23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bangga Menjadi Buddhis di Seminar Remaja Patria Denpasar 2019

Julio Saputra by Julio Saputra
May 8, 2019
in Khas
Bangga Menjadi Buddhis di Seminar Remaja Patria Denpasar 2019

Upa. Yogi Gunawaro (kiri) menyampaikan materi tentang kebanggaan menjadi Buddhis kepada peserta dan undangan Seminar Remaja 2019

Kiccho manussapatilabho

kiccham maccana jivitam

Kiccham saddhammassavanam

kiccho buddhanamuppado

.

Sungguh sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia,

sungguh sulit untuk dapat bertahan hidup

Sungguh sulit untuk dapat mendengarkan Dhamma,

Sungguh jarang terjadi kelahiran para Buddha

(Dhammapada 182)

.

Agama Buddha sanggup memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan modern. Begitulah antara lain yang dikatakan oleh Albert Einstein, seorang ilmuwan yang dijuluki Bapak Ilmu Pengetahuan Modern. Menurut Eisntein, agama Buddha berdiri untuk kemajuan pengetahuan dan kebebasan kemanusiaan di semua tingkat kehidupan. Tidak ada satupun ajaran dalam agama Buddha yang harus ditarik atau direvisi dalam menghadapi penemuan pengetahuan ilmiah modern. Semakin banyak hal baru yang ditemukan ilmuwan, semakin dekat mereka dengan penjelasan Sang Buddha tentang alam semesta. Rasa hormat Einstein terhadap agama Buddha sesungguhnya adalah sebuah kebanggan bagi para umat di seluruh dunia. Namun, apakah sebuah kebanggaan harus didasarkan pada rasa hormat dan kekaguman orang lain?

Khawatir akan populasi umat Buddhis yang semakin minim dan prihatin menjadi golongan minoritas tidaklah sedahsyat ketakutan terhadap ancaman kepunahan agama Buddha bagi generasi selanjutnya. Generasi muda, entah disadari atau tidak, memiliki peranan penting dalam pelestarian Buddha Dhamma. Itulah yang kemudian mendorong DPC Patria Denpasar untuk mengadakan sebuah seminar remaja bertajuk “Proud to Be Buddhist” — sebuah seminar khusus generasi muda Buddhis untuk bersama-sama menyelami lebih dalam makma kebanggan menjadi seorang umat Buddhis dengan bijaksana.

Acara tersebut diadakan pada Minggu, 05 Mei 2019, bertempat di Dhammahall Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar.


DPC Patria Denpasar bersama narasumber dan moderator di acara Seminar Remaja 2019

Sejak pukul 12.30 WITA, beberapa peserta sudah terlihat memenuhi meja registrasi, beberapa panitia dengan atasan putih dan bawahan hitam sambil dibalut rompi biru patria juga terlihat sibuk mengurus beberapa hal sebelum pembukaan acara dimulai. Ada juga beberapa undangan yang hadir, seperti peyelenggara Buddha Kota Denpasar, ketua PC Magabudhi Denpasar, perwakilan Forum Ibu-Ibu Buddhis, ketua Yayasan Buddha Sakyamuni, ketua Sekretariat Bersama Organisasi Buddhis Theravada Bali, ketua Dayaka Sabha Vihara Buddha Sakyamuni, ketua DPD Patria Bali, ketua DPC Patria Denpasar, dan pembina DPC Patria Denpasar.

Tentu saja, mereka datang lebih awal agar tidak ketinggalan acara yang akan dimulai pukul 13.00 WITA. Seperti acara-acara seminar Buddhis pada umumnya, acara tersebut juga dibuka dengan pembacaan Paritta Namakara Patta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Patria, serta laporan ketua panitia. Barulah kemudian beranjak ke acara inti, yaitu pemaparan materi oleh narasumber dan didampingi oleh seorang moderator.

Chealney Lim, salah seorang anggota DPC Patria Denpasar, selaku ketua panitia mengatakan acara seminar tersebut diadakan untuk mengajak generasi muda Budhhis semakin bangga dengan agama yang dipeluknya, terutama karena generasi muda diharapkan menjadi banteng pertahanan agama Buddha dari ancaman kepunahan atau kepudaran.

“Acara ini juga sebagai suatu acara dalam rangkaian menyambut Hari Raya Trisuci Waisak 2563 BE/2019 yang akan jatuh pada Minggu, 19 Mei 2019 nanti.” Imbuhnya.


Chealney Lim, ketua panitia Seminar Remaja 2019, saat menyampaikan laporan ketua panitia

Hal senada juga disampaikan oleh Yuvan Prajnadhika Gunawan, ketua DPC Patria Denpasar 2019 – 2021 yang baru saja terpilih beberapa minggu yang lalu. Yuvan berharap besar melalui acara seminar remaja tersebut umat Buddhis khususnya para remaja dan generasi muda semakin bangga menjadi umat Buddha dan semakin menunjukan eksistensinya.

“Remaja Buddhis saya harap bangga memeluk agama Buddha, lebih sering ke vihara, tidak malu menggunakan atribut-atribut Buddha, dan yang terpenting bisa menjalankan ajaran Buddha, terutama Pancasila Buddhis atau 5 Sila Latihan Kemoralan, Itu salah satu wujud peran pelestarian agama dan ajaran Buddha yang bisa dilakukan oleh generasi muda Buddhis.” Ujarnya.

Narasumber yang diundang pada acara seminar remaja tersebut adalah Upa. Yogi Gunawaro. Meski berusia 26 tahun dan masih tergolong muda, beliau memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi Buddhis, seperti menjadi wakil ketua Remaja Buddhis Visakha, Vihara Buddha Dhamma Karawang (2008 – 2010), sekretaris umum Dayakhasabha Vihara Buddha Dhamma Karawang (2008 – 2010, 2010 – 2012), sekretaris Yayasan Pekerja Dhamma Kattannu Katavedi, Karawang (2018 – sekarang) dan tergabung juga dalam Departemen Media Digital, DPP Pemuda Threvada Indonesia (2018 – 2021).  Sangat pas rasanya bagi beliau menjadi seorang narasumber pada acara seminar remaja kali ini mengingat acara tersebut dikhususkan untuk generasi muda Buddhis di Bali.

Dengan dimoderatori oleh Hendrik, S.Kom, MBA, beliau pertama-tama memaparkan tentang jumlah umat Buddha di Indonesia yang hanya berjumlah 1.703.254 dari 237.621.326 pendudukan yang terdata. Di dalamnya, jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun hanyalah 24% dari jumlah penduduk yang ada, yaitu sekitar 66.300.000, sedangkan jumlah remaja Buddha di Indonesia hanyalah 114.556. Bisa dikatakan jumlah tersebut adalah jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun yang terdata. Hal tersebut menjadi kekhawatiran sendiri akan kepudaran eksistensi agama Buddha di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Beliau juga mengatakan beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi eksistensi agama Buddha di kalangan generasi muda yang memeluknya. Salah satunya adalah enggannya niat generasi muda untuk datang ke vihara. Beberapa orang beranggapan datang ke vihara adalah hal yang membosankan dengan alasan tidak ada teman, tidak ada yang tampan atau yang cantik, dan bisa juga karena orang yang akan ditemui selalu sama di setiap kesempatan.


Yuvan Prajnadhika Gunawan selaku ketua DPC Patria Denpasar memnyerahkan kenang-kenangan kepada pembicara Upa. Yogi Gunawaro

Selanjutnya beliau memaparkan bahwa pemuda atau generasi muda saat ini merupakan identitas yang sangat berpotensi dan memiliki peranan yang akan sangat berpengaruh dalam pelestarian agama Buddha dan ajarannya. Generasi Buddhis, entah disadari, diketahui, diakui atau tidak, menanggung tanggung jawab moral untuk melaksanakan tugas mulia dan melestarikan ajaran agama Buddha. Hal tersebut barangkali juga dipercaya bagi agama-agama lain yang ada selain agama Buddha. Menurut beliau, salah satu modal dalam pelestarian agama Buddha di kalangan generasi muda adalah dengan memiliki sebuah kebanggaan yang bersumber dari mengenal dan mempraktikan Dhamma.

“Untuk itulah kebanggaan menjadi suatu keharusan. Kualitas kebanggan yang kita miliki harus diawali dengan misi penjelajahan wawasan Dhamma dam penyelaman praktik Dhamma yang akan berbuah penyadaran keindahan Dhamma yang patut dibanggakan. Jatuh cinta pada agama yang dipeluk akan memancarkan itu semua dan mengundang hal-hal baik lainnya datang dan itu pun bisa dibuktikan sendiri,” ujar Beliau di tengah-tengah sesi pemaparan materi.

Beliau juga mengatakan itulah kiranya kebanggan idaman yang bisa dimiliki umat Buddhis, khususnya generasi muda Buddhis dari pengenalan dan praktik Dhamma yang dilakukan. Kebanggan yang tidak membuta, yang didasari dengan pembuktian tanpa dipandang rayuan nikmat, dalam artian tidak pernah mencoba memengaruhi umat agama lain untuk memeluk agama Buddha dengan iming-iming kesembuhan, mukjizat, dan keselamatan yg pilih kasih.

Kebanggaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan mendukung penyebaran kebajikan, yang menyarankan umatnya untuk tidak mempercayai ajaran tanpa mempertimbangkannya dengan baik, harus dengan pengamatan dan analisa secara hati-hati, harus yakin ajaran itu cocok dengan akal budi dan mendukung untuk kebaikan diri sendiri maupun semua orang.  Beliau menyimpulkan ajaran Sang Buddha sangat ilmiah, sangat rasional, sehingga akan menjadi suatu kebanggaan bagi seseorang dalam dunia modern untuk menyebut dirinya sebagai umat Buddha.

Di akhir acara, panitia memberikan souvenir atau kenang-kenangan kepada narasumber dan moderator, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda penutupan acara dengan membaca Parrita Namakara Patta bersama-sama. Tak lupa, para panitia, peserta, para undangan, tak terkecuali narasumber dan moderator mengambil foto bersama.

Balok galah banyak manfaatnya, bisa menopang bangun griya. Kalau salah kata, dimaafkan. Bila berkesan, gabung Patria. [T]

Tags: BuddhismeBudhailmuPatriaPengetahuan
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Puasa & Kesehatan

Next Post

Pesta Dansa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Pesta Dansa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co