3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Tentukan Sukses Kita Untuk 2020

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 2, 2020
in Esai
Mari Tentukan Sukses Kita Untuk 2020

Penulis bersama istri mengucapkan Selaat Tahun Baru 2020

Manfaat gemar berdiskusi bukan hanya untuk menemukan sebuah jawaban atas satu persoalan, jauh lebih penting dari itu adalah, membuat kita jadi lebih kaya persepsi. Ini sesuatu  yang krusial, bukan hanya untuk sebuah masyarakat demokratis, juga sebagai syarat suatu budaya ilmiah. Jika dikaitkan dengan ukuran kecerdasan manusia, maka ketajaman argumen yang kita ajukan merupakan sebuah Intelligence Quotient (IQ) sedangkan menerima cara pandang yang berbeda terhadap satu isu adalah sebuah Emotional Quotient (EQ). Rohaniwan terkenal Ajahn Brahmn, menunjukkan dengan sedemikian gamblang praktek dari suatu kecerdasan emosional dalam panduan sikapnya yang juga sangat populer, yaitu “All is well.” Ini, pastilah sebuah kesuksesan.

Kita sudah memasuki tahun 2020 hari ini, dan narasi dengan rating tertinggi yang terpilih dalam setiap obrolan atau motivasi afirmatif dalam media-media adalah “meraih sukses di tahun baru 2020” dan sejenisnya. Lalu apakah sukses itu? Brahm sudah selesai dengan kesuskesannya dalam “All is well”. Menerima apapun dengan hati yang lapang, karena meyakini itu memang suatu keniscayaan yang telah diatur oleh sebuah kekuatan maha agung, jelas dapat memisahkan kita dengan berbagai perasaan gagal, entah itu sedih, kecewa, kesal atau frustasi.

Wah, tak pernah kita sangka begitu mudah meraih sebuah kesuksesan. Apalagi jika kita percaya dengan ucapan Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu terkenal itu, “Sukses adalah 1% inspirasi, 99% keringat”. Nah, pantaslah Edison punya persepsi seperti ini dalam hidupnya yang kemudian meberinya ganjaran menjadi seorang penemu tersohor yang diagung-agungkan kehebatannya dalam buku-buku yang kita baca sejak di sekolah dasar. Lalu mana yang benar? Yang pertama, adalah kesusksesan yang datang dari inspirasi, yang kedua merupakan kesuksesan yang lahir dari keringat. Kita boleh saja memilih salah satu darinya, atau keduanya pun tak apa-apa.

Semakin kaya sudut pandang, maka semakin berkurang kadar kemutlakan akan segala isu dalam kehidupan kita di dunia ini. Pemikiran ini pun memang telah dikonfirmasi oleh sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai “kurva normal”. Suatu pola distribusi sifat materi yang terdiri dari, sebagian besar dengan karakteristik umum dan dalam proporsi yang jauh lebih kecil dengan karakteristik yang ekstrim kiri dan kanan.

Kita pada umumnya termasuk dalam kelompok umum yang sedang-sedang saja dan boleh saja kita taruh Ajahn Brahm pada kelompok ekstrim kiri sedangkan Thomas Alfa Edison pada kelompok ekstrim kanan, jumlah keduanya pastilah tidak banyak. Sama saja dengan situasi dalam kelas kita saat sekolah dahulu, proporsi yang sangat pintar dan sangat bodoh pastilah tak banyak, yang terbanyak tentu yang dengan kecerdasan sedang-sedang saja. 

Persepsi tentang sukses yang cukup menarik juga dilontarkan oleh jutawan murah hati Bill Gates. “Sukses adalah guru yang payah, kesuksesan mendorong orang-orang cerdas untuk berpikir bahwa dirinya tak akan pernah kalah.” Bos Microsoft yang bernama lengkap William Henry Gates III ini justru mengajak kita untuk berhati-hati dengan kesuksesan. Ia membuat kita telah menjadi bodoh. Mungkin inilah yang dialami oleh seorang Mike Tyson, legenda tinju kelas berat yang terjungkal bukanlah karena hook-hook musuhnya di atas ring, namun lebih karena keyakinannya takkan pernah kalah, membuatnya tak lagi tekun dalam berlatih dan bijak dalam bersikap.

Lebih tragis lagi pilihan seorang musisi rocker berbakat bernama Kurt Kobain yang begitu menggeparkan masyarakat dunia. Vokalis band grunge Nirvana yang telah menjual puluhan juta keping album musiknya di seluruh dunia ini seolah-olah takkan pernah mau bersentuhan dengan kegagalan. Maka saat ia berada di puncak kesuksesannya, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri, ia pada akhirnya memang betul-betul “tak pernah gagal” dalam bermusik. Ia pun menuliskan rangkaian kata-kata yang sedemikian suram, “Untuk apa meredup, lebih baik menghilang.”

Kita pastinya punya janji dan tekad mengisi tahun 2020 ini dengan perjuangan lebih kuat dan lebih sangar dalam meraih kesuksesan. Yang belum tercapai di tahun yang lalu, maupun meningkatkan capaian yang kiranya baru separuh sukses. Tapi bagaiman jika kemudian kita gagal, bahkan gagal dan gagal lagi?

Ada baiknya kita berguru pada seorang Winston Churchill, perdana menteri Inggris yang membawa Britania meraih kemenangan dalam perang dunia kedua itu. “Sukses adalah kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme.” Sepertinya, inilah definisi sukses yang paling keren dari semuanya. Ia tak meletakkan pada hasil, melainkan pada ketangguhan hati dan perasaan kita, terlepas dari apapun hasil yang tersaji. Maka, sungguhpun hasil usaha yang dilakukan telah mencapai target, jika antusiasme kemudian memudar, itu tetaplah sebuah kegagalan. Ia mengajarkan tentang pentingnya sebuah passion.

Begitu banyak cara melihat makna kesuksesan, saya yakin kita semakin bingung. Baguslah jika demikian. Ilmu filsafat mengatakan, segala penemuan besar umat manusia akan diawali dari sebuah kebingungan. Sebuah kebingungan yang lalu membangun sebuah passion dan antusiasme.

Namun demikian, akan sesukses apapun kelak, ada baiknya kita selami petuah menuju kesuksesan yang tak kalah menginspirasi ini, dari seorang penulis terhebat dan kontroversial sepanjang sejarah sastra Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, “Jangan kehilangan keseimbangan! Berseru-seru aku pada diri sendiri, memperingatkan. Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik kebesaran adalah kehancuran. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah, jalan ke arah kelestarian.” [T]

Tags: Pengetahuantahun baru
Share48TweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Jalan, Mbah Prapto: Kini, Tubuh Gerakmu Abadi

Next Post

Menanti Kritik yang Lebih Tajam – Catatan Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menanti Kritik yang Lebih Tajam – Catatan Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha

Menanti Kritik yang Lebih Tajam – Catatan Pameran Seni Rupa Mahasiswa Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co