12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bandara Bali Utara: Apakah Ide Baik?

Ni Kadek Sri Widiastuti by Ni Kadek Sri Widiastuti
November 7, 2019
in Opini
Bandara Bali Utara: Apakah Ide Baik?

Foto: miniatur pesawat/Bukalapak

Katanya pemerataan pembangunan yang akan memudahkan masyarakat, tapi kenapa nyatanya menyulitkan? Katanya untuk mencegah masalah lalu lintas udara, tapi kenapa menimbulkan masalah lain yang malah lebih rumit? Maka dari itu, apakah Bandara Bali Utara harus tetap direalisasikan? Suatu upaya yang dianggap baik oleh pemerintah, namun tidak begitu baik bagi masyarakat.

Bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Bali berada dalam masa harap-harap cemas semenjak tahun 2009, ketika pertama kalinya ide Bandara Bali Utara muncul. Berada dalam problematika rencana pembangunan Bandara Bali Utara memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Bali, khususnya daerah Kecamatan Kubutambahan, Bali Utara. Sembari menanti kepastian tentang rencana tersebut, kekhawatiran akan kerusakan lingkungan alam juga menghantui masyarakat terkait proses perealisasian rencana ini. Terlebih lagi, sedikit demi sedikit bukti signifikan akan kebenaran pembangunan ini menjadi lebih jelas ketika Menteri Perhubungan RI sudah mulai meninjau lokasi pada Kamis (5/9/2019) lalu.

Saat ini, pembangunan bandara di Bali memang diprediksi perlu. Kenyataan bahwa Bali hanya memiliki satu bandara yaitu Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar menjadi salah satu alasannya. Apalagi dengan keadaan tingkat sirkulasi keluar dan masuknya pesawat yang sangat tinggi. Melihat keadaan Bandara Ngurah Rai yang mulai jenuh dan diduga bahwa bandara ini akan begitu sesak pada tahun mendatang, mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk mengambil tindakan. Ya, pembangunan bandara baru, Bandara Bali Utara.

Menurut pemerintah, tindakan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi masalah jalur akses udara yang nantinya mungkin timbul di Bali. Di sisi lain, tindakan ini juga sebagai proses pemerataan pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan. Hal ini memang benar adanya karena selama ini memang kegiatan khususnya pariwisata lebih berpusat di selatan Bali. Tentunya dengan adanya pembangunan bandara baru ini memberikan solusi pada permasalahan tersebut.

Namun, jika pembangunan ini malah menyulitkan masyarakat dan menimbulkan masalah baru, apakah bandara ini tetap harus terealisasi?

Untuk pemerataan pembangunan dan pencegahan masalah lalu lintas udara, mungkin rencana pembangunan bandara memang sangat diperlukan. Namun jika dilihat dari faktor-faktor lain dalam proses pembangunan, seharusnya rencana pembangunan ini perlu dipertimbangkan lagi. Terlalu banyak hal yang harus dikorbankan jika pembangunan ini benar benar terjadi. Dampak yang mungkin timbul untuk kedepannya harus dipertimbangkan kembali.

Proses pembangunan sebuah bandara  pasti memerlukan banyak lahan, sedangkan lahan yang tersedia di areal rencana pembangunan tidak begitu mendukung. Sangat dikhawatirkan jika pembangunan ini akan merusak lingkungan alam dan malah mengganggu di hari kedepannya. Selain itu, juga ditakutkan akan mempengaruhi keadaan sosial di wilayah tersebut. Banyak masyarakat yang  khawatir dengan perealisasian pembangunan ini karena merasa disulitkan.

Walaupun dalam rencana bahwa tanah yang akan digunakan dalam pembangunan ini adalah tanah adat seluas 370 hektare di wilayah Kubutambahan ,tapi seharusnya pemerintah dan juga pihak terkait tetap mempertimbangkan tanah warga yang bersebelahan dengan tanah adat tersebut. Begitu pula dengan kondisi di sekitarnya. Masyarakat merasa keberatan jika tanah- tanah hak milik warga akan terkena dampak pembangunan. Terlebih lagi pemerintah tidak ada komunikasi  yang lebih lanjut dengan masyarakat tentang penggunaan lahan tersebut.

Tak cuma masalah lahan warga, fakta bahwa tanah adat yang digunakan adalah hak milik adat wilayah Kubutambahan harus tetap diperhatikan. Masyarakat tetap akan mempertahankan status adat tanah tersebut, tidak ada pengalihan status hak milik tanah kepada pihak konsorsium.

Pembangunan bandara ini juga dikhawatirkan akan memberi dampak pada wilayah sekitar pembangunan. Seperti yang diketahui, wilayah sekitar area rencana pembangunan tak murni kosong. Ada beberapa situs budaya, sekolah, dan bangunan umum yang diprediksi menerima dampak dari pembangunan. Tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Tidaklah suatu hal yang baik jika sebuah pembangunan baru harus menghancurkan banyak bangunan lama yang seharusnya masih bisa bertahan. Situs budaya yang menjadi warisan dan sudah dijaga sedemikian lama sangat disayangkan jika harus rusak karena pembangunan ini. Sekolah-sekolah yang semestinya bisa berjalan baik dengan menampung para pelajar sangat tidak bisa direlakan hancur karena pembangunan. Begitu juga dengan bangunan bangunan umum yang masih bisa berfungsi dengan baik bukanlah target untuk dirusak.

Melihat hal hal tersebut, pembangunan bandara ini tidaklah tepat jika masih disebut hal baik ketika dampak yang diakibatkan akan merugikan masyarakat. Bukannya memudahkan tapi nyatanya menyulitkan dan bukannya menjadi solusi tapi malah menjadi sumber masalah. Dengan ini, pertimbangan kembali dari pemerintah mengenai faktor-faktor dan akibat yang mungkin timbul sangat diperlukan karena proses pembangunan ini memikul resiko yang besar.

Masyarakat tidak mau rekonstruksi besar ini malah menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Pertimbangan dari segala aspek harus sangat dipikirkan untuk proses perealisasian rencana ini. Maka dari itu, pengambilan keputusan diharapkan dapat mengambil jalan terbaik tanpa ada merugikan pihak-pihak tertentu. [T]

Tags: bali utarabandarabuleleng
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Musikalisasi Rasa Pink Floyd, Led Zepplin : Proses Musikalitas Lantaidua

Next Post

Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Ni Kadek Sri Widiastuti

Ni Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Negara 14 Februari 2000. Kini kuliah di Sampoerna Univerisity, Jakarta

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co