3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
May 8, 2020
in Esai
Kelak Pandemi Usai, Kenapa Tidak Solo Traveling?

Perth, Western Australia

Pandemi Covid-19 saat ini belum menunjukkan titik ujungnya. Namun bukan berarti kita tidak dapat membuat suatu rencana besar, bukan? Salah satu hal menarik dan luar biasa yang bisa dilakukan kelak pandemi ini usai adalah traveling. Banyak yang bilang kalau ada orang stress berarti mereka kurang liburan. Kesehatan mental harus dipulihkan ketika semuanya kembali normal nantinya. Salah satunya dengan traveling.

Sebagian besar orang tentu suka jalan-jalan. Namun, seringkali kita merasa kita sudah mengunjungi semua tempat wisata di daerah kita dan menjadi bosan untuk pergi ke tempat yang sama. Dewasa ini, muncul trend traveling luar daerah, bahkan luar negeri di kalangan anak muda. Segala kisah perjalanan kini dapat diabadikan pada lini masa media sosial.

Kebanyakan orang lebih suka jalan-jalan jika ada teman yang bisa diajak. Sayangnya, waktu luang dan kesibukan yang berbeda-beda menyulitkan terciptanya rencana perjalanan bersama. Lalu, kenapa tidak jalan-jalan sendiri? Pada umumnya seseorang merasa takut dan khawatir untuk berpergian sendiri ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi. Kenyataannya, solo traveling tidaklah semenakutkan yang dipikirkan dan ada banyak hal positif yang bisa didapatkan.

Yang pertama dikhawatirkan pastilah keselamatan. Tidak ada yang dapat menjamin keselamatan seseorang di rumahnya sendiri apalagi di tempat asing. Namun, mereka yang pernah berpergian sendiri pasti setuju bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan kala pergi sendiri. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik dan ketika kita mendapati kesusahan, akan selalu ada yang membantu jika kita mau bertanya dan meminta tolong.

Suatu malam ketika mencari makan di Hanoi, baterai handphone saya tinggal sedikit dan tidak dapat digunakan untuk memesan taksi online. Saya hanya bisa mengaktifkan airplane mode dan GPS yang masih bisa digunakan untuk menuju hotel. Untungnya hotel tersebut bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bayangkan, berjalan kaki sendiri di malam hari di tempat yang masyarakatnya tidak bisa berbahasa Inggris.

Tapi semuanya baik-baik saja. Bekal utama adalah rasa yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Semuanya bermula pada pikiran kita. Namun, tetaplah menyiapkan asuransi perjalanan untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi. Biaya asuransi perjalanan tidaklah semahal yang dipikirkan. Ada beberapa penyedia jasa asuransi perjalanan dengan polis di bawah Rp 300.000 untuk perjalanan luar negeri selama 1 minggu.


Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Perjalanan Malam Hari di Hanoi

Hal kedua yang perlu dicatat adalah ketika kita merencanakan suatu perjalanan, kita sudah harus meriset tempat-tempat yang akan kita kunjungi, mulai dari biaya hidupnya, metode transportasi, cuaca, dan hal-hal lain yang kita perlukan. Untuk menganggarkan biaya perjalanan ada situs bernama budgetyourtrip.com yang memberikan gambaran tentang biaya rata-rata untuk makan, transportasi, akomodasi, biaya hiburan, serta biaya-biaya untuk hal-hal yang tak terduga. Dari sana kita bisa memperkirakan anggaran biaya yang kita perlukan ketika berpergian ke suatu tempat untuk durasi waktu tertentu.

Ketika merencanakan perjalanan tentunya kita sudah mengetahui tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi. Pastikan kita sudah mengetahui jarak satu tempat ke tempat lainnya. Contohnya, ketika sampai di bandara, tentunya kita akan menuju tempat akomodasi yang sudah dipesan sebelumnya. Dengan Google Maps, kita dapat mengetahui berapa lama perjalanan dari bandara ke lokasi akomodasi tersebut, bahkan Google Maps juga menyediakan opsi rute melalui ojek/taksi online beserta estimasi biaya dari satu tempat ke tempat lainnya. Setiap daerah/negara memiliki transportasi online baik sepeda motor ataupun taksi dan masing-masing tempat juga memiliki sarana transportasi publik seperti bus, kereta api, tram, dsb. Usahakan cek biaya masing-masing sarana transportasi. Contohnya, di Kathmandu terdapat aplikasi Tootle yang mirip dengan Gojek di Indonesia. Kita bisa menghemat biaya perjalanan yang seharusnya Rp 200.000 menggunakan taksi, menjadi sekitar Rp 25.000 dengan ojek Tootle. Namun di tempat lain bisa jadi transportasi publiknya lebih murah. Contohnya, di Perth berpergian menggunakan bus di pusat kota sama sekali gratis!

Opsi rute melalui taksi online di Google Maps

Kita juga perlu menyiapkan diri untuk menerima cuaca yang berbeda dari tempat tinggal kita. Selalu riset bulan apa keberangkatan kita dan musim apa yang terjadi di tempat tujuan pada saat itu. Siapkan beberapa lapis pakaian jika cuaca diperkirakan dingin dan usahakan jangan membawa terlalu banyak pakaian yang ujung-ujungnya justru tidak digunakan. Kebanyakan kota memiliki tempat laundry untuk mencuci pakaian dengan kilat. Jadi tidak perlu khawatir mengenai pakaian kotor.

Nah, ketika kita sudah memiliki cukup informasi mengenai tempat tujuan dan sudah mempersiapkan itinerary perjalanan, hal penting lain yang harus dipikirkan tentunya adalah tiket pesawat. Kita bisa mencari opsi tiket pesawat yang paling murah di beberapa situs, salah satunya skyscanner.com. Skyscanner memberikan informasi mengenai harga tiket paling murah pada tanggal tertentu, dan bisa memberikan informasi mengenai bulan apa tiket ke suatu tempat harganya paling murah. Satu tips lain adalah usahakan berangkat/kembali pada hari Selasa atau Rabu untuk mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah. Rute pesawat dengan transit malam juga biasanya lebih murah.

Yang paling mudah sebenarnya adalah memesan paket wisata dari penyedia jasa tour and travel. Kita hanya perlu menyiapkan diri dan keperluan pribadi saja. Makan, transportasi dan akomodasi sudah disiapkan oleh penyedia jasa. Tentunya hal tersebut akan menguras lebih banyak isi dompet dibandingkan berpergian dengan rencana perjalanan sendiri.

Banyak hal positif yang bisa didapat dengan solo traveling. Pertama, kita diajarkan untuk lebih dewasa dalam mempersiapkan suatu hal. Kita diajarkan cara mengatur keuangan karena di tempat asing akan lebih susah untuk mendapatkan uang selain bekal yang sudah dipersiapkan. Selain itu, kita juga diajarkan untuk menabung untuk bekal jalan-jalan, Mental kitapun dilatih untuk lebih berani dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam mempelajari sesuatu hal yang kita perlukan untuk bertahan hidup di tempat asing. Kita juga diajarkan untuk lebih fleksibel dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Yang terpenting, solo traveling mengajarkan kita bahwa dunia begitu luas untuk kita sia-siakan dan kita terima apa adanya. Kita dapat belajar banyak hal baru di tempat baru dan akhirnya kita akan lebih menghargai hidup serta akan lebih sering mengucap syukur atas hidup yang kita miliki karena mungkin di tempat yang dikunjungi hidup masyarakatnya tidak senyaman yang kita miliki. Jadi kawan, berjanjilah kala pandemi ini usai kalian akan mengunjungi suatu tempat baru, bertemu orang-orang dengan budaya dan tradisi berbeda serta mempelajari banyak hal baru yang bisa memberikan makna lebih dalam hidup kalian. Travelinglah dengan bijak, tetap jaga keasrian dan kesakralan Bumi. Salam damai.[T]

Tags: Australiapandemiperjalanan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Atat Yang Bijaksana #1

Next Post

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Pandemi, Belajar Mendengar dari Sang Kresna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co