4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Ambil Hatimu dengan Tanganku Sendiri

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: Kadek Heny Sayukti

TAK tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu? Ya, aku mencintamu. Sangat mencintaimu. Dan apa kau tahu yang selama ini aku inginkan? Ya, aku ingin memiliki hatimu selamanya. Aku ingin kau menjadi milikku selamanya. Kau dengar? Selamanya. Ya. Selamanya.

Aku harus berterima kasih pada hujan yang membuat kita bertemu, dulu, setahun lalu. Bayangan itu masih sangat jelas. Ya, jelas sekali. Kenangan saat kita pertama kali bertemu, masih selalu tergambar, masih selalu tergambar nyata di mataku.

Malam itu, aku, seorang mahasiswa baru, merasa sangat bersyukur digiring oleh hujan untuk berteduh di beranda toko bunga. Karena, berteduh juga kau, seorang wanita cantik dan manis. Ah, maaf sebelumnya. Mungkin ini sedikit berlebihan. Tapi jujur saja, kaulah wanita termanis dan tercantik yang pernah kutemui.

Aku memberanikan diri menyapamu. Kau tampak sedikit kedinginan. Kau balas menyapaku sambil tersenyum. Tak kuduga. Kau ternyata gadis ramah, ya? Ah, aku masih tak habis pikir, bagaimana bisa kita berdua lupa membawa mantel malam itu? Apa memang jodohmu adalah aku, atau jodohku adalah kau? Mungkin keduanya, ha ha ha.

Sambil bertanya-tanya aku menikmati pertemuan kita saat itu. Kita bercakap-cakap sambil menunggu hujan reda. Percakapan itu, entah apa yang kita percakapkan, bagiku membuat suasana jadi hangat. Udara dingin yang dibawa hujan seperti hilang entah ke mana.

Seandainya saja toko bunga itu tidak tutup, aku akan membelikanmu bunga paling cantik, yang sama cantiknya dengan parasmu. Tapi, jika toko itu buka, tentu kita tak bisa berteduh berdua di berandanya.

Aku bahagia sekali, dan yang paling membuatku bahagia: kau memberiku nomor telepon. Kau memberikannya tanpa ragu. Pertemuan itu merupakan pertemuan paling indah untukku. Pertemuan singkat yang tentu saja tak bisa kulupakan. Apakah kau juga begitu?

Sejak hari itu, aku percaya diri mengirimimu pesan singkat. Kau membalasnya seperti yang aku harap. Ah, betapa senangnya.

Kau ingat, bukan? Awalnya hanya percakapan kita basa-basi, sampai akhirnya kita mulai membicarakan diri kita masing-masing. Ya, kita mencoba mengetahui diri masing-masing. Mengenal lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Terkadang kita juga membicarakan hal konyol. Bergosip seperti pasangan lain. Terkadang juga aku meneleponmu sampai beratus-ratus ribu pulsa kuhabiskan. Aku benar-benar gila karenamu.

Aku juga tak akan lupa pertama kali kita jalan bersama. Saat itu, sungguh, aku sudah menganggapnya sebagai kencan pertama. Apa kau juga begitu? Semoga saja.

Kita pergi berdua ke pantai yang paling terkenal di kota itu. Tentu saja pantai itu adalah tempat yang indah untukku. Dan menjadi tambah indah karena hadirmu. Ya, karenamu, duniaku menjadi semakin indah. Indah sekali.

Aku ingat sekali, saat berjalan menyusuri pantai, debur ombak bersuara seperti bersorak riang untuk kebersamaan kita. Iya, aku merasa begitu. Apa kau juga sama?

Aku juga tak lupa dengan kepiting-kepiting kecil yang tiba-tiba keluar dari lubangnya saat kita berjalan. Mereka seperti menyambut dengan senang hati kebersamaan kita. Oh iya, aku harap kau juga merasa begitu. Pasti akan terasa sangat membahagiakan

Hidupku berubah karenamuu. Iya, karenamu. Aku tersenyum sepanjang waktu setiap teringat kau. Hari-hari pun terasa sangat singkat saat bersamamu. Kaulah motivasi bagiku untuk menjadi diri lebih baik. Ya karena aku ingin menjadi hati untukmu dan aku harus menjadi hati yang terbaik bagimu. Dan aku juga ingin memiliki hatimu selamanya.

Sekali lagi kukatakan, hari-hariku terasa saat singkat saat bersamamu. Setahun sudah tak terasa. Cepat sekali. Kita sudah sangat dekat dan mesra. Sama seperti pasangan-pasangan dimabuk asmara lainnya. Kita seperti sudah dalam status berpacaran saja, ya? Aahh, aku menganggapnya begitu, apa kau juga sama? Haha. Aku penasaran.

Kalau begitu aku harus “menembakmu”. Iya, memintamu menjadi pacarku. Ah, bukan pacar. Langsung saja menjadi pendamping hidupku. Aku sudah merasa sangat bahagia. Aku juga merasa kita sangat pantas. Setahun sudah cukup bagiku. Ahhh, aku benar-benar tak sabar untuk mendengar kau  menerima lamaranku.

Oh ya, kau harus tahu, suatu malam aku membeli bunga paling cantik di toko bunga yang pernah kita datangi untuk berteduh. Aku juga membeli sebuah cincin berlian lengkap dengan kotak kecil beludru warna merah. Seperti yang kerap kulihat di film-film drama romatis.

Kau pasti akan sangat kaget dan sedikit tidak percaya aku bisa romantis seperti itu. Tunggu dulu, tentu saja itu romatis bukan? Aku semakin tidak sabar menemuimu untuk mengucapkan kata-kata yang sudah kusiapkan dengan sangat sempurna.

Aku bergegas menuju rumahmu. Berjalan kaki. Tentu saja aku punya alasan kenapa aku berjalan kaki ketimbang naik sepeda motor. Supaya bunga-bunga cantik yang kubeli tidak rusak diterpa angin. Haha, aku pintar bukan? Tentu saja. Bunga-bunga untukmu harus masih terlihat segar, cantik, dan menawan.

Di sepanjang jalan menuju rumahmu aku selalu tersenyum. Aku tak henti-hentinya membayangkan masa depanku bersamamu. Berapa anak yang akan kita punya? Ke mana kita akan liburan setiap hari jadian kita? Ah, aku juga membayangkan setiap hari akan mengecup keningmu di setiap bangun tidurmu. Haha, aku benar-benar bahagia.

Nah, bagian ini kurasa harus kuceritakan dengan sedikit berbisik kepadamu. Kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan kau harus tahu aku ingin memiliki hatimu dan juga sebaliknya. Dan yang paling harus kau tahu, aku melihatmu bersama lelaki lain di teras rumahmu malam itu. Ya, saat aku sampai di depan rumahmu.

Kau pasti bertanya kenapa kau tak menyadari kedatanganku? Apa kau benar-benar tidak sadar? Ah, mungkinkah karena kau sibuk bercumbu dengannya. Aku bisa menyaksikan betapa lenturnya lidahmu beradu dengan lidahnya. Pasti nikmat sekali bukan?

Aku tak habis pikir, kenapa kau tega melakukan itu? Kebahagiaanku sirna tiba-tiba. Angan-angan indahku entah lari ke mana. Sekarang, kau malah mencari pembenaran bahwa kita tidak berada dalam hubungan yang resmi. Dan kau berkata bahwa aku terlalu mengharapkan sesuatu yang hanya ada dalam bayang-bayang.

Ah, maaf sekali, Sayangku, aku sudah terlanjur membunuh lelakimu kemarin. Pembunuhan ini sudah kurencanakan sejak malam itu. Apa? Kau berkata aku tak punya hati? Benar, hatiku sudah hilang. Hatiku sudah hancur ditikam dustamu. Apa kau tahu? Aku selalu ingin memiliki hatimu selamanya.

Aku ingin hatimu menjadi milikku selamanya. Dan sekarang, di tengah hujan yang pernah mempertemukan kita dulu, sebelum aku benar-benar mengambil hatimu dengan tanganku sendiri, apa ada yang ingin kau katakan? Jika tidak, aku bisa langsung mulai. Aku mulai, Sayang. Aku ambil hatimu, dengan tanganku sendiri. (T)

Tags: Cerpen
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Di Mana Kertha Gosa, Di Mana Pengadilan Agama dan Adat itu Kini?

Next Post

Muhammad Daffa# Pada Usia 17 Tahun, Menanti Musnah

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post

Muhammad Daffa# Pada Usia 17 Tahun, Menanti Musnah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co