2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Raka Sutama, Kegembiraan Usai Pilpres, Bayar Kaul Bersepeda Keliling Bali

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
May 20, 2019
in Khas
Raka Sutama, Kegembiraan Usai Pilpres, Bayar Kaul Bersepeda Keliling Bali

Raka Sutama disambut meriah di Puspem Badung

Bukan Made Raka Sutama namanya kalau tidak menepati janji. Salah satu sifat khas Pak Made Raka adalah selalu menepati janji. Sebuah acara direncanakan, ditentukan tanggalnya, lalu pas hari H, acara yang dijanjikan tersebut pasti terlaksana.

Setelah sukses mendaki 5 gunung dalam sehari demi membayar kaul kemenangan Jokowi dalam pilpres, sekarang Pak Made Raka keliling Bali dengan target waktu tempuh 24 jam. Bukan keliling Bali mengendarai motor gede, tapi bersepeda. Mengandalkan otot dan stamina.

Beberapa tahun yang lalu, Pak Made Raka pernah sukses menempuh jarak keliling Bali dengan sepeda gunung satu hari satu malam tanpa istirahat tidur sebelum mencapai garis finis.  Sekarang beliau ingin mengulangi kesuksesan itu lagi. Tapi kali ini yang dipilih adalah sepeda roadbike.

Roadbike adalah jenis sepeda yang diperuntukkan di jalan raya yang mulus, dengan bannya yang kecil. Biasanya si pengendara agak merunduk, karena frame sepeda roadbike memaksa si pengendara merunduk. Ini tujuannya untuk mendapatkan kecepatan. Dengan merunduk, kekuatan lebih optimal tersalur ke kaki.

Dulu jenis sepeda ini dikenal dengan istilah sepeda balap, karena memang jenis sepeda ini dipakai untuk balapan. Kecepatan sepeda ini bisa menyaingi sepeda motor, bisa 50-60 kilometer per jam. Tergantung stamina dan otot si pengendara sepeda. Kalau saya sih kelasnya di angka 30 kilometer per jam saja di jalan mendatar…hehehe

Minggu, tanggal 19 Mei 2019, mereka berangkat dari posko Kapal CC pukul 5 pagi. Melalui jalan timur. Tiga orang pesepeda: Pak Made Raka, Nyoman Mertawan dan Wahyu Santosa. Dikawal oleh Made Guna Diarta (Bero) pakai sepeda motor, sebagai marshal untuk menjaga keselamatan para pesepeda. Di sepeda motor Bero terpasang bendera merah-putih.

Info di grup WA dari sang marshal, pukul 7 pagi sudah mencapai Gowa Lawah. Mereka berfoto bersama sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan: “KAUL  ANAK NEGERI, JOKOWI NAIK LAGI, NAIK SEPEDA KELILING BALI.” Tulisan yang sangat baik. Pilihan kata-katanya bagus. Ada aura kegembiraan dan semangat pada tulisan itu.

Saat di Gowa Lawah, awalnya peserta gowes 3 orang

Rombongan mereka mencapai Tirta Gangga pukul 8 pagi. Luar biasa. Sepagi itu sudah mencapai Tirta Gangga. Dari Tirta Gangga menuju Pura Ponjok Batu, rombongan itu terpisah, mulai tercerai-berai. Saat inilah kekuatan stamina itu sangat menentukan, atau istilah kerennya endurance, istilah yang sering kami sebut di komunitas sepeda. Di jalur antara Tulamben sampai ke Pura Ponjok Batu, walaupun datar, udaranya sangat panas.

Di sinilah nyali seorang pesepeda diuji. Saat stamina menurun, udara begitu panas, momen inilah yang membuat nyali bisa ciut. Bersepeda terasa begitu menyiksa. Sengatan matahari bisa menguras sekian persen stamina tubuh. Tapi Pak Made Raka telah dibentuk oleh berbagai latihan. Campuran sebagai seorang pelari, pendaki gunung dan pesepeda telah membentuk tubuhnya demikian kokoh.

Staminanya begitu kuat, walau umurnya sudah semakin senja di angka 53 tahun. Tantangan saat mendaki gunung telah membentuk mentalnya untuk tidak  gampang menyerah sebelum menancapkan bendera merah putih di puncak.

Rombongan itu betul-betul terpisah. Pak Made Raka dikawal oleh Bero sendirian. Sedangkan Nyoman Mertawan dan Wahyu Wibawa jauh di belakang tanpa pengawalan. Kabarnya, Wahyu Wibawa mengalami kram kaki yang parah dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Layanan taksi online Grab telah membawanya balik pulang.

Pukul 10.30 Made Raka sudah mencapai Pura Ponjok Batu. Biasanya ini adalah tempat titik istirahat yang dipilih panitia Roda Jaya gowes keliling Bali massal tiap tahun. Istirahat beberapa menit di sini, Pak Made Raka melanjutkan perjalanan lagi, menuju kota Singaraja.

Sebenarnya, di samping dikawal oleh Bero sebagai marshal, ada dua teman Pak Made Raka yang membuntuti dengan sepeda motor. Mereka betul-betul ingin menyaksikan sendiri perjalanan Made Raka keliling Bali dengan sepeda. Mereka adalah teman-teman Made Raka saat mendaki gunung.

Pukul 12.00 WITA, saat matahari betul-betul di posisi lurus dengan kepala, Pak Made Raka berhasil mencapai kota Singaraja. Mereka tiba di kota di utara Pulau Bali itu tepat pukul 12 siang. Nampak sebuah foto yang dikirim ke whatsapp grup oleh Bero, Pak Made Raka tidur telentang kelelahan. Paha dan betisnya yang penuh otot, nampak licin  berkeringat, berkilatan ditimpa cahaya. Otot yang sedang dipaksa bekerja hari ini, seharian penuh.

Sebenarnya menurut yang saya baca di google, tidak boleh langsung tidur telentang seperti itu karena kelelahan, sebab bisa memicu henti jantung. Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi pada Pak Made Raka. Semoga rahayu sampai di rumah kembali, ketemu sama anak dan istri dalam keadaan sehat. Segala doa dan komen bermunculan di whatsapp grup kami.

Saat tiba di kota Singaraja, peserta yang mengawal Pak Made Raka tambah banyak. Ada Pak Made Puja, yang datang dari Marga, dan Pak Made Darwi yang jauh-jauh dari Kuta. Mereka menunggu di kota Singaraja sambil menikmati kuliner ala Buleleng, Siobak. Mereka  mengawal dengan sepeda motor. Perjalanan dilanjutkan lagi setelah makan siang. Rombongan itu pasti menarik perhatian orang banyak. Lima pesepeda motor yang mengawal seorang pesepeda, yang sedang melaju dengan mengandalkan otot dan stamina, di bawah sengatan matahari.

Konvoi memasuki Seririt, Pemuteran, Gerokgak. Mereka seperti berkejaran dengan matahari yang pelan-pelan mulai turun di langit barat. Sekitar pukul 5 sore mereka tiba di pertigaan Gilimanuk, setelah melewati hutan Bali Barat yang panjang. Di sana disambut dua orang pesepeda dari KMCC Jembrana, Putu Airlangga dan Ajik Bolang. Sekarang iring-iringan itu bertambah lagi; 3 orang pesepeda yang dikawal 5 pengendara sepeda motor. Tambah ramai, dan tambah meriah. Biar gaungnya bergema di sepanjang jalan menuju Kota Jembrana.   

Tiba di kota Jembrana pukul 7 malam. Beberapa kali video-video pendek perjalanan diunggah ke grup whatsapp Kapal CC. Semua orang di grup kami memberi jempol. Terbayang betapa capeknya keliling Bali dalam 24 jam. Capek dan pegal. Ini demi Jokowi, begitu selalu ucap Pak Made Raka. Salah satu pendukung militan paslon 01 ini. Jauh-jauh hari Pak Made Raka telah mengucapkan kaul. Dan hari ini dibayar dengan cara kesatria.

Istirahat di kota Singaraja untuk makan siang

Di kota Jembrana, kabarnya sempat mampir di rumah Bli Sutha, sesepuh Kapal CC yang tinggal di Denpasar. Makan malam dulu. Mengisi karbohidrat untuk cadangan energi. Perjalanan masih jauh.

Iringan-iringan melanjutkan perjalanan, meninggalkan kota Jembrana yang indah di Bali Barat. Membelah malam, di antara lampu-lampu kendaraan dan bising suara mesin.  Lalu lintas yang masih ramai pada jam itu. Bendera merah putih masih setia terpasang di motor-nya Bero, sang marshal, yang setia mengawal dari pukul 5 pagi sampai malam ini.

Itu dikenal dengan jalur maut, sebab dilewati bus-bus besar dan truk yang membawa logistik. Tapi setelah Pak Made Puja mengunggah video sudah berada di Pantai Soka, hati terasa lega. Sudah dekat. Semoga tidak terjadi apa-apa di jalan. Pak Kadek Purwadadi juga ikut menyambut mereka di Desa Mandung, pas di depan kantor radio Global, untuk selanjutnya ikut di rombongan menuju posko Kapal CC.            

Hampir pukul 11 malam. Kami semua memantau lewat whatsapp grup. Agaknya semua orang begadang malam ini. Kami mengandalkan laporan dari Pak Made Puja, bagaikan Widura yang sedang mengabarkan kondisi anak-anak Drestarasta di medan Kurusetra…hehehe

Semua teman bergegas ke posko Kapal CC untuk menyambut kedatangan mereka. Hanya saya yang masih berkutat dengan keyboard di rumah, menyiapkan artikel tentang kesuksesan Pak Made Raka membayar kaul keliling Bali dalam sehari. Semuanya bagi tugas. Ada yang mengawal dari A sampai Z, ada menjemput di beberapa titik, ada yang menyambut di tempat finis, dan ada juga yang menuliskan artikelnya.

Akhirnya pukul 11.15 malam, Pak Made Raka tiba di posko Kapal CC. Teman-teman sudah banyak yang menunggu di posko. Karena kabarnya teman-teman Pak Made Raka sesama pendaki gunung banyak yang menunggu di puspem Badung, perjalanan lanjut lagi sampai puspem Badung.

Selesai sudah perjalanan Made Raka Sutama, membawa misi merayakan kegembiraan pilpres dan terpilihnya Jokowi untuk yang kedua kali, dengan gowes keliling Bali. Rencana awal menempuh waktu 24 jam, tapi ternyata bisa dipangkas menjadi 18 jam 15 menit. Luar biasa. Keliling Bali dengan bersepeda selama 18 jam 15 menit.

Di depan Puspem Badung, Pak Made Raka Sutama disambut meriah  oleh teman-teman pendaki gunung dan juga teman-teman Kapal CC. Selebrasi kecil disiapkan. Sukses Pak De! Saya betul-betul hormat dan salut. [T]

Tags: balap sepedabaligowesJokowiolahragaPilpressepeda
Share1002TweetSendShareSend
Previous Post

Pura Pucak Bukit Sangkur: Tangga Lumut dan Keheningan di Tengah Hutan

Next Post

Siddharta Gautama: Pangeran yang Meninggalkan Tahta

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Siddharta Gautama: Pangeran yang Meninggalkan Tahta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co