22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 9, 2019
in Opini
Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Ilustrasi foto: Pandu Kalam. Foto hanya ilustrasi

Budaya Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) dari tahun ke tahun tidak berubah, sama sekali tidak berubah. Buat tugas, bentak-bentak, jemur di lapangan, dan sebagainya. Sejauh ini, siapa pun yang menyaksikan pasti mereka berpendapat, “Mahasiswa baru diperlakukan seperti budak, atau kambing yang seenaknya disuruh-suruh!”

Jika benar anda berpendapat seperti demikian, mari kita berpelukan. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dengan sikap senior yang merasa paling benar, paling pintar, paling suci–tentunya luput dari segala noda dan dosa, dan paling berpengalaman seakan mereka tahu segalanya tentang seluk-beluk kehidupan di lingkungan kampus, dengan kedok ini mereka seenaknya memerintah dan membentak-bentak mahasiswa baru yang bisa dikatakan masih polos (sebenarnya saya juga masih polos, sih), Preett!

Pertanyaannya; apa dampak dari penerapan budaya kuno ini? Dari segi mental, budaya ini sama sekali tidak mencerminkan pembangunan mental atau psikis mahasiswa baru. Malah sebaliknya,–membikin mental dan psikis mahasiswa baru menjadi down. Hal ini bisa kita buktikan (silakan buktikan sendiri), ini dampak pertamanya.

Dampak kedua, tidak menutup kemungkinan munculnya keinginan balas dendam sebagai dasar perlakukan kakak tingkat yang sok jago itu, sasaran balas dendam bisa saja ditujukan kepada kakak tingkat karena perlakuannya, bahkan ditujukan kepada mahasiswa baru atau adik tingkat yang akan datang melalui penerapan budaya turun-temurun ini, atau dengan hati terpaksa saya sebut budaya kuno.

Dua hal ini tidak bisa dipungkiri–apapun bisa terjadi. Bukankah tak ada yang mustahil di dunia ini, Bung?

Apa seharusnya yang dibutuhkan oleh kakak tingkat? Yaitu kakak tingkat atau panitia pelaksana membutuhkan inovasi baru terkait penerapan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) ini. Masa’ kakak-kakak panitia tidak bisa membikin konsep kegiatan yang menarik, menghibur, membikin betah, dan menyenangkan hati mahasiswa baru. Katanya mahasiswa… Mahasiswa itu golongan terpelajar, lho.

Saya juga pernah membaca di salah satu buku, dalam buku tersebut mengatakan bahwa, ‘mahasiswa itu golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan’. Jadi jangan salah, mahasiswa di mata masyarakat itu sebagai orang yang serba ajaib! Maka janganlah terus-terusan berkutat pada budaya kuno yang semestinya sudah menjadi bangkai, sudah terkubur dalam-dalam, atau bahkan sudah terhempas jauh dibawa zaman.

Lagian, apakah sejauh ini ada manfaat secara langsung yang didapat oleh mahasiswa baru dari penerapan Orientasi Kehidupan Kampus model begini? Ada? Ada? Mana buktinya, tunjukan pada saya.. “Ada, Kak. Manfaatnya mahasiswa baru jadi terbiasa dengan perlakuan dosen pada saat perkuliahan nanti.”

Lah, kalian dosen atau mahasiswa?

Setahu saya, walaupun terkesan agak ‘menyeramkan’, dosen itu ada sisi lembutnya juga, lho… Malah gambaran perlakuan yang kalian peragakan lebih kejam daripada perlakuan dosen yang semestinya.

Kembali lagi ke leptop, apabila masih berkutat pada budaya kuno atau bangke ini, budaya yang dengan berat hati saya katakan sebagai budaya ‘ga’ guna. Kalian sepatutnya berhenti ajalah menjadi panitia pelaksana, bikin malu saja. Ini zaman di mana dikenal sebagai revolusi induatri 4.0, Kawan–sudah melampaui modern. Zaman aja sudah melampaui modern, masa’ kalian dan pikiran kalian masih kuno. Bangun, Bambang!!

Jadi kesimpulannya, mahasiswa-mahasiswa yang akan menjadi kakak tingkat bagi mahasiswa baru ke depannya, berpikir keraslah! Berpikir keras! Berpikir! Berpikir! Berpikir! Bila perlu, sediakan waktu khusus untuk berpikir, merenung, dan membayangkan konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang wahh–yang modern, inovatif, kreatif, dan tentunya terlepas dari budaya kuno dan ‘bangke’ itu (kesal saya, sumpah).

Setidaknya kita bisa kembali pada esensi daripada mahasiswa itu sendirilah. Kalau kita berhasil memikirkan dan merancang konsep baru dan menarik. Maka yakinlah, Kawan, segala bentuk pujian akan berdatangan baik itu dari masyarakat, dosen, rektor, masyarakat, hingga mahasiswa baru. Namun pujian tidak pantas dijadikan tujuan utama, hal ini tiada lain akan membikin lena, membikin mahasiswa merasa puas dan berakibat pada berhentinya kreativitas pada mahasiswa.

Tujuan kalian hanyalah satu,–MEMANUSIAKAN MANUSIA, karena ini tugas pokok mahasiswa, tugas pokok golongan terpelajar, tugas pokok golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan, bukankah bigitu? Yakinlah! Jadikan ini sebagai pemecut semangat kalian wahai, Kawan mahasiswaku sekalian! Dan yang paling penting, jangan biasakan diri dengan budaya ikut-ikutan. Indonesia memang unik dari segala macam bentuknya, salah satu dari keunikan itu terdapat pada masyarakatnya, yaitu masih terdapat budaya ikut-ikutan dan malas berpikir.

Nah, kita yang katanya sebagai mahasiswa apalagi golongan terpelajar, yah setidaknya janganlah mencontohkan hal yang kurang baik tersebut. Kita ciptakan inovasi sendiri, kreativitas sendiri yang sedikit tidaknya bisa mencerminkan fungsi dan tugas daripada gelar mahasiswa yang kita sandang.

Jika kalian tidak sanggup memikirkan dan merancang konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang baru dan modern seperti yang telah dijelaskan di atas, kalau begitu kalian minggir saja, berikan kepada saya waktu untuk memikirkan dan merancang konsepnya. Kalian tinggal duduk, seduh air panas dengan kopi, lalu diminum sambil menunggu hasil dari pada konsep yang saya ramcang dan pikirkan. “Kapan rancangan konsep itu akan jadi, Kak?” Sabar, kita lihat saja nanti. [T]

Singaraja, Agustus 2019

Tags: mahasiswamahasiswa baruOKKorganisasi mahasiswaPendidikan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

BENYAI

Next Post

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co