11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

15 Tahun Sudah, Kembali ke Rumah Kembali ke Sekolah | Cerita Reuni Alumni 2007 SMANSA Singaraja

Gading Ganesha by Gading Ganesha
May 30, 2022
in Khas
15 Tahun Sudah, Kembali ke Rumah Kembali ke Sekolah | Cerita Reuni Alumni 2007 SMANSA Singaraja

Kegembiraan alumni SMAN 1 Singaraja angkatan tahun 2007 saat reuni, Sabtu, 28 Mei 2022

Ternyata sudah lama berlalu. 15 tahun tak terasa. 15 tahun sudah saya menyelesaikan masa-masa paling terindah dan terkenang.

Masa SMA memang begitu susah terlupakan. Masih terlukis jelas betapa bergembiranya waktu saya di SMAN 1 (SMANSA) Singaraja.

Setelah 15 tahun, bersama-sama kawan-kawan alumni tahun 2007, kami akhirnya bisa kembali ke sekolah, ke tempat yang telah menjadi rumah bertemunya teman yang kini seperti saudara, bertemu guru-guru yang kasihnya selayak orang tua kandung. Kami bereuni, Sabtu 28 Mei 2022.

Setelah 15 tahun, akhirnya bisa kembali ke sekolah kebanggaan kami. Tampak wajah sekolah yang berada di Jalan Pramuka Singaraja itu telah banyak mengalami perubahan. Semakin luas. Sudut-sudutnya semakin tertata hijau. Beberapa gedung baru berdiri gagah mendampingi gedung utama berlantai tiga yang selalu jadi ikon sekolah.

Ruang-ruang kelas saya beberapa masih seperti dulu, hanya tempat duduk, meja dan papan tulis  yang telah berganti jadi lebih bagus, Perpustakannya tempat kami biasa menyembunyikan diri dari guru  sudah beralih fungsi.  Sudah ada gedung perpustakaan baru yang isinya semakin lengkap dan canggih.

Begitu pula lapangan basket, yang sekaligus di masa kami  sebagai lapangan futsal telah jadi gedung parkir. Masih teringat jelas beberapa kali saya dan teman-teman dijemur di lapangan itu, karena kesalahan kami sendiri, dihukum oleh Bapak Kartika (kini sudah tiada) — guru Matematika yang juga Wakasek Kesiswaan SMA 1 Singaraja waktu itu.

Rambutku pernah diguntingnya karena kepanjangan,  dimarahinya  karena baju terlalu ketat, ditegur karena bermain futsal saat jam isirahat, pernah pula diminta menjawab soal ulangan di ruang guru karena ketahuan berbagi jawaban dengan teman sekelas.

Ketegasan Pak Kartika pada akhirnya membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Tak banyak prestasi di sekolah unggulan  Buleleng  ini, hanya pernah jadi ketua kelas selama 3 tahun itu. Hanya saja begitu banyak moment berkesan yang tak terlupakan, seperti pernah belajar menjadi dancer pada acara sekolah.

Sementara itu kantin yang biasa jadi tempat nongkrong masih terlihat seperti dulu, meskipun beberapa sudut mengalami perubahan. Sayang waktu reuni kantin ini sedang tak buka. Rasanya ingin kembali menikmati beberapa cemilan masa dulu khas kantin sekolah.

Reuni  ini memang bukan yang pertama dilakukan. Ini yang ketiga setelah sebelumnnya dilakukan di tahun 2012 dan tahun 2017. Setiap 5 tahun kami telah bersepakat untuk berkumpul kembali, menjarit kembali kenangan indah itu dan tahun 2022 ini kami akhirnya bisa mengadakannya di sekolah.

Ini menjadi spesial, tidak hanya karena bisa terlaksana di sekolah langsung tapi pelaksanaannya juga menyesuaikan dengan kondisi terkini. Untuk memfasilitasi teman-teman yang tidak berkesempatan hadir secara langsung, gelaran reuni juga dilakukan dengan sistem daring.

Beberapa faktor seperti banyak teman yang bekerja di luar pulau Bali dan kesibukan pekerjaan mereka yang memang harus diutamakan, Ya, di usia sekarang kesibukkan bekerja  dan bekeluarga memang sedikit membatasi gerak untuk  semua alumni bisa hadir langsung.

Selain untuk bertemu kembali dengan teman-teman alumni, reuni bertajuk Kembali ke Rumah Kembali ke Sekolah ini juga jadi ajang kami untuk sedikit memberikan kontribusi kepada sekolah, melalui kegiatan vaksinasi, safari kesehatan dan donor darah yang dikordinir teman-teman kami yang bekerja di dunia kesehatan. Beberapa teman kami memang sudah berhasil menjadi dokter, bidan, perawat dan apoteker.  Puluhan guru dan murid Smansa pun ikut serta kegiatan ini. Tidak hanya urusan kesehatan, urusan lingkungan juga jadi perhatian, alumni  kami juga ikut menanam pohon di area sekolah untuk semakin hijaukan taman sekolah.

Beberapa teman yang memiliki kisah-kisah perjalanan karier akademisi dan enterpreneur yang menarik dan berbeda dari kebanyakan alumni lain juga berbagi kisah melalui education booth dengan siswa-siswsi Smansa. Tujuannya sederhana untuk sedikit memotivasi dan memberikan gambaran  kehidupan yang terjadi seletah masa SMA.

Seperti cerita dua teman saya yang dulu langganan ikut olimpiade  Kimia dan   Matematika kini malah beralih bidang ekonomi dengan sukses bekerja di perbankan milik Negara. Ada pula teman saya yang dulu benci fisika bahkan nilainya tak pernah mencapai angka 70 kini malah jadi dosen fisika yang sebentar lagi meraih gelar Doktor. Terlebih lagi teman sekolah yang kini jadi patner kerjaku, dulu ia belajar IPS terus Kuliah Pariwisata malah jadi pengusaha daur ulang sampah.

Pada reuni yang cerah itu, Alumni 2007  juga memberikan kenangan berupa plakat kepada beberapa guru dan pegawai yang akan memasuki masa pension. Plakat ini sebagai bentuk ucapan terimakasih kami kepada mereka. Senang sekali rasanya bisa bertemu bapak ibu guru, wajah-wajah yang tidak asing menenami masa 3 tahun kami di kala SMA, kini rambut mereka hanya sedikit memutih. Tapi rasanya mereka tidak banyak berubah.

Berbeda dengan saya dan teman-teman, setelah 15 tahun, sudah cukup banyak berubah, yang paling nampak adalah semuanya sudah semakin berisi. Tidak nampak lagi tubuh-tubuh kurus dengan wajah yang sedikit kusam seperti dulu. Meskipun begitu, senyum-senyum manis mereka masih sama, kejahilan-kejahilan beberapa teman yang membawa canda tawa juga masih sama.

Diringi oleh Band Double D Akustika dengan membawakan lagu-lagu hits di jaman kami, seperti lagu-lagu dari Sheila On 7, membuat suasana reuni semakin bergemuruh ria. Tanpa malu-malu semuanya ikut bernyanyi, bergoyang, melompat-lompat,  lupa kalau badan tak seperti dulu, tak apalah sesekali agar ruang rindu itu semakin terobati.

Di sela-sela bergoyang bersama sempat-sempatnya semua teman-teman saya ini membantu mengungut sampah disekitar kegiatan berlangsung, tentu kami tidak ingin dicap sebagi alumni yang selesai kegiatan malah meninggalkan sampah.

Pertemuan ini  mampu melepas kerinduan kami akan masa-masa sekolah dulu, tempat di mana saya berjumpa dengan teman-teman seperjuangan yang hingga kini masih terjalin erat, menemukan keluarga baru, menghadirkan hidup yang lebih berwarna. Tidak sabar rasanya menunggu lima tahun lagi untuk bisa bereuni kembali, semoga saja nanti kami bisa kembali ke rumah ini, Kembali ke Sekolah SMAN 1 Singaraja. Mengenang masa sekolah memang tak ada habisnya.[T]

Tags: nostalgiaPendidikanreuniSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HINDU BALI MURNI DARI BALI?

Next Post

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails

Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

by Jaswanto
July 6, 2026
0
Fingerboard, Lebih dari Sekadar Mainan Anak-Anak

UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan...

Read moreDetails

Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

by Komang Puja Savitri
July 4, 2026
0
Singaraja Literary Festival 2026, Mengaktivasi Warisan Lontar Melalui Stri Sasana

SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai...

Read moreDetails
Next Post
Arak Bali Belum Sepenuhnya Legal, Tapi Tenang Saja…

15 Fakta SMAN Bali Mandara yang Perlu Anda Ketahui

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co