25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Is Real” dari “Istirahat Sejenak”, Kesadaran Mendalam Akan Kerinduan…

Lanang Taji by Lanang Taji
September 13, 2019
in Ulasan
“Is Real” dari “Istirahat Sejenak”, Kesadaran Mendalam Akan Kerinduan…

Grup band Istirahat Sejenak

Sebuah petikan gitar mengawali alunan kalimat “can u see how’s beautiful u are, ….” dengan suara berat milik sosok bertopi yang duduk dengan sebuah gitar akustik di depan panel surya yang terpasang rapi di hadapan baliho yang berjejer. Sebuah ingatan akan perjumpaan pertama dengan lagu ini menyusup ke dalam telinga. Perpaduan suara berat dan petikan akustik membuat kata-kata yang diucapkan oleh Yogi seolah tidak ditujukan oleh mereka yang sedang duduk di hadapannya, melainkan untuk dirinya sendiri.

Pukulan Ajik pada kajonnya hadir setelah kalimat “… couse that’s how you look like”, disusul melodi Indra yang menyayat, Yogi melanjutkan alunan “For me more then you not heaving u in my live, I do my best to make u happy”.

Lantunan lirik sederhana tanpa kata-kata yang memungkinkan berbagai penafsiran, para pendengar tentu bisa dengan mudah menerima dan menterjemahkan lirik yang sedang didendangkan formasi yang menyebut diri mereka Istirahat Sejenak.

Suara berat Yogi membawa masuk lebih jauh, tempo yang pelan dan tentu saja melodi yang menggiring, menghanyutkan pada apa yang coba Yogi ungkapkan melalui rangkaian reff “I want to be with you when the sun rise up/ I want tobe with you when the sun goes down/ And I want to be with u all night long/Couse I want u to know I need u in my live”.

Ingatan menyaksikan penampilan mereka secara langsung di Pra Bali yang Binal 8 yang berlangsung di Taman Baca Kesiman hadir kembali melalui rekaman dokumentasi ala kadarnya yang diputar di PC, ingatan yang membawa getaran yang sama seperti hadir dan melihat mereka bermain secara langsung. Ingatan yang membawa sensasi kerinduan yang mendalam hadir dengan intensitas yang sama.

Kerinduan yang hadir akibat waktu dan ruang yang tak berpihak. Kerinduan yang terpendam dan tak mampu diobati dengan layanan telekomunikasi 4.0 yang katanya telah melampaui jarak dan waktu. Kerinduan yang kemudian semakin terekspresikan lewat permainan rima rap Ayi “Lady… Now I Should tell you that I was fallin at the first time, I rest my eyes on you…”. Ini menjelaskan bagaimana perasaaan sesuangguhnya yang bahkan tak sanggup diucapkan ketika kemudian pertemuan hadir untuk mejadi oase kerianduan yang harus dialami.


Istirahat Sejenak

Istirahat Sejenak merupaka band Lapas Narkotik Klas IIA Bangli. Para peronelnya merupakan warga binaan dari lapas yang berlokasi di Br. Buungan, Jl. Purasti, Tiga, Susut, Kabupaten Bangli.

Istirahat Sejenak digawangi oleh; Yogi pada Guitar Akustik dan vocal; Ayi sebagai rapper; Mahesa pada bass; Indra dengan melody Guitar; Adut pada perkusi dan Ajik pada kajon. Status yang disandang sebagai warga lapas tentu semakin menguatkan karakter lagu yang diberi judul Is Real.

Itu sebuah lagu yang mengungkapkan bagaimana perasaan mereka terhadap orang-orang yang mereka cintai dan mereka rindukan, sebuah ungkapan perasaan sederhana yang mereka utarakan lewat lagu yang baru bisa didengar ketika melihat penampilan panggung mereka secara langsung. Lagu yang membawa saya secara personal masuk kedalam kenyataan bahwasanya selalu ada saja perasaan yang tak bisa terucap, diasumsikan telah diwakilkan lewat tatapan mata yang beradu namun pada kenyataannya itu tak cukup, perasaan tersebut tetap saja mengganjal, bertemu dengan dominasi gengsi sifat maskulin dengan segala citra kuat dan perkasa yang sebenarnya menjadi boomerang basi sosok laki-laki itu sendiri.

Is Real tidak menghadirkan perasaan rindu tersebut dengan sajian cengeng, mereka menghadirkannya dengan tetap menjadi lelaki dan segala citra yang menempel pada lebel laki-laki tersebut, mengakuai bahwasannya lelaki tetap saja seperti halnya semua manusia, memiliki perasaan yang rapuh dan rentan. Sebuah peristiwa pada akhirnya akan hadir untuk membawa si lelaki dengan kelelakiannya terjerembab pada satu titik dimana dia akhirnya mengakuai bahwasannya sosok yang ada disebelahnya begitu berarti dan tak ada satu pun yang berhasil dilakukan selama ini bisa mewakili perasaan tersebut.

Menjadi warga binaan tentu bukan sebuah peristiwa yang diinginkan,direncanakan atau bahkan diimpikan, ada jalinan sebab akibat yang membuat para personel tersebut kemudia berada di titik sebagai warga binaan yang membuat mereka tidak lagi bisa bebas mengakses ruang, jarak dan waktu seleluasa kita. Titik yang membawa mereka pada kesadaran memaknai kerinduan lebih dari sekedar I mis U yang dikirimkan lewat pesan whatsap dengan emoticon kecupan dengan logo jantung yang memerah.

Mereka harus memendam kerinduan mereka, menyimpannya di balik ruang-ruang dingin kesendirian, kesunyian dan kemudian mereka tumpahkan dalam dalam lagu Is Real. Mendengarkan lagu ini mengantarkan ingatan pada sebuah quote lama “Engkau akan mengerti arti memiliki ketika Kehilangan” sebuah kutipan yang selama ini timbul tenggelam akibat serangkian persinggungan yang terjadi karena pertemuan-pertemuan baru.

Kutipan yang kemudian bisa diperdebatkan ketika tahu bahwasannya untuk memaknai kata memiliki tidak perlu sampai pada titik kehilangan, bahkan ketika seseorang terlempar pada titik paling nadir bisa memicu kesadaran sederhana untuk memaknai keberadaan seseorang, yang tertaut dengan kata memiliki. Keberadaan yang menjadi begitu berarti ketika tak bisa disentuh tetapi terasa begitu kuat kehadirannya.

“For me more then enough to having u in my life” apa yang lebih menguatkan selain perasaaan akan kehadiran seseorang disaat berada dititik paling rendah. Walau hanya berasal dari video penampilan yang diputar ulang, apa yang ingin disampaikan band Istirahat Sejenak melalui “Is Real” tetap bisa sampai, mengungkapkan bagaimana kerinduan akan seseorang yang selama ini telah hadir dan pemaknaan akan kehadiran yang hadir setelah kehadiran fisik tak lagi hadi seperti biasanya.

Is Real memang belum beredar di pasaran, “tunggu saja, kawan-kawan sedang proses rekaman album di Rockness” bocoran dari Krisna, sosok yang menghadirkan Istirahat Sejenak malam itu dan membuat Is Real melekat di kepala dengan mudah.

“Is Real” hanya sebuah lagu sederhana, dibawakan secara sederhana, untuk menyampaikan sebuah perasan yang tidak kalah sederhana namun sering kali menjadi begitu sulit diuangkapkan karena kesederhanaan tersebut. Kesederhanaan rasa yang sering kali luput dan takut untuk disampaikan dan sering kali kalah bersaing oleh gemerlap kerumitan yang lebih mundah dilontarkan. [T]



Tags: cintamusikrindu
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Lawar Kelungah Khas Negaroa, “Pokok Jaan Pesa!”

Next Post

“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan 3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

Lanang Taji

Lanang Taji

Part time citizen, full time netizen. tukang tulis di I NI timpalkopi

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan  3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

“Buku Merah” KONI Tabanan: Porprov Disiapkan 3 Tahun, Awalnya Banyak Pesimis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co