3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bangga Menjadi Buddhis di Seminar Remaja Patria Denpasar 2019

Julio Saputra by Julio Saputra
May 8, 2019
in Khas
Bangga Menjadi Buddhis di Seminar Remaja Patria Denpasar 2019

Upa. Yogi Gunawaro (kiri) menyampaikan materi tentang kebanggaan menjadi Buddhis kepada peserta dan undangan Seminar Remaja 2019

Kiccho manussapatilabho

kiccham maccana jivitam

Kiccham saddhammassavanam

kiccho buddhanamuppado

.

Sungguh sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia,

sungguh sulit untuk dapat bertahan hidup

Sungguh sulit untuk dapat mendengarkan Dhamma,

Sungguh jarang terjadi kelahiran para Buddha

(Dhammapada 182)

.

Agama Buddha sanggup memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern. Begitulah antara lain yang dikatakan oleh Albert Einstein, seorang ilmuwan yang dijuluki Bapak Ilmu Pengetahuan Modern. Menurut Eisntein, agama Buddha berdiri untuk kemajuan pengetahuan dan kebebasan kemanusiaan di semua tingkat kehidupan. Tidak ada satupun ajaran dalam agama Buddha yang harus ditarik atau direvisi dalam menghadapi penemuan pengetahuan ilmiah modern. Semakin banyak hal baru yang ditemukan ilmuwan, semakin dekat mereka dengan penjelasan Sang Buddha tentang alam semesta. Rasa hormat Einstein terhadap agama Buddha sesungguhnya adalah sebuah kebanggan bagi para umat di seluruh dunia. Namun, apakah sebuah kebanggaan harus didasarkan pada rasa hormat dan kekaguman orang lain?

Khawatir akan populasi umat Buddhis yang semakin minim dan prihatin menjadi golongan minoritas tidaklah sedahsyat ketakutan terhadap ancaman kepunahan agama Buddha bagi generasi selanjutnya. Generasi muda, entah disadari atau tidak, memiliki peranan penting dalam pelestarian Buddha Dhamma. Itulah yang kemudian mendorong DPC Patria Denpasar untuk mengadakan sebuah seminar remaja bertajuk “Proud to Be Buddhist” — sebuah seminar khusus generasi muda Buddhis untuk bersama-sama menyelami lebih dalam makma kebanggan menjadi seorang umat Buddhis dengan bijaksana.

Acara tersebut diadakan pada Minggu, 05 Mei 2019, bertempat di Dhammahall Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar.


DPC Patria Denpasar bersama narasumber dan moderator di acara Seminar Remaja 2019

Sejak pukul 12.30 WITA, beberapa peserta sudah terlihat memenuhi meja registrasi, beberapa panitia dengan atasan putih dan bawahan hitam sambil dibalut rompi biru patria juga terlihat sibuk mengurus beberapa hal sebelum pembukaan acara dimulai. Ada juga beberapa undangan yang hadir, seperti peyelenggara Buddha Kota Denpasar, ketua PC Magabudhi Denpasar, perwakilan Forum Ibu-Ibu Buddhis, ketua Yayasan Buddha Sakyamuni, ketua Sekretariat Bersama Organisasi Buddhis Theravada Bali, ketua Dayaka Sabha Vihara Buddha Sakyamuni, ketua DPD Patria Bali, ketua DPC Patria Denpasar, dan pembina DPC Patria Denpasar.

Tentu saja, mereka datang lebih awal agar tidak ketinggalan acara yang akan dimulai pukul 13.00 WITA. Seperti acara-acara seminar Buddhis pada umumnya, acara tersebut juga dibuka dengan pembacaan Paritta Namakara Patta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Patria, serta laporan ketua panitia. Barulah kemudian beranjak ke acara inti, yaitu pemaparan materi oleh narasumber dan didampingi oleh seorang moderator.

Chealney Lim, salah seorang anggota DPC Patria Denpasar, selaku ketua panitia mengatakan acara seminar tersebut diadakan untuk mengajak generasi muda Budhhis semakin bangga dengan agama yang dipeluknya, terutama karena generasi muda diharapkan menjadi banteng pertahanan agama Buddha dari ancaman kepunahan atau kepudaran.

“Acara ini juga sebagai suatu acara dalam rangkaian menyambut Hari Raya Trisuci Waisak 2563 BE/2019 yang akan jatuh pada Minggu, 19 Mei 2019 nanti.” Imbuhnya.


Chealney Lim, ketua panitia Seminar Remaja 2019, saat menyampaikan laporan ketua panitia

Hal senada juga disampaikan oleh Yuvan Prajnadhika Gunawan, ketua DPC Patria Denpasar 2019 – 2021 yang baru saja terpilih beberapa minggu yang lalu. Yuvan berharap besar melalui acara seminar remaja tersebut umat Buddhis khususnya para remaja dan generasi muda semakin bangga menjadi umat Buddha dan semakin menunjukan eksistensinya.

“Remaja Buddhis saya harap bangga memeluk agama Buddha, lebih sering ke vihara, tidak malu menggunakan atribut-atribut Buddha, dan yang terpenting bisa menjalankan ajaran Buddha, terutama Pancasila Buddhis atau 5 Sila Latihan Kemoralan, Itu salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis.” Ujarnya.

Narasumber yang diundang pada acara seminar remaja tersebut adalah Upa. Yogi Gunawaro. Meski berusia 26 tahun dan masih tergolong muda, beliau memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi Buddhis, seperti menjadi wakil ketua Remaja Buddhis Visakha, Vihara Buddha Dhamma Karawang (2008 – 2010), sekretaris umum Dayakhasabha Vihara Buddha Dhamma Karawang (2008 – 2010, 2010 – 2012), sekretaris Yayasan Pekerja Dhamma Kattannu Katavedi, Karawang (2018 – sekarang) dan tergabung juga dalam Departemen Media Digital, DPP Pemuda Threvada Indonesia (2018 – 2021).  Sangat pas rasanya bagi beliau menjadi seorang narasumber pada acara seminar remaja kali ini mengingat acara tersebut dikhususkan untuk generasi muda Buddhis di Bali.

Dengan dimoderatori oleh Hendrik, S.Kom, MBA, beliau pertama-tama memaparkan tentang jumlah umat Buddha di Indonesia yang hanya berjumlah 1.703.254 dari 237.621.326 pendudukan yang terdata. Di dalamnya, jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun hanyalah 24% dari jumlah penduduk yang ada, yaitu sekitar 66.300.000, sedangkan jumlah remaja Buddha di Indonesia hanyalah 114.556. Bisa dikatakan jumlah tersebut adalah jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun yang terdata. Hal tersebut menjadi kekhawatiran sendiri akan kepudaran eksistensi agama Buddha di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Beliau juga mengatakan beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi eksistensi agama Buddha di kalangan generasi muda yang memeluknya. Salah satunya adalah enggannya niat generasi muda untuk datang ke vihara. Beberapa orang beranggapan datang ke vihara adalah hal yang membosankan dengan alasan tidak ada teman, tidak ada yang tampan atau yang cantik, dan bisa juga karena orang yang akan ditemui selalu sama di setiap kesempatan.


Yuvan Prajnadhika Gunawan selaku ketua DPC Patria Denpasar memnyerahkan kenang-kenangan kepada pembicara Upa. Yogi Gunawaro

Selanjutnya beliau memaparkan bahwa pemuda atau generasi muda saat ini merupakan identitas yang sangat berpotensi dan memiliki peranan yang akan sangat berpengaruh dalam pelestarian agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, entah disadari, diketahui, diakui atau tidak, menanggung tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugas mulia dan melestarikan ajaran agama Buddha. Hal tersebut barangkali juga dipercaya bagi agama-agama lain yang ada selain agama Buddha. Menurut beliau, salah satu modal dalam pelestarian agama Buddha di kalangan generasi muda adalah dengan memiliki sebuah kebanggaan yang bersumber dari mengenal dan mempraktikan Dhamma.

“Untuk itulah kebanggaan menjadi suatu keharusan. Kualitas kebanggan yang kita miliki harus diawali dengan misi penjelajahan wawasan Dhamma dam penyelaman praktik Dhamma yang akan berbuah penyadaran keindahan Dhamma yang patut dibanggakan. Jatuh cinta pada agama yang dipeluk akan memancarkan itu semua dan mengundang hal-hal baik lainnya datang dan itu pun bisa dibuktikan sendiri,” ujar Beliau di tengah-tengah sesi pemaparan materi.

Beliau juga mengatakan itulah kiranya kebanggan idaman yang bisa dimiliki umat Buddhis, khususnya generasi muda Buddhis dari pengenalan dan praktik Dhamma yang dilakukan. Kebanggan yang tidak membuta, yang didasari dengan pembuktian tanpa dipandang rayuan nikmat, dalam artian tidak pernah mencoba memengaruhi umat agama lain untuk memeluk agama Buddha dengan iming-iming kesembuhan, mukjizat, dan keselamatan yg pilih kasih.

Kebanggaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan mendukung penyebaran kebajikan, yang menyarankan umatnya untuk tidak mempercayai ajaran tanpa mempertimbangkannya dengan baik, harus dengan pengamatan dan analisa secara hati-hati, harus yakin ajaran itu cocok dengan akal budi dan mendukung untuk kebaikan diri sendiri maupun semua orang.  Beliau menyimpulkan ajaran Sang Buddha sangat ilmiah, sangat rasional, sehingga akan menjadi suatu kebanggaan bagi seseorang dalam dunia modern untuk menyebut dirinya sebagai umat Buddha.

Di akhir acara, panitia memberikan souvenir atau kenang-kenangan kepada narasumber dan moderator, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda penutupan acara dengan membaca Parrita Namakara Patta bersama-sama. Tak lupa, para panitia, peserta, para undangan, tak terkecuali narasumber dan moderator mengambil foto bersama.

Balok galah banyak manfaatnya, bisa menopang bangun griya. Kalau salah kata, dimaafkan. Bila berkesan, gabung Patria. [T]

Tags: BuddhismeBudhailmuPatriaPengetahuan
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Puasa & Kesehatan

Next Post

Pesta Dansa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Pesta Dansa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co