6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komik Khong Hu Cu yang Keren

Bhujangga Lanus by Bhujangga Lanus
January 7, 2020
in Ulasan
Komik Khong Hu Cu yang Keren

Cover buku WHY?: THE ANALECTS OF CONFUCIUS dan para tokoh-tokoh di dalamnya

Untuk mengisi liburan, saya membeli buku ini. Saya berpikir panjang untuk memilih buku WHY? diantara Bill Gates dengan Khong Hu Chu.

Akhirnya, saya memilih untuk membaca buku Khong Hu Chu.

Mengapa saya memilih untuk membaca buku ini?

Saya memilih untuk membaca buku ini karena ada banyak hal yang ingin saya tahu dari tokoh terkenal ini, dan saya tidak memilih Bill Gates karena saya sudah banyak tahu tentang Bill Gates.

Informasi tentang buku ini:

  • Judul Buku: WHY?: THE ANALECTS OF CONFUCIUS
  • Jumlah halaman: 189 halaman.
  • Harga buku: Rp.120.000,00.
  • Penulis buku: Yeongseon CHO.
  • Penerbit: PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO.
  • Kategori usia: 12+ tahun keatas.

Menurut saya, buku ini sangatlah bagus dan menarik. Saya sangat terkesan setelah saya membaca buku ini. Cerita tentang Nabi Khongcu-nya juga sangatlah menarik.

Apa saja yang menarik dari buku ini?

1.            Buku ini bergambar. Jadi, buku ini enak dilihat dan dibaca. Saya juga jadi mudah untuk membayangkannya.

2.            Bahasanya yang santai membuat saya mudah untuk memahami isi dari buku ini dan enak dibaca.

3.            Ringkasan poin-poin dibuat dalam komik yang menarik, sehingga lebih mudah dipahami.

Buku ini menceritakan tentang Nabi Khongcu yang berubah menjadi anak kecil karena mesin waktu yang memanggilnya ke masa depan. Beliau berusaha untuk menularkan pikirannya terhadap seorang anak yang ditemuinya di masa depan yaitu Komji dan Omji. Beliau juga menularkannya kepada orang lain.

Nabi Khongcu adalah salah satu tokoh besar di negeri China. Nabi Khongcu lahir pada 2.500-an tahun yang lalu, atau bisa dibilang 500-an tahun sebelum masehi. Pada awalnya, Nabi Khongcu dilahirkan di keluarga yang miskin. Namun, suatu hari ia memutuskan untuk belajar lebih banyak, dan akhirnya menciptakan sebuah ajaran. Hal-hal yang ia ajarkan kepada pengikut-pengikutnya atau murid-muridnya adalah tentang ajaran moral, sikap teladan, dan pantang menyerah.


Contoh-contoh atau hal-hal yang diajarinya adalah:

1.            KEINGINAN adalah hal yang lebih baik daripada BAKAT, dan MENYUKAI adalah hal yang lebih penting dibandingkan KEINGINAN: Hanya memiliki BAKAT saja itu tidak cukup. Kita harus memiliki KEINGINAN untuk mengembangkannya. Dan jika kita MENYUKAI dan menikmatinya, akan menjadi lebih baik karena kita akan menjadi dekat dengan KEINGINAN dan dapat dikembangkan lebih dalam.

2.            PERATURAN dibuat untuk dipatuhi dan ditaati: Kita harus mematuhi peraturan yang telah dibuat atau diciptakan supaya dapat menciptakan masyarakat yang bersih, tertib, dan damai. Sebagai contohnya, kita harus membuang sampah pada tempatnya supaya lingkungan menjadi bersih dan rapi, dan jika kita membuang sampah sembarangan, lingkungan akan menjadi kotor dan tidak teratur. Oleh karena itu, peraturan dibuat atau diciptakan untuk kita patuhi dan taati.

3.            BERPIKIR terlebih dahulu sebelum BERTINDAK: JIka kita ingin bertindak sesuatu, kita harus berpikir terlebih dahulu “Apakah tindakan tersebut mesti dilakukan atau tidak?” dan meyakininya agar kita tidak menyesal kemudian, dan hal itu akan merugikan diri kita sendiri dan kadang juga bisa merugikan orang lain.

4.            BERTINDAK terlebih dahulu sebelum BERBICARA: Orang yang pandai adalah orang yang tidak banyak berbicara tetapi ia dapat bertindak dan melakukannya (sama seperti istilah “air tenang menghanyutkan”). Kita harus melakukan dan membuktikan apa yang akan kita bicarakan supaya orang lain percaya dengan kita.

5.            Kita harus memiliki dasar yang kuat dalam mencapai sesuatu: Jika kita memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, maka kita harus memiliki dasar keinginan yang kuat yaitu dengan SEMANGAT dan USAHA KERJA KERAS. Sama seperti membangun gedung, bila kita membangun dasarnya dengan sangat kuat, maka bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan tidak mudah terjatuh.

Informasi tentang Nabi Khongcu:

1.            Nama Lengkap: Khong Hu Cu, Konfusius (Confusius, bahasa Latin), Kong Qiu, atau sering hanya disebut Khongcu (Khongzi) nama aslinya adalah Qiu alias Zhongni artinya “anak kedua dari bukit Ni”.

2.            Orang Tua:

•             Ayah: Kong Shu Lianghe, seorang perwira dari negeri Lu

•             Ibu: Yan Zhenzai

3.            Tempat & Tanggal Lahir: Tanggal 27 bulan ke-8, tahun 551 sebelum masehi di kota Zouyi, di desa Changping, saat ini di Provinsi Shandong, Cina.

4.            Masa Hidup: 551-479 Sebelum Masehi

5.            Gelar atau Julukan: Tianzi Muduo (Genta Rohani Tuhan)

Nabi Khongcu di masa hidupnya sangat disenangi oleh banyak orang. Banyak orang ingin bertanya kepadanya karena kepintaran dan kebaikannya. Pada saat beliau telah wafat pada umur 70-an, murid-muridnya yang setia dengannya membuat sebuah kitab yang bernama KITAB LUN YU atau ANALEK, yakni kitab yang berisi tentang ajaran-ajaran dan nasehat-nasehat yang telah beliau sampaikan. Ajarannya pun tersebar ke berbagai tempat dengan nama KHONG HU CU atau CONFUCIUS (dalam bahasa Latin). [T]

Tags: BukuKhong Hu CukomikKonfusius
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Ulun Danu, Membaca Tubuh Kata-kata Erkaja

Next Post

Jika “Banjir” Melanda Tubuh Manusia

Bhujangga Lanus

Bhujangga Lanus

Siswa kelas VII, penulis pemula

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Jika “Banjir” Melanda Tubuh Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co