14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laksana Dharma

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
June 9, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Laksanakan dharma! Nasihat itu diulang berulang kali oleh Bhagawan Wararuci. Meskipun Bhagawan yakin dengan Subha Karma sebagai cara untuk melewati laut kesengsaraan dan kelahiran, dia sendiri tidak bisa memastikan setelah melakukannya semua manusia bisa terlepas dari penderitaan atau tidak. Khusus bagi siapa saja yang sudah berbuat baik dari pangkal sampai ujung, tapi tidak bisa lepas dari ikatan kelahiran-kematian, dia dianggap sebagai orang sial [kabancana].

Meskipun begitu, Bhagawan terus menerus memanggil siapa saja dan berharap mendengarkan ucapannya. Mencari harta dan pemenuhan keinginan, mestilah didasari oleh dharma. Begitu terus menerus Bhagawan berkata, meski tidak ada yang mendengarkan. Meski mendengar, banyak yang tak paham. Meski paham, tidak ada yang menjalani. Memahami tapi tak menjalani, tak ubahnya seperti seorang Wiku Wikalpa menurut teks Malawi.

Apa sebabnya Dharma Laksana sulit dijalani? Selain karena konsepnya yang berhimpit sini sana, kesulitan itu lahir karena selalu sulit melakukan yang baik-baik. Agar disebut baik, sesuatu harus sesuai dengan norma atau ketentuan. Sayangnya, norma-norma itu sangat sering berhimpitan, tumpang tindih, dan bahkan bertolak belakang. Ada banyak ketentuan yang mesti dipenuhi agar kebaikan bisa dijalani dengan baik.

Contoh dasar dari pelaksanaan kebaikan adalah Dasa Yama-Niyama Brata. Belum lagi melaksanakan, memahami konsepnya saja sudah sulit. Setidaknya ada tiga kelompok Dasa Yama-Niyama Brata. Kelompok pertama, adalah konsep dasar tentang sepuluh Brata yang merupakan gabungan antara lima Yama Brata dan lima Niyama Brata. Karena keduanya digabung, disebutlah Dasa Yama-Niyama Brata. Dasa artinya sepuluh.

Kelompok kedua adalah sepuluh Yama Brata. Sepuluh Yama Brata itu ialah: 1] Tidak mementingkan diri sendiri, 2] Memaafkan, 3] Teguh pada kebenaran, 4] Tidak menggunakan kekerasan, 5] Menasehati diri, 6] Jujur, 7] Mengasihi semua makhluk, 8] Suci hati dan pikiran, 9] Sikap lembut dan sopan, 10] Rendah hati. Sepuluh Niyama Brata ialah: 1] Mau dan mampu memberi, 2] Memuja Tuhan dan leluhur, 3] Pemanasan diri, 4] Pemusatan pikiran, 5] Mempelajarai dan memahami ajaran, 6] Mengendalikan nafsu kelamin, 7] Menepati janji, 8] Berpuasa, 9] Mendiamkan lidah, 10] Menyucikan diri setiap hari.

Kelompok pertama tidak disebutkan dan dijelaskan lagi dalam tulisan ini karena tidak sulit menemukannya pada berbagai sumber. Ketiga kelompok ini tidaklah berbeda sama sekali. Ketiganya mengajarkan untuk memperhatikan tubuh mulai dari lapisan paling kasar sampai yang halus. Ajaran yang memusatkan perhatian pada tubuh, adalah salah satu ciri Tantra. Ketiganya adalah dasar-dasar yoga. Yoga dalam pandangan saya, tidak sebatas pada olah fisik tapi juga mistik. Tidak hanya tentang merawat kehidupan, tapi juga menyiapkan kematian.

Sang Dharmika adalah sebutan bagi siapa saja yang bertindak sesuai dengan Dharma. Sarasamuccaya yang kita jadikan pusat pembicaraan akhir-akhir ini, membedakan antara Pandita dan Dharmika. Sang Dharmika diposisikan lebih tinggi dari Sang Pandita. Sang Pandita selalu memuja dan memuji Sang Dharmika. Siapakah Sang Dharmika?

Sang Dharmika bisa saja orang yang telah berhasil membadankan Dharma tanpa embel-embel gelar Pandita, tanpa gelar akademis, atau gelar pejalan spiritual. Sang Dharmika bisa juga Dharma itu sendiri. Sang Dharmika bisa jadi adalah seorang Pandita yang bertindak sesuai Dharma. Sang Dharmika bisa siapa saja. Bisa mereka, bisa juga kita jika menjalankan segala sesuatu sesuai Dharma. Tetapi, hati-hati mengaku Dharmika karena siapa saja yang menjalankan Dharma tidak pernah mengakungaku.

Ada beberapa perumpamaan untuk Dharma menurut Bhagawan Wararuci. Dharma diumpamakan seperti perahu yang membuat banyak musafir bisa menyeberangi lautan dan menemukan tempat baru. Dharma juga diumpamakan seperti jalan. Jalan yang satu ini menuju sebuah tempat bernama Swarga. Menemukan jalan, berarti menemukan Dharma. Menemukan Dharma berarti menemukan apa yang dicari selama masih hidup dalam pandangan Hindu.

Hidup yang dilandasi dengan Dharma, adalah hidup yang ideal. Disebut ideal, karena Dharma menjadi dasar untuk mendapatkan harta, kama dan moksa. Harta yang baik, diperoleh tanpa meniadakan Dharma. Dharma juga yang mengatur keinginan [kama]. Jika harta dan kama didasarkan pada Dharma, kebebasan akan dicapai. Ciri-ciri orang bebas dari harta, rela memberi.

Ciri orang yang bebas dari kama, rela kehilangan. Merelakan adalah tugas paling sulit sebelum mencapai tujuan akhir. Harta yang diperoleh dengan susah payah, mesti rela diberikan kepada orang yang tepat pada saat yang tepat pula. Pemberian yang tepat waktu dan tepat orang, adalah pemberian yang utama. Rela kehilangan sesuatu yang paling berharga, tidaklah gampang. Contoh kehilangan yang sulit adalah kehilangan hidup. Hanya orang yang benar-benar memiliki, yang berani kehilangan tanpa merasa kehilangan. [T]

Tags: filsafatfilsafat balirenungansastra
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Bosan… Bosan… Bosan… Kami Mulai Bosan – [Pameran Virtual Seni Rupa: Tidak Menyinggung Corona]

Next Post

Naga Api, dan Semburan Api Sejati

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Penyesalan Kelelawar

Naga Api, dan Semburan Api Sejati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co