23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanti Kritik yang Lebih Tajam – Catatan Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha

Eka Prasetya by Eka Prasetya
January 2, 2020
in Ulasan
Menanti Kritik yang Lebih Tajam – Catatan Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha

MONOCHROME - KARYA WAHYU AMALIA PUTRI dalam Pameran Seni Rupa mahasiswa Undiksha Singaraja, Desember 2019. [Foto-foto Eka Prasetya]

SEEKOR paus terlihat mencolok. Tubuhnya dipenuhi tombak. Paus itu meregang nyawa. Menunggu waktu sebelum akhirnya takluk di tangan para nelayan. Kelak, saat sampai di tepi pantai, dagingnya akan dibagikan pada yang ingin.

Paus itu, menurut dugaan saya, adalah paus sirip. Paus yang memiliki ukuran yang cukup besar, dibandingkan kerabatnya yang lain.

Paus itu begitu mencolok. Sehingga saat memasuki ruang galeri Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha (FBS Undiksha), mata akan langsung tertuju ke sana.


DIBURU LAGI – KARYA I KADEK JONING PRAYOGA dalam Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha, Desember 2019

Sejak Kamis (26/12) lalu, mahasiswa yang kini ada di Semester VII jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha, menggelar pameran seni rupa. Mereka wajib menghadirkan karyanya. Entah kriya keramik, kriya kayu, kriya tekstil, desain komunikasi visual, kriya logam, grafis, prasimologi, atau fotografi. pameran itu rencananya akan berlangsung hingag Kamis (2/1) nanti.

Salah satu karya yang menarik disimak adalah karya I Kadek Joning Prayoga berjudul “Diburu Lagi”. Benda-benda daur ulang diolah sedemikian rupa hingga menyerupai paus yang tengah diburu. Ada kengerian, tragedi, kegelisahan, sekaligus kritik dalam karya itu.

Paus yang kini populasinya tengah terancam, diburu kembali dengan alasan budaya. Padahal, mamalia laut itu tengah berjuang. Perubahan iklim secara sistematis memberi dampak pada hewan ini. Belum lagi masalah sampah yang kerap ditemukan di dalam perut paus yang mati terdampar.

Soal perburuan paus, setidaknya ada dua negara yang melegalkannya. Indonesia dan Jepang. Di Indonesia, perburuan terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Lembata. Setiap tahunnya paus diburu secara tradisional. Paus biru dan paus hamil, terlarang untuk diburu.

Sementara di Jepang, tahun ini pemerintah melegalkan perburuan untuk kepentingan komersial. Sebelumnya Jepang telah melakukan moratorium sejak tahun 1986 silam. Meski begitu, perburuan tetap berlangsung dengan dalih penelitian. Mengutip tirto.id, pada 2018, ada 333 ekor paus yang ditangkap oleh Jepang dengan dalih penelitian. Tapi pemburu paus diduga menjual hasil tangkapannya untuk diambil dagingnya.

Tahun 2019, Pemerintah Jepang membuka keran izin perburuan untuk 227 ekor paus yang hanya boleh diburu sejak Juli sampai Desember 2019. Kuota sebanyak 227 ekor itu diperuntukkan bagi Paus Minke 52 ekor, Paus Bryde 150 ekor, dan Paus Sei 25 ekor. Mirisnya Paus Sei masuk dalam daftar merah perburuan yang diterbitkan International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Lewat karyanya itu, Joning secara lugas dan tegas menyampaikan kritik dan kegelisahannya terhadap aktifitas perburuan paus ini. Paus yang kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan perubahan iklim dan munculnya pulau-pulau sampah di laut lepas, kini harus bertahan pula dari perburuan yang dilegalkan.

Kegelisahan tentang alam juga dihadirkan lewat karya I Putu Hendy Prabangkara. Hendy menghadirkan karya berjudul “Perjuangan Untuk Merdeka”.

Sebatang kayu dililit oleh seekor naga. Sementara tiga orang lainnya, berusaha membunuh naga tersebut. Salah seorang diantaranya membawa bendera For Bali yang lekat dengan gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benua.

Karya Hendy jelas lahir atas kegelisahannya terhadap rencana reklamasi di Bali Selatan itu. Orang-orang itu, tentu saja para aktivis yang berjuang melawang naga. Saya menduga, naga itu merupakan metafora dari pengusaha kakap yang ada di Indonesia. Tak sulit memahami naga yang dimaksud. Bila penasaran, silahkan searching kata kunci 9 naga Indonesia di google.

Selain kritik ada juga kemungkinan-kemungkinan baru yang ditawarkan para perupa. Salah satunya karya berjudul Ringkasan Injil milik Yohanes Soubirius De Santo.

Prasi yang biasanya hanya menggambarkan kisah pewayangan, kini menghadirkan kisah-kisah Kristiani. Yohanes menuangkan Ringkasan Injil atau Doa Rosario dalam prasi. Total ada 20 lembar prasi yang dibagi dalam empat kelompok kisah.

Kisah pertama berjudul Mysteria Gloriosa, yang merupakan peristiwa mulia dalam Kitab Injil. Kisah kedua, yakni Mysteria Gaudiosa yang merupakan peristiwa gembira. Kisah ketiga adalah Mysteria Dolorosa yang berarti peristiwa sedih. Kisah terakhir adalah Mysteria Luminosa yang artinya peristiwa terang.

“Karya ini menggambarkan dari kelahiran Yesus sampai wafatnya Yesus. Saya ingin menggali peluang baru. Makanya saya angka tema kristiani, tapi menggunakan teknik dan material tradisi seperti prasi. Biasanya kan hanya kisah pewayangan seperti arjuna wiwaha atau ramah shinta. Saya mencoba memasukkan nuansa keyakinan saya,” ujar Yohanes.


PERJUANGAN UNTUK MERDEKA – KARYA I PUTU HENDY PRABANGKARA
RINGKASAN INJIL – KARYA YOHANES SOUBIRIUS DE SANTO

Dalam pameran ini, sebenarnya ada pula sejumlah karya yang kurang matang. Sebut saja “Dream Catcher” karya Margia Saspina. Karya ini terkesan cari aman baik dari segi penataan maupun bentuk. Upaya menghadirkan dream catcher sebagai sebuah karya masih belum berhasil. Menghadirkan dream catcher sebagai motif tenun atau motif batik, tentu lebih relevan.

Selain itu karya videografi I Gede Ari Prasta juga cenderung cari aman. Ari memilih menghadirkan karya berjudul “Video Profil Pendidikan Seni Rupa”. Melahirkan karya berupa videografi advertising atau film pendek, jelas lebih mengena.

Kondisi itu diakui Dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa Undiksha, Dr. Hardiman, M.Si. Menurut Hardiman, para perupa idealnya harus menguasai bahan atau alat dalam berkarya, dan harus menyampaikan pesan dalam karyanya. Masalahnya, perupa yang berpameran, masih ada yang belum menuntaskan penguasaan terhadap bahan dan alat.

“Jadi akhirnya yang diselesaikan, perkara bagaimana dia menguasai bahan dulu. Muatan dalam karyanya, terbaikan. Ya karena sibuk menguasai bahan,” katanya.

Menurutnya banyak karya yang belum matang secara teknis. Masalah ini pun berdampak sistemik pada persoalan pesan yang belum sampai kepada penikmat seni.

Hardiman menduga masalah itu muncul karena kendala waktu. Para mahasiswa harus menempuh mata kuliah seni khusus selama satu semester. Pada semester yang sama, mereka juga harus mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama 3 bulan. Sehingga waktu dan intensitas berkarya pun terbatas.

“Tahap awal pasti akan berhadapan pada kendala bahasa (pesan). Yang penting selesai dulu. Selesai bukan sebagai pencapaian, tapi selesai untuk memenuhi kewajiban saja,” ucap Hardiman.

Para mahasiswa setidaknya memiliki kesempatan sekali lagi untuk mematangkan penciptaan karya. Setidaknya itu bisa dilakukan pada semester mendatang. Apabila memilih jalur pengkajian, mereka harus menyelesaikan skripsinya secara matang. Sementara bila memilih jalur penciptaan, mereka harus berkarya lagi dan melakukan pameran kembali untuk menyelesaikan tugas akhir. [T]

Tags: mahasiswaPameran Seni RupaSeni RupaUndiksha
Share50TweetSendShareSend
Previous Post

Mari Tentukan Sukses Kita Untuk 2020

Next Post

Sesajen untuk Pekak – [Refleksi Tahun Baru 2020]

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Sesajen untuk Pekak – [Refleksi Tahun Baru 2020]

Sesajen untuk Pekak - [Refleksi Tahun Baru 2020]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co