2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bandara Bali Utara: Apakah Ide Baik?

Ni Kadek Sri Widiastuti by Ni Kadek Sri Widiastuti
November 7, 2019
in Opini
Bandara Bali Utara: Apakah Ide Baik?

Foto: miniatur pesawat/Bukalapak

Katanya pemerataan pembangunan yang akan memudahkan masyarakat, tapi kenapa nyatanya menyulitkan? Katanya untuk mencegah masalah lalu lintas udara, tapi kenapa menimbulkan masalah lain yang malah lebih rumit? Maka dari itu, apakah Bandara Bali Utara harus tetap direalisasikan? Suatu upaya yang dianggap baik oleh pemerintah, namun tidak begitu baik bagi masyarakat.

Bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Bali berada dalam masa harap-harap cemas semenjak tahun 2009, ketika pertama kalinya ide Bandara Bali Utara muncul. Berada dalam problematika rencana pembangunan Bandara Bali Utara memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Bali, khususnya daerah Kecamatan Kubutambahan, Bali Utara. Sembari menanti kepastian tentang rencana tersebut, kekhawatiran akan kerusakan lingkungan alam juga menghantui masyarakat terkait proses perealisasian rencana ini. Terlebih lagi, sedikit demi sedikit bukti signifikan akan kebenaran pembangunan ini menjadi lebih jelas ketika Menteri Perhubungan RI sudah mulai meninjau lokasi pada Kamis (5/9/2019) lalu.

Saat ini, pembangunan bandara di Bali memang diprediksi perlu. Kenyataan bahwa Bali hanya memiliki satu bandara yaitu Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar menjadi salah satu alasannya. Apalagi dengan keadaan tingkat sirkulasi keluar dan masuknya pesawat yang sangat tinggi. Melihat keadaan Bandara Ngurah Rai yang mulai jenuh dan diduga bahwa bandara ini akan begitu sesak pada tahun mendatang, mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk mengambil tindakan. Ya, pembangunan bandara baru, Bandara Bali Utara.

Menurut pemerintah, tindakan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi masalah jalur akses udara yang nantinya mungkin timbul di Bali. Di sisi lain, tindakan ini juga sebagai proses pemerataan pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan. Hal ini memang benar adanya karena selama ini memang kegiatan khususnya pariwisata lebih berpusat di selatan Bali. Tentunya dengan adanya pembangunan bandara baru ini memberikan solusi pada permasalahan tersebut.

Namun, jika pembangunan ini malah menyulitkan masyarakat dan menimbulkan masalah baru, apakah bandara ini tetap harus terealisasi?

Untuk pemerataan pembangunan dan pencegahan masalah lalu lintas udara, mungkin rencana pembangunan bandara memang sangat diperlukan. Namun jika dilihat dari faktor-faktor lain dalam proses pembangunan, seharusnya rencana pembangunan ini perlu dipertimbangkan lagi. Terlalu banyak hal yang harus dikorbankan jika pembangunan ini benar benar terjadi. Dampak yang mungkin timbul untuk kedepannya harus dipertimbangkan kembali.

Proses pembangunan sebuah bandara  pasti memerlukan banyak lahan, sedangkan lahan yang tersedia di areal rencana pembangunan tidak begitu mendukung. Sangat dikhawatirkan jika pembangunan ini akan merusak lingkungan alam dan malah mengganggu di hari kedepannya. Selain itu, juga ditakutkan akan mempengaruhi keadaan sosial di wilayah tersebut. Banyak masyarakat yang  khawatir dengan perealisasian pembangunan ini karena merasa disulitkan.

Walaupun dalam rencana bahwa tanah yang akan digunakan dalam pembangunan ini adalah tanah adat seluas 370 hektare di wilayah Kubutambahan ,tapi seharusnya pemerintah dan juga pihak terkait tetap mempertimbangkan tanah warga yang bersebelahan dengan tanah adat tersebut. Begitu pula dengan kondisi di sekitarnya. Masyarakat merasa keberatan jika tanah- tanah hak milik warga akan terkena dampak pembangunan. Terlebih lagi pemerintah tidak ada komunikasi  yang lebih lanjut dengan masyarakat tentang penggunaan lahan tersebut.

Tak cuma masalah lahan warga, fakta bahwa tanah adat yang digunakan adalah hak milik adat wilayah Kubutambahan harus tetap diperhatikan. Masyarakat tetap akan mempertahankan status adat tanah tersebut, tidak ada pengalihan status hak milik tanah kepada pihak konsorsium.

Pembangunan bandara ini juga dikhawatirkan akan memberi dampak pada wilayah sekitar pembangunan. Seperti yang diketahui, wilayah sekitar area rencana pembangunan tak murni kosong. Ada beberapa situs budaya, sekolah, dan bangunan umum yang diprediksi menerima dampak dari pembangunan. Tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Tidaklah suatu hal yang baik jika sebuah pembangunan baru harus menghancurkan banyak bangunan lama yang seharusnya masih bisa bertahan. Situs budaya yang menjadi warisan dan sudah dijaga sedemikian lama sangat disayangkan jika harus rusak karena pembangunan ini. Sekolah-sekolah yang semestinya bisa berjalan baik dengan menampung para pelajar sangat tidak bisa direlakan hancur karena pembangunan. Begitu juga dengan bangunan bangunan umum yang masih bisa berfungsi dengan baik bukanlah target untuk dirusak.

Melihat hal hal tersebut, pembangunan bandara ini tidaklah tepat jika masih disebut hal baik ketika dampak yang diakibatkan akan merugikan masyarakat. Bukannya memudahkan tapi nyatanya menyulitkan dan bukannya menjadi solusi tapi malah menjadi sumber masalah. Dengan ini, pertimbangan kembali dari pemerintah mengenai faktor-faktor dan akibat yang mungkin timbul sangat diperlukan karena proses pembangunan ini memikul resiko yang besar.

Masyarakat tidak mau rekonstruksi besar ini malah menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Pertimbangan dari segala aspek harus sangat dipikirkan untuk proses perealisasian rencana ini. Maka dari itu, pengambilan keputusan diharapkan dapat mengambil jalan terbaik tanpa ada merugikan pihak-pihak tertentu. [T]

Tags: bali utarabandarabuleleng
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Musikalisasi Rasa Pink Floyd, Led Zepplin : Proses Musikalitas Lantaidua

Next Post

Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Ni Kadek Sri Widiastuti

Ni Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Negara 14 Februari 2000. Kini kuliah di Sampoerna Univerisity, Jakarta

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Judicial Review: Kelompok Musik Penyerak Kata-kata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co