24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dhamma Camp 2019: Camping Chef yang Tak Kalah Seru dengan Master Chef Indonesia

Julio Saputra by Julio Saputra
June 7, 2019
in Khas
Dhamma Camp 2019: Camping Chef yang Tak Kalah Seru dengan Master Chef Indonesia

Atraksi Ko Made Adnyana dalam Camping Chef ala Dhamma Camp 2019

Mungkin lebih sering aula Soka Indah Restaurant & Bungalow digunakan untuk acara-acara penting, seperti pernikahan, syukuran, kelulusan, atau acara-acara perayaan lain, yang biasa dihiasi dengan puluhan kursi berderet, dekorasi yang wah dan indah, panggung minimalis lengkap dengan alat musik dan backdrop berlatarkan nama acara yang sedang diadakan. Atau mungkin juga ada beberapa kursi-kursi dan meja tambahan jika rombongan yang datang untuk sarapan, makan siang atau makan malam lebih banyak dari biasanya.

Tak begitu adanya pada Kamis, 06 Juni 2019, saat siang hari, sekitar pukul 10.30 WITA.  Suasananya nampak berbeda dibanding hari-hari biasa. Lho, ada apa sih?

Nah, di sana ternyata ada 8 meja panjang berbaris di tengah-tengah aula, 4 di kiri dan 4 di kanan saling berhadap-hadapan. Di atasnya ada kompor gas kecil, beberapa sayur mayur yang terlihat segar dan baru dibeli di pasar, beberapa potong daging ayam segar (bukan ayam tiren), tepung, minyak goreng, tahu tempe, telur, beberapa peralatan masak seperti penggorengan, panci, sendok dan lain-lain, ada juga bahan-bahan lain seperti bawang, bawang putih, cabai, lada, kaldu jamur, dan sebagainya.

Masing-masing akan dibagikan ke 8 kelompok peserta pemuda-pemudi Buddhis se-Bali yang mengikuti Dhamma Camp 2019 hari ke-2 yang diinisiasi DPD Patria Bali. Mereka bersama-sama akan mengikuti Camping Chef, salah satu rangkaian kegiatan Dhamma Camp 2019 yang mengajak seluruh peserta untuk memasak sebuah hidangan bersama kelompok mereka masing-masing. Hidangan yang dimasak haruslah dari bahan-bahan yang disediakan panitia dalam rentang waktu tertentu, tidak boleh menambah bahan di luar bahan yang disediakan. Camping Chef ini bisa dikatakan mirip dengan Master Chef Indonesia, sebuah kompetisi memasak terkenal yang selalu tayang di layar kaca.

66 orang peserta yang dibagi menjadi 8 kelompok pun terlihat sangat antusias dengan kegiatan yang akan mereka ikuti. Nama-nama kelompok yang mereka dapatkan sejak awal kegiatan Dhamma Camp 2019 pun masih berhubungan erat dengan kegiatan tersebut. Kelompok-kelompok mereka bernama Pala,Cabai, Kencur, Lada, Kunyit, Bawang, Cengkeh, Jahe, rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai penyedap dan penguat rasa. Karena nama-nama kelompok mereka diambil dari nama-nama rempah, ada panitia iseng yang bergurau. “Ini para peserta bisa dibuat Sambal Matah,” katanya.



Camping Chef ala Dhamma Camp 2019

Sama seperti Master Chef Indonesia, Camping Chef ala Dhamma Camp 2019 juga tak kalah seru. Para peserta di kelompoknya masing-masing berkreasi untuk membuat hidangan sekreatif dan seenak mungkin untuk membuat dewan juri terkagum nantinya. Barangkali di antara para peserta ada yang memang sudah bisa memasak, ada pula yang tak pernah memasak sama sekali.

Namun mereka semua tetap bereksperimen, karena mereka semua harus memanfaatkan seluruh bahan yang disediakan panitia. Jika di Master Chef Indonesia ada jam besar yang selalu bergerak mundur untuk mengingatkan para pesertanya batas waktu yang masih tersisa, maka di Camping Chef ada juga hitung mundur yang ditayangkan melalui proyektor.

Sejak panitia memberi instruksi untuk memulai memasak, para peserta terlihat sudah tahu apa yang harus mereka kerjakan. Mereka sudah membagi tugas masing-masing. ada yang memotong sayur, ada yang mengupas bawang, ada yang mencuci daging, membuat adonan tepung, ada juga yang menyiapkan segala peralatan dan bahan, seperti memanaskan minyak goreng, mengambil sendok atau kain lap, dan lain-lain.

Kerja sama mereka tentu akan dinilai di sini. Camping Chef ala Dhamma Camp 2019 nantinya tidak hanya mengutamakan cita rasa, tapi juga kerja sama kelompok mereka. Semakin mantap kerja sama yang mereka miliki, semakin mantap pula penilaian yang diberikan oleh panitia yang mendampingi mereka.

Sesekali jika panitia pendamping menemukan beberapa kekeliruan dari para peserta, entah cara memasak, atau cara mengolah bahan-bahan makanan yang mereka miliki. Panitia pendamping seperti menjadi dewa penasehat bagi para peserta. Hal yang sama bisa disaksikan di serial Master Chef Indonesia saat para dewan juri berkeliling melihat-lihat masakan para peserta dan memberi beberapa masukan dan saran. Syukurnya, para peserta tidak ada yang sok-sokan freestyle, seperti membalik telur agar tak gosong sampai harus dilempar ke atas, atau menabur garam dengan gaya salt bae.


Sesekali ada breifing

Setelah satu jam berlalu, hidangan yang dibuat para peserta sudah hampir jadi. Ada yang membuat ayam goreng tepung, tumis tahu, capcay spesial, capcay campur tahu, omelet, tahu tempe goreng tepung, ayam kecap bumbu kaldu, juga tahu bulat goreng. Tinggal 30 menit waktu yang tersisa, para peserta mulai memoles hidangan mereka agar terlihat lebih menarik, seperti hidangan-hidangan terkenal di restoran ternama.

Di sini para peserta mulai berpikir idealis, tidak cukup dengan menyediakan yang hanya bisa dimakan, tapi semua harus paripurna. Menempatkan saus di piring harus artsy, harus artistik. Memotong timun, wortel, dan tomat sebagai hiasan pun harus melihat nilai estetika. Hraus rapi, harus cantic, ketebalan irisan dan potongan harus pas, supaya renyah dan crunchy. Semua harus terlihat sempurna.

Bagi mereka, hidangan bukan hanya soal rasa, tapi soal rupa. Ahsiiiiaappp. Nah, saat waktu tinggal 10 detik tersisa, para panitia dan peserta yang sudah selesai memasak bersama-sama menghitung mundur, kemudian sama-sama mengangkat tangan mereka ke atas, persis sama dengan yang dilakukan peserta Master Chef Indonesia saat waktu habis.

Beberapa menit setelah waktu usai, tibalah saatnya dewan juri menilai hindangan yang mereka buat. Dewan juri dalam Camping Chef tahun ini terdiri dari Made Adnyana (Pembina DPD Patria Bali), Dwi Kangge (Ketua DPD Patria Bali), Krishna Satya (Panitia Pengarah DC19), dan Rian Yuliawan (Ketua Panitia Dhamma Camp 2019). Mereka satu per satu mencicipi hidangan yang dibuat oleh masing-masing kelompok.

Seluruh komponen dalam hidangan dinilai oleh dewan juri, mulai dari rasa, kematangan, kerapian, keindahan, tak lupa juga kekompakan para peserta. Sesekali mereka berdiskusi ringan saat mencicipi hidangan para peserta. Beberapa panitia lain sesekali ikut mencicipi setelah dewan juri selesai melakukan penilaian Beberapa di antara ada yang memberikan komentar ala Chef Juna di Master Chef Indonesia yang sesekali bisa mengundang senyum dan tawa kecil bagi yang mendengarnya. Siap Chef!

Komentar-komentar ala
Camping Chef Dhamma Camp 2019

Akhirnya, para dewan juri bersiap-siap untuk mengumumkan hasil penilaian mereka. Para peserta sudah tentu degdegan, jantung mereka berdegup lebih kencang dari biasanya, sesekali berharap bahwa hidangan mereka adalah yang terbaik dari semuanya. Sebelum benar-benar mengumumkan juara, para dewan juri memberikan sedikit komentar. Bagi mereka, apa yang dihidangkan oleh para peserta sudah melebihi ekspektasi mereka. Semua terasa enak. Semua terasa well-taste.

Semuanya punya kelebihan masing-masing di samping kekurangan yang dimiliki. Para peserta seketika bertepuk tangan dengan meriah mendengar komentar dewan juri. Mereka seolah-olah memberikan apresiasi juga bagi diri mereka sendiri.

Kemudian, dewan juri mengucapkan selamat kepada kelompok Jahe yang dinilai pantas menjadi juara I, disusul kelompok Cabai sebagai juara II, dan kelompok Kunyit sebagai juara III. Semua peserta bertepuk tangan dan bersorak meriah, terutama mereka-mereka yang mendapat juara pada Camping Chef Dhamma Camp 2019. Menjadi juara tentu akan menambah poin kelompok mereka untuk menjadi kelompok terbaik dalam Dhamma Camp 2019.

Kegembiraan, penilaian dan penghargaan

Setelah pengumuman juara, ada hal menarik yang dilakukan oleh Made Adnyana. Ko Ad, begitu sapaan akrabnya, terlihat menjinjing sesisir pisang, kemudian menuju sebuah meja dengan kompor dan adonan tepung di atasnya. Ia dengan lihai mengupas dan memotong pisang-pisang yang ternyata dibelinya tadi pagi di pasar sembari membeli bahan-bahan masakan untuk para peserta, kemudian mencampurkannya dengan adonan tepung sebelum akhirnya dimasukan ke dalam minyak yang sudah dipanaskan.

Tak selang lama, beberapa pisang goreng sudah tersaji di atas piring dan dinimkati oleh peserta dan panitia. Pisang goreng renyah dan enak ala Ko Ad menjadi penutup kegiatan yang manis. [T]

Tags: BudhaDhamma Camp 2019Master Chef
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Mudik ke Bali

Next Post

Ironi di Era Gadget: Lulus SMA Corat-coret, Daftar Kuliah Diurus Nenek-Kakek

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ironi di Era Gadget: Lulus SMA Corat-coret, Daftar Kuliah Diurus Nenek-Kakek

Ironi di Era Gadget: Lulus SMA Corat-coret, Daftar Kuliah Diurus Nenek-Kakek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co