4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Eka Prasetya by Eka Prasetya
May 31, 2022
in Esai
Arak Bali Belum Sepenuhnya Legal, Tapi Tenang Saja…

SMAN Bali Mandara dikenal sebagai salah satu sekolah yang eksklusif. Karena tidak sembarang orang yang bisa diterima di sekolah ini. Sistem penerimaan yang eksklusif itu akan berubah pada tahun ajaran 2022/2023.

Perubahan sistem itu menuai pro dan kontra di masyarakat. Utamanya di jagat media sosial. Pertarungan opini dan pendapat antara kubu pro dan kontra, terus mengerucut. Setidaknya sepanjang bulan Mei 2022.

Maka jelang peralihan sistem itu diberlakukan, saya mengumpulkan sejumlah fakta yang terkait SMAN Bali Mandara. Fakta ini saya gali lewat observasi langsung, maupun wawancara pada narasumber primer yang terkait langsung dengan sekolah ini.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dirangkum:

1. Didirikan Tahun 2011

SMAN Bali Mandara didirikan pada tahun 2011. Sekolah didirikan Pemerintah Provinsi Bali. Saat itu yang menjabat gubernur adalah Made Mangku Pastika.

Gubernur Pastika pernah menyatakan bahwa salah satu pemicu kemiskinan di Bali adalah kemiskinan struktural. Orang yang kini hidup miskin, akan melahirkan anak-anak yang kelak menjadi orang miskin baru. Karena akses mereka terhadap pendidikan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, sangat terbatas. Sehingga masalah kemiskinan di Bali tak kunjung usai.

Dulunya pemerintah menggandeng Yayasan Putra Sampoerna untuk pengembangan sekolah. Saat awal pengembangan, pemerintah juga berencana mengembangkan SMKN Bali Mandara dan Politeknik Bali Mandara.

Namun proses kerjasama dengan yayasan mendadak terhenti. Sehingga proses pengelolaan dan pengembangan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemprov Bali. Saat ini pengembangan baru mencapai SMKN Bali Mandara yang beroperasi mulai tahun 2015.

2. Gunakan Lahan Eks Latihan Perang

SMAN Bali Mandara berdiri di atas lahan gersang. Dulunya lahan tersebut difungsikan sebagai Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). Namun sekolah itu bubar pada tahun 2002.

Selama bertahun-tahun bangunan eks SPMA dibiarkan terbengkalai. Karena kosong, gedung-gedung itu sering digunakan sebagai lokasi latihan penanggulangan terror dan pembebasan sandera oleh prajurit TNI.

3. Sekolah Dimulai Tanpa Gedung Permanen

Saat sekolah dimulai pada tahun 2011 lalu, sekolah tidak memiliki gedung permanen. Hanya ada sebuah gedung berupa bangunan aula serta sebuah kamar mandi. Kini bangunan itu berupa hall yang digunakan sebagai titik kumpul siswa.

Sejak awal, sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama. Sehingga saat awal beroperasi, bangunan aula difungsikan sebagai asrama siswa dan guru. Tempat tidur siswa putra dan putri, hanya dibatasi lemari. Sementara guru tidur di panggung aula, sambil mengawasi siswa pada malam hari.

Biasanya aktivitas pagi dimulai pada pukul 05.00 pagi. Tapi pada masa itu, siswa bangun pada pukul 03.00 pagi. Karena harus antre di kamar mandi.

Sedangkan kegiatan belajar mengajar, dilakukan di bawah pohon bila cuaca sedang cerah. Bila hujan, proses belajar dilakukan di aula. Gedung untuk asrama dan ruang belajar baru didapat setahun kemudian. Hingga kini, sekolah masih kekurangan 5 ruang kelas untuk kegiatan belajar dan mengajar.

4. Hanya Menerima Siswa Miskin

Proses penerimaan siswa baru di sekolah ini eksklusif. Tidak sembarang orang yang bisa diterima. Syarat utama agar diterima, harus berstatus sebagai warga miskin. Tidak ada syarat agar anak-anak pintar atau berprestasi. Dulu, warga miskin dari seluruh Bali, bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah ini.

Semakin miskin keluarga calon siswa, maka semakin besar peluangnya diterima. Proses seleksi dan perangkingan biasanya memakan waktu hingga 15 hari. Mulai dari pendaftaran berkas, home visit, boot camp, hingga penentuan calon terpilih. Hanya 150 orang anak yang mendapat kuota di sekolah ini.

Proses yang krusial adalah home visit dan boot camp. Saat proses home visit, tim akan mengunjungi rumah calon siswa. Guna melakukan proses verifikasi kelayakan. Sementara saat proses boot camp, calon siswa akan menjalani simulasi kehidupan berasrama selama 3 hari di SMAN Bali Mandara. Selama proses itu, mereka juga harus mengikuti proses wawancara yang melibatkan elemen masyarakat non pendidikan.

Cerita soal boot camp di SMKN Bali Mandara dapat anda baca lewat tulisan berjudul “Siswa Seperti Apa Masuk SMKN Bali Mandara? – Inilah Ceritanya…”.

5. Siswanya Menggunakan Seragam Dinas

Siswa di sekolah ini menggunakan seragam khusus seperti seragam ikatan dinas. Salah satu ciri khas yakni baret berwarna biru. Seragam ini hanya digunakan sewaktu-waktu. Seperti acara pengukuhan, kelulusan, penerimaan kunjungan, serta kegiatan di luar sekolah. Sementara pada hari-hari biasa, siswa tetap menggunakan seragam putih-abu, batik, pakaian adat, dan pramuka.

Seragam dinas itu ternyata punya makna sendiri. Seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, siswa yang diterima di sekolah ini adalah siswa miskin. Rasa percaya diri mereka sangat rendah. Saat diberi seragam dinas, rasa percaya diri mereka muncul. Orang tua mereka pun bangga saat melihat anaknya dikukuhkan sebagai siswa di sekolah itu.

6. Berasal dari Siswa Bodoh

Judul poin ini mungkin terkesan ekstrem, frontal, atau menjelek-jelekkan. Tapi begitu faktanya. Siswa yang bersekolah di SMAN Bali Mandara, sebagian besar adalah siswa bodoh.

Fakta itu saya temukan dari hasil tes psikologi terhadap siswa baru tahun ajaran 2019/2020. Saya tidak menemukan data-data terkait pada tahun ajaran sebelumnya maupun sesudahnya.

Berkaca dari data tersebut, dari 150 orang siswa, hanya ada 12 orang siswa yang IQ-nya berada pada batas standar normal. Kemudian ada 4 orang dalam kondisi normal bagian atas, 5 orang IQ-nya di atas normal, dan hanya 1 orang saja yang masuk dalam IQ cerdas.

Sedangkan 128 orang siswa lain, IQ-nya di bawah rata-rata normal. Rinciannya, 24 orang normal bagian bawah, 31 orang di bawah normal, 50 orang IQ-nya lambat, dan 23 orang lain IQ-nya sangat lamban.

Kenapa mereka bisa bodoh? Penjelasannya begini. Mereka terlahir di keluarga miskin. Sehingga makanan bergizi menjadi barang mewah. Karena tidak mendapat asupan gizi yang layak, praktis perkembangan intelegensia mereka tidak sempurna. Sebab makanan yang didapat lebih banyak diserap untuk pertumbuhan fisik.

7. Wajib Lalui Kelas Dasar

Karena kemampuannya di bawah rata-rata, sekolah harus menyiapkan kelas fondasi atau foundation class. Jangankan mengenal bilangan integral. Mereka yang IQ-nya di bawah rata-rata tidak fasih dengan perkalian dan pembagian. Beberapa siswa bahkan membutuhkan kelas khusus untuk penambangan, pengurangan, dan Bahasa Indonesia sehari-hari.

Kelas fondasi biasanya dibuka selama sebulan penuh. Selama kelas ini, guru memastikan peserta didik memiliki pengetahuan dasar. Supaya mereka siap dengan proses pembelajaran di SMAN Bali Mandara.

8. Membangun Mimpi

Seperti yang dijelaskan pada beberapa poin sebelumnya. Siswa di SMAN Bali Mandara adalah siswa miskin. Selain miskin, IQ mereka juga di bawah rata-rata. Gara-gara miskin dan bodoh, mereka tidak berani bermimpi dan tidak pernah punya cita-cita.

Di sekolah ini, setiap siswa baru wajib mengikuti program The Calling. Lewat program ini, siswa dibantu membangun cita-cita. Cita-cita itu dituliskan pada selembar kertas dan disimpan dalam sebuah botol kaca. Selanjutnya botol itu disimpan di ruang perpustakaan.

Selama menempuh pendidikan, siswa akan menjadikan cita-cita mereka sebagai acuan dalam mengenyam pelajaran. Guru juga menjadikan program itu sebagai acuan dalam memberikan pelajaran tambahan. Disamping melihat minat dan bakat dari siswa masing-masing.

9. Evaluasi Pembelajaran Dilakukan Siswa

Proses evaluasi pembelajaran di sekolah ini unik. Biasanya kepala sekolah akan mengevaluasi proses pembelajaran pada guru. Tapi di sekolah ini, kepala sekolah akan mengevaluasi pembelajaran pada siswa.

Kepala SMAN Bali Mandara, Nyoman Darta menceritakan, setiap jam pelajaran berakhir, ia akan bertanya pada para siswa. Apakah sudah memahami materi yang diberikan? Apakah merasa nyaman dengan proses pembelajaran?

Bila ada yang kurang, Darta akan memberikan perhatian khusus pada guru bersangkutan. Ia berpendapat guru harus mampu memberikan materi yang dipahami siswa. Apalagi ada berbagai metode pembelajaran yang digunakan.

Alhasil guru pun berusaha menghadirkan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Hal itu disesuaikan dengan kemampuan kognitif siswa. Bila mengacu pada kurikulum merdeka, prose situ disebut dengan “menghamba pada siswa”.

10. Asrama Mendorong Siswa Jadi Kompetitif

Kehidupan berasrama ternyata berpengaruh pada iklim kompetisi di sekolah. Bukan hanya pada siswa, tapi juga pada guru. Aktivitas siswa dalam kehidupan berasrama sangat padat. Usai pembelajaran di ruang kelas, mereka biasanya akan sibuk dengan aktivitas lain. Ada yang sibuk dengan kegiatan ekstra kurikuler, berkebun, maupun beternak lele.

Usai makan malam, siswa biasanya akan belajar bersama. Paling tidak mereka membaca buku yang disiapkan di perpustakaan asrama. Proses pembelajaran akan selesai pada pukul 20.45.

Biasanya beberapa siswa diberi kelonggaran belajar hingga pukul 23.00 malam. Dengan catatan siswa itu tengah menyiapkan diri mengikuti lomba. Itu pun harus didampingi guru yang bersangkutan.

Kebiasaan itu dilakukan sedemikian rupa. Sehingga menjadi budaya. Saat ada perlombaan, siswa dan guru selalu didorong ikut serta. Meski tak selalu berhasil menjadi juara. Ketika ada yang berhasil menjadi juara, maka dia berbagi tips pada rekan-rekannya. Hal itu mendorong siswa dan guru lain terus bergerak maju.

11. Sekolah Berbasis Riset

SMAN Bali Mandara mendeklarasikan diri sebagai sekolah berbasis riset. Riset yang dimaksud bukan melulu soal sains. Tapi juga soal karya ilmiah. Siswa di jurusan Ilmu Alam dan Ilmu Sosial mendapat kesempatan yang sama terkait riset.

Setiap tahun sekolah ini telah melahirkan berbagai alat. Salah satu yang tersohor adalah alat pendeteksi cuaca bernama “Digital Smart Psychometer”. Alat itu berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Siswa yang terlibat dalam riset alat tersebut, yakni I Dewa Gede Wicaksana Prabaswara dan Yuan Dwi Kurniawan sempat melakukan presentasi alat tersebut di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2018. Mereka berhasil menjadi finalis pada ajang tersebut.

Hingga kini sekolah telah memiliki 11 buah hak paten dan pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Saking tingginya animo riset, dewan guru kewalahan memeriksa makalah siswa. Pada tahun ajaran 2021/2022, ada 70 buah makalah riset yang masuk. Menjelang akhir tahun ajaran, belum semua makalah bisa dituntaskan.

12. Dijatah Rp. 6.500 Sekali Makan

Sebagai sekolah berasrama, sekolah tentu wajib menyiapkan makan bagi siswa. Baik makan pagi, siang, maupun malam. Tapi tahukah anda bila jatah makan di sekolah tersebut sangat minim?

Setiap siswa hanya dijatah Rp 6.500 untuk sekali makan. Bila dihitung, biaya untuk makan-minum siswa saja mencapai Rp 3,15 miliar setahun. Karena nilainya di atas Rp 200 juta, maka proses pengadaan makan-minum wajib dilakukan melalui tender dibuka. Sudah jatahnya kecil, eh ditawar pula saat tender.

Dengan biaya sebesar itu, bisakah mendapat makanan dengan gizi layak? Dalam kondisi normal, barangkali tidak. Tapi di SMAN Bali Mandara, mereka mampu melakukan itu.

Siswa mendapat nasi, sayur mayur, daging ayam atau ikan, tahu atau tempe, buah, serta sambal. Siswa bahkan masih boleh tambah nasi, sayur, dan sambal.

Rupanya sekolah ini memiliki alumni yang sudah menyelesaikan kuliah di jurusan gizi. Alumni itu memberikan menu makanan yang murah meriah, tanpa mengesampingkan gizi dan nutrisi. Sehingga siswa tetap mendapatkan makanan yang layak, meski jatahnya hanya Rp 6.500 sekali makan.

13. Wajib Membaca

Siswa di sekolah ini, wajib membaca. Setiap hari mereka harus menyisihkan waktu untuk membaca buku, minimal 15 menit sebelum masuk kelas. Buku yang dimaksud adalah buku selain buku pelajaran. Bisa berupa novel, kumpulan cerpen, antologi puisi, biografi, atau buku-buku yang berkaitan dengan pemikiran tokoh bangsa.

Hasil pembacaan itu kemudian diceritakan di depan kelas dan guru. Maka jangan heran bila siswa di sekolah itu kebanyakan suntuk dengan buku. Mereka selalu mengisi waktu luang dengan belajar, membaca, olahraga, berkebun, atau beternak. Sangat jarang ada siswa yang menghabiskan waktu hanya untuk mengobrol, apalagi bengong.

14. Bisa Lulus Lebih Cepat

Sejumlah siswa di SMAN Bali Mandara bisa lulus lebih cepat. Sebab sekolah ini menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan sistem SKS. Dengan sistem ini, siswa bisa menuntaskan pendidikan selama 2 tahun, 3 tahun, bahkan 4 tahun. Tergantung dari bakat, minat, kecerdasaran, dan kecepatan belajar masing-masing siswa.

Mengacu data di SMAN Bali Mandara, sejak 2013-2019 ada 22 orang siswa yang lulus setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun. Namun ada pula 7 orang siswa yang baru lulus setelah 4 tahun menempuh pendidikan di sekolah itu.

15. Hanya 55 Orang yang Dapat Kerja

Jangan emosi. Judul poin ini click-bite belaka. Hingga kini SMAN Bali Mandara telah meluluskan 750 orang siswa.

Dari ratusan siswa itu, hanya 55 orang saja yang langsung bekerja. Itu hanya mencakup 7,3 persen dari total lulusan. Sisanya? Mereka melanjutkan pendidikan.

Sebanyak 334 orang atau 44,5 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri, 314 orang atau 41,9 persen diterima di Perguruan Tinggi Swasta, 37 orang atau 4,9 persen diterima di sekolah ikatan dinas maupun akademi militer atau kepolisian, serta 10 orang lainnya diterima di perguruan tinggi luar negeri.

Bagi siswa di sekolah ini, perguruan tinggi swasta menjadi salah satu alternatif. Sebab mereka bisa menerima beasiswa ganda di sana. Selain beasiswa dari lembaga, mereka juga berpeluang mendapat beasiswa dari alumni. Beasiswa lembaga digunakan untuk membiayai pendidikan, seperti SPP, SKS, dan lain sebagainya. Sedangkan beasiswa alumni digunakan untuk membiayai hidup sehari-hari.

Salah satu PTS favorit siswa sekolah ini adalah Sekolah Tinggi Prasetiya Mulya. Saat ini ada puluhan alumni SMAN Bali Mandara yang menempuh pendidikan sarjana di sekolah itu. Mereka tidak lagi dipusingkan dengan biaya pendidikan dan biaya hidup di tanah rantau.

Secara grafik, alumni yang berhasil mendapat kerja selepas menempuh pendidikan di SMAN Bali Mandara memang kecil. Biasanya mereka baru bekerja setelah menyelesaikan pendidikan mereka di PTN/PTS/maupun di sekolah ikatan dinas.

Rata-rata, setelah 3 tahun hingga 4 tahun bekerja, alumni bisa mengangkat taraf kehidupan keluarganya. Sehingga tidak miskin lagi. Bahkan ada juga yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarga, kurang dari setahun. Sehingga masalah kemiskinan struktural, bisa dituntaskan.

Siswa Seperti Apa Masuk SMKN Bali Mandara? – Inilah Ceritanya…

***

Kini mulai tahun ajaran 2022/2023 mendatang, proses penerimaan siswa baru yang dilakukan secara eksklusif, akan dicabut. Privilege bagi siswa miskin mendapat pendidikan di SMAN Bali Mandara akan berkurang.

Proses penerimaan siswa yang tadinya 100 persen untuk siswa miskin, kini akan berubah. Pada tahun ajaran ini, penerimaan siswa baru akan diubah menjadi 50 persen jalur zonasi (untuk Kecamatan Sawan, Kubutambahan dan Tejakula), 15 persen jalur afirmasi/miskin, 5 persen jalur perpindaha orang tua, 10 persen rangking rapor, dan 20 persen jalur sertifikat prestasi.

Bagi saya, kekurangan sekolah ini hanya satu. Yakni namanya. Nama “Bali Mandara” sangat identik dengan visi-misi Gubernur Bali sebelumnya.

Andai saja namanya diubah menjadi SMAN Jana Kerthi. Yang artinya membangun manusia yang utuh lahir dan batin sehingga menjadi manusia Bali yang unggul dan berkarakter. Tentu akan lebih selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. [T]

Menyemai Asa di Ufuk Timur – Catatan dari Bootcamp di SMAN Bali Mandara
Tags: kemiskinanPendidikansiswa miskinSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

15 Tahun Sudah, Kembali ke Rumah Kembali ke Sekolah | Cerita Reuni Alumni 2007 SMANSA Singaraja

Next Post

Berpadunya Narasi Ibu dan Spiritual dalam Pentas Sastra Daerah “I Jaum” di Desa Pedawa

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Berpadunya Narasi Ibu dan Spiritual dalam Pentas Sastra Daerah “I Jaum” di Desa Pedawa

Berpadunya Narasi Ibu dan Spiritual dalam Pentas Sastra Daerah “I Jaum” di Desa Pedawa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co