24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Pakraman Yehtengah Patahkan Stigma Buruk Tentang Desa Penuh Sampah

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
May 27, 2019
in Khas
Desa Pakraman Yehtengah Patahkan Stigma Buruk Tentang Desa Penuh Sampah

Anak-anak muda dari Yehtengah Clean Community, Desa Kelusa, Gianyar

Pulau Bali adalah pulau yang memiliki destinasi pariwisata terbaik di dunia.  Pariwisata di Bali kental dengan budaya,  adat istiadat dan tradisi.  Namun akhir-akhir ini sudah semakin berkembang ke wisata alam atau berbasis lingkungan. 

Banyak perkembangan banyak pula dampak yang diakibatkan,  dampaknya pun ada positif dan negatif.  Dampak positif perkembangan pariwisata Bali memang sangat banyak,  salah satunya terciptanya banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali, membangun ekonomi Bali dengan perkembangan yang sangat pesat, dan yang paling terlihat instan adalah membuat Bali semakin terkenal di mata dunia. 

Perkembangan secara positif tersebut sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Bali,  terutama diwilayah sekitaran Ubud,  Canggu,  Kuta, Jimbaran,  Nusa Dua dan beberapa daerah di Bali Utara seperti Lovina dan Pemuteran.  Memang tidak bisa dipungkiri lagi Bali diberikan semboyan bagaikan Pulau Surga.  Wisatawan asing maupun domestik silih berganti datang ke Bali untuk menikmati budaya,  dan alam Bali. 

Nah,  tiba saatnya mulai memilah,  jika ada hal positif yang dihasilkan sudah barang tentu ada hal negatif yang mengiringi.  Hal negatif seringkali tertutupi oleh dampak-dampak positif yang disebabkan oleh perkembanagan pariwisata Bali.  Sering terlupakan dan dianggap remeh,  padahal dampak yang disebabkan sangatlah berpengaruh bagi kelangsungan hidup masyarakat Bali ke depannya. Salah satu contoh hal negatif yang disebabkan oleh perkembangan pariwisata Bali adalah kemacetan dan sampah. 

Kali ini khusus dibahas terkait dengan sampah,  suatu hal yang sering luput dari perhatian dan bahkan sudah hampir menjadi budaya sebagian orang Bali.  Itu pun termasuk saya sendiri,  contohnya setiap membeli makanan, minuman atau berupa barang yang menggunakan plastik sebagai pembungkusnya sering kali dibuang sembarangan.  Hal tersebut seperti di bawah alam sadar,  istilah Balinya “dija ja suwud madaar ditu entungang lulune”. Semakin lama semakin menumpuklah sampah-sampah plastik yang bisa menyebabkan got mampet,  banjir dan lingkungan terlihat kumuh. 

Masalahnya sekarang kebanyakan para wisatawan asinglah yang bergerak untuk melakukan penanggulangan sampah plastik.  Mereka khusus datang ke Bali untuk berlibur, akan tetapi melihat banyak samplah plastik berserakan di lingkungan sekitar tempat mereka menginap,  dijalan atau ditempat umum seakan mengharuskan mereka membangunkan orang-orang lokal Bali yang kurang memperhatikan sampah-sampah plastik tersebut. 

Hal tersebut memicu kebanyakan generasi muda Bali bergerak untuk membersihkan sampah plastik.  Tergabung dalam beberapa kelompok-kelompok, seperti kelompok sadar wisata dan Trash Hero. Trash Hero adalah relawan peduli sampah Plastick, memiliki 32 cabang di seluruh dunia pimpinannya adalah Roman dari Swiss . Yang tergabung dalam trash hero adalah semua orang yg peduli dg sampah Plastick & dampak negatifnya.

Anak-anak di Banjar Yehtengah bergerak membersihkan sampah

Digagas mulai Senin,  5 November 2018 beberapa orang yang peduli dengan kebersihan sampah di Banjar Yehtengah (Yehtengah Clean Community) di bawah trash Hero mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Desa Kelusa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar.  Kerjasama yang dilaksanakan berupa kegiatan bersih-bersih sampah plastik di lingkungan sekitar Br. Yehtengah,  Kelusa, Payangan yang dilaksanakan berkelanjutan setiap minggunya.

Kegiatan yang bertujuan  menyadari masyarakat tentang dampak buruk sampah plastik (we educate , we action & we change) berkembang baik di lingkungan sekitar Desa Kelusa. Seperti virus yang menyebar secara perlahan berkembang, Br. Keliki Kawan terhimbas sebagai salah satu yang berkembang dibidang pariwisata secara pesat menyambut baik dengan ikut membentuk relawan yang bergerak dibidang kebersihan.  

Sambutan baik juga diberikan oleh pihan Pemerintah Desa Kelusa atas gagasan yang diprakarsai oleh generasi muda yang sadar akan lingkungan.  Prebekel Desa Kelusa, I Dewa Putu Suantara menyampaikan kegiatan bersih-bersih lingkungan merupakan kegiatan yang sangat positif,  semoga kedepannya kegiatan seperti ini bisa dijadikan contoh oleh warga disekitar Desa Kelusa untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan. Begitu pula semoga kegiatan ini menjadi awal dari pergerakan yang sangat baik untuk menanggulangi sampah plastik dan bisa terus berlanjutan.

Ketua  Yehtengah Clean Community  I Made Lama mengatakan pihaknya jengah terhadap keberadaan sampah, yang telah memberikan beragam dampak negatif di banjarnya. Mulai dari masalah kesehatan dan stigma di dunia pariwisata. Dia tak menampik, sampah yang mencemari lingkungannya disebabkan kurang pedulinya masyarakat  terhadap bahaya lingkungan.

“Sampah dibuang ke sungai, selokan, bahkan, dimana dia usai makan, di situlah dibuang”. Kini usaha kami perlahan menunjukan hasil positif, dengan perkembangan masyarakat yang sudah sadar dengan bahaya sampah plastik dan teman-teman relawan kami semakin bertambah, begitu ujarnya.

Virus kebersihan semakin berkembang hingga ke desa Bresela, masyarakat mulai sadar akan bahaya sampah plastik yang menyebabkan pencemaran lingkungan dengan skala yang tidak terbatas, banjir, dan bisa menyebabkan kanker apabila sampah plastik tersebut dibakar.

Anak-anak Trash Hero Indonesia bersama anak-anak SD di Banjar Yehtengah, Kelusa, Gianyar

Ketua Yayasan Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara mengaku bersyukur, saat ini banyak generasi muda di setiap banjar, yang mulai peduli terhadap lingkungan. Pihaknya berharap, komunitas-komunitas kebersihan yang terbentuk, fokus pada aksi kebersihan, dan jangan sampai ditumpangi kepentingan politik ataupun finansial. Sebab hal rentan memecah komunitas.

“Pemuda harus bangkit, kita harus memerangi permasalahan lingkungan. Jangan bangga jadi nak Bali, jika kita justru merusak Bali dengan tidak menjaga kelestarian lingkungannya,” tandasnya dengan jelas. [T]

Tags: daur ulang sampah plastikdesadesa pakramanGianyarSampahsampah plastik
Share643TweetSendShareSend
Previous Post

Keep Being You. Be Authentic.

Next Post

Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co