2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 9, 2019
in Opini
Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Ilustrasi foto: Pandu Kalam. Foto hanya ilustrasi

Budaya Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) dari tahun ke tahun tidak berubah, sama sekali tidak berubah. Buat tugas, bentak-bentak, jemur di lapangan, dan sebagainya. Sejauh ini, siapa pun yang menyaksikan pasti mereka berpendapat, “Mahasiswa baru diperlakukan seperti budak, atau kambing yang seenaknya disuruh-suruh!”

Jika benar anda berpendapat seperti demikian, mari kita berpelukan. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dengan sikap senior yang merasa paling benar, paling pintar, paling suci–tentunya luput dari segala noda dan dosa, dan paling berpengalaman seakan mereka tahu segalanya tentang seluk-beluk kehidupan di lingkungan kampus, dengan kedok ini mereka seenaknya memerintah dan membentak-bentak mahasiswa baru yang bisa dikatakan masih polos (sebenarnya saya juga masih polos, sih), Preett!

Pertanyaannya; apa dampak dari penerapan budaya kuno ini? Dari segi mental, budaya ini sama sekali tidak mencerminkan pembangunan mental atau psikis mahasiswa baru. Malah sebaliknya,–membikin mental dan psikis mahasiswa baru menjadi down. Hal ini bisa kita buktikan (silakan buktikan sendiri), ini dampak pertamanya.

Dampak kedua, tidak menutup kemungkinan munculnya keinginan balas dendam sebagai dasar perlakukan kakak tingkat yang sok jago itu, sasaran balas dendam bisa saja ditujukan kepada kakak tingkat karena perlakuannya, bahkan ditujukan kepada mahasiswa baru atau adik tingkat yang akan datang melalui penerapan budaya turun-temurun ini, atau dengan hati terpaksa saya sebut budaya kuno.

Dua hal ini tidak bisa dipungkiri–apapun bisa terjadi. Bukankah tak ada yang mustahil di dunia ini, Bung?

Apa seharusnya yang dibutuhkan oleh kakak tingkat? Yaitu kakak tingkat atau panitia pelaksana membutuhkan inovasi baru terkait penerapan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) ini. Masa’ kakak-kakak panitia tidak bisa membikin konsep kegiatan yang menarik, menghibur, membikin betah, dan menyenangkan hati mahasiswa baru. Katanya mahasiswa… Mahasiswa itu golongan terpelajar, lho.

Saya juga pernah membaca di salah satu buku, dalam buku tersebut mengatakan bahwa, ‘mahasiswa itu golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan’. Jadi jangan salah, mahasiswa di mata masyarakat itu sebagai orang yang serba ajaib! Maka janganlah terus-terusan berkutat pada budaya kuno yang semestinya sudah menjadi bangkai, sudah terkubur dalam-dalam, atau bahkan sudah terhempas jauh dibawa zaman.

Lagian, apakah sejauh ini ada manfaat secara langsung yang didapat oleh mahasiswa baru dari penerapan Orientasi Kehidupan Kampus model begini? Ada? Ada? Mana buktinya, tunjukan pada saya.. “Ada, Kak. Manfaatnya mahasiswa baru jadi terbiasa dengan perlakuan dosen pada saat perkuliahan nanti.”

Lah, kalian dosen atau mahasiswa?

Setahu saya, walaupun terkesan agak ‘menyeramkan’, dosen itu ada sisi lembutnya juga, lho… Malah gambaran perlakuan yang kalian peragakan lebih kejam daripada perlakuan dosen yang semestinya.

Kembali lagi ke leptop, apabila masih berkutat pada budaya kuno atau bangke ini, budaya yang dengan berat hati saya katakan sebagai budaya ‘ga’ guna. Kalian sepatutnya berhenti ajalah menjadi panitia pelaksana, bikin malu saja. Ini zaman di mana dikenal sebagai revolusi induatri 4.0, Kawan–sudah melampaui modern. Zaman aja sudah melampaui modern, masa’ kalian dan pikiran kalian masih kuno. Bangun, Bambang!!

Jadi kesimpulannya, mahasiswa-mahasiswa yang akan menjadi kakak tingkat bagi mahasiswa baru ke depannya, berpikir keraslah! Berpikir keras! Berpikir! Berpikir! Berpikir! Bila perlu, sediakan waktu khusus untuk berpikir, merenung, dan membayangkan konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang wahh–yang modern, inovatif, kreatif, dan tentunya terlepas dari budaya kuno dan ‘bangke’ itu (kesal saya, sumpah).

Setidaknya kita bisa kembali pada esensi daripada mahasiswa itu sendirilah. Kalau kita berhasil memikirkan dan merancang konsep baru dan menarik. Maka yakinlah, Kawan, segala bentuk pujian akan berdatangan baik itu dari masyarakat, dosen, rektor, masyarakat, hingga mahasiswa baru. Namun pujian tidak pantas dijadikan tujuan utama, hal ini tiada lain akan membikin lena, membikin mahasiswa merasa puas dan berakibat pada berhentinya kreativitas pada mahasiswa.

Tujuan kalian hanyalah satu,–MEMANUSIAKAN MANUSIA, karena ini tugas pokok mahasiswa, tugas pokok golongan terpelajar, tugas pokok golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan, bukankah bigitu? Yakinlah! Jadikan ini sebagai pemecut semangat kalian wahai, Kawan mahasiswaku sekalian! Dan yang paling penting, jangan biasakan diri dengan budaya ikut-ikutan. Indonesia memang unik dari segala macam bentuknya, salah satu dari keunikan itu terdapat pada masyarakatnya, yaitu masih terdapat budaya ikut-ikutan dan malas berpikir.

Nah, kita yang katanya sebagai mahasiswa apalagi golongan terpelajar, yah setidaknya janganlah mencontohkan hal yang kurang baik tersebut. Kita ciptakan inovasi sendiri, kreativitas sendiri yang sedikit tidaknya bisa mencerminkan fungsi dan tugas daripada gelar mahasiswa yang kita sandang.

Jika kalian tidak sanggup memikirkan dan merancang konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang baru dan modern seperti yang telah dijelaskan di atas, kalau begitu kalian minggir saja, berikan kepada saya waktu untuk memikirkan dan merancang konsepnya. Kalian tinggal duduk, seduh air panas dengan kopi, lalu diminum sambil menunggu hasil dari pada konsep yang saya ramcang dan pikirkan. “Kapan rancangan konsep itu akan jadi, Kak?” Sabar, kita lihat saja nanti. [T]

Singaraja, Agustus 2019

Tags: mahasiswamahasiswa baruOKKorganisasi mahasiswaPendidikan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

BENYAI

Next Post

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co