13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siswa Seperti Apa Masuk SMKN Bali Mandara? – Inilah Ceritanya…

Eka Prasetya by Eka Prasetya
May 19, 2019
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

SEKITAR pukul 12.30 Selasa (14/5) siang, ponsel saya bergetar. Segera saja saya mengecek pesan yang masuk. Ternyata pesan itu berasal dari I Komang Mudita, salah seorang guru di SMKN Bali Mandara.

Ia mengirimkan pesan berikut sebuah foto lembaran surat undangan. Dalam surat itu, pihak sekolah mengundang saya menjadi interviewer pada acara boot camp yang diselenggarakan sekolah.

Acara boot camp sendiri sebuah acara krusial pada proses penerimaan peserta didik baru di SMAN maupun SMKN Bali Mandara. Siswa yang diterima di sekolah Bali Mandara, akan terlihat pada boot camp.

Tahun ini, merupakan tahun ketiga saya menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara. Beberapa rekan wartawan lain juga ada yang menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara maupun SMAN Bali Mandara.

Selama tiga tahun ini, berbagai cerita sudah saya dengar dari calon siswa di SMKN Bali Mandara. Bila tiap tahun saya melakukan interview terhadap 15 orang siswa, artinya hingga kini saya sudah mendengar 45 cerita berbeda dari para siswa.

Setiap kali saya mendapat kepercayaan menjadi interviewer di SMKN Bali Mandara, saya berusaha melakukan tugas sebaik-baiknya. Mengingat sekolah ini didedikasikan bagi warga miskin yang ingin mengubah nasibnya. Siswa yang sekiranya layak, pasti akan mendapat nilai yang besar dalam proses interview.

Cerita yang saya dengar bermacam-macam. Mulai dari cerita yang demikian ambisius untuk menembus sekolah, cerita yang lucu, maupun cerita yang menyedihkan. Tentu saja sebagian besar cerita yang menyedihkan.

Tiap kali interview, saya selalu menemui siswa yang menangis. Bahkan tangis mereka sudah pecah ketika mereka baru saja masuk ruang interview. Calon siswa menangis bukan karena kami yang melakukan interview itu punya wajah menyeramkan. Tapi mereka menangis karena menceritakan kondisi keluarga yang serba sulit.

Hal ini tentu saja menyulitkan. Waktu ideal melakukan interview antara 15-20 menit. Namun bila ada siswa yang menangis saat proses interview, maka waktunya bisa molor menjadi 30-45 menit.

Berbagai cerita unik pun pernah saya dengar. Misalnya saja ada siswa yang kehilangan sahabat, sejak keluarganya jatuh miskin. Semenjak itu pula siswa ini menjadi seorang introvert. Tak percaya pada siapa pun lagi. Ia berusaha masuk ke SMKN Bali Mandara, untuk memulihkan keluarganya dari titik nadir. Termasuk memulihkan kondisi psikisnya sejak beberapa tahun terakhir.

Ada pula calon siswa yang punya delapan saudara kandung. Siswa ini tinggal di sebuah desa yang ada di kaki Gunung Agung. Untuk menemukan rumahnya perlu waktu 1 jam jalan kaki. Nah siswa ini adalah satu dari dua saudaranya yang punya pendidikan SMP. Selebihnya putus sekolah saat kelas 3 SD, atau saat sudah mahir baca-tulis-hitung.

Sekolah di Bali Mandara adalah satu-satunya harapan. Kalau tidak diterima, ia tidak akan sekolah. “Sekolah jauh, tidak ada biaya. Kalau tidak diterima ya nanti bantu bapak cari tuak jaka,” ujar siswa itu polos.

Cerita lainnya juga tak kalah menarik. Seorang calon siswa dengan terpaksa mendaftar ke SMKN Bali Mandara. Keluarganya begitu miskin. Siswa ini berasal dari keluarga broken home. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci atau buruh setrika dengan penghasilan tak menentu. Siswa ini dipaksa ibunya sekolah di Bali Mandara, demi mengubah taraf hidup keluarga. Namun siswa ini justru tidak sanggup hidup berasrama di Bali Mandara.

“Saya nggak kuat masuk asarama. Lebih baik saya nggak sekolah, daripada sekolah di sini,” ujar siswa itu. Siswa ini lebih memilih menuntaskan pendidikannya hingga SMP saja, lalu bekerja sebagai buruh serabutan. Baginya ikut boot camp hanya untuk menyenangkan ibunya.

Sebuah cerita ambisius juga sempat saya dengar. Seorang siswi, begitu ingin sekolah di SMKN Bali Mandara. Jurusan yang ia cari, sungguh anti-mainstrem di kalangan perempuan. Biasanya siswi hanya mencari jurusan Teknik Komputer Jaringan atau jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Namun siswi satu ini justru memilih jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

Siswi ini mengaku sudah biasa melakukan servis sepeda motor. Mulai dari ganti oli, tambal ban, maupun ganti ban motor. “Ganti ban truk juga saya bisa pak. Tapi masih dibantu bapak. Saya ingin buktikan kalau perempuan itu bukan makhluk lemah,” ujar siswi itu berapi-api.

Sisanya cerita-cerita normatif seputar kemiskin, keterbatasan pendapatan, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, maupun keluarga yang berantakan. Sejujurnya hingga kini, dari 45 siswa yang pernah saya interview itu, saya tak tau siapa saja yang akhirnya diterima di SMKN Bali Mandara.

Hingga kini dokumen interview dan resume wawancara para calon siswa masih saya simpan dengan baik. Tak pernah pula saya tanyakan pada pihak sekolah, siapa saja yang diterima. Biarlah itu menjadi sebuah rahasia. Saya yakin, setiap orang berhak mendapat pendidikan yang layak. Sekalipun mereka berasal dari keluarga miskin.  [T]

Tags: PendidikansekolahsiswaSMK Bali Mandara
Share123TweetSendShareSend
Previous Post

Dari Pentas Satu ke Pentas Satunya Lagi -Catatan Aktor Menjelang Pentas Sang Guru

Next Post

Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Krisis Identitas; Jadi Siapa, Bukan Jadi Apa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co