3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Is Real” dari “Istirahat Sejenak”, Kesadaran Mendalam Akan Kerinduan…

Lanang Taji by Lanang Taji
September 13, 2019
in Ulasan
“Is Real” dari “Istirahat Sejenak”, Kesadaran Mendalam Akan Kerinduan…

Grup band Istirahat Sejenak

Sebuah petikan gitar mengawali alunan kalimat “can u see how’s beautiful u are, ….” dengan suara berat milik sosok bertopi yang duduk dengan sebuah gitar akustik di depan panel surya yang terpasang rapi di hadapan baliho yang berjejer. Sebuah ingatan akan perjumpaan pertama dengan lagu ini menyusup ke dalam telinga. Perpaduan suara berat dan petikan akustik membuat kata-kata yang diucapkan oleh Yogi seolah tidak ditujukan oleh mereka yang sedang duduk di hadapannya, melainkan untuk dirinya sendiri.

Pukulan Ajik pada kajonnya hadir setelah kalimat “… couse that’s how you look like”, disusul melodi Indra yang menyayat, Yogi melanjutkan alunan “For me more then you not heaving u in my live, I do my best to make u happy”.

Lantunan lirik sederhana tanpa kata-kata yang memungkinkan berbagai penafsiran, para pendengar tentu bisa dengan mudah menerima dan menterjemahkan lirik yang sedang didendangkan formasi yang menyebut diri mereka Istirahat Sejenak.

Suara berat Yogi membawa masuk lebih jauh, tempo yang pelan dan tentu saja melodi yang menggiring, menghanyutkan pada apa yang coba Yogi ungkapkan melalui rangkaian reff “I want to be with you when the sun rise up/ I want tobe with you when the sun goes down/ And I want to be with u all night long/Couse I want u to know I need u in my live”.

Ingatan menyaksikan penampilan mereka secara langsung di Pra Bali yang Binal 8 yang berlangsung di Taman Baca Kesiman hadir kembali melalui rekaman dokumentasi ala kadarnya yang diputar di PC, ingatan yang membawa getaran yang sama seperti hadir dan melihat mereka bermain secara langsung. Ingatan yang membawa sensasi kerinduan yang mendalam hadir dengan intensitas yang sama.

Kerinduan yang hadir akibat waktu dan ruang yang tak berpihak. Kerinduan yang terpendam dan tak mampu diobati dengan layanan telekomunikasi 4.0 yang katanya telah melampaui jarak dan waktu. Kerinduan yang kemudian semakin terekspresikan lewat permainan rima rap Ayi “Lady… Now I Should tell you that I was fallin at the first time, I rest my eyes on you…”. Ini menjelaskan bagaimana perasaaan sesuangguhnya yang bahkan tak sanggup diucapkan ketika kemudian pertemuan hadir untuk mejadi oase kerianduan yang harus dialami.


Istirahat Sejenak

Istirahat Sejenak merupaka band Lapas Narkotik Klas IIA Bangli. Para peronelnya merupakan warga binaan dari lapas yang berlokasi di Br. Buungan, Jl. Purasti, Tiga, Susut, Kabupaten Bangli.

Istirahat Sejenak digawangi oleh; Yogi pada Guitar Akustik dan vocal; Ayi sebagai rapper; Mahesa pada bass; Indra dengan melody Guitar; Adut pada perkusi dan Ajik pada kajon. Status yang disandang sebagai warga lapas tentu semakin menguatkan karakter lagu yang diberi judul Is Real.

Itu sebuah lagu yang mengungkapkan bagaimana perasaan mereka terhadap orang-orang yang mereka cintai dan mereka rindukan, sebuah ungkapan perasaan sederhana yang mereka utarakan lewat lagu yang baru bisa didengar ketika melihat penampilan panggung mereka secara langsung. Lagu yang membawa saya secara personal masuk kedalam kenyataan bahwasanya selalu ada saja perasaan yang tak bisa terucap, diasumsikan telah diwakilkan lewat tatapan mata yang beradu namun pada kenyataannya itu tak cukup, perasaan tersebut tetap saja mengganjal, bertemu dengan dominasi gengsi sifat maskulin dengan segala citra kuat dan perkasa yang sebenarnya menjadi boomerang basi sosok laki-laki itu sendiri.

Is Real tidak menghadirkan perasaan rindu tersebut dengan sajian cengeng, mereka menghadirkannya dengan tetap menjadi lelaki dan segala citra yang menempel pada lebel laki-laki tersebut, mengakuai bahwasannya lelaki tetap saja seperti halnya semua manusia, memiliki perasaan yang rapuh dan rentan. Sebuah peristiwa pada akhirnya akan hadir untuk membawa si lelaki dengan kelelakiannya terjerembab pada satu titik dimana dia akhirnya mengakuai bahwasannya sosok yang ada disebelahnya begitu berarti dan tak ada satu pun yang berhasil dilakukan selama ini bisa mewakili perasaan tersebut.

Menjadi warga binaan tentu bukan sebuah peristiwa yang diinginkan,direncanakan atau bahkan diimpikan, ada jalinan sebab akibat yang membuat para personel tersebut kemudia berada di titik sebagai warga binaan yang membuat mereka tidak lagi bisa bebas mengakses ruang, jarak dan waktu seleluasa kita. Titik yang membawa mereka pada kesadaran memaknai kerinduan lebih dari sekedar I mis U yang dikirimkan lewat pesan whatsap dengan emoticon kecupan dengan logo jantung yang memerah.

Mereka harus memendam kerinduan mereka, menyimpannya di balik ruang-ruang dingin kesendirian, kesunyian dan kemudian mereka tumpahkan dalam dalam lagu Is Real. Mendengarkan lagu ini mengantarkan ingatan pada sebuah quote lama “Engkau akan mengerti arti memiliki ketika Kehilangan” sebuah kutipan yang selama ini timbul tenggelam akibat serangkian persinggungan yang terjadi karena pertemuan-pertemuan baru.

Kutipan yang kemudian bisa diperdebatkan ketika tahu bahwasannya untuk memaknai kata memiliki tidak perlu sampai pada titik kehilangan, bahkan ketika seseorang terlempar pada titik paling nadir bisa memicu kesadaran sederhana untuk memaknai keberadaan seseorang, yang tertaut dengan kata memiliki. Keberadaan yang menjadi begitu berarti ketika tak bisa disentuh tetapi terasa begitu kuat kehadirannya.

“For me more then enough to having u in my life” apa yang lebih menguatkan selain perasaaan akan kehadiran seseorang disaat berada dititik paling rendah. Walau hanya berasal dari video penampilan yang diputar ulang, apa yang ingin disampaikan band Istirahat Sejenak melalui “Is Real” tetap bisa sampai, mengungkapkan bagaimana kerinduan akan seseorang yang selama ini telah hadir dan pemaknaan akan kehadiran yang hadir setelah kehadiran fisik tak lagi hadi seperti biasanya.

Is Real memang belum beredar di pasaran, “tunggu saja, kawan-kawan sedang proses rekaman album di Rockness” bocoran dari Krisna, sosok yang menghadirkan Istirahat Sejenak malam itu dan membuat Is Real melekat di kepala dengan mudah.

“Is Real” hanya sebuah lagu sederhana, dibawakan secara sederhana, untuk menyampaikan sebuah perasan yang tidak kalah sederhana namun sering kali menjadi begitu sulit diuangkapkan karena kesederhanaan tersebut. Kesederhanaan rasa yang sering kali luput dan takut untuk disampaikan dan sering kali kalah bersaing oleh gemerlap kerumitan yang lebih mundah dilontarkan. [T]



Tags: cintamusikrindu
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Lawar Kelungah Khas Negaroa, “Pokok Jaan Pesa!”

Next Post

“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan 3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

Lanang Taji

Lanang Taji

Part time citizen, full time netizen. tukang tulis di I NI timpalkopi

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan  3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan 3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co