22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Pandu Kalam by Pandu Kalam
September 9, 2019
in Opini
Keresahan Terhadap Penerapan Cara Kuno yang Semestinya Telah Menjadi Bangkai Pada Kalangan Terpelajar

Ilustrasi foto: Pandu Kalam. Foto hanya ilustrasi

Budaya Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) dari tahun ke tahun tidak berubah, sama sekali tidak berubah. Buat tugas, bentak-bentak, jemur di lapangan, dan sebagainya. Sejauh ini, siapa pun yang menyaksikan pasti mereka berpendapat, “Mahasiswa baru diperlakukan seperti budak, atau kambing yang seenaknya disuruh-suruh!”

Jika benar anda berpendapat seperti demikian, mari kita berpelukan. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dengan sikap senior yang merasa paling benar, paling pintar, paling suci–tentunya luput dari segala noda dan dosa, dan paling berpengalaman seakan mereka tahu segalanya tentang seluk-beluk kehidupan di lingkungan kampus, dengan kedok ini mereka seenaknya memerintah dan membentak-bentak mahasiswa baru yang bisa dikatakan masih polos (sebenarnya saya juga masih polos, sih), Preett!

Pertanyaannya; apa dampak dari penerapan budaya kuno ini? Dari segi mental, budaya ini sama sekali tidak mencerminkan pembangunan mental atau psikis mahasiswa baru. Malah sebaliknya,–membikin mental dan psikis mahasiswa baru menjadi down. Hal ini bisa kita buktikan (silakan buktikan sendiri), ini dampak pertamanya.

Dampak kedua, tidak menutup kemungkinan munculnya keinginan balas dendam sebagai dasar perlakukan kakak tingkat yang sok jago itu, sasaran balas dendam bisa saja ditujukan kepada kakak tingkat karena perlakuannya, bahkan ditujukan kepada mahasiswa baru atau adik tingkat yang akan datang melalui penerapan budaya turun-temurun ini, atau dengan hati terpaksa saya sebut budaya kuno.

Dua hal ini tidak bisa dipungkiri–apapun bisa terjadi. Bukankah tak ada yang mustahil di dunia ini, Bung?

Apa seharusnya yang dibutuhkan oleh kakak tingkat? Yaitu kakak tingkat atau panitia pelaksana membutuhkan inovasi baru terkait penerapan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) ini. Masa’ kakak-kakak panitia tidak bisa membikin konsep kegiatan yang menarik, menghibur, membikin betah, dan menyenangkan hati mahasiswa baru. Katanya mahasiswa… Mahasiswa itu golongan terpelajar, lho.

Saya juga pernah membaca di salah satu buku, dalam buku tersebut mengatakan bahwa, ‘mahasiswa itu golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan’. Jadi jangan salah, mahasiswa di mata masyarakat itu sebagai orang yang serba ajaib! Maka janganlah terus-terusan berkutat pada budaya kuno yang semestinya sudah menjadi bangkai, sudah terkubur dalam-dalam, atau bahkan sudah terhempas jauh dibawa zaman.

Lagian, apakah sejauh ini ada manfaat secara langsung yang didapat oleh mahasiswa baru dari penerapan Orientasi Kehidupan Kampus model begini? Ada? Ada? Mana buktinya, tunjukan pada saya.. “Ada, Kak. Manfaatnya mahasiswa baru jadi terbiasa dengan perlakuan dosen pada saat perkuliahan nanti.”

Lah, kalian dosen atau mahasiswa?

Setahu saya, walaupun terkesan agak ‘menyeramkan’, dosen itu ada sisi lembutnya juga, lho… Malah gambaran perlakuan yang kalian peragakan lebih kejam daripada perlakuan dosen yang semestinya.

Kembali lagi ke leptop, apabila masih berkutat pada budaya kuno atau bangke ini, budaya yang dengan berat hati saya katakan sebagai budaya ‘ga’ guna. Kalian sepatutnya berhenti ajalah menjadi panitia pelaksana, bikin malu saja. Ini zaman di mana dikenal sebagai revolusi induatri 4.0, Kawan–sudah melampaui modern. Zaman aja sudah melampaui modern, masa’ kalian dan pikiran kalian masih kuno. Bangun, Bambang!!

Jadi kesimpulannya, mahasiswa-mahasiswa yang akan menjadi kakak tingkat bagi mahasiswa baru ke depannya, berpikir keraslah! Berpikir keras! Berpikir! Berpikir! Berpikir! Bila perlu, sediakan waktu khusus untuk berpikir, merenung, dan membayangkan konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang wahh–yang modern, inovatif, kreatif, dan tentunya terlepas dari budaya kuno dan ‘bangke’ itu (kesal saya, sumpah).

Setidaknya kita bisa kembali pada esensi daripada mahasiswa itu sendirilah. Kalau kita berhasil memikirkan dan merancang konsep baru dan menarik. Maka yakinlah, Kawan, segala bentuk pujian akan berdatangan baik itu dari masyarakat, dosen, rektor, masyarakat, hingga mahasiswa baru. Namun pujian tidak pantas dijadikan tujuan utama, hal ini tiada lain akan membikin lena, membikin mahasiswa merasa puas dan berakibat pada berhentinya kreativitas pada mahasiswa.

Tujuan kalian hanyalah satu,–MEMANUSIAKAN MANUSIA, karena ini tugas pokok mahasiswa, tugas pokok golongan terpelajar, tugas pokok golongan yang tersadarkan, sadar, dan yang akan menyadarkan, bukankah bigitu? Yakinlah! Jadikan ini sebagai pemecut semangat kalian wahai, Kawan mahasiswaku sekalian! Dan yang paling penting, jangan biasakan diri dengan budaya ikut-ikutan. Indonesia memang unik dari segala macam bentuknya, salah satu dari keunikan itu terdapat pada masyarakatnya, yaitu masih terdapat budaya ikut-ikutan dan malas berpikir.

Nah, kita yang katanya sebagai mahasiswa apalagi golongan terpelajar, yah setidaknya janganlah mencontohkan hal yang kurang baik tersebut. Kita ciptakan inovasi sendiri, kreativitas sendiri yang sedikit tidaknya bisa mencerminkan fungsi dan tugas daripada gelar mahasiswa yang kita sandang.

Jika kalian tidak sanggup memikirkan dan merancang konsep kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus yang baru dan modern seperti yang telah dijelaskan di atas, kalau begitu kalian minggir saja, berikan kepada saya waktu untuk memikirkan dan merancang konsepnya. Kalian tinggal duduk, seduh air panas dengan kopi, lalu diminum sambil menunggu hasil dari pada konsep yang saya ramcang dan pikirkan. “Kapan rancangan konsep itu akan jadi, Kak?” Sabar, kita lihat saja nanti. [T]

Singaraja, Agustus 2019

Tags: mahasiswamahasiswa baruOKKorganisasi mahasiswaPendidikan
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

BENYAI

Next Post

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pandu Kalam

Pandu Kalam

Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Pariwisata Nusa Penida: Antara Broken Beach dan “Broken-Broken” Lainnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co