3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siswa Seperti Apa Masuk SMKN Bali Mandara? – Inilah Ceritanya…

Eka Prasetya by Eka Prasetya
May 19, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

SEKITAR pukul 12.30 Selasa (14/5) siang, ponsel saya bergetar. Segera saja saya mengecek pesan yang masuk. Ternyata pesan itu berasal dari I Komang Mudita, salah seorang guru di SMKN Bali Mandara.

Ia mengirimkan pesan berikut sebuah foto lembaran surat undangan. Dalam surat itu, pihak sekolah mengundang saya menjadi interviewer pada acara boot camp yang diselenggarakan sekolah.

Acara boot camp sendiri sebuah acara krusial pada proses penerimaan peserta didik baru di SMAN maupun SMKN Bali Mandara. Siswa yang diterima di sekolah Bali Mandara, akan terlihat pada boot camp.

Tahun ini, merupakan tahun ketiga saya menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara. Beberapa rekan wartawan lain juga ada yang menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara maupun SMAN Bali Mandara.

Selama tiga tahun ini, berbagai cerita sudah saya dengar dari calon siswa di SMKN Bali Mandara. Bila tiap tahun saya melakukan interview terhadap 15 orang siswa, artinya hingga kini saya sudah mendengar 45 cerita berbeda dari para siswa.

Setiap kali saya mendapat kepercayaan menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara, saya berusaha melakukan tugas sebaik-baiknya. Mengingat sekolah ini didedikasikan bagi warga miskin yang ingin mengubah nasibnya. Siswa yang sekiranya layak, pasti akan mendapat nilai yang besar dalam proses interview.

Cerita yang saya dengar bermacam-macam. Mulai dari cerita yang demikian ambisius untuk menembus sekolah, cerita yang lucu, maupun cerita yang menyedihkan. Tentu saja sebagian besar cerita yang menyedihkan.

Tiap kali interview, saya selalu menemui siswa yang menangis. Bahkan tangis mereka sudah pecah ketika mereka baru saja masuk ruang interview. Calon siswa menangis bukan karena kami yang melakukan interview itu punya wajah menyeramkan. Tapi mereka menangis karena menceritakan kondisi keluarga yang serba sulit.

Hal ini tentu saja menyulitkan. Waktu ideal melakukan interview antara 15-20 menit. Namun bila ada siswa yang menangis saat proses interview, maka waktunya bisa molor menjadi 30-45 menit.

Berbagai cerita unik pun pernah saya dengar. Misalnya saja ada siswa yang kehilangan sahabat, sejak keluarganya jatuh miskin. Semenjak itu pula siswa ini menjadi seorang introvert. Tak percaya pada siapa pun lagi. Ia berusaha masuk ke SMKN Bali Mandara, untuk memulihkan keluarganya dari titik nadir. Termasuk memulihkan kondisi psikisnya sejak beberapa tahun terakhir.

Ada pula calon siswa yang punya delapan saudara kandung. Siswa ini tinggal di sebuah desa yang ada di kaki Gunung Agung. Untuk menemukan rumahnya perlu waktu 1 jam jalan kaki. Nah siswa ini adalah satu dari dua saudaranya yang punya pendidikan SMP. Selebihnya putus sekolah saat kelas 3 SD, atau saat sudah mahir baca-tulis-hitung.

Sekolah di Bali Mandara adalah satu-satunya harapan. Kalau tidak diterima, ia tidak akan sekolah. “Sekolah jauh, tidak ada biaya. Kalau tidak diterima ya nanti bantu bapak cari tuak jaka,” ujar siswa itu polos.

Cerita lainnya juga tak kalah menarik. Seorang calon siswa dengan terpaksa mendaftar ke SMKN Bali Mandara. Keluarganya begitu miskin. Siswa ini berasal dari keluarga broken home. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci atau buruh setrika dengan penghasilan tak menentu. Siswa ini dipaksa ibunya sekolah di Bali Mandara, demi mengubah taraf hidup keluarga. Namun siswa ini justru tidak sanggup hidup berasrama di Bali Mandara.

“Saya nggak kuat masuk asarama. Lebih baik saya nggak sekolah, daripada sekolah di sini,” ujar siswa itu. Siswa ini lebih memilih menuntaskan pendidikannya hingga SMP saja, lalu bekerja sebagai buruh serabutan. Baginya ikut boot camp hanya untuk menyenangkan ibunya.

Sebuah cerita ambisius juga sempat saya dengar. Seorang siswi, begitu ingin sekolah di SMKN Bali Mandara. Jurusan yang ia cari, sungguh anti-mainstrem di kalangan perempuan. Biasanya siswi hanya mencari jurusan Teknik Komputer Jaringan atau jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Namun siswi satu ini justru memilih jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

Siswi ini mengaku sudah biasa melakukan servis sepeda motor. Mulai dari ganti oli, tambal ban, maupun ganti ban motor. “Ganti ban truk juga saya bisa pak. Tapi masih dibantu bapak. Saya ingin buktikan kalau perempuan itu bukan makhluk lemah,” ujar siswi itu berapi-api.

Sisanya cerita-cerita normatif seputar kemiskin, keterbatasan pendapatan, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, maupun keluarga yang berantakan. Sejujurnya hingga kini, dari 45 siswa yang pernah saya interview itu, saya tak tau siapa saja yang akhirnya diterima di SMKN Bali Mandara.

Hingga kini dokumen interview dan resume wawancara para calon siswa masih saya simpan dengan baik. Tak pernah pula saya tanyakan pada pihak sekolah, siapa saja yang diterima. Biarlah itu menjadi sebuah rahasia. Saya yakin, setiap orang berhak mendapat pendidikan yang layak. Sekalipun mereka berasal dari keluarga miskin.  [T]

Tags: PendidikansekolahsiswaSMK Bali Mandara
Share123TweetSendShareSend
Previous Post

Dari Pentas Satu ke Pentas Satunya Lagi -Catatan Aktor Menjelang Pentas Sang Guru

Next Post

Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co