2 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Radit, Si Pembalap Cilik, Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
March 27, 2019
in Khas
Radit, Si Pembalap Cilik,  Kayuh Sepedamu, Dari Tabanan ke Ajang Dunia!

Radit/ Foto: Dok Penulis

Setelah mengalami paceklik terlalu panjang, Tabanan bisa sedikit bernapas lega dengan kehadiran beberapa pembalap sepeda  berbakat.

Mereka tidak jatuh dari langit begitu saja. Ada pola pembinaan yang menjadi cetak biru. Memang  sedikit terlambat, karena vakumnya kepengurusan ISSI Tabanan beberapa tahun, dan baru saja kepengurusan dibentuk kembali.

Sementara kabupaten-kabupaten lain sudah lebih dulu mencetak atlit berbakat, sehingga mereka lebih mapan dalam cabor ini. Tabanan tidak perlulah berkecil hati.

Sebagai tuan rumah Porvrop 2019 nanti, setidaknya Tabanan telah mempunyai serdadu di cabang balap sepeda ini. Mengenai juara, tentulah nanti kembali kepada kematangan fisik dan mental masing-masing atlit. Maklumlah mereka masih ingusan di dunia pedal ini, karena pembinaan yang sedikit terlambat.

Di antara atlit-atlit cilik yang akan menjaga benteng kehormatan Tabanan nanti, ada nama Radit yang istimewa. Istimewa mungkin karena beberapa kali saya ikut terlibat latihan dengan bocah ini, menyaksikan bagaimana performa gowesnya yang luar biasa. Melihat sendiri bagaimana di jalan sebelah utara Desa Tegeh yang mulai menanjak, punggung Radit pelan-pelan menjauh ditelan tikungan. Saya ditinggal begitu saja oleh anak belasan tahun itu, dengan napas tersengal-sengal.

Radit adalah anak teman saya, Putu Murahman, yang sehari-hari bertugas sebagai anggota polisi di Polres Tabanan. Usia Radit baru 12 tahun. Putu Murahman menyisihkan sedikit waktunya untuk menggeluti hobi sepeda ini. Energi yang kemudian tersalur kepada anaknya. 

Sebagai seorang ayah dia cukup berhasil membina putranya. Awalnya dia hanya ingin menjauhkan anaknya dari dunia gadget, dengan melakukan kegiatan positif ini. Tapi lama-lama Radit tumbuh menjadi seorang pesepeda yang mapan. Segudang prestasi berhasil dia raih.

Dulu, dua tahun yang lalu, Radit sempat frustasi saat pertama kali mencoba ikut lomba criterium di Tabanan. Dia overlap dan harus hengkang dari lapangan. Waktu itu dia masih sangat pemula. Sempat juga uring-uringan, dan pindah-pindah hobi. Barangkali dunia balap sepeda terlalu susah bagi dirinya. Lalu dua tahun di bawah pembinaan tangan dingin ayahnya, walaupun tidak dilatih oleh pelatih sejati, Radit muncul sebagai calon pembalap yang tangguh.

Di Wali Kota Cup dia berada di tiga besar, naik podium dengan bangga. Saat lomba kelompok umur di Roda Jaya Tur, Radit meraih juara satu, menyisihkan 6 lawan-lawannya yang berusia 14 tahun, lebih tua dua tahun darinya. Di Bali Open Criterium, ajang balapan sepeda paling bergengsi di Bali, Radit bisa finis di posisi ke 6 dari 38 peserta. Itu lomba yang sulit, karena kompetisi yang ketat, peserta banyak berasal dari luar pulau Bali.

Saat di porjar Tabanan, dia meraih juara satu. Agaknya bocah ini sangat berbakat. Diasah sedikit saja, dia akan semakin tokcer.

Radit anak yang kurus. Fostur yang menguntungkan, karena rata-rata pembalap sepeda yang  sukses, tubuh mereka kurus. Lihatlah para juara Tour de France. Tubuh mereka ceking-ceking. Karena balap sepeda memerlukan bobot seringan-ringannya. Dari sepeda super ringan bernilai puluhan juta rupiah karena terbuat dari karbon berkualitas tinggi, sampai berat tubuh pun harus dipangkas.

Seorang pembalap wajib melakukan diet. Bertambah sedikit saja berat badan, neraka bagi mereka. Kalau saja mitos tentang ajian meringankan tubuh itu ada, barangkali bisa menjadi ilmu yang harus dipelajari…hehehe

Radit pendiam. Mungkin karena bergaul di lingkungan orang yang jauh lebih tua darinya, dia tidak terlalu banyak bicara. Tapi di lingkungan anak-anak sebaya, dia cukup luwes. Pandai bergaul. Cepat akrab. Saat ketemu atlit-atlit sebaya di ajang lomba, Radit suka ngobrol dengan mereka untuk tukar-tukar pengalaman. Kalau membicarakan materi latihan, dia pasti ngobrol berapi-api. 

Agaknya dia sudah sedikit menguasai teori-teori latihan. Walaupun secara formal, dia jarang berlatih dengan teman-teman di ISSI Tabanan. Lebih sering latihan sama ayahnya. Kadang-kadang ayahnya membuntuti Radit dengan motor, karena saat ini laju sepeda Radit sudah tak terkejar lagi oleh ayahnya. Radit bukan pemula lagi di dunia ini. Performa sepedanya sudah mulai mapan.

Di usianya yang masih 12 tahun, dia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kalau dia mau fokus, konsisten, karir atlit balap sepeda terbuka lebar untuk dirinya. Tapi sang ayah berkata; ini sekedar hobi untuk Radit, bukan untuk karirnya kelak, sebab di negeri ini kita belum bisa menggantungkan hidup di dunia olah raga.

Olah raga belum bisa sebagai mata pencaharian, sehingga tidak layak dicita-citakan. Jadi balapan sepeda adalah prioritas kedua, sekolah yang paling penting. Jangan sampai terlalu konsen ke latihan balap sepeda, akademik menjadi terbengkalai. Atau bisa saja, hobi balap sepeda, apalagi kalau sudah pernah juara dan mendapat piagam dari KONI, bisa membantu untuk mendapat sekolah favorit nantinya. Di samping itu sepeda adalah salah satu olah raga kardio untuk melatih jantung, menyehatkan badan, bisa meningkatkan mood untuk belajar giat di sekolah.

Radit dapat medali/ Foto: Dok Penulis

Beberapa kali saya ikut latihan bersama Radit. Kalau sang ayah pas sibuk karena piket di Polres, saya akan mengajak Radit gowes bareng dengan grup lain. Saat latihan saya  membiarkan Radit mengayuh kenceng di depan untuk melatih power-nya sekuat-sekuat yang dia bisa.

Kemudian di sebuah titik Radit menunggu saya sambil istirahat minum. Kami mencari tanjakan-tanjakan untuk melatih otot dan napas. Tanjakan favorit Radit adalah sebelah utara Desa Bangli, di jalan yang menuju Bukit Catu yang tembus patung jagung itu. Tanjakan yang luar biasa curamnya. Curam dan panjang. Mobil dan motor saja meraung-raung melewati tanjakan itu. Tapi bagi Radit, itu masalah enteng.

Dengan kekuatan dengkulnya, pelan-pelan dia menghajar tanjakan maut tersebut. Terus terang, di tanjakan Desa Bangli ini, saya menyerah kalah. Beberapa kali saya pakai sepeda roadbike, selalu gagal, meski dulu pernah lolos menggunakan sepeda gunung.

Sepeda gunung lebih mudah digunakan di medan tanjakan curam, karena gir belakangnya lebih besar. Sedang sepeda jenis roadbike girnya lebih kecil, karena khusus untuk kecepatan. Agaknya, menurut saya, medan curam di utara Desa Bangli itu memang tidak cocok dengan jenis sepeda roadbike, meski suhu-suhu sepeda bisa enteng melewatinya.

Pernah suatu ketika, kami bertiga; saya, Putu Murahman dan Radit, gowes bersama menuju Danau Beratan. Kami melaju di jalan utama Marga – Apuan. Sampai di pertigaan Desa Apuan kami beda pendapat. Saya ingin lewat Desa Bangah, kemudian tembus di jalan utama Denpasar – Singaraja. Ini maksudnya untuk menghindari tanjakan maut di Desa Bangli. Lagipula lewat jalan timur, pemandangan begitu indahnya. Tanjakannya banyak, tapi lebih landai. Namun Radit dan Putu Murahman ingin melewati Desa Bangli, kemudian tembus di patung jagung Bedugul.

Mereka ingin melatih power dengan menaklukkan tanjakan neraka Desa Bangli. Yah, tidak ada yang mengalah. Kalau dengan sistem voting, jelas saya kalah…hehehe. Tapi saya tetap ngotot lewat jalan timur karena trauma dengan tanjakan Desa Bangli. Akhirnya kami pisah. Saya lewat timur, mereka lewat barat. Kemudian kami bertemu di patung jagung.

Begitulah, Radit tumbuh menjadi seorang calon pembalap sepeda yang hampir mapan.  Usianya 12 tahun, masih sangat muda. Periode emas tumbuh kembang seorang atlit. Dia begitu disiplin latihan. Kalau pas hujan, dia latihan di dalam rumah menggunakan roll trainer. Pokoknya, tiada hari tanpa latihan. Lari, push up, scout, sit up, plank, naik turun tangga, dan segala latihan fisik dilakukan dengan disiplin, dengan manajemen latihan yang teratur.

Kalau boleh bercita-cita, mungkin saja dia bisa menjadi atlit PON yang mewakili Bali nanti. Who knows. Apapun bisa terjadi. Atau, bisa saja menjadi atlit Asian Games yang mewakili Indonesia. Iya, siapa tahu. Segalanya bisa terjadi…hehehe. Bukankah mereka yang sukses berawal dari mimpi terlebih dulu.

Kalau itu terjadi, merupakan suatu kebanggan. Beritanya akan ditulis besar-besar seperti ini: “Pembalap wakil Indonesia di Asian Games berasal dari Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan”.

 Iya, itu hanya berandai-andai. Tapi, semua itu bisa terjadi. Dan sebelum semua itu benar terjadi, Radit harus membela Tabanan di ajang Porvrop 2019 dulu. Jadi, kayuh sepedamu dari Tabanan dulu, Dit, baru kemudian ke ajang Asia, lalu bisa ke ajang dunia. [T]

Tags: balap sepedagowesolahragaPorprov Balisepedatabanan
Share757TweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Guru Tak Pernah Mudah – Dituntut Punya Rencana B, C, Dst…

Next Post

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Setan yang Menggejala Menjadi Ego dan Kepentingan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini
Budaya

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

by tatkala
May 1, 2026
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’
Khas

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya
Gaya

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

by tatkala
May 1, 2026
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya
Esai

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

by Arief Rahzen
May 1, 2026
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co