14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Viralkan Kebaikan, Berbagi Dulu Sebelum Rejeki Memburu

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
December 4, 2019
in Esai
Viralkan Kebaikan, Berbagi Dulu Sebelum Rejeki Memburu

Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation, memiliki kekayaan bersih US$ 90 milyar di tahun 2018. Dari US$ 90 milyar tersebut, US$ 41 milyar, atau sekitar 45% nya telah didonasikan dalam Yayasan Bill & Melinda Gates yang berfokus pada kesehatan dan kemiskinan global. Setahun kemudian, kekayaan bersihnya menjadi US$ 107 milyar. Nah, kenapa bisa? Dia mendonasikan hampir setengah kekayaannya, tapi justru setahun kemudian kekayaannya bertambah?

Bill Gates bukanlah milyarder satu-satunya yang rajin melakukan donasi. Selain Gates, ada nama-nama seperti Jack Ma (pendiri Alibaba Group), Jeff Bezos (pendiri Amazon), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Larry Page dan Sergey Brin (pendiri Google), dan banyak milyarder lainnya yang mengeluarkan jutaan dollar untuk donasi. Kebanyakan orang sepertinya berpikir, “Ah mereka kaya, tentu bisa donasi jutaan dollar.” Namun, sangat sedikit sekali mungkin yang berpikir lain, “Apa karena mereka sering berbagi mereka jadi kaya?”

Kebiasan bersedekah diajarkan secara luas oleh agama-agama mayoritas dunia seperti Kristen, Islam (zakat), Hindu (Dana Punia), dan Yahudi (Tzedakah). Pada dasarnya tidak ada patokan berapa nominal atau persentase nilai sedekah yang diwajibkan. Meski demikian, Islam contohnya, menyarankan 2,5% dari pendapatan didonasikan atau dijadikan sedekah.

Namun, hingga saat ini, kebanyakan orang masih merasa ragu ataupun tidak yakin untuk berdonasi atau bersedekah, meskipun agamanya mengajarkan untuk berdonasi. Mindset sebagian besar orang masih sama, gunakan pendapatan dulu seperlunya, jika ada sisa, barulah ditabung atau didonasikan. Padahal, sebagian besar motivator ataupun pengusaha sukses selalu menyarankan untuk menyisihkan terlebih dahulu 30% dari pendapatan untuk tabungan dan/atau sedekah, kemudian sisanya digunakan untuk keperluan bulanan.

Permasalahan sebagian besar orang mungkin terletak pada faktor psikologis. Kebanyakan orang merasa sedih ataupun tidak berani jika melihat saldo tabungannya berkurang, apalagi dengan nominal yang besar untuk ditabung, diinvestasikan atau digunakan untuk sedekah. Permasalahan kedua mungkin kebanyakan orang merasa khawatir seandainya uang yang mereka donasikan disalahgunakan oleh para penggalang dana. Atau mungkin juga masyarakat masih belum paham persis kemana, atau bagaimana donasi dilakukan.

Pada dasarnya, donasi atau sedekah itu adalah hal yang sangat sangat sederhana. Kita tidak harus pergi ke suatu Yayasan ataupun organisasi penggalangan dana untuk berbagi. Cukup dengan meningkatkan sensitivitas kita terhadap lingkungan sekitar. Contoh sederhana yang bisa dilakukan misalnya, ketika pergi makan di luar, tidak ada salahnya untuk mentraktir orang tua atau teman kita. Contoh lain, jika punya adik atau keponakan, bisa berbagi dengan membelikan mainan ataupun kebutuhan pendidikan mereka.

Itu baru beberapa contoh cara berbagi atau berdonasi untuk orang-orang terdekat. Jika mau ke tahap yang lebih tinggi, tentu kita bisa berdonasi untuk gerakan-gerakan yang signifikan dalam membantu kehidupan masyarakat banyak. Contohnya, berdonasi untuk penanggulangan bencana, untuk peningkatan fasilitas pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Dewasa ini sebenarnya kita sudah sangat dimudahkan untuk berbagi. Saat ini sudah mulai banyak organisasi-organisasi nirlaba yang memberikan wadah bagi para donatur untuk berbagi. Contohnya Kitabisa.com. Kitabisa menyediakan aplikasi android dan iOS yang bisa memudahkan kita untuk berdonasi. Dalam aplikasi tersebut terdapat banyak pilihan penggalangan dana mana yang ingin didonasikan dalam berbagai kategori, seperti bencana alam, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, sosial, dan lain sebagainya.

Nominal donasinya pun tidak harus banyak. Minimal dengan Rp. 10.000 saja kita sudah bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Untuk kredibilitasnya bagaimana? Nah, untuk para donatur kitabisa akan selalu diberikan email berkala terkait perkembangan penggalangan dana yang dipilih beserta bukti fisik seperti dokumentasi, surat, dan lain sebagainya. Secara pribadi sih saya jarang sekali membaca laporan berkala tersebut. Intinya adalah ketulusan untuk berbagi dan berdonasi dan yakin serta percaya bahwa uang yang kita donasikan akan digunakan dengan sebaik-baiknya. Intinya tetap adalah kepercayaan dan keyakinan.

Kembali lagi ke pertanyaan tentang para milyarder di atas, “Apa karena mereka sering berbagi mereka jadi kaya?” Menurut saya, dan berdasarkan pengalaman pribadi, donasi dan sedekah memiliki kekuatan finansial yang sangat besar bagi pelakunya. Selama kurang lebih 1-2 tahun terakhir saya relatif rutin melakukan donasi bulanan di kitabisa.com, hanya dengan nilai Rp 50.000-100.000 per bulan.

Pernah suatu saat, entah kenapa saya lupa dan tidak berdonasi dalam satu bulan dan saya mengalami penurunan dalam pemasukan bulanan saya. Pada bulan selanjutnya saya ingat kembali untuk berdonasi dan, entah apakah ada hubungannya atau tidak, pendapatan saya menjadi hampir dua kali lipat dari bulan sebelumnya. Begitu pula seterusnya ,hingga sekarang, saya merasakan dan sangat yakin bahwa donasi yang saya keluarkan berbunga menjadi pendapatan berkali lipat.

Pada akhirnya, semuanya kembali pada keyakinan diri masing-masing orang. Mungkin yang saya alami hanya kebetulan saja, atau mungkin juga memang rejeki ada hubungannya dengan donasi. Tetapi saya selalu percaya bahwa “semakin sering kita memberi, semakin sering kita menerima”. Dalam istilah Hindu namanya adalah Karma Phala, apa yang kita tanam, itu yang kita tuai.

Bagi saya pribadi, berdonasi, terutama jika sasarannya tepat, yaitu orang-orang yang sangat membutuhkan, seperti korban bencana alam, anak-anak pedalaman, atau orang-orang yang memiliki penyakit yang susah disembuhkan, akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi donaturnya. Di satu sisi kita bisa membantu mereka yang membutuhkan, dan di sisi lain, jika kita yakin, rejeki pun akan dengan sejalan berlimpah.

Mungkin agak kurang ilmiah jika berpikir bahwa “Tuhan akan senantiasa memberikan lebih bagi mereka yang mau berbagi”. Tapi bagi saya pribadi, Tuhan memang selalu memberikan lebih bagi mereka yang suka berbagi dibandingkan pada mereka yang pelit. Saya percaya bahwa uang yang kita keluarkan untuk kebaikan, entah bagaimana, akan kembali berkali-kali lipat kepada kita.

Bulan depan kita sudah masuk ke dekade yang baru. Mari revolusi mental kita, revolusi rasa kemanusiaan kita, dan mulai viralkan kebaikan!

Salam damai. [T]

Tags: Ambondonasikemanusiaan
Share43TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia Tattwa – [Membaca Kelindan Pikiran IBM Dharma Palguna]

Next Post

Once Upon A Time in Nepal [1] – Haiku

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Once Upon A Time in Nepal [1] – Haiku

Once Upon A Time in Nepal [1] - Haiku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co