14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapal CC, “Sing Peteng Sing Mulih”

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
July 30, 2019
in Khas
Kapal CC, “Sing Peteng Sing Mulih”

Jersey seragam Kapal CC, dengan gambar kodok di punggung

Bisa dibilang Kapal CC adalah club sepeda yang unik. Tiga belas tahun club ini tidak memiliki jersey seragam, tapi tetap kompak dan eksis sampai sekarang.  Barangkali memang sudah kesepakatan di antara para anggota. Walau tanpa pakaian seragam, semangat gowes tetap menyala. Lebih indah gowes dengan pakaian warna-warni seperti pelangi. Kalau club lain, dengan rentang waktu 13 tahun itu, barangkali sudah berganti jersey sebanyak 7 kali.

Dulu, saat jadwal gowes di sore hari setiap Selasa dan Jumat, peserta gowes bisa mencapai 19 orang. Itu sudah setengah lebih dari anggota Kapal CC yang berjumlah 30 orang. Spirit gowes yang berapi-api. Konon, dari dulu selalu gagal mendapat kesepakatan bikin jersey. Desain sudah jadi, tapi entah kenapa tidak terwujud dicetak. Agaknya roh club ini tidak perlu lagi disatukan dengan baju seragam. Dengan warna-warni, semangat kami justru semakin menyala.

Setahun yang lalu barulah jersey seragam itu berhasil dicetak. Dengan warna merah dipadu gradasi hitam, tulisan Kapal CC besar di dada, dan ada gambar kodok di punggung. Desain ini kita sepakati bersama-sama, kemudian dicetak oleh Magma Joesport. Mengenai gambar kodok di punggung itu, ada makna tersendiri. Kodok adalah binatang ampibi yang bisa hidup di air dan di darat. Demikian juga para anggota Kapal CC, senang  gowes di medan offroad dan onroad. Main lumpur oke, main jalan raya yang bersih juga oke.


Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC

Kalau tidak salah, sekitar 6 tahun silam saya bergabung ke club ini. Aktif hanya setahun, kemudian  lama saya vakum dari bersepeda, kemudian 3 tahun yang lalu aktif kembali dan balik bergabung lagi ke Kapal CC. Awalnya saya diajak Pak Made Puja. Sempat saya takut, karena saat itu saya hanya seorang pemula.  Tapi lama-lama saya bisa beradaptasi.

“Sing peteng sing mulih”, begitulah motto kami, entah siapa yang mencetuskan kalimat pendek penuh makna ini pertama kali. Artinya: pantang pulang sebelum senja betul-betul berubah jadi malam. Saat itu kami hanya mengandalkan lampu senter LED yang dipakai di kepala untuk penerangan jalan saat gowes, memasuki tegalan dan sawah. Kalau dipikir-pikir ngeri  juga. Gowes di jalan raya saat tidak ada matahari, itu sudah biasa. Lha, ini di tegalan dan sawah yang penuh semak belukar, di malam hari. Sungguh beresiko. Pernah kami gowes di atas jalan kecil petak sawah dengan penerangan seadanya, sementara di kiri kami adalah jurang. Tapi kami tetap asyik. Mungkin kami satu-satunya perkumpulan sepeda yang gowes nekad kayak ini. Begitu unik.

Apalagi kalau gowes saat kajeng kliwon. Kalau kebetulan memasuki setra (kuburan) dengan pohon besar, ini adalah bagian yang paling menyeramkan. Ngeri-ngeri sedap. Sebenarnya yang paling ditakuti kalau ketemu ular. Pernah seorang teman kami mendapati seekor ular hijau sudah terlilit di sproket sepeda. Untungnya ular itu telah mati terkena lilitan rantai dan sproket.  

Tahun 2005 Kapal CC berdiri. Awalnya terbentuk dari sekaa demen, gradag-grudug gowes secara dadakan. Kemudian lebih serius. Dibikin jadwal gowes secara teratur, yaitu setiap Selasa dan Jumat sore, dan Minggu di pagi hari. Awalnya kami gowes memakai sepeda gunung. Setelah belakangan ini kami mengenal roadbike, jadwal gowes kemudian ditambah, yaitu hari Kamis sore khusus untuk roadbike.

Namanya saja Kapal CC, ya sekretariatnya terletak di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Sekretariat sepeda tentunya tidak semewah sekretariat sebuah partai, yang lengkap dengan meja dan kursi bagus. Sekretariat Kapal CC adalah sebuah bengkel sepeda motor, sebelah utara SPBU Kapal, agak ke barat sedikit. Bengkel milik Pak Dede yang sehari-hari langsung dia kelola sendiri. Di samping ahli memperbaiki motor, Pak Dede juga mengerti tentang sepeda. Sehingga kalau ada gangguan pada sepeda sedikit, rekan-rekan biasanya minta tolong pada Pak Dede. 

Iya, bengkel kecil milik Pak Dede ini menjadi saksi perjalanan Kapal CC. Di sinilah menjadi titik kumpul sebelum gowes dimulai. Dua buah kursi kayu di pojok bengkel, di antara deretan oli dan lusinan kunci, penyangga pantat kami saat berjam-jam ngobrol tentang sepeda. Di sinilah ide-ide itu lahir. Usulan gowes ke luar pulau Bali kadang muncul di sini, kemudian digodog lebih serius dengan serangkaian rapat di rumah Pak Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC.

Sudah 14 tahun, itu bukan waktu yang pendek. Pak Gede Oka Suastika, sang ketua atau lebih sering dipanggil Pak Kelihan, sekarang rambutnya sudah memutih. Meski sudah ubanan, semangat dan energi untuk gowes tak pernah padam. Meski usia sang ketua sudah memasuki angka 50-an tahun, fisiknya masih kuat. Masih bisa melahap jarak seratus kilometer, bahkan keliling Bali dalam waktu tempuh dua hari. Saya saja yang lebih muda, tidak pernah bisa mengejar kecepatan sepeda beliau, meski sudah pontang-panting mempersiapkan latihan fisik…hehehe.

Kapal CC pernah melahirkan atlit-atlit muda seperti Made Dwi Prastama dan Rani Pratama Dewi. Pembalap-pembalap  muda yang kemudian digembleng secara serius oleh ISSI Badung. Dan pada puncaknya, mewakili Badung, Rani berhasil meraih 5 medali emas Porvrop di tiga tahun berbeda. Ada juga Kang Esep Firman, atlit golongan tua, yang masih aktif gowes di Kapal CC sampai sekarang. Dan Pak Gatot, atlit yang sudah pensiun, dan sekarang lebih berkonsentrasi menggembleng atlit-atlit muda ISSI Badung. Cece Wihelmina, atlit berbakat yang sudah lolos sampai ke PON, beberapa kali pernah gowes bersama kami sebagai selingan latihan. Dan Radit, atlit cilik Tabanan yang sehari-hari lebih sering digembleng sama ayahnya, beberapa kali juga gowes di Kapal CC.


Saat sembahyang di Gumuk Kancil, Banyuwangi

Kapal CC yang penuh warna. Ada yang pergi, kemudian ada yang datang. Seperti sebuah sekolah, ada yang tamat, kemudian ada generasi penerus yang duduk di kelas satu.

Para anggota Kapal CC suka bertualang. Beberapa kali Kapal CC berangkat gowes ke luar pulau Bali, seperti ke Jawa dan Lombok. Pernah juga tirtayatra ke pura-pura di Nusa Penida dengan kendaraan sepeda.

Dalam rangka merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan ini, hari yang disucikan umat Hindu, delapan anggota Kapal CC gowes spiritual ke beberapa pura di Jawa Timur. Saya sendiri tidak ikut, karena takut mabuk laut…hehehe

Tanggal 27 Juli 2019, pukul 2.30 pagi mereka berangkat dari posko Kapal CC. Loading, memakai dua mobil. Di Ketapang, sekitar pukul 6 pagi mereka start gowes. Gowes ratusan kilometer dibawah sengatan matahari. Mereka mengunjungi Pura Gumuk Kancil, Pura Tirta Amerta, Pura Alas Purwo dan Pura Agung Blambangan. Di Alas Purwo mereka mekemit. Gowes spiritual yang indah. Bli Sutha dan Mas Micky mengawal sepanjang perjalanan dengan mobil, memastikan keselamatan dan kesehatan para peserta gowes.

Dan tanggal 28 Juli, malamnya mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

Iya, ternyata sudah 14 tahun Kapal CC berdiri. Penuh cerita dan kaya warna. Peserta silih berganti datang dan pergi. Sampai sekarang club kami ini masih eksis dan aktif. Jadwal gowes masih tetap ada. Begitu konsisten dan masih kompak. Ada golongan tua, dan ada yang muda. Ada Pak Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC, dengan tangan dinginnya berhasil membuat perkumpulan ini masih eksis sampai sekarang. Ada Pak Yan Nano, Made Astika, Kang Esep Firman, Made Puja, Made Tami, Made Raka, Made Sudarta, Made Darwi, para sesepuh di Kapal CC. Bli Sutha yang sudah pensiun bersepeda, tapi masih tetap semangat mendukung acara-acara di Kapal CC.  

Di samping para sesepuh itu, Kapal CC juga mempunyai para pemain muda yang masih konsisten sampai sekarang. Tidak hangat-hangat tahi ayam, seperti club di kampung saya yang hanya seumur jagung. Semoga Kapal CC tetap eksis selalu. Kapal CC yang kompak, penuh kebersamaan. Duka-cita dirasakan bersama.

Pokoknya, sing peteng sing mulih.  [T]

Tags: Badungbalap sepedagowesKapal CCMengwisepeda
Share159TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Ibarat Gadis Cantik dan Seksi

Next Post

Mari Ulangi Membaca Galungan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Mari Ulangi Membaca Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co