1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Napoleon, Lady Diana, dan Ahok

Hartanto by Hartanto
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi diolah dari sumber-sumber gambar di Google

SALAH satu karya musik Ludwig van Beethoven yang saya sukai, selain Moonlight Sonata – adalah Eroica, symphony No.3 in E flat major (op, 55). Karya yang diselesaikan Beethoven pada Agustus 1804 ini — menurut Ferdinand Ries, sahabat Beethoven – semula bertajuk Sinfonia Grande Intitolata Bonaparte del Sigre. Ia, kata Reis, sangat kagum pada Napoleon Bonaparte. Oleh karenanya, tambah Reis, Beethoven khusus mencipta Eroika untuk ‘hero’ kebanggaannya.

Memang, sebelumnya, karya ini hendak didedikasikan pada Napoleon Bonaparte. Namun, Beethoven kecewa karena Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar Perancis. Ia, lantas merobek judul tersebut dan menggantinya menjadi  “Sinfonia Eroica composta per festiggiare il sovvenire de un grand uomo”. (Simfoni Eroika ini ditulis untuk mengenang seseorang yang agung). Eroica, pertama diperdengarkan ke publik pada 7 April 1805 di Theater an der Wiendi, Wina.

Saat merobek judul pada partitur itu, Beethoven berkata ; “Ternyata Napoleon Bonaparte hanyalah manusia biasa”. Kemarahan Beethoven tidaklah lama, ia kemudian menulis surat pada Breitkopf & Härtel – penerbit musik yang berbasis di Wiesbaden (kantor pusat), Leipzig dan Paris – bahwa karyanya itu sebenarnya bertajuk “Bonaparte”. Beethoven akhirnya menyadari, bagaimanapun juga Napoleon tetaplah manusia biasa. Maka, ambisi yang mewarnai prestasi Napoleon adalah hal yang wajar saja. Namun, bagaimanapun juga, saya tetap mengaggumi sikap kritis Beethoven terhadap ambisi kekuasaan Napoleon.

Kekecewaan Beethoven terhadap tokoh idolanya, tentu tak jauh berbeda dengan perasaan tiap individu yang mengidolakan Ahok saat ini. Ahok, mantan gubernur DKI –‘petarung politik’ ulung yang acap sendirian — juga menjadi idola banyak orang. Tokoh yang tegas dan jujur ini, semula juga dikagumi keharmonisan hubungannya dengan istrinya Veronika Tan, Meski Ahok, terlihat jelas waktunya banyak tersita oleh kesibukannya sebagai gubernur.

Selama menjadi pejabat, ia betul-betul menjadi pelayan masyarakat. Jarang sekali terlihat Ahok berkumpul bersama keluarga. Saat liburan hari raya pun, ia memilih pulang kampung dengan penerbangan kelas ekonomi. Bukan rekreasi ke luar negeri bersama keluarga, seperti kebanyakan pejabat di ‘negeri sebelah’. Saya kurang paham, apakah dengan kegiatannya menjadi pelayan rakyat, membuat perhatiannya pada keluarga sedikit terganggu? Tentu adalah kurang sopan jika saya ingin tahu hal itu.

Demikian juga dengan berita gugatan cerai Basuki Cahaya Purnama pada Veronika Tan, adalah kurang sopan jika saya ingin menelisik lebih dalam. Pasalnya, perceraian itu adalah wilayah privat. Bagi saya, berita tentang gugatan cerai itu memang mengagetkan. Sama mengagetkan ketika Lady Diana Princess of Wales meninggal dalam suatu kecelakaan yang tragis 31 Agustus 1997. Putri Diana dan pacarnya Dodi Al Fayed tewas dalam kecelakaan mobil di sebuah terowongan di ibukota Prancis itu. Putri Diana akhirnya dimakamkan dalam sebuah upacara pemakaman di Westminster Abbey pada 6 September, 1997.

Saat Lady Diana menikah dengan Pangeran Charles pada 29 Juli 1981, gaun putih dengan trail panjang megah mungkin yang menjadi fokus jutaan mata yang menyaksikan pernikahan Diana dan Charles kala itu via televisi yang disiarkan di 74 negara. Perkawinan megah abad itu, menjadi fokus seluruh dunia. Diana Spencer yang merupakan guru TK dianggap sebagai sosok ideal untuk mendampingi Charles karena sosoknya sebagai perempuan yang baik hati.

Lebih lanjut, berbagai aktifitas kehidupan Lady Diana kemudian menjadi mode yang di-copy tanpa seleksi. Gaya potongan rambut Princess of Wales ini pun selanjutnya menjadi model yang cukup populer di seluruh dunia saat itu. Gaun panjang juga menjadi mode bagi pengantin yang hendak melaksanakan upacara pernikahan. Lady Di lantas menjadi idola bagi masyarakat dunia, sebagai putri kerajaan yang fantastis seperti bayangan kita tentang Cinderela atau cerita-cerita 1001 malam. Kisah kasih kedua mempelai, tentu saja membuat muda-mudi dan calon pasutri di seluruh dunia terpana.

Namun, anganan bahwa Pangeran Charles dan Lady Diana sebagai pasangan yang harmonis, akhirnya runtuh juga. Banyak pihak menyesalkan peristiwa perceraian itu. Dunia dikagetkan dengan perceraian Lady Diana dan pangeran Charles pada 28 Agustus 1996. Usia pernikahan mereka hanya berusia 15 tahun. Publik ikut bersedih. Diduga, Pangeran Charles lebih mencintai pacar lamanya Camilla Parker Bowles dibanding Lady Diana yang memberinya 2 orang putra, Pangeran Wiliam dan Pangeran Harry. Pangeran Charles akhirnya menikahi Camilla 9 April 2005.

Beethoven kecewa pada Napoleon, penggemar pasangan Lady Diana dan Pangeran Charles yang kecewa pada akhir kisah pasangan kerajaan Ingrris ini, juga penggemar Ahok yang kecewa dengan berita yang sedang merebak tentang gugatan cerainya – adalah bukti kegaguman mereka yang luar biasa terhadap tokoh-tokoh di atas. Kekaguman yang berlebihan itu, membuat para penggemar menuntut kesempurnaan berlebihan pula. Sebaiknya, mari kita biarkan Ahok dan Bu Vero berproses dalam penyelesaian problem rumah tangga mereka. Saya percaya, baik Ahok maupun Bu Vero sudah punya pilihan yang terbaik bagi kedua belah pihak, dan anak-anak mereka. Kita tak bisa menuntut lebih dari batas-batas kemampuan mereka.

Kendatipun demikian, apapun yang menjadi keputusan mereka berdua – hal itu tak akan mengurangi rasa hormat dan kekaguman saya pada sosok Basuki Cahaya Purnama. Bagi saya, dia tetap salah satu putra terbaik yang dimiliki bangsa ini. Oleh karenanya, saya ingin menyitir kata-kata Beethoven saat merobek judul partitur Eroika tersebut. “Bagaimanapun juga, Ahok tetap manusia biasa”. Ah….dari pada saya berharap dan menuntut hal-hal yang berlebihan dari pasangan Ahok dan Vero, sebaiknya saya nikmati saja karya Beethoven, Eroika. (T)

Tags: AhokKeluargakemanusiaantokoh
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Jomblo Jangan Resah, Perayu Ulung pun Bisa Tak Laku-laku

Next Post

Kreatif? Masa, Sih? – Sing Pules Ake Gara-Gara Ngae Tulisan Ne!

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Kreatif? Masa, Sih? - Sing Pules Ake Gara-Gara Ngae Tulisan Ne!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co