2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus” – Catatan Drama Seorang Ibu

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
December 22, 2019
in Esai
“Kisah Tentang Ibu Tak Putus-Putus”  – Catatan Drama Seorang Ibu

Ibu-ibu yang bermain dalam monolog 11 Ibu di Singaraja

Setahun lalu saya menulis 11 naskah drama tentang Ibu. Kesebelas naskah itu adalah dokumentasi estetik dan artistik dari 11 kisah ibu yang nyata. Mereka adalah pejuang kehidupan yang jauh dari spotlight panggung. Saya berbicara dengan mereka, mendengarkan, menuliskan kisah mereka. Suara suara yang selama ini belum terdengar jadi terdengar. Kisah kisah yang terpendam, muncul ke permukaan. Trauma trauma yang dalam, tercurahkan dan tersalurkan melalui teater.

Dalam perjalanan menulis 11 naskah itu, saya menemukan banyak kisah yang lebih dari sekedar kisah perjuangan semata. Namun ada rahasia rahasia kehidupan yang jauh lebih dahsyat dari apa yang saya bayangkan. Sebelum menulis naskah saya melalukan wawancara, riset dan observasi mendalam terhadap karakter.

Mereka tidak hanya tumbuh di kepala saya sebagai karakter, namun sebagai kisah itu sendiri yang lengkap dengan plot twist masing masing. Tidak ada yang klise dalam realita, sebab yang saya kira klise ternyata adalah bukan klise jika itu kenyataan. Semisal ada Ibu yang berjuang mencari penghidupan dengan menjadi tukang batu, bagi orang luar barangkali ada pikiran semua ibu juga berjuang mencari penghidupan. Namun yang  berbeda adalah sebuah kisah di balik perjuangan itu. Mengapa menjadi tukang batu, ada apa di balik keputusan itu, selain karena faktor ekonomi. Selain dari alasan mencari makan.

Lalu ada Ibu yang hidup dalam trauma berpuluh tahun, masih hingga sekarang, yang dihantui kekerasan dan hidup dalam kekerasan, namun sekarang mencoba berdamai dengan semua. Lalu ada ibu yang mencari identitas dirinya, siapa dia, sebagai diri, sebagai luar diri, sebagai representasi teks, sebagai gagasan, sebagai makhluk sosial, spiritual dan sebagainya. Ada pula yang sudah berada dalam tahap spiritual tinggi namun juga masih banyak belajar. Bahkan ada yang sudah hampir selesai, namun belum selesai. Semua masih dalam pencarian yang tidak berhenti.

Mengapa tidak berhenti? Karena drama tidak berakhir begitu saja ketika semua berakhir, sebab tak pernah ada batas jelas antara awal dan akhir, bahkan jika selama ini diduga bahwa kematian adalah akhir, justru sebaliknya, kematian adalah awal. Bagi perjalanan baru.

Beberapa malam yang lalu, 18 dan 19 Desember 2019, empat naskah drama yang saya tulis, yaitu “Schizophrenia”, “A Mother and A Monster”, “My Dearest Sister” dan “Because I am Who I am”, dipentaskan berturut turut oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Keempat naskah itu memiliki benang merah yang sama, bahwa seorang ibu adalah pusat energi kehidupan. Dalam “Schizophrenia” misalnya ditampilkan karakter seorang Ibu yang merawat anak dengan sakit schizophrenia dalam keterbatasan, miskin dan sendiri, tanpa suami. Seorang ibu yang mengalami perjuangan batin untuk mendamaikan dirinya dan juga anaknya yang berjuang dengan sakit, identitas dan cinta kepada lelaki.

“A Mother and A Monster” juga bicara soal isu Ibu yang kompleks. Ada Ibu yang membuang anaknya, ada ibu yang mengangkatnya lalu terjebak prostitusi. Anak itu bertumbuh dalam identitas yang hilang sejak sang ibu mengaku sebagai pelacur untuk membiayai hidupnya. Ia pergi dan mencari jati dirinya. Lalu di perjalanan ia kenal cinta, pengetahuan, kemarahan, kecemburuan dan sebagainya. Namun ia akhirnya bertemu ibu kandungnya dan akhirnya justru tragis. Hidupnya justru diakhiri ibu kandungnya. Apakah kisah ini imajinasi? Tidak juga. Namun tetap saja kenyataan kadang lebih imajinatif dari imajinasi.

“My Dearest Sister” bercerita tentang seorang ibu yang mencemaskan anaknya yang penulis. Ia ingin anaknya normal dan biasa, bukan menjadi seniman. Sang anak memberontak dan malah mencari cinta sejati yang ia temukan pada gurunya, seorang guru juga penyair. Ia tak tahu gurunya adalah kekasih ibunya. Mengejutkan tidak hanya pada karakternya tapi pada kisahnya. Tapi hidup adalah kejutan yang memang tiada habisnya.

Di “Because I am who I am” kisah ibu juga tak kalah haru. Sang ibu terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan, dikhianati suaminya berkali kali dan mencoba tegar. Anaknya pergi dan lalu terjebak cinta, hamil sebelum menikah. Dan kisah belum berakhir.

Benang merah cerita 11 Ibu maupun 4 ibu dalam naskah berbahasa Inggris memiliki hal hal universal yang sama. Bahwa seorang ibu tak pernah selesai. Di kehidupan dan di gagasan, di imajinasi dan di kenyataan. Bahwa yang selalu harus diingat adalah pertanyaan pertanyaan tentang keputusan keputusan yang diambil. Saya misalnya selalu memelihara kegelisahan dan memelihara pertanyaan agar terus bisa bergerak. Sebagai ibu, sebagai perempuan, sebagai manusia.

Dalam sebuah sesi di Ubud Writers and Readers Festival yang lalu, ada satu sesi bertema Enlightment for All. Dalam panel itu kami membahas spiritualisme. Apa konsep spirituality dalam hidup perempuan Bali.

Saya menjawab spiritualisme adalah cara menjaga keseimbangan peran antara menjadi ibu, perempuan, penulis, pengajar, pengelola komunitas dan bagian dari sistem sosial adat Bali.

Dalam sesi “Writing Out of Margin” di Macau China saya juga mendapat kesempatan berbicara soal perempuan yang berada di luar margin. Margin adalah batas. Namun batas itupun didefinisikan menurut perspektif yang menentukan. Margin bagi kita barangkali bukan margin bagi orang lain. Atau margin bagi orang lain bukanlah margin bagi kita. Jadi menulis adalah bagian dari mendobrak margin atau menciptakan margin baru.

Di Nepal, ketika saya bicara soal puisi, saya juga membahas tema perempuan Bali. Soal keseimbangan dan juga soal kesenjangan. Tapi di semua hal itu saya menegaskan bahwa perempuan Bali selalu bergerak menuju keseimbangan. Terutama spiritual.

Bagi orang lain barangkali spiritualisme adalah melulu pergi ke pura dan bersembahyang tapi spiritualisme dalam konteks saya adalah menjaga spirit menjaga keseimbangan peran, sambil berpikir dan bertanya, untuk terus bergerak. Menulis dan berkarya adalah sebuah upaya, sebuah cara dari banyak cara lainnya untuk menjadi “the creator”. Ibu adalah pencipta sejarah yang terus menerus harus diperbaharui.

Selamat Hari Ibu. [T]

Tags: Hari IbuibuPerempuan
Share60TweetSendShareSend
Previous Post

“Jalan Menjadi Ibu” – Catatan Ibu Baru yang Masih Cupu

Next Post

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Senang-Senang di Rumah Mahima: Puisi dan Hal-hal Lain yang Begitu Menyenangkan…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co