12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kreatif? Masa, Sih? – Sing Pules Ake Gara-Gara Ngae Tulisan Ne!

Komang Tress by Komang Tress
February 2, 2018
in Esai

“Nulis cai nae!” kata salah satu anggota Teater Kalangan kepadaku. Sedikit pemberitahuan, tulisan ini dibuat pada dini hari pukul 04.00 am, Kamis 04 Januari 2018. Pagi amat dah.. wkwk.. “Sing Pules ake gara2 ngae tulisan ne! Ckck!” mungkin itu ungkapan dari diriku. Hehe..

Catatan Awal Tahun Teater Kalangan. Bingung. Harus memulai dari mana, ya? Apalagi dengan penyakit yang kuderita “Short Tender Memory”, begitu temen-teman menyebutnya. Gampang kali melupakan sesuatu, cepet kali lupa. Ingatan singkat. Tulisan ini merupakan tulisan seadanya dan seingatnya. Jadi, mari kita mulai catatannya, mumpung masih ingat.

Teater Kalangan, entah kapan aku mendengar. Aku lupa. Seingatku, kenapa bisa berproses dengan mereka diawali dari bantu-bantu persiapan pementasan monolog Damai dan Dor di Taman Baca Kesiman. Sedikit cerita, pada saat pementasan, aku cuma membantu masang kabel dan lampu untuk proses dan segala macamnya. Peranku cuman sampai di sana. Masang kabel dan lampu!

Seiring waktu berjalan, mulailah aku ikut berproses pada pementasan selanjutnya, seperti garapan Membaca Pagi, Pentas Puisi, Bebunyian, Aku Dimana?, Buah Tangan Dari Utara, dan yang terakhir Wisata Monolog. Banyak hal yang didapat baik  informasi, temen, cewek, pengalaman, ini, itu dan macam-macam.

Entah kenapa aku bisa ikut berproses dengan mereka. Mungkin ini yang namanya jodoh. Seingatku pertama kali diajak untuk berproses dengan mereka ketika ada latihan rutin yang dilakukan oleh Tetater Kalangan khususnya Jong. Aku diajak saat itu. Oh iya, latihan rutin itu dilakukan di Taman Baca Kesiman. Yang ikut latihan juga tidak seberapa. Kira-kira 10 orang. Aku diajak latihan fisik seperti tentara. Selain itu juga ada latihan seperti yoga yang pada saat itu dipandu oleh Jack.

Kalau boleh memberikan pesan dan kesan pada saat latihan perdana dengan mereka, pastinya sangat asik. Banyak ilmu yang bisa aku curi lalu menerapkannya di lingkungan sekitar. Tapi sayangnya proses latihan itu tidak menjadi rutin lagi. Mungkin karena kesibukan dari masing masing anggota atau karena ada proses yang lebih penting. Entahlah. Hanya mereka yang tau. hehe… Saranku, mungkin latihan-latihan seperti itu harus dilakukan lagi. Yaa… Minimal seminggu sekali atau sebulan sekali. Sayang kalau proses latihan seperti itu ditiadakan lagi.

Bicara tentang Teater Kalangan, proses garapan dari Teater Kalangan sangat kreatif dan mungkin mengerikan.

Kreatif? Masak sih, kreatif? Sok kali kreatif, qe!

Yaiyalah! Proses yang diberikan oleh Teater Kalangan cukup kreatif dan unik dari segi bentuk garapannya, proses latihannya, emm.. apa lagi yaa… (sambil mikir) Ah! Cuman itu deh yang kreatif seingatku. Hehe… Proses latihan biasanya dibimbing oleh Jong menggunakan metode-metode yang unik dan kreatif. Tidak membuat bosan apalagi ngantuk. Kalimat yang aku ingat adalah, “Pemanasan ape to? Tuk wa, ga pat, tuk wa ga pat. Pemanasan SD to!”

Pemanasan yang diberikan sangat menguras energi. Dari mengikuti partitur ruangan, suara, musik, mengikuti irama music, loncat-loncat gak jelas, lari-lari gak jelas, kadang lari pelan, kadang lari cepat, jalan inilah, jalan itulah. Ya, intinya seperti itu.

Bayangkan nae, masa cuman pemanasan saja capeknya bukan main. Gimana? Kreatif, bukan? Kreatif membuat kita capek dengan cepat. Seseorang yang awalnya gendut bisa menjadi kurus. Ya turunlah beran badannya. Teknik latihan seperti ini aku rasa cocok untuk seseorang yang mau diet. Hehe.. Ya begitulah sekiranya proses kreatif dari latihannya.

Bentuk garapan yang kreatif? Yang ada sih bingung menontonnya. Gak jelas! Gaje banget! Mungkin ada beberapa orang berkata seperti itu. Termasuk aku. Awal-awal memang,  pertanyaan itulah yang muncul. “Ape sih ne? Garapan ape sih?”. Tapi seiring proses berjalan, aku mulai memahami maksud dari garapan tersebut.

Terus, kenapa unik? Menurut aku sih iya unik. Teater kalangan sudah berhasil membawakan pementasan sesuai dengan namanya, “Kalangan : Ruang”. Banyak garapan yang selalu merespon ruang, baik gedung, tembok pohon, sampai semak-semak. Selain itu proses garapan dari merespon hal tersebut tidak asal respon.

Banyak pertimbangan yang dilakukan untuk merespon hal tersebut, baik dengan riset, wawancara, informasi, pengetahuan, dsb. Ada subtext yang dibicarakan di sana. Kata-kata yang selalu aku ingat adalah “Ruangan ini merupakan text. Bunyi adalah text, gerakan itu text. Text itu bukan hanya kata-kata. Ini text, itu text, semua text”.

Proses Garapan

Beberapa garapan dari Teater Kalangan memang mengerikan. Dari hal yang dibicarakan, subtext yang terdapat di dalamnya, bentuk garapannya, proses garapannya memang mengerikan. Kenapa mengerikan? Garapan dari Teater Kalangan tidak sekedar garapan. Beberapa garapan mengambil isu-isu yang terkait saat itu, baik isu yang mendalam sampai isu yang sudah lama.

Pernah kami menggarap suatu pementasan “Buah Tangan Dari Utara” yang menurutku, ini merupakan garapan yang mengerikan. Proses garapannya pun tidak main-main. Dimulai dari mencari informasi tentang masalah isu-isu terkait, riset, dan wawancara. Setelah informasi didapatkan, akhirnya kami melakukan diskusi tentang permasalahan tersebut.

Seperti biasa, sebelum memulai latihan, proses latihan selalu diawali dengan merusak mental dan fisik pemain. Bukan hanya pemain, para crew artistic, music juga digodok mental dan fisiknya. Gimana tidak digodok, ketika kalian tidak bisa mengikuti lari kami, yaudah kami tinggal. Simple, Bukan? Heehe.. Secara tidak langsung pemain dan crew harus mengimbangi hal tersebut. Sulit? Ya, sulitlah.. Tapi ini bisa dibilang proses mendewasakan diri. Secara kasarnya, “Ketika terbiasa tidur di jalan dan tempat tempat kumuh, dan ketika disuguhi oleh tempat yang mewah, kita jadi terbiasa”.

Proses Diskusi

Diskusi kami bisa dibilang sangat intim dan hangat. Mungkin itu cara anggota Teater Kalangan mempererat kami. Atau ini caranya mencari informasi lebih dalam lagi tentang diri kami masing-masing? Entahlah. Setiap diskusi yang kami lakukan bukan hanya membahas diskusi tentang dunia perteateran. Diskusi tentang music, tarian, tulisan, pementasan, sampai stage desainer-pun kami diskusikan.

Hal yang menjadi menarik saat diskusi adalah kita menjadi tau. Ternyata cocoknya di sini nok! Menjadi lebih fokus mendalami bidang-bidang yang harus kita dalami. Diskusi yang kuingat awal-awal yaitu ketika kita sedang mendiskusikan pementasan dari kawan-kawan Sadewa Theater. Biasanya sebelum diskusi dimulai kami berbondong-bondong menonton pementasan tersebut. Tidak lupa kami merekamnya, kemudian memutar rekaman itu kembali, menontonnya, dan akhirnya mendiskusikannya.

Diskusi ini bukan hanya sekedar diskusi. Habis diskusi selesai, terdapat tulisan mengenai pementasan yang kami diskusikan dan pastinya dimuat di social media. Ini menjadi menarik bukan hanya menambah pengetahuan tentang hal yang kurang di pementasan tersebut, tetapi mungkin juga akan membuat geram kawan-kawan yang menganggapnya sebagai kritikan. Mungkin saja. Tapi, yaaa.. Kami harus melakukannya. Supaya tulisan tentang teater terus berkembang.  Masak nulis teater patuhange cara berita HUT sekolah?

Proses Jalan-Jalan

Kenapa jalan-jalan? Iya, kita selalu jalan-jalan kesana kemari hanya sekedar untuk menonton sebuah pementasan ketika kami tidak sangat sibuk. Ke Ubud, Gianyar, Bangli, Singaraja, Negara. Kami bela-belain ke sana hanya untuk nonton sebuah pementasan. Gak penting banget.

Selain bensin habis, tenaga juga habis di jalan. Pantat sakit duduk terus. Daripada gitu, kan mending tidur di.rumah. Hehe.. Tapi menurutku, kesakitan itu bisa terobati oleh sebuah pementasan yang kami kunjungi. Kita dapat mengetahui teknik pementasan yang baru, yang unik, yang bisa kita adaptasi untuk pementasan berikutnya. Menarik bukan? Kita dapat mencuri ilmu.

Mungkin itu sekiranya catatan dariku yang masih menempel di ingatan. Jika ada yang kurang atau berlebihan, gak enak buat dibaca, atau apalah.. Ya udah… maafinlahh… gak usah diperpanjang lagi… Salam hangat buat kalian semua, khususnya buat cewek-cewek.  Mungkin aja, kita bisa berproses bareng, kenalan, mengetahui satu sama lain lebih jauh. Siapa tahu aja kita bisa jadi jodoh. Hehee… (T)

Tags: Kreativitasproses kreatifTeaterTeater Kalangan
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Napoleon, Lady Diana, dan Ahok

Next Post

“Boundary of Freedom“, Karya Grafis Puritip Suriyapatarapun dari Bangkok di Bentara Budaya Bali

Komang Tress

Komang Tress

Namanya Tress. Panggilannya I Komang Widhi Trisnayasa. Ketua Teater Orok periode 2016-2017. Sejak 2017 aktif di Teater Kalangan sebagai set desaigner, penata artistik dan actor. Mahasiswa Jurusan Arsitektur Lansekap Unud ini punya tertarik pada desain, stage desainer, musik, game, dan cewek (semok).

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post

“Boundary of Freedom“, Karya Grafis Puritip Suriyapatarapun dari Bangkok di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co