2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Napoleon, Lady Diana, dan Ahok

Hartanto by Hartanto
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi diolah dari sumber-sumber gambar di Google

SALAH satu karya musik Ludwig van Beethoven yang saya sukai, selain Moonlight Sonata – adalah Eroica, symphony No.3 in E flat major (op, 55). Karya yang diselesaikan Beethoven pada Agustus 1804 ini — menurut Ferdinand Ries, sahabat Beethoven – semula bertajuk Sinfonia Grande Intitolata Bonaparte del Sigre. Ia, kata Reis, sangat kagum pada Napoleon Bonaparte. Oleh karenanya, tambah Reis, Beethoven khusus mencipta Eroika untuk ‘hero’ kebanggaannya.

Memang, sebelumnya, karya ini hendak didedikasikan pada Napoleon Bonaparte. Namun, Beethoven kecewa karena Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar Perancis. Ia, lantas merobek judul tersebut dan menggantinya menjadi  “Sinfonia Eroica composta per festiggiare il sovvenire de un grand uomo”. (Simfoni Eroika ini ditulis untuk mengenang seseorang yang agung). Eroica, pertama diperdengarkan ke publik pada 7 April 1805 di Theater an der Wiendi, Wina.

Saat merobek judul pada partitur itu, Beethoven berkata ; “Ternyata Napoleon Bonaparte hanyalah manusia biasa”. Kemarahan Beethoven tidaklah lama, ia kemudian menulis surat pada Breitkopf & Härtel – penerbit musik yang berbasis di Wiesbaden (kantor pusat), Leipzig dan Paris – bahwa karyanya itu sebenarnya bertajuk “Bonaparte”. Beethoven akhirnya menyadari, bagaimanapun juga Napoleon tetaplah manusia biasa. Maka, ambisi yang mewarnai prestasi Napoleon adalah hal yang wajar saja. Namun, bagaimanapun juga, saya tetap mengaggumi sikap kritis Beethoven terhadap ambisi kekuasaan Napoleon.

Kekecewaan Beethoven terhadap tokoh idolanya, tentu tak jauh berbeda dengan perasaan tiap individu yang mengidolakan Ahok saat ini. Ahok, mantan gubernur DKI –‘petarung politik’ ulung yang acap sendirian — juga menjadi idola banyak orang. Tokoh yang tegas dan jujur ini, semula juga dikagumi keharmonisan hubungannya dengan istrinya Veronika Tan, Meski Ahok, terlihat jelas waktunya banyak tersita oleh kesibukannya sebagai gubernur.

Selama menjadi pejabat, ia betul-betul menjadi pelayan masyarakat. Jarang sekali terlihat Ahok berkumpul bersama keluarga. Saat liburan hari raya pun, ia memilih pulang kampung dengan penerbangan kelas ekonomi. Bukan rekreasi ke luar negeri bersama keluarga, seperti kebanyakan pejabat di ‘negeri sebelah’. Saya kurang paham, apakah dengan kegiatannya menjadi pelayan rakyat, membuat perhatiannya pada keluarga sedikit terganggu? Tentu adalah kurang sopan jika saya ingin tahu hal itu.

Demikian juga dengan berita gugatan cerai Basuki Cahaya Purnama pada Veronika Tan, adalah kurang sopan jika saya ingin menelisik lebih dalam. Pasalnya, perceraian itu adalah wilayah privat. Bagi saya, berita tentang gugatan cerai itu memang mengagetkan. Sama mengagetkan ketika Lady Diana Princess of Wales meninggal dalam suatu kecelakaan yang tragis 31 Agustus 1997. Putri Diana dan pacarnya Dodi Al Fayed tewas dalam kecelakaan mobil di sebuah terowongan di ibukota Prancis itu. Putri Diana akhirnya dimakamkan dalam sebuah upacara pemakaman di Westminster Abbey pada 6 September, 1997.

Saat Lady Diana menikah dengan Pangeran Charles pada 29 Juli 1981, gaun putih dengan trail panjang megah mungkin yang menjadi fokus jutaan mata yang menyaksikan pernikahan Diana dan Charles kala itu via televisi yang disiarkan di 74 negara. Perkawinan megah abad itu, menjadi fokus seluruh dunia. Diana Spencer yang merupakan guru TK dianggap sebagai sosok ideal untuk mendampingi Charles karena sosoknya sebagai perempuan yang baik hati.

Lebih lanjut, berbagai aktifitas kehidupan Lady Diana kemudian menjadi mode yang di-copy tanpa seleksi. Gaya potongan rambut Princess of Wales ini pun selanjutnya menjadi model yang cukup populer di seluruh dunia saat itu. Gaun panjang juga menjadi mode bagi pengantin yang hendak melaksanakan upacara pernikahan. Lady Di lantas menjadi idola bagi masyarakat dunia, sebagai putri kerajaan yang fantastis seperti bayangan kita tentang Cinderela atau cerita-cerita 1001 malam. Kisah kasih kedua mempelai, tentu saja membuat muda-mudi dan calon pasutri di seluruh dunia terpana.

Namun, anganan bahwa Pangeran Charles dan Lady Diana sebagai pasangan yang harmonis, akhirnya runtuh juga. Banyak pihak menyesalkan peristiwa perceraian itu. Dunia dikagetkan dengan perceraian Lady Diana dan pangeran Charles pada 28 Agustus 1996. Usia pernikahan mereka hanya berusia 15 tahun. Publik ikut bersedih. Diduga, Pangeran Charles lebih mencintai pacar lamanya Camilla Parker Bowles dibanding Lady Diana yang memberinya 2 orang putra, Pangeran Wiliam dan Pangeran Harry. Pangeran Charles akhirnya menikahi Camilla 9 April 2005.

Beethoven kecewa pada Napoleon, penggemar pasangan Lady Diana dan Pangeran Charles yang kecewa pada akhir kisah pasangan kerajaan Ingrris ini, juga penggemar Ahok yang kecewa dengan berita yang sedang merebak tentang gugatan cerainya – adalah bukti kegaguman mereka yang luar biasa terhadap tokoh-tokoh di atas. Kekaguman yang berlebihan itu, membuat para penggemar menuntut kesempurnaan berlebihan pula. Sebaiknya, mari kita biarkan Ahok dan Bu Vero berproses dalam penyelesaian problem rumah tangga mereka. Saya percaya, baik Ahok maupun Bu Vero sudah punya pilihan yang terbaik bagi kedua belah pihak, dan anak-anak mereka. Kita tak bisa menuntut lebih dari batas-batas kemampuan mereka.

Kendatipun demikian, apapun yang menjadi keputusan mereka berdua – hal itu tak akan mengurangi rasa hormat dan kekaguman saya pada sosok Basuki Cahaya Purnama. Bagi saya, dia tetap salah satu putra terbaik yang dimiliki bangsa ini. Oleh karenanya, saya ingin menyitir kata-kata Beethoven saat merobek judul partitur Eroika tersebut. “Bagaimanapun juga, Ahok tetap manusia biasa”. Ah….dari pada saya berharap dan menuntut hal-hal yang berlebihan dari pasangan Ahok dan Vero, sebaiknya saya nikmati saja karya Beethoven, Eroika. (T)

Tags: AhokKeluargakemanusiaantokoh
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Jomblo Jangan Resah, Perayu Ulung pun Bisa Tak Laku-laku

Next Post

Kreatif? Masa, Sih? – Sing Pules Ake Gara-Gara Ngae Tulisan Ne!

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Kreatif? Masa, Sih? - Sing Pules Ake Gara-Gara Ngae Tulisan Ne!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co