3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
May 8, 2020
in Esai
Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Perth, Western Australia

Pandemi Covid-19 saat ini belum menunjukkan titik ujungnya. Namun bukan berarti kita tidak dapat membuat suatu rencana besar, bukan? Salah satu hal menarik dan luar biasa yang bisa dilakukan kelak pandemi ini usai adalah traveling. Banyak yang bilang kalau ada orang stress berarti mereka kurang liburan. Kesehatan mental harus dipulihkan ketika semuanya kembali normal nantinya. Salah satunya dengan traveling.

Sebagian besar orang tentu suka jalan-jalan. Namun, seringkali kita merasa kita sudah mengunjungi semua tempat wisata di daerah kita dan menjadi bosan untuk pergi ke tempat yang sama. Dewasa ini, muncul trend traveling luar daerah, bahkan luar negeri di kalangan anak muda. Segala kisah perjalanan kini dapat diabadikan pada lini masa media sosial.

Kebanyakan orang lebih suka jalan-jalan jika ada teman yang bisa diajak. Sayangnya, waktu luang dan kesibukan yang berbeda-beda menyulitkan terciptanya rencana perjalanan bersama. Lalu, kenapa tidak jalan-jalan sendiri? Pada umumnya seseorang merasa takut dan khawatir untuk berpergian sendiri ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi. Kenyataannya, solo traveling tidaklah semenakutkan yang dipikirkan dan ada banyak hal positif yang bisa didapatkan.

Yang pertama dikhawatirkan pastilah keselamatan. Tidak ada yang dapat menjamin keselamatan seseorang di rumahnya sendiri apalagi di tempat asing. Namun, mereka yang pernah berpergian sendiri pasti setuju bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan kala pergi sendiri. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik dan ketika kita mendapati kesusahan, akan selalu ada yang membantu jika kita mau bertanya dan meminta tolong.

Suatu malam ketika mencari makan di Hanoi, baterai handphone saya tinggal sedikit dan tidak dapat digunakan untuk memesan taksi online. Saya hanya bisa mengaktifkan airplane mode dan GPS yang masih bisa digunakan untuk menuju hotel. Untungnya hotel tersebut bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bayangkan, berjalan kaki sendiri di malam hari di tempat yang masyarakatnya tidak bisa berbahasa Inggris.

Tapi semuanya baik-baik saja. Bekal utama adalah rasa yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Semuanya bermula pada pikiran kita. Namun, tetaplah menyiapkan asuransi perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi. Biaya asuransi perjalanan tidaklah semahal yang dipikirkan. Ada beberapa penyedia jasa asuransi perjalanan dengan polis di bawah Rp 300.000 untuk perjalanan luar negeri selama 1 minggu.


Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Hal kedua yang perlu dicatat adalah ketika kita merencanakan suatu perjalanan, kita sudah harus meriset tempat-tempat yang akan kita kunjungi, mulai dari biaya hidupnya, metode transportasi, cuaca, dan hal-hal lain yang kita perlukan. Untuk menganggarkan biaya perjalanan ada situs bernama budgetyourtrip.com yang memberikan gambaran tentang biaya rata-rata untuk makan, transportasi, akomodasi, biaya hiburan, serta biaya-biaya untuk hal-hal yang tak terduga. Dari sana kita bisa memperkirakan anggaran biaya yang kita perlukan ketika berpergian ke suatu tempat untuk durasi waktu tertentu.

Ketika merencanakan perjalanan tentunya kita sudah mengetahui tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi. Pastikan kita sudah mengetahui jarak satu tempat ke tempat lainnya. Contohnya, ketika sampai di bandara, tentunya kita akan menuju tempat akomodasi yang sudah dipesan sebelumnya. Dengan Google Maps, kita dapat mengetahui berapa lama perjalanan dari bandara ke lokasi akomodasi tersebut, bahkan Google Maps juga menyediakan opsi rute melalui ojek/taksi online beserta estimasi biaya dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap daerah/negara memiliki transportasi online baik sepeda motor ataupun taksi dan masing-masing tempat juga memiliki sarana transportasi publik seperti bus, kereta api, tram, dsb. Usahakan cek biaya masing-masing sarana transportasi. Contohnya, di Kathmandu terdapat aplikasi Tootle yang mirip dengan Gojek di Indonesia. Kita bisa menghemat biaya perjalanan yang seharusnya Rp 200.000 menggunakan taksi, menjadi sekitar Rp 25.000 dengan ojek Tootle. Namun di tempat lain bisa jadi transportasi publiknya lebih murah. Contohnya, di Perth berpergian menggunakan bus di pusat kota sama sekali gratis!

Opsi rute melalui taksi online di Google Maps

Kita juga perlu menyiapkan diri untuk menerima cuaca yang berbeda dari tempat tinggal kita. Selalu riset bulan apa keberangkatan kita dan musim apa yang terjadi di tempat tujuan pada saat itu. Siapkan beberapa lapis pakaian jika cuaca diperkirakan dingin dan usahakan jangan membawa terlalu banyak pakaian yang ujung-ujungnya justru tidak digunakan. Kebanyakan kota memiliki tempat laundry untuk mencuci pakaian dengan kilat. Jadi tidak perlu khawatir mengenai pakaian kotor.

Nah, ketika kita sudah memiliki cukup informasi mengenai tempat tujuan dan sudah mempersiapkan itinerary perjalanan, hal penting lain yang harus dipikirkan tentunya adalah tiket pesawat. Kita bisa mencari opsi tiket pesawat yang paling murah di beberapa situs, salah satunya skyscanner.com. Skyscanner memberikan informasi mengenai harga tiket paling murah pada tanggal tertentu, dan bisa memberikan informasi mengenai bulan apa tiket ke suatu tempat harganya paling murah. Satu tips lain adalah usahakan berangkat/kembali pada hari Selasa atau Rabu untuk mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah. Rute pesawat dengan transit malam juga biasanya lebih murah.

Yang paling mudah sebenarnya adalah memesan paket wisata dari penyedia jasa tour and travel. Kita hanya perlu menyiapkan diri dan keperluan pribadi saja. Makan, transportasi dan akomodasi sudah disiapkan oleh penyedia jasa. Tentunya hal tersebut akan menguras lebih banyak isi dompet dibandingkan berpergian dengan rencana perjalanan sendiri.

Banyak hal positif yang bisa didapat dengan solo traveling. Pertama, kita diajarkan untuk lebih dewasa dalam mempersiapkan suatu hal. Kita diajarkan cara mengatur keuangan karena di tempat asing akan lebih susah untuk mendapatkan uang selain bekal yang sudah dipersiapkan. Selain itu, kita juga diajarkan untuk menabung untuk bekal jalan-jalan, Mental kitapun dilatih untuk lebih berani dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam mempelajari sesuatu hal yang kita perlukan untuk bertahan hidup di tempat asing. Kita juga diajarkan untuk lebih fleksibel dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Yang terpenting, solo traveling mengajarkan kita bahwa dunia begitu luas untuk kita sia-siakan dan kita terima apa adanya. Kita dapat belajar banyak hal baru di tempat baru dan akhirnya kita akan lebih menghargai hidup serta akan lebih sering mengucap syukur atas hidup yang kita miliki karena mungkin di tempat yang dikunjungi hidup masyarakatnya tidak senyaman yang kita miliki. Jadi kawan, berjanjilah kala pandemi ini usai kalian akan mengunjungi suatu tempat baru, bertemu orang-orang dengan budaya dan tradisi berbeda serta mempelajari banyak hal baru yang bisa memberikan makna lebih dalam hidup kalian. Travelinglah dengan bijak, tetap jaga keasrian dan kesakralan Bumi. Salam damai.[T]

Tags: Australiapandemiperjalanan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Atat Yang Bijaksana #1

Next Post

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co