3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Pakraman Yehtengah Patahkan Stigma Buruk Tentang Desa Penuh Sampah

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
May 27, 2019
in Khas
Desa Pakraman Yehtengah Patahkan Stigma Buruk Tentang Desa Penuh Sampah

Anak-anak muda dari Yehtengah Clean Community, Desa Kelusa, Gianyar

Pulau Bali adalah pulau yang memiliki destinasi pariwisata terbaik di dunia.  Pariwisata di Bali kental dengan budaya,  adat istiadat dan tradisi.  Namun akhir-akhir ini sudah semakin berkembang ke wisata alam atau berbasis lingkungan. 

Banyak perkembangan banyak pula dampak yang diakibatkan,  dampaknya pun ada positif dan negatif.  Dampak positif perkembangan pariwisata Bali memang sangat banyak,  salah satunya terciptanya banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali, membangun ekonomi Bali dengan perkembangan yang sangat pesat, dan yang paling terlihat instan adalah membuat Bali semakin terkenal di mata dunia. 

Perkembangan secara positif tersebut sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Bali,  terutama diwilayah sekitaran Ubud,  Canggu,  Kuta, Jimbaran,  Nusa Dua dan beberapa daerah di Bali Utara seperti Lovina dan Pemuteran.  Memang tidak bisa dipungkiri lagi Bali diberikan semboyan bagaikan Pulau Surga.  Wisatawan asing maupun domestik silih berganti datang ke Bali untuk menikmati budaya,  dan alam Bali. 

Nah,  tiba saatnya mulai memilah,  jika ada hal positif yang dihasilkan sudah barang tentu ada hal negatif yang mengiringi.  Hal negatif seringkali tertutupi oleh dampak-dampak positif yang disebabkan oleh perkembanagan pariwisata Bali.  Sering terlupakan dan dianggap remeh,  padahal dampak yang disebabkan sangatlah berpengaruh bagi kelangsungan hidup masyarakat Bali ke depannya. Salah satu contoh hal negatif yang disebabkan oleh perkembangan pariwisata Bali adalah kemacetan dan sampah. 

Kali ini khusus dibahas terkait dengan sampah,  suatu hal yang sering luput dari perhatian dan bahkan sudah hampir menjadi budaya sebagian orang Bali.  Itu pun termasuk saya sendiri,  contohnya setiap membeli makanan, minuman atau berupa barang yang menggunakan plastik sebagai pembungkusnya sering kali dibuang sembarangan.  Hal tersebut seperti di bawah alam sadar,  istilah Balinya “dija ja suwud madaar ditu entungang lulune”. Semakin lama semakin menumpuklah sampah-sampah plastik yang bisa menyebabkan got mampet,  banjir dan lingkungan terlihat kumuh. 

Masalahnya sekarang kebanyakan para wisatawan asinglah yang bergerak untuk melakukan penanggulangan sampah plastik.  Mereka khusus datang ke Bali untuk berlibur, akan tetapi melihat banyak samplah plastik berserakan di lingkungan sekitar tempat mereka menginap,  dijalan atau ditempat umum seakan mengharuskan mereka membangunkan orang-orang lokal Bali yang kurang memperhatikan sampah-sampah plastik tersebut. 

Hal tersebut memicu kebanyakan generasi muda Bali bergerak untuk membersihkan sampah plastik.  Tergabung dalam beberapa kelompok-kelompok, seperti kelompok sadar wisata dan Trash Hero. Trash Hero adalah relawan peduli sampah Plastick, memiliki 32 cabang di seluruh dunia pimpinannya adalah Roman dari Swiss . Yang tergabung dalam trash hero adalah semua orang yg peduli dg sampah Plastick & dampak negatifnya.

Anak-anak di Banjar Yehtengah bergerak membersihkan sampah

Digagas mulai Senin,  5 November 2018 beberapa orang yang peduli dengan kebersihan sampah di Banjar Yehtengah (Yehtengah Clean Community) di bawah trash Hero mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Desa Kelusa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar.  Kerjasama yang dilaksanakan berupa kegiatan bersih-bersih sampah plastik di lingkungan sekitar Br. Yehtengah,  Kelusa, Payangan yang dilaksanakan berkelanjutan setiap minggunya.

Kegiatan yang bertujuan  menyadari masyarakat tentang dampak buruk sampah plastik (we educate , we action & we change) berkembang baik di lingkungan sekitar Desa Kelusa. Seperti virus yang menyebar secara perlahan berkembang, Br. Keliki Kawan terhimbas sebagai salah satu yang berkembang dibidang pariwisata secara pesat menyambut baik dengan ikut membentuk relawan yang bergerak dibidang kebersihan.  

Sambutan baik juga diberikan oleh pihan Pemerintah Desa Kelusa atas gagasan yang diprakarsai oleh generasi muda yang sadar akan lingkungan.  Prebekel Desa Kelusa, I Dewa Putu Suantara menyampaikan kegiatan bersih-bersih lingkungan merupakan kegiatan yang sangat positif,  semoga kedepannya kegiatan seperti ini bisa dijadikan contoh oleh warga disekitar Desa Kelusa untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan. Begitu pula semoga kegiatan ini menjadi awal dari pergerakan yang sangat baik untuk menanggulangi sampah plastik dan bisa terus berlanjutan.

Ketua  Yehtengah Clean Community  I Made Lama mengatakan pihaknya jengah terhadap keberadaan sampah, yang telah memberikan beragam dampak negatif di banjarnya. Mulai dari masalah kesehatan dan stigma di dunia pariwisata. Dia tak menampik, sampah yang mencemari lingkungannya disebabkan kurang pedulinya masyarakat  terhadap bahaya lingkungan.

“Sampah dibuang ke sungai, selokan, bahkan, dimana dia usai makan, di situlah dibuang”. Kini usaha kami perlahan menunjukan hasil positif, dengan perkembangan masyarakat yang sudah sadar dengan bahaya sampah plastik dan teman-teman relawan kami semakin bertambah, begitu ujarnya.

Virus kebersihan semakin berkembang hingga ke desa Bresela, masyarakat mulai sadar akan bahaya sampah plastik yang menyebabkan pencemaran lingkungan dengan skala yang tidak terbatas, banjir, dan bisa menyebabkan kanker apabila sampah plastik tersebut dibakar.

Anak-anak Trash Hero Indonesia bersama anak-anak SD di Banjar Yehtengah, Kelusa, Gianyar

Ketua Yayasan Trash Hero Indonesia, I Wayan Aksara mengaku bersyukur, saat ini banyak generasi muda di setiap banjar, yang mulai peduli terhadap lingkungan. Pihaknya berharap, komunitas-komunitas kebersihan yang terbentuk, fokus pada aksi kebersihan, dan jangan sampai ditumpangi kepentingan politik ataupun finansial. Sebab hal rentan memecah komunitas.

“Pemuda harus bangkit, kita harus memerangi permasalahan lingkungan. Jangan bangga jadi nak Bali, jika kita justru merusak Bali dengan tidak menjaga kelestarian lingkungannya,” tandasnya dengan jelas. [T]

Tags: daur ulang sampah plastikdesadesa pakramanGianyarSampahsampah plastik
Share643TweetSendShareSend
Previous Post

Keep Being You. Be Authentic.

Next Post

Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co