3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dasar Persatuan Indonesia – Catatan Tentang Damai Adat di Flores Timur

Silvester Petara Hurit by Silvester Petara Hurit
January 7, 2020
in Esai
Dasar  Persatuan Indonesia – Catatan Tentang Damai Adat di Flores Timur

Suasana Damai Adat di Kampung Wailolong dan Lewotala, Flores Timur [Foto by Ama]

Dua kampung di Flores Timur yakni: Wailolong dan Lewotala  pernah  berselisih paham pada  tahun 1981 karena persoalan air minum.  Selisih paham tersebut hampir melahirkan perang. Syukur bahwa  aparat keamanan bertindak lebih cepat sehingga perang tak sempat pecah.  Tahun-tahun setelah itu,  ketegangan kembali  terurai.  Kehidupan dan kontak masyarakat di kedua kampung tersebut kembali normal. 

Walau demikian,  masyarakat menyimpan keinginan dan  kerinduan untuk melakukan rekonsiliasi adat secara kolektif.  Maka setelah 38 tahun  ketika  membuka ladang di area yang merupakan persinggungan kedua kampung  tersebut,  damai adat   dilangsungkan  tanggal 16 November  2019  di rumah adat  kampung Lewotala dan dua hari berselang  terjadi  di rumah adat kampung Wailolong. Mereka saling berkunjung. Mengukuhkan persatuan lewat sirih pinang dan mengangkat sumpah yang diikat dengan darah hewan kurban serta menanam beringin sebagai monumen perdamaian di pelataran rumah adat Wailolong.


Damai adat   dilangsungkan  tanggal 16 November  2019  di rumah adat  kampung Lewotala dan dua hari berselang  terjadi  di rumah adat kampung Wailolong. [Foto by Ama]

Soal hidup-mati

Esensi rekonsiliasi adat adalah menyatukan dua pihak yang berjarak.  Menjadi satu  merupakan syarat mutlak keberhasilan. Kemarau yang panjang serta curah hujan yang pendek membuat  masyarakat berusaha sedekat-dekatnya menyatu dengan  alam.  Supaya bisa dekat dengan alam manusia semestinya  menyatu terlebih dahulu dengan sesamanya.

Masyarakat di kedua kampung tersebut percaya bahwa  dengan bersatu tanaman akan bertumbuh sehat,   jauh dari penyakit dan hama.  Manusia yang bekerja pun dijauhi dari sakit, hambatan dan malapetaka.  Persatuan bikin segala yang baik menjadi kuat. Menyatunya kekuatan pikiran dan batin banyak orang mendekatkan manusia dengan makrokosmos dan metakosmos. Keutuhan dan kepenuhan hidup tercipta. Alam bermurah hati terhadap manusia. Hujan cukup. Hama dan malapetaka dijauhi. Manusia dapat tenang membangun hidup dan peradabannya termasuk bersyukur dan merawat alam lingkungannya.

Di luar persatuan, keselamatan terancam.  Manusia takut diciderai atau dihancurkan oleh yang lain.  Penyakit, hama, bencana dan gagal panen begitu menakutkan. Kekeringan  dan kelaparan membunuh manusia.  Alam tampak kejam. Bayangan kematian dan kepunahan meneror kenyamanan hidup manusia.

Persatuan menjadi sendi dasar bangunan hidup kolektif karena menyangkut  hidup-matinya suatu komunitas masyarakat.  Persatuan  memungkinkan tujuan dapat segera tercapai.  Bung Karno dalam Harian Suluh Indonesia Muda tahun 1926  yakin bahwa  persatuanlah yang kelak membawa impian: Indonesia Merdeka!  Persatuan jadi harga mati jika  bangsa ini bertahan dan abadi. Semboyan “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” menemukan kebenaran dan aktualitasnya. 

Keinginan yang kuat  untuk berdamai dan bersatu antara  dua kampung di Flores Timur adalah gambaran kecil tentang dasar  kebutuhan persatuan Indonesia. Kondisi geografis, tantangan alam, pengalaman sejarah suku-suku di nusantara sejak berabad-abad lampau  melahirkan kesadaran untuk saling membutuhkan. Yang satu menopang yang lain.

Barter hasil  melahirkan  persaudaraan dan kekerabatan.  Di sana ada kebutuhan untuk mengikat diri dalam persekutuan. Perasaan satu terbentuk.  Melalui hubungan baik  kesejahteraan akan lebih mungkin diwujudkan. Melalui solidaritas dan persatuan, hidup akan lebih kuat.

Menjaga hubungan baik, menciptakan rasa nyaman bagi yang lain sama dengan merawat hidup sendiri.  Yang lain adalah sumber berkat. Oleh karena itu, tamu atau orang asing diberi tempat istimewa. Keramatamahan, sikap mendahulukan orang asing dan para tamu, melindungi dan memberi tempat bagi minoritas telah jadi kearifan masyarakat nusantara sejak berabad-abad lampau.

Rasa nyaman adalah kebutuhan yang memungkinkan orang bisa bekerja dan berusaha secara maksimal. Supaya dapat tenang, orang mesti menciptakan kenyamanan bagi orang atau kelompok lain.  Membangun relasi  baik, mempererat persatuan berhubungan dengan hidup-matinya suatu komunitas masyarakat.   Jika ada konflik maka  harus sesegera mungkin diakhiri.  Sekutu diperbesar supaya musuh berkurang.  Agar tukar-menukar komoditas dan pengetahuan, arus distribusi kebutuhan bisa berjalan lancar.  Kebudayaan dan peradaban dibangun.


Suasana damai adat antara Kampung Wailolong dan Lewotala   di Flores Timur [Foto by Ama]

Pengalaman perjumpaan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi  membuat semua terkoneksi  di dunia maya namun tak bisa menggantikan kehangatan pengalaman konkret  perjumpaan. Perjumpaan fisik membekas lebih dalam. Menyentuh rasa. Menghubungkan tali batin satu dengan yang lainnya.

Kalau sejak kecil sampai sampai dewasa  orang hidup dalam ruang homogen; bergaul  dengan  kelompok, agama atau kaumnya saja, mengonstruksi kebenaran atau hidup dengan rasa benarnya sendiri maka tak usah heran  bahwa hari ini  tak sedikit orang dengan pendidikan tinggi dapat dengan mudah terprovokasi menyerang orang lain yang berbeda agama, partai, keyakinan, suku dengannya.

Belajar bertahun-tahun  tentang pentingnya persatuan mesti dibarengi dengan pengalaman konkret (aktual) berjumpa dan  hidup dalam komunitas suku bangsa yang beraneka-ragam tersebut termasuk menjadi minoritas dalam suatu komunitas atau kelompok.  Mengalami hidup sebagai minoritas  membuat orang berusaha mengenal yang yang lain, beradaptasi dan memahami cara berpikir, bertindak serta laku  dan nilai-nilai yang  hidup dalam suatu masyarakat. Perbedaan mendorong pengertian,  respek,  persaudaraan dan rasa menyatu dengan yang lain.

Merawat persatuan Indonesia hari ini tidak cukup dengan belajar di bangku sekolah. Memahami persatuan butuh pengalaman konkret berada di tengah yang lain. Ketika seseorang merasa sendiri dan asing maka ia harus membuka diri, bergabung dan bersatu dengan yang lain.   Pada saat itulah ia mulai mengerti apa artinya menjadi Indonesia!   

Tags: FloresFlores TimurIndonesiapersatuan
Share262TweetSendShareSend
Previous Post

Jika “Banjir” Melanda Tubuh Manusia

Next Post

Catatan Film “Atas Nama Percaya”

Silvester Petara Hurit

Silvester Petara Hurit

Esais, Pengamat Seni Pertunjukan. Tinggal di Lewotala Flores Timur.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Catatan Film “Atas Nama Percaya”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co