok. Jika kondisi tak berubah, tahun 2021, diperkirakan pariwisata Bali bakal jadi yang pertama mati suri.

Kondisi ini sebenarnya telah dikhawatirkan sejak awal, jika pandemi ini berlangsung melewati tiga bulan maka sektor usaha yang paling terdampak adalah pariwisata.

Sebagian pelaku pariwisata telah mengibarkan bendera putih dibandingkan tetap bertahan di dalam gelangang. Ibarat petinju yang telah babak belur, namun tetap semangat bertahan, akhirnya menyerah juga. Pelaku pariwisata pun demikian. Ia memilih menyerah daripada berakhir mengenaskan.

Kabar banyak hotel di Bali yang dijual murah efek dari Covid-19 sebenarnya mulai muncul  di bulan Juni 2020. Info itu  awalnya dibantah oleh otoritas pariwisata. Dilansir dari Kompas.com, bahwa Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan bahwa kabar banyak hotel di Bali yang dijual murah rentang harga Rp 200 miliar hingga Rp 1,5 triliun tidak benar adanya. Data tersebut (hotel dijual di Bali) tidak benar dan tidak akurat,” kata Hariyadi saat itu.

Kabar itu pun perlahan berubah-ubah, namun yang pasti makin menyesakkan. Hampir setahun Covid-19 terjadi, isu samar-samar itu menjadi kenyataan. Hotel di Bali yang dijual di marketplace mulai menyeruak. Sekitar 60 hotel, diantaranya hotel berbintang, yang tersebar di Pulau Dewata sudah ditawarkan secara online.

Ketua PHRI Badung, Bali Rai Suryawijaya pun mengiyakan. Ia mengatakan bahwa hotel yang dijual itu akibat  tak mampu mendanai biaya operasional, gaji karyawan, dan kewajiban bank. Tingkat hunian hotel yang mencapai 5-7 persen tak cukup untuk menutupi seluruh biaya tersebut. 

Dikhawatirkan, jika kondisi ini terus berlanjut dalam waktu lama, maka semakin banyak hotel yang rontok kemudian pailit. “Makin lama pandemi ini, maka semakin banyak yang pailit,” ujar Rai.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tabanan I Gusti Bagus Made Damara mengatakan sekitar 90 persen hotel di Tabanan sebenarnya sudah tutup sejak tahun lalu. Namun di Tabanan tidak banyak ada hotel berbintang kebanyakan hotel-hotel kecil. “Ya, yang kecil-kecil itu pada tutup, karena tak ada wisatawan,” katanya.

Apakah ada hotel di Tabanan yang dijual? “Kalau pun dijual siapa yang mau beli?” kata Damara sembari tertawa.

Kunjungan Wisman ke Bali Menukik Tajam

Memasuki awal tahun 2021, kemungkinan pariwisata Bali memasuki masa kritis kian menjadi kenyataan. Indikator awal adalah banyaknya pemilik yang menjual hotel di pasaran online.

Indikator lainnya juga mesti dihitung secara cermat untuk memprediksi denyut nadi pariwisata Bali. Rujukannya adalah data-data tingkat kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2020. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali menukik tajam hingga mencapai titik nadir di penghujung tahun 2020.

BPS menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Bali pada bulan Desember tahun 2020 sebanyak 150 orang. Bila dibandingkan dengan bulan Desember tahun 2019 (year on year), BPS mencatat turunya hampir mencapi 100 persen (-99,97%).

Tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada bulan Desember 2020 tercatat 19 persen. Jika dibandingkan  dengan capaian bulan Desember 2019 (y o y) yang mencapai 62,55 persen, tingkat hunian kamar pada bulan Desember 2020 menukik sedalam 43,55 poin.

Sekarang kita telusur tingkat kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali selama tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019. Tingkat kunjungan wisman ke Bali dari bulan ke bulan selama masa pandemi 2020 bak stadion sepak bola Real Madrid berkapasitas 100 ribu orang yang selalu  terisi penuh, kini hanya dihuni 5 orang pemain. Tingkat kunjungan terendah sepanjang sejarah terjadi pada bulan Agustus, wisman yang datang ke Bali sebanyak 22 orang, jika dibandingkan pada bulan Agustus 2019 sebanyak 606 ribu orang, atau terjun bebas sebesar hampir 100 persen (-99.997 persen).

Tingkat kunjungan langsung wisman ke Bali langsung anjlok sejak memasuki awal pandemi di bulan April, yaitu sebanyak 327 orang dibandingkan pada April 2019 sebanyak 447.069 orang, selanjutnya Mei sebanyak 36 orang (486.602), Juni sebanyak 32 orang (549.516), Juli sebanyak 47 orang (604.323), Agustus sebanyak 22 orang (606.412), September sebanyak 83 orang (590.398), Oktober sebanyak 83 orang (567.967), November sebanyak 53 (497.925), dan Desember sebanyak 150 orang (552.403).

Secara total, jumlah kumulatif kunjungan langsung wisman ke Bali pada tahun 2020 sebesar 1.050.505 kunjungan, menukik tajam ke dasar lembah sebesar -83,26 persen  dibandingkan tahun 2019 (y o y) yang sebanyak 6.275.210  kunjungan. “Kondisi ini tercatat sebagai kunjungan terendah selama sepuluh tahun terakhir,” demikian dilansir dari BPS.

___

Infografik pariwisata Bali 2020: Sumber data BPS

___

Tahun 2021, Tahun Kritis Pariwisata Bali

Melihat tren kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2020, sepatutnya untuk semakin waspada dengan stunami pailit, tak hanya hotel yang mengalami pailit namun pariwisata Bali secara keseluruhan juga akan dihantam stunami pailit.

Seandainya pandemi ini akan berlangsung selama setahun lagi, hingga akhir tahun 2021, melihat tren kunjungan wisman setiap bulan secara rata-rata tak lebih dari 100 orang setiap bulan, maka dikhawatirkan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali tak lebih dari 1.000 orang dalam satu tahun ini.

Banyaknya aksi jual hotel yang terjadi di marketplace semestinya telah menjadi lampu merah bagi pemangku kepentingan di Bali dan Indonesia.

Bagi pemerintah Indonesia, rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali akan mengurangi pasokan devisa yang bersumber dari pariwisata Bali. Dalam situasi normal, misalnya tahun 2019, dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai rekor tertinggi sebanyak 6.2 juta kunjungan, setoran devisa pariwisata Bali ke kas negara sebesar 75 triliun dari total 270 triliun devisa nasional (28,9 persen) atau 40 persen dari sektor devisa pariwisata saja.

Di awal pandemi Covid-19, telah diprediksi bahwa negara akan kehilangan devisa  dari sektor pariwisata hingga 90 persen (Kompas.com).  Bisa dibayangkan berapa jumlah devisa pariwisata yang dihasilkan dari pundi-pundi pariwisata Bali ke negara pada tahun 2021 jika kunjungan wisman terancam terjun bebas hingga titik nadir atau mati suri.

Bagi pemerintah Bali, rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2020, yang kemungkinan akan semakin suram di tahun 2021 mesti dijadikan lampu merah. Gubernur Bali dan para bupati/walikota sejak dini harus sudah mulai memikirkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Pemimpin dan masyarakat Bali harus mulai waspada dan eling terhadap bahaya gelombang stunami dari efek domino rontoknya pariwisata Bali. Jangan sampai terjadi, pariwisata Bali yang mati suri akan menyebabkan ekonomi Bali terseret ke masa kegelapan.

Menparekraf dan Gubernur Bertemu

Pada Kamis 11 Februari 2021, Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di Rumah Jabatan Gubernur Bali,  Jayasabha, Denpasar. Pada pertemuan Gubernur dan Menparekraf  itu dibahas sejumlah poin penting, di antaranya menyinggung soal  soft loan (pinjaman lunak) Rp9,9 triliun bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Bali.

Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan usulan Pemerintah Provinsi Bali bersama Kadin Bali adalah konsep stimulus (dana segar yang on top of the existing loan) yang ditujukan sejumlah Rp1,5 miliar untuk cashflow pelaku pariwisata, “Sekarang hal tersebut sedang dalam pembahasan dan masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional,” kata Menparekraf.

Sandiaga juga menyebut rencana program-program padat karya pemulihan pariwisata Bali yang sudah mulai tahap realisasi lewat pencanangan 177 desa wisata, pembangunan jogging track, perbaikan destinasi wisata hingga pengolahan sampah di Klungkung. “Juga Pak Gubernur menambahkan rencana pengolahan sampah di Kuta dan beberapa lokasi destinasi wisata lain yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya,” jelas Menparekraf  yang turut didampingi Ketua Kadin Bali Made Ariandi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho, dan Kadis Pariwisata Bali I Putu Astawa.

Dalam kesempatan itu,  Sandiaga juga menyinggung pembahasan terkait upaya mendatangkan kembali wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Pihaknya pun tengah mengkaji konsep Free Covid-19 Corridor pada masa pandemi ini untuk diterapkan di Bali. Ini sesuai usulan yang diajukan Pemprov Bali beserta pelaku pariwisata.

Konsep tersebut akan mengizinkan warga negara asing datang ke Bali dengan syarat sudah divaksin di negara asalnya. Kemudian begitu tiba di Bali harus melakukan rapid test antigen untuk memastikan wisman tersebut bebas dari Covid-19.”Hal ini sudah dibicarakan dengan Menkumham, Menkes dan Menlu serta Satgas Covid-19. Pada prinsipnya usulan sudah ada dalam pembahasan di tingkat akhir di Pusat,” ungkapnya.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas program vaksinasi Covid-19 yang seiring makin membaiknya kondisi, maka Bali akan mendapatkan prioritas. Teknis pelaksanaan vaksin gotong-royong dan vaksin mandiri masih digodok oleh Kadin Indonesia Pusat. Melalui dana recovery sektor pariwisata yang diarahkan ke vaksin dengan target 1,2 juta pekerja di sektor pariwisata akan mampu menumbuhkan dan membangkitkan kepercayaan publik terhadap Bali.

“Kita doakan bersama semuanya cepat pulih, pariwisata bisa kembali lagi.  Jika pariwisata pulih kembali, maka ekonomi akan kembali. Dan jika bicara pariwisata Indonesia, maka tak bisa lepas dari Bali,” katanya.

Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih terhadap pemerintah pusat khususnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dalam upaya mempercepat pemulihan dampak pandemi Covid-19  di Bali.

 “Beliau sudah menunjukkan komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pariwisata di Bali,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan pihaknya beserta jajaran telah mendiskusikan program-program khusus guna menyelamatkan kepariwisataan Bali yang terdampak sangat signifikan akibat pandemi.

“Untuk jangka pendek, menengah dan panjang sudah kami diskusikan, dan kami dukung sepenuhnya karena memang merupakan aspirasi para pelaku pariwisata di Bali maupun sektor-sektor pendukung alainnya,” ujar pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Pihaknya berharap, semua program yang telah dicanangkan tersebut dapat segera direalisasikan pada tahun 2021 ini. Hal ini agar para pelaku parwisata dan mereka yang terdampak di Bali bisa segera tertolong dan diselamatkan minimal dalam jangka pendek.

“Semakin cepat akan semakin baik (realisasinya, red), dan saya berterima kasih  kepada Bapak Menteri (Sandiaga Uno, red) yang secara rutin datang ke Bali menyampaikan progres penyelesaian program-program ini,” ucap Gubernur Koster.

“Kita doakan bersama agar pandemi ini bisa kita lewati dengan baik, dan pariwisata bisa pulih kembali,”  harapnya.

Semoga! [T]

  • Editor: Adnyana Ole
Tags: baliPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Masa Pandemi Covid 19

Next Post

Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Gong Xi Fa Cai | Di Singaraja, Imlek Terasa Hening, Makna Terasa Melimpah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co