2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh dan Corona – [Kabar dari Jakarta]

Arnata Pakangraras by Arnata Pakangraras
March 20, 2020
in Khas
Ogoh-Ogoh dan Corona – [Kabar dari Jakarta]

Ogoh-ogoh karya anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara

Perawakannya tinggi besar, lebih dari dua meter. Kulit coklat legam. Rambut hitam tebal. Sepasang matanya melotot. Gigi runcing dengan taring lengkung menyembul dari gusi. Kuku-kuku jari tangannya panjang kumal. Sungguh mahluk aneh yang menyeramkan.

“Masih perlu dipoles agar karakter raksasanya semakin kuat,” ucap Putu Okayadi, siang itu di wantilan pura Dalem Purnajati, Tanjung Priok, Jakarta.

Ya, Bli Putu adalah salah seorang perencana sekaligus pembuat ogoh-ogoh. Dalam proses penggarapan Sang Kala Tiga, nama ogoh-ogoh tersebut, tentu tidak sendirian. Demi mengejar tenggat waktu, hampir setiap hari, siang bahkan sampai larut malam, anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara, membantu dengan suka cita. Mulai dari merakit kerangka hingga terwujud seperti sekarang. Termasuk penyediaan baju kaos khusus bagi pengarak, sekeha Beleganjur, dirancang dengan serius. Ogoh-ogoh ini dipersiapkan untuk acara pengerupukan Tawur Kesanga sebagai rangkaian perayaan menyambut Hari Raya Nyepi, tahun baru Saka  1942.

Sesuai rencana, ogoh-ogoh akan dipawaikan di Lapangan Banteng dan seputaran jalan Thamrin. Tahun sebelumnya diadakan di Monas. Tapi khusus tahun ini, Monas sedang sibuk berbenah, berkaitan dengan persiapan ajang international, balap mobil formula 1 dengan segala kontroversinya. Akhirnya, pemda DKI Jakarta mengakomodir kegiatan umat di Lapangan Banteng. Tentu, setelah melalui audensi para pihak.

Sekadar informasi, ogoh-ogoh pertama kali dipawaikan di Monas tahun 2010, tahun baru saka 1932. Pawai dilepas langsung oleh Bpk. Fauzi Bowo, gubernur Jakarta pada waktu itu. Beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa pawai ogoh-ogoh yang diadakan di Monumen Nasional ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan seluruh warga kota dalam berpartisipasi pada perayaan tahun baru Saka. Sejalan dengan kian diakuinya eksistensi umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya maka kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. Bahkan, pada tahun 2013 ogoh-ogoh dilombakan untuk memperebutkan piala gubernur.

Setelah semua persiapan mendekati rampung, tiba-tiba ada kabar mengejutkan. Mewabahnya ‘coronavirus disease’ (COVID-19) di beberapa negara termasuk Indonesia. Apalagi setelah presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa sudah ada pasien positif, yakni kasus-1 dan kasus-2. Kabar ini tentu saja berdampak luas dalam kehidupan masyarakat, pisik dan psikologisnya.

Ogoh-ogoh karya anak-anak muda Suka Duka Hindu Dharma Banjar Jakarta Utara

Seperti diketahui, virus mematikan ini, pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. Pergerakan jumlah korban yang begitu cepat, drastis, membuat paramedis  kewalahan. Dalam tekanan situasi, pemerintah China bertindak cepat dengan membangun rumah sakit tambahan guna menampung membludaknya pasien. Video-video dramatis dan mengharukan pun bertebaran di medsos dan televisi.

Memang, masifnya penyebaran virus dengan masa inkubasi 14 hari ini membuat dunia internasional tersentak, cenderung gagap. Semua golongan dengan status sosial berbeda-beda bisa terjangkit. Media memberitakan bagaimana bintang film terkenal, peraih 2 piala Oscar, Tomk Hanks beserta istrinya positif terpapar. Pejabat negarapun tak luput. Menteri Dalam Negeri Australia, Petter Dutton. Menteri Kebudayaan Perancis, Franck Riester. Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Irav Haririchi. Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi. Walikota Bogor, Bima Arya.

Dari dunia sepak bola, Mikel Arteta, pelatih Arsenal juga positif. Bek Tengah Juventus, Daniele Rugani adalah pemain top pertama yang terkena. Pemain bola lain yang juga terkena adalah Manolo Gabbiadini dari klub Sampdoria dan Timo Hubbers dari klub Hannover 96. Menghadapi kenyataan ini, beberapa klub sepak bola akhirnya mengkarantinakan para pemain dan official-nya. Diantaranya Juventus, Inter Milan, Arsenal, Manchester City dan Real Madrid. Seperti halnya ratusan WNI, mahasiswa-mahasiswi yang belajar di Wuhan yang dengan susah payah, karena ketatnya birokrasi, dipulangkan ke tanah air untuk menjalani masa karantina di Natuna.

Kegentingan ini dipertegas lagi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa COVID-19 berstatus pandemi. Di Indonesia, khususnya Jakarta, juga menunjukan jumlah suspect dan pasien positif terus bertambah. Nah, untuk memutus sebarannya maka Anies Baswedan, gubernur DKI Jakarta menyerukan agar kegiatan-kegiatan bersifat massal, baik itu kegiatan keagamaan , sosial dan budaya dibatalkan atau ditunda. Hal ini sejalan dengan terapan ‘social distancing’ dari pemerintah pusat . Menghindari kerumunan adalah salah satu cara agar tidak bersentuhan dengan pembawa virus yang susah diidentifikasi secara kasat mata. Harapannya ini dapat memutus mata rantai penyebaran.

Hari Senin, 17 Maret 2020, PHDI pusat, sebagai induk organisasi umat Hindu telah mengadakan rapat terbatas dengan Ditjen Bimas Hindu dan panitia Nasional Nyepi. Dengan memperhatikan arahan Bapak Presiden serta mencermati secara seksama situasi yang berkembang maka pada tanggal 19 Maret 2020 PHDI pusat mengeluarkan Surat Edaran No. 310/PHDI Pusat/III/2020, perihal Pedoman Pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Salah satu poin pentingnya adalah secara tegas meniadakan arak-arakan/pawai ogoh-ogoh.

Konsekwensinya, sebagai umat yang menghormati desa kala patra sekaligus ketaatan kepada Guru Wisesa, dalam hal ini pemerintah sebagai bagian dari Catur Guru. Maka, keputusan tersebut harus diterima dengan dada lapang. Rasa kecewa, tentu saja ada. Banyak komponen banjar yang berkontribusi apalagi anak-anak muda sudah mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran demi berdirinya ogoh-ogoh. Namun melihat fakta bencana kemanusiaan sudah seyogyanya kita turut prihatin. Mari kita yakini, masih ada pawai ogoh-ogoh tahun depan. Bisa jadi lebih meriah lagi.

Sekarang kita siapkan jasmani dan rohani untuk menyambut Nyepi dalam kesunyian, keheningan. Kesunyian, keheningan kerap membuka jalan untuk ‘terhubung’ dengan Sang Parama Kawi. Kita laksanakan Catur Brata Penyepian sebagaimana mestinya. Mari berusaha menempatkan spiritualitas dan rasionalitas pada takaran yang seimbang. Biarlah sejarah mencatat, pergantian tahun baru Saka kali ini diselimuti duka mendalam. Alam semesta selalu menjaga keseimbangan dengan rahasianya. Semoga tragedi ini cepat berlalu dan sisi kemanusiaan kita semakin peka sebagai mahluk tak sempurna sekaligus tak berdaya dihadapanNya.

Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1942.

Tags: covid 19DKI JakartaHari Raya Nyepihinduogoh-ogoh
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Surat Kecil Pekerja Kapal Pesiar dari Tengah Laut: “Saya Baik. Terima Kasih, Company!”

Next Post

Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) – Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Arnata Pakangraras

Arnata Pakangraras

Lahir di Gianyar 24 Februari 1967. Saat SMA puisi-puisinya tersebar di halaman apresiasi sekaligus ikut “kompetisi puisi” yang disuh Umbu Landu Paranggi di Bali Post Minggu. Kini tinggal di Jakarta

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) – Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Tawur Kasanga versus Uncal Balung (1) - Aji Swamandala, Lontar Kontraversi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co