1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yuk ke Buleleng: Wisata Alam Murah Meriah, Malam Bisa Nikmati GGH

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Tualang

Menunggu Senja di Desa Selat/ Foto: Joy Sastrawijaya

BERPROFESI sebagai jurnalis, membuat saya harus berkunjung ke banyak tempat untuk menunaikan kewajiban termasuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di Buleleng. Jadi saya sedikit lebih tahu ke mana harus pergi untuk menghabiskan libur panjang di Buleleng.

Anggap saja perjalanan berlibur dimulai dari pagi hari, dari arah Denpasar menuju Buleleng. Desa pertama yang kita temukan adalah Desa Pancasari yang berbatasan dengan Tabanan. Karena masih pagi, mari kita sarapan jaje laklak dulu. Dimana?

Jawabnya  di “DJADJA LAKLAK”.  Tempatnya gampang dicari, di pinggir jalan dekat dengan Pos Polisi Pancasari. Warung ini buka dari jam enam pagi hingga jam sebelas siang. Jangan khwatir dengan harga, dijamin tidak bikin kantong kita langsung menipis. Rp.10.000 untuk sarapan laklak dan kopi atau teh hangat, cukuplah.

Selesai sarapan, masih di sekitar Pancasari, kita harus ke mana lagi ya? Ada baiknya kita menuju perkebunan storwbery yang banyak ada di sekitar Danau Buyan. Kita bisa petik langsung strowbery di kebun petani. Berapa harganya? Siapkan uang Rp. 30.000 untuk satu kilo strawberry petik langsung. Jangan lupa berswafoto ya.

Djadja Laklak di Pancasari/ Foto: FB/They Renggo Laulikers

Waktu belum terlalu siang, belum saatnya untuk makan siang. Kita lanjutkkan perjalanan berwisata kita. Tapi harus ke mana lagi ya? Yuks tancap gas menuju Desa Wanagiri, menuju tempat yang kekinian, tempat kita berswafoto dengan latar belakang danau. Kita bisa foto di ayunan, sarang burung, dan di helicopter. Harga tiket masuknya Rp.10.000 per orang. Masih di Desa Wanagiri, kita bisa berkunjung ke Air Terjun Cinta atau Air Terjun Banyumala. Harga tiketnya juga sama Rp. 10.000 per orang.

Jika sudah banyak mengabadikan foto di tempat yang kekinian, hari pasti sudah siang dan saatnya untuk makan siang. Pilihan tempat makan siang, masih bisa di pilih di sekitaran Desa Wanagiri agar rasa lapar tetap terjaga. Makanan apa ya?

Kita masih berada di daerah yang dingin, jadi ada baiknya kita bakan bakso yang hangat. Pilihan tempatnya di sepanjang jalan Wanagari. Di tepi jalan banyak terdapat tempat makan berupa sekapat dengan latar belakang danau buyan. Atau bisa juga di simpang Wanagiri-Pancasari (bojog-bojogan), kita bisa menikmati makan siang berupa sate dan bakso dengan ditemani monyet (bojog) yang selalu ramah menemani makan siang kita. Cukup dengan Rp. 25.000 kita sudah puas untuk menu makan siang yang nikmat.

Sebelum lanjut turun kota Singaraja, mari kita hitung dulu, uang yang sudah kita habiskan di Pancasari dan Wanagiri. Laklak Rp. 10.000 + petik strowberi Rp.30.000 + tempat kekinian Rp. 10.000 + makan siang Rp. 25.000 = Rp. 75.000. Ya baru tujuh puluh lima ribu uang yang kita habiskan setengah hari di Buleleng.

Berswafoto di atas danau di Wanagiri

Makan siang sudah berlalu, mari lanjutkan perjalanan menuju kota singaraja melalui Desa Gitgit. Mungkin banyak yang sudah tahu jika di Desa Gitgit banyak terdapat air terjun. Jika mau mampir di air terjun ada tiga air terjun yang bisa di kunjungi di antaranya Air Terjun Campuhan, Twin Waterfall, dan Air Terjut Gitgit. Tiket masuknya Rp. 10.000/orang, silahkan ditentukan pilihan air terjun mana yang akan di kunjungi.

Jika tiga air terjun di Gitgit ini dilewati, janganlah melewati Air Terjun Jembong di Desa Ambengan. Di Desa Ambengan ada air terjun dan kolam renang. Air Terjun Jembong yang telah ditata oleh kelompok sadar wisata. Di Air Terjun Jembong, selain menikmati keindahan air terjun, kita langsung bisa berendam. Bisa berendam di air terjun atau bisa di kolam renang yang baru saja selesai dibuat. Air yang digunakan di kolam renang memanfaatkan air dari Air Terjun Jembong. Dijamin menyegarkan. Habiskanlah waktu untuk bersantai di kolam renang, sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Buleleng. Oh ya hampir lupa menyampaikan harga tiket masuk. Harga tiket masuk Rp. 5.000.

Jika sudah berendam, mata pasti ngantuk, saatnya untuk menuju tempat beristirahat. Pilihan tempatnya, jika kalian punya teman di Buleleng mampirlah di sana untuk istirahat ataupun bermalam, jadi cukup murah kan? Kalau tidak punya teman di Buleleng, pesanlah tempat menginap dengan aplikasi perjalanan di smartphone anda. Kenapa lewat aplikasi perjalanan di smartphone? Ya. Pasti lebih mudah dan lebih murah. Diskonnya gede. Kisaran Rp. 150.000 – Rp. 300.000 (jika tidak kehabisan kamar) Hehehe…. Selamat beristirahat jangan lupa untuk hidupkan alarm sebelum senja.

Saat senja, kita pasti ingin menikmati matahari terbenam, jangan harap bisa dapatkan sunset yang indah seperti di Tanah Lot, Tabanan. Maka dari itu, disarankan sebelum senja kita harus bergegas pergi ke Desa Selat menuju Rumah Makan TB “TEPI BUKIT”. Dari TB kita bisa menikmati sunset, yang kita lihat dari perbukitan. Harga makanan di sini pun cukup murah, Rp.50.000 bisalah untuk berdua (jika kita bepergian dengan pasangan).

Terus kalau malam di Buleleng kita ke mana?

Nah, kalau malam sepertinya harus menyiapkan uang yang agak banyak, tempat yang dikunjungi sedikit lebih berkelas. Wisata malam tempat yang paling saya sarankan ya pastilah Ke Krisna Fantastik Land. Banyak wahana yang disiapkan dari biang lala, roda gila, lampion dll, yang pasti banyak lah. Jika mau yang murah, silahkan datang ke pantai penimbangan, untuk sekedar makan jagung bakar dan jus buah. Murah meriahlah.

Bagi anda alcoholic, silahkan pergi ke pasar banyuasri carilah penjual GGH arak beras kas Buleleng harganya Rp. 75.000 perbotol, dijamin malam anda sangat menyenangkan. Untuk menikmati GGH bisa dicampur daun mint, lemon dan minuman bersoda, dijamin rasanya takkan terlupakan.

Kalau lapar ditengah malam, jangan khawatir banyak penjual nasi kuning di seputaran kota Singaraja, bisa juga menikmati rawon pangi yang ada di tengah Pasar Anyar  yang selalu buka di tengah malam.

Nah, Selamat Menikmati Malam Di Buleleng…

Esok pagi sebelum matahari terbit, kita harus sudah bangun, mari kita pergi ke Lovina untuk menonton lumba-lumba di tengah laut. Tinggal datang langsung, atau bisa dipesan sehari sebelumnya. Menonton lumba-lumba yang ada ditengah laut akan menjadi sensasi yang menyenangkan. Lumba-lumba ini akan selalu muncul di lovina setiap pagi. Biayanya Rp. 100.000/orang. Jika mau tawar-menawar mungkin bisa dapat harga yang lebih murah.

Selain menonton lumba-lumba, kita bisa lah untuk sekedar snorkeling di pantai lovina, masih lah ada terumbu karang yang bisa kita nikmati keindahannya, walau tetap lebih indah terumbu karang yang ada di Pulau Menjangan, Pemuteran dan Penuktukan untuk di Buleleng.

Selesai bermain air diLlovina, pasti akan lapar, nah. Saatnya kita mencoba menu khas Buleleng, seperti syobak, serapah, dan belayag. Dimana harus mencarinya? Dagang syobak banyak kita temui di Buleleng. harganya pun bervariasi dari Rp.10.000 hingga Rp.25.000. Untuk serapah, setahu saya, dagang yang masih menjualnya ya cuma di warungnya Pak Kacuak di Jalan Gajah Mada, Banjar Jawa, Singaraja. Syobak dan serapah merupakan olah daging babi.

Terus, belayag nyarinya di mana? Jika terlalu siang, kita tidak akan menemukan dagang blayag di tengah pasar tradisional. Tapi tenang jika agak siang, masih ada yang menjual blayag dan blayagnya lebih keren, blayag beras hitam. Cukup datang ke Rumah Makan Sehat di jalan Gajah Mada. Tenang walau namanya agak seram, harga masih bersahabat dengan isi dompet kesayangan kita.

Selepas menikmati makanan khas Buleleng, perjalanan mari kita lanjutkan, kini ke arah barat buleleng, di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Saatnya berkunjung ke Air Panas Banjar. Mari berileksasi dengan kehangatan air panas alami. Jangan ragu-ragu untuk mandi dan berendam. Biarkan seluruh urat-urat kita melentur sejenak. Harga tiket masuk Rp. 10.000/orang. Bayar murah untuk berendam sepuasnya.

Jika lapar tenang saja, di depan areal parkir Air Panas Banjar, ada satu rumah makan yang menyajikan olahan ikan laut “ATM MINI”. Sekali lagi untuk harga jangan khawatir, semuanya harga yang sangat bersahabat. Dijamin puas, puas makannya puas harganya.

Pemandangan di Bukit Kursi, Pemuteran./Foto: Canestra Adi Putra

Nah ini sedikit informasi buat yang ingin berlibur ke Buleleng. Bisa ditotalkan sendiri berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menikmati liburan yang menyenangkan di Buleleng. Ini baru sebagian kecil tempat wisata yang saya sampaikan. Masih banyak tempat yang bisa kita kunjungi, untuk bisa mendapatkan semua siapakan waktu berlibur yang panjang setidaknya tiga sampai lima hari di Buleleng.

Secara umum tambahan tempat wisata yang bisa dikunjungi dari Kecamatan Tejakula, ada rumah pohon di Desa Les, snorkeling di Desa Penuktukan.  Di Kecamatan Kubutambahan ada kolam renang Air Sanih dan Air Terjun Carat. Di Kecamatan Sawan, ada Air Terjun Fiji di Lemukih, Air Terjun Sekumpul, Pura Dalem Segara Madu dan Pura Beji Sangsit. Di Kecamatan Buleleng ada penetasan penyu di Pantai Penimbangan. Di Kecamatan Banjar berkunjunglah ke Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Pedawa, Tigawasa). Di Kecamatan Sukasada ada juga Air Terjun Aling-aling. Di Kecamatan Gerokgak ada Desa Pemuteran, Bukit Kursi, Pulau Putih dan Pulau Menjangan.

Masih enggan ke Buleleng? (T)

Tags: alambalibulelengPariwisata
Share30999TweetSendShareSend
Previous Post

Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

Next Post

Mari Salahkan Andy Dufresne – Tentang Kaburnya 4 Napi Asing di LP Kerobokan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post

Mari Salahkan Andy Dufresne – Tentang Kaburnya 4 Napi Asing di LP Kerobokan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co