15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menginjakkan Kaki di Taman Baca Kesiman dan Sihir dari Sejumlah Hal

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
July 4, 2019
in Khas
Menginjakkan Kaki di Taman Baca Kesiman dan Sihir dari Sejumlah Hal

Acara Anugerah Jurnalisme Warga 2019 di Taman Baca Kesiman

Perjalanan siang itu, Sabtu 29/7/2019, bersama Made Adnyana Ole ke Kesiman, maklum saja, saya agak excited, dikarenakan ada undangan khusus untuk mengikuti penganugerahan Anugrah Jurnalis Warga yang diadakan oleh Media Warga Bale Bengong.

Suasana hiruk-pikuk Kota Denpasar. Yang sudah terbayang pasti kemacetan, asap kendaraan mengepul bak cerobong kereta api yang digerakkan oleh uap batu bara, bahkan saya harus sedikit agak nekat, karena saking banyaknya kendaraan yang berusaha untuk saling salip, menyerobot tanpa menghiraukan jalur kendaraan lain. Hanya kesabaran yang bisa menaklukkan kota ini, untung saja saya sudah terbiasa dididik untuk sabar menghadapi kenyataan hidup ini.

Kendaraan meluncur di Jalan Sedap Malam, jalan ini relatif agak lengang, dulu saat kuliah di Denpasar saya agak sering lalu lalang di kawasan ini. Relatif agak berubah, kini hampir kanan kiri sudah dipenuhi oleh bangunan yang dulunya daerah ini merupakan kawasan pertanian.

Akhirnya tibalah kami di alamat yang dituju, terlihat beberapa pria tinggi, tegap dan gagah berdiri di sepanjang jalan, menggunakan pakaian khas pecalang, dengan senyum, salam dan sapa, mereka mempersilahkan kami memarkirkan kendaraan. Senyum ramah merupakan ciri khas orang Bali, yang memang harus ditunjukkan oleh Pecalang karena kesehariannya mereka kerap bertugas di lapangan, mereka akan berhadapan dengan masyarakat, sebagai penjaga ketertiban umum saat ada hajatan di lingkungannya.

Memasuki areal kegiatan, saya tersihir oleh banyak hal, bukan hanya oleh hal-hal yang berkaitan dengan dunia menulis, melainkan juga dari tanaman-tanaman di lokasi itu.

Kami disambut oleh pemandangan indah, kebetulan sekali saya adalah penggemar Urban Farming, dan disana saya menemukan jiwa saya, seakan-akan saya berada di Rumah, karena tanaman sayur berderet-deret dengan rapi, mengikuti alur bedengan yang tersusun oleh rangkaian genteng bekas yang berbaris rapi membentuk alur melingkar.

Saya pernah membaca artikel tentang ulasan permakultur di Taman Baca Kesiman, dan semesta memberikan kesempatan saya untuk datang dan membuktikannya secara langsung. Permakultur sangat menarik, karena ilmu ini mengajarkan kita cara menanam yang menitikberatkan pada keseimbangan, layaknya konsep Tri Hita Karana yang kita ketahui di Bali.

Saat itu jam 4 lebih 15 menit, kami disambut oleh beberapa wanita muda, salah satunya adalah Iin, wanita yang sangat ramah dan memandu kami pada tempat reservasi serta mempersilahkan kami menikmati kudapan yang sudah disiapkan panitia, perjalanan dari Buleleng ke Denpasar lumayan melelahkan, seruput kopi hitam ditemani “urab sela” bisa meringankan pening di Kepala Event ini berhasil membuktikan komitmen kuat, pengurangan sampah plastik, karena hampir sedikit sekali konten yang berbahan dasar polimer ini ada di hadapan kami. Tentunya ini sangat sejalan dengan Pergub Bali No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Waktu berjalan, kami bertemu beberapa teman baru dan lama, namun Made Adanya Ole yang merupakan wartawan gaek, beliau malang melintang dalam dunia pers di Bali, nampak bercengkrama dengan teman-teman lamanya, bergurau menceritakan kisah-kisah masa lalu dan obrolan masa depan tentang bagaimana menyebarkan semangat literasi ke pelosok-pelosok Desa.

Saat itu juga sedang diadakan konferensi pers, mendatangkan beberapa narasumber, ada perwakilan dari Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bale Bengong dan Tatkala.Co yang merupakan media warga yang dikelola oleh Made Adnyana Ole.


Diskusi media warga di Taman Baca Kesiman

Sebagai pendengar, saya diajarkan untuk mencatat hal-hal penting, mengingat otak saya sangat lemah dalam mengingat sesuatu, saya siasati dengan menulis. Ada beberapa hal yang saya catat, antara lain : literasi media, literasi digital serta kondisi lemahnya payung hukum bagi para media warga, sehingga mereka sangat rentan terkena pasal pelanggaran hak cipta maupun pencemaran nama baik.

Waktu semakin malam, kami beranjak dari tempat konferensi pers yang merupakan areal perpustakaan dengan koleksi buku-buku yang sangat lengkap dan tersusun rapi di rak-rak minimalis menuju hamparan padang rumput di areal belakang Taman Baca Kesiman, disana akan diselenggarakan acara megibung sebagai tradisi khas Karangasem dalam menikmati makanan. Beberapa peserta nampak menyusun formasi melingkar, melingkari “talam”/nampan yang dilapisi oleh daun pisang.

Satu persatu relawan datang, mereka mengatur peserta dengan tugas yang sangat terorganisir. Satu relawan dibantu oleh yang lainnya, menaruh nasi di atas nampan, terus datang lagi yang lainnya membawa ayam, gorengan telor, sayur dan begitu seterusnya.

Setelah semua lengkap, panitia memandu dengan memberikan aba-aba tentang tata cara melakukan tradisi megibung. Kami ikuti, dan tidak lebih dari 30 menit, semua menu sudah habis disantap oleh peserta.

Tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu, yaitu pengumuman pemenang Anugrah Jurnalis Warga 2019 yang memperebutkan beberapa kriteria antara lain : artikel, video, radio dan yang lainnya. Saya sebagai penulis pendatang baru, agak nervous mengingat banyak sekali penulis senior yang menurut informasi sudah mengikuti event ini 3 tahun berturut-turut. Namun Made Adnyana Ole sebagai mentor saya, selalu memberikan dorongan untuk tidak takut menulis, karena menulis adalah bagian dari cara menuangkan gagasan dan pikiran pokok dalam sebuah cerita.

Panitia akhirnya mengumumkan pemenangnya. Dandy Dwi Laksono menyampaikan bahwa pemenang untuk kategori artikel jatuh ke tangan Gendo Suardana lewat tulisannya yang berjudul “Peladung, Jejak Awal Mekanisme Adat Menyikapi Investasi” yang diunggah di media warga Bale Bengong.

Pemenang demi pemenang disampaikan, para peserta yang berasal dari berbagai komunitas baik itu musisi, seniman, aktivis, wartawan, dan komponen masyarakat lainnya terlihat sangat larut dalam kegiatan ini, mungkin saja banyak dari mereka yang terinspirasi melakukan sesuatu dari interaksi ringan di tempat ini. Taman Baca Kesiman memberikan nuansa tersendiri membangun jalinan komunikasi lintas negeri, umur dan profesi. [T]

Tags: denpasarjurnalismejurnalisme wargaLiterasimedia wargaTaman Baca Kesiman
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

Tekhnologi itu Gampang, Yang Ribet Perasaan Cinta

Next Post

“Territorium, A Visual Concert Performance” di Bentara Budaya Bali

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails
Next Post
“Territorium, A Visual Concert Performance” di Bentara Budaya Bali

“Territorium, A Visual Concert Performance” di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co