23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konsumen Zaman Now: Sharing, Shaping, Consuming

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 24, 2020
in Esai
Konsumen Zaman Now: Sharing, Shaping, Consuming

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Era tahun 2000-an ini banyak punya sebutan yang beredar di tengah masyarakat maupun oleh netizen. Ada yang menyebut era revolusi industri 4.0, era disrupsi, era milenial, era hyperconnected society, era baru dan sebagainya. Apapun sebutan yang sering didengar, paling tidak era sekarang ditandai dengan banyaknya perubahan.

Dulu, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Sperti politisi, dosen, dokter dan profesi elit lainnya. Jumlahnya sangat sedikit. Kepemilikan handphone dalam satu desa bisa dihitung dengan jari. Sekarang kondisinya jauh berbeda. Dimana-mana ditemui orang memegang handphone. Tidak sedikit orang memiliki handphone lebih dari satu. Kepemilikan handphone tidak mengenal profesi.

Semua profesi sudah mampu dan berhak memiliki handphone. Tukang suwun, tukang parkir, cleaning service, bahkan pengemis pun sudah memiliki handphone. Jika melihat kondisi ini, harusnya masyarakat makin sejahtera. Alat komunikasi sebagai salah satu akses informasi sudah dalam genggaman. Konon, informasi adalah sumber kemakmuran.

Perubahan berikutnya adalah anak muda makin jarang pergi ke peken (pasar tradisional). Mereka lebih memilih untuk berbelanja ke toko berjaringan. Peken identik dengan tawar-menawar sedangkan di toko, hal itu tidak ditemui. Tidak bisa nawar adalah salah satu alasan mereka datang ke toko. Padahal harga di peken relatif lebih murah. Tetapi, di peken suasananya ramai, kadangkala becek bahkan perlu ojek saat kesana.

Sedangkan jika ke toko, suasananya jauh berbeda. Tampak bersih, cahaya bagus, disapa oleh pegawai toko yang ramah serta ada lagu yang terdengar mengiringi langkah pembeli. Terpenting lagi, rasa bangga dan tiba-tiba gengsi mendadak meningkat jika berbelanja ke toko. Ini masalah rasa, sehingga sangat susah diukur. Tapi, demikianlah yang dirasakan oleh kaum milenial saat datang berbelanja ke toko.

Saat ini, dengan mudah ditemui toko berjaringan. Jumlahnya makin hari makin banyak. Hampir di setiap jalan utama ada toko berjaringan. Ini artinya kebutuhan mayarakat akan keberadaan toko ini tinggi. Sebagai bukti nyata, setiap ada buka toko baru, akan selalu ramai dikunjungi. Belum pernah terdengar toko berjaringan tutup. Sebaliknya setiap dibuka selalu diserbu oleh anak muda. Apalagi sekarang, toko ini menyediakan fasilitas baru berupa tempat duduk. Kursi-kursi disediakan di depan gerai untuk tujuan nongkrong. Toko berjaringan benar-benar memberi kenyamanan. Toko sangat mengerti apa yang diinginkan anak muda kekinian.

Perubahan adalah keniscayaan. Orang bijak menyebut, yang paling kekal adalah perubahan. Ke depan akan banyak dijumpai perubahan-perubahan di sekitar. Perubahan fundamental juga terjadi pada perilaku pembeli/konsumen saat ini. Coba perhatikan jika konsumen berada di tempat makan atau tempat nongkrong terkenal. Perilakunya jauh berbeda jika sedang berada di warung tegal atau warung pojok kampus.

Sesaat sebelum pergi ke tempat makan terkenal, maka di status media sosialnya akan diketik “prepare to resto xxx”. Sambil dandan dan ganti baju akan cekikian melihat respon temannya di media sosial. Ada yang memberi jempol, love, komentar singkat seperti keren, mantul, top dan sejenisnya ditambah dengan emoticon lucu. Saat mau berangkat ke lokasi, juga update status “otw resto xxx”. Lagi-lagi status tersebut mendapat respon dari netizen karena tempat tersebut merupakan tempat bergengsi.

Saat tiba di tempat makan, wajib hukumnya update status “at resto xxx”. Terkadang jenis makanan dan minuman yang dipesan tidak begitu penting karena lebih penting tempatnya. Tempatnya mampu menaikkan derajat kekinian anak muda. pemandangan ini awalnya susah diterima oleh mata dan akal sehat.

Tetapi, saat ini pemandangan itu ditemui di banyak tempat sehingga hal itu dianggap wajar. Bahkan dirasa ada yang kurang jika belum melaksanakan hal tersebut. Hal tersebut sudah dianggap ritual sehingga wajib dilakukan oleh kaum milenial.

Ritual itu adalah memfoto makanan sebelum dinikmati. Padahal, saat sekolah di  TK selalu diajarkan berdoa terlebih dahulu sebelum makan. Ajaran guru TK berubaah praktiknya ketika sudah menjadi anak muda. Makanan dan minuman yang tersaji wajib dipoto terlebih dahulu sebelum di makan. Bahkan sebelum makan, lebih penting sharing berupa update status dulu dengan caption “bahagia itu sederhana”.

Sambil makan anak muda akan selalu melihat-lihat handphone. Berharap ada respon dari teman sosialitanya. Berbagai respon dan ekspresi akan segera menyerbu status tersebut. Sambil makan dan sambil balas komentar di media sosial. Tanpa memedulikan kondisi sekitar. Apakah di sekitar ada yang ulang tahun, ada yang sedang pacaran atau sedang menyendiri dalam kesendirian.

Jika itu ditengok, juga akan terlihat pemandangan yang hampir sama yakni cekrek dulu terus upload dan cekikian sendiri sambil melihat handphone. Artinya sekitar kita kondisinya mirip. Bisa jadi karena di sekitar kondisinya begitu makanya kita mengikuti trend itu. Siapa yang jadi trendsetter, siapa yang jadi follower atau semuanya follower. Lagi-lagi itu bukan hal yang penting. Yang penting eksis di media sosial.

Mencermati fenomena tersebut, sebenarnya ada perubahan besar yang dialami atau dilakukan oleh konsumen. Ada perbedaan cara konsumsi pada masa lalu dengan masa kini. Dulu hanya sekadar konsumsi (consuming), kini konsumen dapat menyebarkan (sharing) apa yang dikonsumsi dan menggiring opini/mengajak (shaping) para teman atau followernya di dunia maya.

Saat ini kegiatan konsumsi bukanlah menjadi yang utama tetapi menjadi perantara tujuan yang lain. Yang utama adalah sharing, kemudian shaping terakhir baru consuming. Jika dahulu masyarakat merasa tidak enak memberitakan tentang dirinya. Di era sekarang, netizen memiliki hasrat untuk sharing yang lebih tinggi tentang narasi dirinya. Selamat datang di era milenial, sebuah era ketika setiap orang merasa berharga atau memiliki harga diri bila eksis di dunia maya, atau diterima secara luas dan diberi jempol/like/comment atau emoticon. [T]

Tags: Generasi Zaman Nowkonsumenkulinermedia sosial
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Crew Member Indonesia, ”No Sambal, No Power”

Next Post

Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co