12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapal CC, “Sing Peteng Sing Mulih”

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
July 30, 2019
in Khas
Kapal CC, “Sing Peteng Sing Mulih”

Jersey seragam Kapal CC, dengan gambar kodok di punggung

Bisa dibilang Kapal CC adalah club sepeda yang unik. Tiga belas tahun club ini tidak memiliki jersey seragam, tapi tetap kompak dan eksis sampai sekarang.  Barangkali memang sudah kesepakatan di antara para anggota. Walau tanpa pakaian seragam, semangat gowes tetap menyala. Lebih indah gowes dengan pakaian warna-warni seperti pelangi. Kalau club lain, dengan rentang waktu 13 tahun itu, barangkali sudah berganti jersey sebanyak 7 kali.

Dulu, saat jadwal gowes di sore hari setiap Selasa dan Jumat, peserta gowes bisa mencapai 19 orang. Itu sudah setengah lebih dari anggota Kapal CC yang berjumlah 30 orang. Spirit gowes yang berapi-api. Konon, dari dulu selalu gagal mendapat kesepakatan bikin jersey. Desain sudah jadi, tapi entah kenapa tidak terwujud dicetak. Agaknya roh club ini tidak perlu lagi disatukan dengan baju seragam. Dengan warna-warni, semangat kami justru semakin menyala.

Setahun yang lalu barulah jersey seragam itu berhasil dicetak. Dengan warna merah dipadu gradasi hitam, tulisan Kapal CC besar di dada, dan ada gambar kodok di punggung. Desain ini kita sepakati bersama-sama, kemudian dicetak oleh Magma Joesport. Mengenai gambar kodok di punggung itu, ada makna tersendiri. Kodok adalah binatang ampibi yang bisa hidup di air dan di darat. Demikian juga para anggota Kapal CC, senang  gowes di medan offroad dan onroad. Main lumpur oke, main jalan raya yang bersih juga oke.


Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC

Kalau tidak salah, sekitar 6 tahun silam saya bergabung ke club ini. Aktif hanya setahun, kemudian  lama saya vakum dari bersepeda, kemudian 3 tahun yang lalu aktif kembali dan balik bergabung lagi ke Kapal CC. Awalnya saya diajak Pak Made Puja. Sempat saya takut, karena saat itu saya hanya seorang pemula.  Tapi lama-lama saya bisa beradaptasi.

“Sing peteng sing mulih”, begitulah motto kami, entah siapa yang mencetuskan kalimat pendek penuh makna ini pertama kali. Artinya: pantang pulang sebelum senja betul-betul berubah jadi malam. Saat itu kami hanya mengandalkan lampu senter LED yang dipakai di kepala untuk penerangan jalan saat gowes, memasuki tegalan dan sawah. Kalau dipikir-pikir ngeri  juga. Gowes di jalan raya saat tidak ada matahari, itu sudah biasa. Lha, ini di tegalan dan sawah yang penuh semak belukar, di malam hari. Sungguh beresiko. Pernah kami gowes di atas jalan kecil petak sawah dengan penerangan seadanya, sementara di kiri kami adalah jurang. Tapi kami tetap asyik. Mungkin kami satu-satunya perkumpulan sepeda yang gowes nekad kayak ini. Begitu unik.

Apalagi kalau gowes saat kajeng kliwon. Kalau kebetulan memasuki setra (kuburan) dengan pohon besar, ini adalah bagian yang paling menyeramkan. Ngeri-ngeri sedap. Sebenarnya yang paling ditakuti kalau ketemu ular. Pernah seorang teman kami mendapati seekor ular hijau sudah terlilit di sproket sepeda. Untungnya ular itu telah mati terkena lilitan rantai dan sproket.  

Tahun 2005 Kapal CC berdiri. Awalnya terbentuk dari sekaa demen, gradag-grudug gowes secara dadakan. Kemudian lebih serius. Dibikin jadwal gowes secara teratur, yaitu setiap Selasa dan Jumat sore, dan Minggu di pagi hari. Awalnya kami gowes memakai sepeda gunung. Setelah belakangan ini kami mengenal roadbike, jadwal gowes kemudian ditambah, yaitu hari Kamis sore khusus untuk roadbike.

Namanya saja Kapal CC, ya sekretariatnya terletak di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Sekretariat sepeda tentunya tidak semewah sekretariat sebuah partai, yang lengkap dengan meja dan kursi bagus. Sekretariat Kapal CC adalah sebuah bengkel sepeda motor, sebelah utara SPBU Kapal, agak ke barat sedikit. Bengkel milik Pak Dede yang sehari-hari langsung dia kelola sendiri. Di samping ahli memperbaiki motor, Pak Dede juga mengerti tentang sepeda. Sehingga kalau ada gangguan pada sepeda sedikit, rekan-rekan biasanya minta tolong pada Pak Dede. 

Iya, bengkel kecil milik Pak Dede ini menjadi saksi perjalanan Kapal CC. Di sinilah menjadi titik kumpul sebelum gowes dimulai. Dua buah kursi kayu di pojok bengkel, di antara deretan oli dan lusinan kunci, penyangga pantat kami saat berjam-jam ngobrol tentang sepeda. Di sinilah ide-ide itu lahir. Usulan gowes ke luar pulau Bali kadang muncul di sini, kemudian digodog lebih serius dengan serangkaian rapat di rumah Pak Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC.

Sudah 14 tahun, itu bukan waktu yang pendek. Pak Gede Oka Suastika, sang ketua atau lebih sering dipanggil Pak Kelihan, sekarang rambutnya sudah memutih. Meski sudah ubanan, semangat dan energi untuk gowes tak pernah padam. Meski usia sang ketua sudah memasuki angka 50-an tahun, fisiknya masih kuat. Masih bisa melahap jarak seratus kilometer, bahkan keliling Bali dalam waktu tempuh dua hari. Saya saja yang lebih muda, tidak pernah bisa mengejar kecepatan sepeda beliau, meski sudah pontang-panting mempersiapkan latihan fisik…hehehe.

Kapal CC pernah melahirkan atlit-atlit muda seperti Made Dwi Prastama dan Rani Pratama Dewi. Pembalap-pembalap  muda yang kemudian digembleng secara serius oleh ISSI Badung. Dan pada puncaknya, mewakili Badung, Rani berhasil meraih 5 medali emas Porvrop di tiga tahun berbeda. Ada juga Kang Esep Firman, atlit golongan tua, yang masih aktif gowes di Kapal CC sampai sekarang. Dan Pak Gatot, atlit yang sudah pensiun, dan sekarang lebih berkonsentrasi menggembleng atlit-atlit muda ISSI Badung. Cece Wihelmina, atlit berbakat yang sudah lolos sampai ke PON, beberapa kali pernah gowes bersama kami sebagai selingan latihan. Dan Radit, atlit cilik Tabanan yang sehari-hari lebih sering digembleng sama ayahnya, beberapa kali juga gowes di Kapal CC.


Saat sembahyang di Gumuk Kancil, Banyuwangi

Kapal CC yang penuh warna. Ada yang pergi, kemudian ada yang datang. Seperti sebuah sekolah, ada yang tamat, kemudian ada generasi penerus yang duduk di kelas satu.

Para anggota Kapal CC suka bertualang. Beberapa kali Kapal CC berangkat gowes ke luar pulau Bali, seperti ke Jawa dan Lombok. Pernah juga tirtayatra ke pura-pura di Nusa Penida dengan kendaraan sepeda.

Dalam rangka merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan ini, hari yang disucikan umat Hindu, delapan anggota Kapal CC gowes spiritual ke beberapa pura di Jawa Timur. Saya sendiri tidak ikut, karena takut mabuk laut…hehehe

Tanggal 27 Juli 2019, pukul 2.30 pagi mereka berangkat dari posko Kapal CC. Loading, memakai dua mobil. Di Ketapang, sekitar pukul 6 pagi mereka start gowes. Gowes ratusan kilometer dibawah sengatan matahari. Mereka mengunjungi Pura Gumuk Kancil, Pura Tirta Amerta, Pura Alas Purwo dan Pura Agung Blambangan. Di Alas Purwo mereka mekemit. Gowes spiritual yang indah. Bli Sutha dan Mas Micky mengawal sepanjang perjalanan dengan mobil, memastikan keselamatan dan kesehatan para peserta gowes.

Dan tanggal 28 Juli, malamnya mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

Iya, ternyata sudah 14 tahun Kapal CC berdiri. Penuh cerita dan kaya warna. Peserta silih berganti datang dan pergi. Sampai sekarang club kami ini masih eksis dan aktif. Jadwal gowes masih tetap ada. Begitu konsisten dan masih kompak. Ada golongan tua, dan ada yang muda. Ada Pak Gede Oka Suastika, ketua Kapal CC, dengan tangan dinginnya berhasil membuat perkumpulan ini masih eksis sampai sekarang. Ada Pak Yan Nano, Made Astika, Kang Esep Firman, Made Puja, Made Tami, Made Raka, Made Sudarta, Made Darwi, para sesepuh di Kapal CC. Bli Sutha yang sudah pensiun bersepeda, tapi masih tetap semangat mendukung acara-acara di Kapal CC.  

Di samping para sesepuh itu, Kapal CC juga mempunyai para pemain muda yang masih konsisten sampai sekarang. Tidak hangat-hangat tahi ayam, seperti club di kampung saya yang hanya seumur jagung. Semoga Kapal CC tetap eksis selalu. Kapal CC yang kompak, penuh kebersamaan. Duka-cita dirasakan bersama.

Pokoknya, sing peteng sing mulih.  [T]

Tags: Badungbalap sepedagowesKapal CCMengwisepeda
Share159TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Ibarat Gadis Cantik dan Seksi

Next Post

Mari Ulangi Membaca Galungan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Mari Ulangi Membaca Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co