12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika “Banjir” Melanda Tubuh Manusia

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 7, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Jika cukup teliti, akan kita temukan apa yang terjadi pada alam (makrokosmos) pun dapat terjadi pada tubuh manusia (mikrokosmos). Kejadian banjir contohnya, tidak hanya dapat menimpa alam, namun dalam tubuh manusia juga dapat terjadi “banjir”. Meskipun selalu mengikuti perkembangan banjir yang sedang melanda Jakarta, disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam 40 tahun terakhir, sebagai seorang dokter, tentu lebih paham dan lebih tertarik untuk membahas kelebihan cairan dalam tubuh manusia. Ini merupakan satu keadaan medis yang cukup serius, maka masyarakat perlu paham dalam aspek praktisnya sehingga kemudian dapat mengikuti saran terapi medis dengan baik.

Tubuh manusia, dalam komposisinya terdiri dari 60% unsur air dari seluruh beratnya. Setiap elemen dalam tubuh selalu memiliki rentang nilai normalnya. Di luar rentang nilai normal tersebut, baik lebih maupun kurang, maka tubuh mengalami suatu keadaan abnormal. Keadaan ini merupakan suatu penyakit yang jika masih dalam fase kompensasi, tak pernah memberi keluhan dan gejala. Ketika fase kompensasi itu telah terlewati, pada saat itulah tubuh manusia akan menunjukkan berbagai tanda dan gejala penyakit. Ambilah contoh kasus diare. Suatu keadaan yang juga berkaitan dengan status cairan tubuh. Saat seseorang mengalami diare, apalagi disertai muntah-muntah, maka sudah pasti terjadi kehilangan cairan tubuh. Menanggapi situasi ini, tubuh yang cerdas secara alami memberi berbagai respon dengan maksud menjaga volume cairan tubuh pada level fisiologis.

Hal menarik yang dapat kita lihat secara kasat mata sebagai respon tubuh kehilangan cairan akibat muntah dan diare adalah berkurangnya volume kencing. Respon ini tampak sangat sederhana namun begitu cerdas. Jika volume cairan tubuh yang hilang tak terlalu besar, hanya dengan mekanisme ini saja, status cairan tubuh dengan cepat kembali normal. Pada tingkat biokimia sel yang tak kita lihat, pun berlangsung fisiologis yang sangat rumit, melibatkan berbagai sistem organ meliputi ginjal, hormonal hingga sistem saraf pusat untuk menciptakan sebuah mekanisme kompensasi yang optimal. Seandainya volume cairan yang hilang terlampau banyak dan mekanisme kompensasi tak sanggup mengatasi, maka di situlah pasien memerlukan terapi cairan yang cukup masif dari luar. Lalu, pada keadaan apa tubuh manusia mengalami keadaan “banjir”?    

Tak hanya kurang cairan atau dehidrasi, tubuh manusia pun dapat mengalami suatu kelebihan cairan atau overhidrasi. Kelebihan cairan bukanlah hal yang baik, selalu yang baik dan benar adalah jumlah cairan yang normal dalam posisi seimbang (fisiologis). Sama halnya dengan kekurangan cairan, kelebihan cairan pun merupakan keadaan serius dan sering kali darurat.

Penyebab paling sering gangguan kelebihan cairan pada tubuh adalah penyakit gagal ginjal dan gagal jantung. Selain terapi yang tepat, pada keadaan ini seseorang tidak boleh minum air terlalu banyak. Cukup sekitar 3-5 gelas dalam sehari, kira-kira sepertiga sampai setengah kebutuhan orang normal. Jika lebih dari itu, sudah pasti volume cairan dalam tubuh akan meningkat menyebabkan keluhan sesak dan bengkak seluruh tubuh. Pada kasus banjir alam, korban yang meninggal disebabkan karena tenggelam dan air masuk ke dalam peparu, begitupun kematian yang sering terjadi pada kasus gagal ginjal/gagal jantung yaitu karena kelebihan cairan dalam tubuh menggenangi peparu sehingga resapan oksigen menjadi terhalang dan berkurang. Oksigen merupakan unsur vital untuk kelangsungan metabolisme sel, jaringan, organ dan tubuh secara utuh.

Untuk mengurangi dampak penimbunan cairan dan juga racun biologis pada penyakit gagal ginjal tahap akhir (stadium terminal), maka seorang pasien secara rutin harus menjalani terapi cuci darah (dialisis). Ini di sebut sebagai terapi pengganti ginjal yang sudah tak berfungsi dari pasien tersebut. Jika tak mau menjalani terapi cuci darah maka satu-satunya jalan lain yang harus dipilih adalah melakukan cangkok (transplantasi) ginjal. Dengan dicangkokkan satu saja ginjal yang sehat, seorang pasien gagal ginjal dapat meninggalkan terapi rutin cuci darahnya. Dalam pengalaman saya sebagai dokter di unit cuci darah, sampai saat ini cukup banyak pasien gagal ginjal cuci darah yang tetap hidup cukup baik hingga lebih dari 10 tahun dengan dialisis. Selain rutin cuci darah, tentu juga memerlukan diet yang baik dan kesetiaan dukungan keluarga.

Bagaimana pada kasus gagal jantung? Mirip dengan keadaan pada pasien gagal ginjal, maka masalah utama penderita gagal jantung adalah adanya penumpukan cairan yang berlebih yang menunggu “antrian” untuk keluar tubuh. Karena pada keadaan ini ginjal masih berfungsi dengan baik sebagai saluran pembuangan, maka fokus terapi yang dilakukan adalah untuk mengeluarkan kelebihan cairan tubuh dalam jumlah lebih banyak dan lebih cepat. Dalam penanganan banjir alam, mungkin inilah yang disebut dengan istilah normalisasi sungai.

Untuk itu pada pasien diberikan obat-obat yang efeknya menguras lebih banyak cairan tubuh melalui peningkatan volume kencing yang disebut diuresis. Perlu disampaikan kepada pasien, akan terjadi produksi kencing yang lebih banyak yang kiranya dapat mengganggu kenyamanan pasien. Namun hal itu harus tetap dilakukan untuk mencegah limpahan air ke dalam peparu yang dapat merupakan keadaan mengancam. Disamping berobat teratur, penderita gagal jantung pun harus mengurangi minum serta membatasi aktifitas fisik untuk mengurangi kebutuhan oksigen. Mari jaga kesehatan jantung dan ginjal, agar tubuh kita tak kebanjiran! [T]

Tags: banjirkesehatanpenyakit
Share50TweetSendShareSend
Previous Post

Komik Khong Hu Cu yang Keren

Next Post

Dasar Persatuan Indonesia – Catatan Tentang Damai Adat di Flores Timur

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Dasar  Persatuan Indonesia – Catatan Tentang Damai Adat di Flores Timur

Dasar Persatuan Indonesia – Catatan Tentang Damai Adat di Flores Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co