25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Konsumen Zaman Now: Sharing, Shaping, Consuming

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 24, 2020
in Esai
Konsumen Zaman Now: Sharing, Shaping, Consuming

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Era tahun 2000-an ini banyak punya sebutan yang beredar di tengah masyarakat maupun oleh netizen. Ada yang menyebut era revolusi industri 4.0, era disrupsi, era milenial, era hyperconnected society, era baru dan sebagainya. Apapun sebutan yang sering didengar, paling tidak era sekarang ditandai dengan banyaknya perubahan.

Dulu, handphone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Sperti politisi, dosen, dokter dan profesi elit lainnya. Jumlahnya sangat sedikit. Kepemilikan handphone dalam satu desa bisa dihitung dengan jari. Sekarang kondisinya jauh berbeda. Dimana-mana ditemui orang memegang handphone. Tidak sedikit orang memiliki handphone lebih dari satu. Kepemilikan handphone tidak mengenal profesi.

Semua profesi sudah mampu dan berhak memiliki handphone. Tukang suwun, tukang parkir, cleaning service, bahkan pengemis pun sudah memiliki handphone. Jika melihat kondisi ini, harusnya masyarakat makin sejahtera. Alat komunikasi sebagai salah satu akses informasi sudah dalam genggaman. Konon, informasi adalah sumber kemakmuran.

Perubahan berikutnya adalah anak muda makin jarang pergi ke peken (pasar tradisional). Mereka lebih memilih untuk berbelanja ke toko berjaringan. Peken identik dengan tawar-menawar sedangkan di toko, hal itu tidak ditemui. Tidak bisa nawar adalah salah satu alasan mereka datang ke toko. Padahal harga di peken relatif lebih murah. Tetapi, di peken suasananya ramai, kadangkala becek bahkan perlu ojek saat kesana.

Sedangkan jika ke toko, suasananya jauh berbeda. Tampak bersih, cahaya bagus, disapa oleh pegawai toko yang ramah serta ada lagu yang terdengar mengiringi langkah pembeli. Terpenting lagi, rasa bangga dan tiba-tiba gengsi mendadak meningkat jika berbelanja ke toko. Ini masalah rasa, sehingga sangat susah diukur. Tapi, demikianlah yang dirasakan oleh kaum milenial saat datang berbelanja ke toko.

Saat ini, dengan mudah ditemui toko berjaringan. Jumlahnya makin hari makin banyak. Hampir di setiap jalan utama ada toko berjaringan. Ini artinya kebutuhan mayarakat akan keberadaan toko ini tinggi. Sebagai bukti nyata, setiap ada buka toko baru, akan selalu ramai dikunjungi. Belum pernah terdengar toko berjaringan tutup. Sebaliknya setiap dibuka selalu diserbu oleh anak muda. Apalagi sekarang, toko ini menyediakan fasilitas baru berupa tempat duduk. Kursi-kursi disediakan di depan gerai untuk tujuan nongkrong. Toko berjaringan benar-benar memberi kenyamanan. Toko sangat mengerti apa yang diinginkan anak muda kekinian.

Perubahan adalah keniscayaan. Orang bijak menyebut, yang paling kekal adalah perubahan. Ke depan akan banyak dijumpai perubahan-perubahan di sekitar. Perubahan fundamental juga terjadi pada perilaku pembeli/konsumen saat ini. Coba perhatikan jika konsumen berada di tempat makan atau tempat nongkrong terkenal. Perilakunya jauh berbeda jika sedang berada di warung tegal atau warung pojok kampus.

Sesaat sebelum pergi ke tempat makan terkenal, maka di status media sosialnya akan diketik “prepare to resto xxx”. Sambil dandan dan ganti baju akan cekikian melihat respon temannya di media sosial. Ada yang memberi jempol, love, komentar singkat seperti keren, mantul, top dan sejenisnya ditambah dengan emoticon lucu. Saat mau berangkat ke lokasi, juga update status “otw resto xxx”. Lagi-lagi status tersebut mendapat respon dari netizen karena tempat tersebut merupakan tempat bergengsi.

Saat tiba di tempat makan, wajib hukumnya update status “at resto xxx”. Terkadang jenis makanan dan minuman yang dipesan tidak begitu penting karena lebih penting tempatnya. Tempatnya mampu menaikkan derajat kekinian anak muda. pemandangan ini awalnya susah diterima oleh mata dan akal sehat.

Tetapi, saat ini pemandangan itu ditemui di banyak tempat sehingga hal itu dianggap wajar. Bahkan dirasa ada yang kurang jika belum melaksanakan hal tersebut. Hal tersebut sudah dianggap ritual sehingga wajib dilakukan oleh kaum milenial.

Ritual itu adalah memfoto makanan sebelum dinikmati. Padahal, saat sekolah di  TK selalu diajarkan berdoa terlebih dahulu sebelum makan. Ajaran guru TK berubaah praktiknya ketika sudah menjadi anak muda. Makanan dan minuman yang tersaji wajib dipoto terlebih dahulu sebelum di makan. Bahkan sebelum makan, lebih penting sharing berupa update status dulu dengan caption “bahagia itu sederhana”.

Sambil makan anak muda akan selalu melihat-lihat handphone. Berharap ada respon dari teman sosialitanya. Berbagai respon dan ekspresi akan segera menyerbu status tersebut. Sambil makan dan sambil balas komentar di media sosial. Tanpa memedulikan kondisi sekitar. Apakah di sekitar ada yang ulang tahun, ada yang sedang pacaran atau sedang menyendiri dalam kesendirian.

Jika itu ditengok, juga akan terlihat pemandangan yang hampir sama yakni cekrek dulu terus upload dan cekikian sendiri sambil melihat handphone. Artinya sekitar kita kondisinya mirip. Bisa jadi karena di sekitar kondisinya begitu makanya kita mengikuti trend itu. Siapa yang jadi trendsetter, siapa yang jadi follower atau semuanya follower. Lagi-lagi itu bukan hal yang penting. Yang penting eksis di media sosial.

Mencermati fenomena tersebut, sebenarnya ada perubahan besar yang dialami atau dilakukan oleh konsumen. Ada perbedaan cara konsumsi pada masa lalu dengan masa kini. Dulu hanya sekadar konsumsi (consuming), kini konsumen dapat menyebarkan (sharing) apa yang dikonsumsi dan menggiring opini/mengajak (shaping) para teman atau followernya di dunia maya.

Saat ini kegiatan konsumsi bukanlah menjadi yang utama tetapi menjadi perantara tujuan yang lain. Yang utama adalah sharing, kemudian shaping terakhir baru consuming. Jika dahulu masyarakat merasa tidak enak memberitakan tentang dirinya. Di era sekarang, netizen memiliki hasrat untuk sharing yang lebih tinggi tentang narasi dirinya. Selamat datang di era milenial, sebuah era ketika setiap orang merasa berharga atau memiliki harga diri bila eksis di dunia maya, atau diterima secara luas dan diberi jempol/like/comment atau emoticon. [T]

Tags: Generasi Zaman Nowkonsumenkulinermedia sosial
Share32TweetSendShareSend
Previous Post

Crew Member Indonesia, ”No Sambal, No Power”

Next Post

Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

Hari ini Kita Akan Kenang Sebagai Tilem Kasanga Paling Sepi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co