23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 19, 2019
in Esai
Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Foto ilustrasi Yoga

“What you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create.” ~ Buddha

Rasanya sangat pantas untuk memulai tulisan ini dengan kutipan di atas. Pikiran adalah doa, katanya. Namun, orang-orang masih sering menyangsikan kekuatan besar yang pikirannya miliki. Hal ini cukup wajar, mengingat kemampuan pikiran untuk membangun sebuah realita memanglah sebuah pseudoscience (ilmu semu) yang tidak mengikuti persyaratan metode ilmiah pada umumnya.

Kendati susah dijelaskan secara ilmiah, ada banyak kasus dan contoh, meskipun terlihat kebetulan, di mana buah pikiran seseorang menjadi kenyataan. Pada tahun 2006, Rhonda Byrne menerbitkan salah satu buku yang saat ini menjadi salah satu best-seller. The Secret telah terjual lebih dari 30 juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Buku ini menitikberatkan pemahaman Law of Attraction atau Hukum Tarik Menarik. Dalam buku tersebut adalah Byrne merangkul hampir 30 orang ‘guru’ yang mengafirmasi validitas Hukum Tarik Menarik. Selain itu, Byrne memberikan beberapa contoh keberhasilan penggunaan Hukum Tarik Menarik dalam kehidupan beberapa orang dalam berbagai segi kehidupan seperti finansial, kesehatan dan cinta.

Prinsip dasar dari Hukum Tarik Menarik menyatakan bahwa apa yang manusia pikirkan itulah yang akan terjadi. Pikiran positif menarik hal positif, begitu pula sebaliknya. Namun, pikiran bukanlah satu-satunya hal yang harus disetel, tetapi emosi juga memiliki peran vital dalam praktek Hukum Tarik Menarik. Pada teorinya, apabila seseorang menginginkan sebuah hal positif terjadi, tak hanya pikirannya saja yang perlu disetel ke arah positif, tetapi juga emosi.

Para pendukung Hukum Tarik Menarik memiliki pandangan bahwa semua hal di alam semesta, termasuk manusia (termasuk pikiran dan emosi) berasal dari sumber energi yang sama. Implikasinya adalah, semua hal di alam semesta saling berkaitan dan berhubungan. Segala hal yang saling berhubungan atau berkaitan akan saling mempengaruhi satu sama lain. Paulo Coelho dalam bukunya The Alchemist menyiratkan bahwa saat seseorang BENAR-BENAR menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya akan berkomplot dalam konspirasi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Hal ini mendukung teori Hukum Tarik Menarik bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki sebuah frekuensi tertentu yang bisa diatur yang beresonansi dengan alam semesta mengingat kesamaan sumber energi yang membentuk. Tidaklah gampang untuk dibuktikan, tapi sama halnya dengan hal lain.

Coba saja ambil contoh sederhana misalnya internet. Internet menghubungkan satu komputer ke komputer yang jaraknya jauh. Ada gelombang yang tidak kasat mata yang menghubungkan satu komputer ke komputer lain dan kemudian memunculkan sesuatu yang diinginkan oleh si pengguna komputer. Dari prinsip ini, tidaklah salah jika kita berpikir bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki semacam gelombang yang menghubungkannya ke seluruh alam semesta.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai macam aktifitas yang secara sepintas terkesan terjadi atas kehendak pikiran sadar (conscious mind) manusia. Namun, pernahkah kita berpikir, suatu saat tertentu, kenapa kita melakukan hal tertentu? Ada banyak istilah yang digunakan manusia dalam menamakan hal ini mulai dari naluri, insting, intuisi hingga panggilan hati.

Di sinilah sebenarnya pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind) sedang dipengaruhi oleh frekuensi alam semesta. Diterima atau tidak, manusia tidak 100% memiliki free will (kehendak bebas) dalam berkehidupan dan sekian persen tindakan manusia dipicu oleh pikiran bawah sadar.

Di sini bisa kita terima bahwa semesta memberikan frekuensi tertentu yang direspon oleh pikiran bawah sadar manusia untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk mengasah intuisi mereka: untuk mampu menginterpretasikan frekuensi/pesan alam semesta dalam membantu mereka untuk mewujudkan keinginannya.

Pendukung Hukum Law of Attraction memberikan beberapa saran dalam memanifestasikan sebuah pikiran. Yang paling sering disarankan adalah menggunakan visualisasi kreatif. Seseorang yang mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidupnya harus memvisualisasikan hal tersebut terjadi dalam pikirannya secara rutin.

Beberapa orang juga menggunakan sebuah papan mimpi di mana mereka menuliskan apa yang mereka harapkan pada sebuah papan dan membacanya berulang ulang setiap hari. Pada tulisan-tulisan tersebut diperlukan juga kebijaksanaan dalam pemilihan kata. Sangat dianjurkan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata afirmasi dan bukan kata-kata negasi seperti tidak, belum, jangan, dsb.

Teori Hukum Tarik-Menarik menyarankan agar si praktisi secara konstan memikirkan, mengatakan, dan menyinggung berulang-ulang apa yang dia inginkan dan di saat yang sama memiliki emosi yang stabil dan positif pula.

Merujuk pada The Secret, seseorang yang menginginkan pikirannya terwujud menjadi kenyataan haruslah memiliki keyakinan absolut bahwa apa yang dia pikirkan akan terjadi. Dalam penerapannya seseorang tidak disarankan sekalipun menyangsikan apa yang dia pikirkan akan terjadi. Tahap inilah yang mungkin dirasa paling susah. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah jauh dari keraguan.

Namun, di sinilah sisi spiritual manusia menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting. Banyak yang berpendapat bahwa salah satu cara untuk memperkuat keyakinan dan memudarkan keraguan seseorang adalah dengan bermeditasi dan memiliki fokus positif dalam pikirannya. Karena dasar Hukum Tarik Menarik adalah pikiran manusia, maka jelaslah jika keraguan dalam pikiran tersebut akan membuat upaya penyesuaian frekuensi ke alam semesta sia-sia. Diperlukan keyakinan bahwa apa yang diinginkan/diharapkan SUDAH DAN SEDANG terjadi dan sedang menuju si pemikir saat ini meskipun perwujudan nyatanya belum terlihat.

Tahap terakhir adalah mewujudkan rasa syukur. Prince Ea, salah satu influencer muda dunia di era digital saat ini sering sekali mengedepankan peran syukur dalam kehidupan. Bahkan dia tidak ragu mengatakan bahwa rasa syukur jauh lebih penting daripada doa. Menurutnya, semesta akan memberi lebih banyak pada orang yang lebih suka berterima kasih daripada orang yang lebih suka meminta (berdoa). Dalam hubungannya dengan Hukum Tarik Menarik, rasa syukur tidak hanya dibatasi pada hal yang sudah dimiliki seseorang, tapi juga rasa syukur terhadap apa yang AKAN diterimanya.

Pendukung Hukum Tarik-Menarik menyarankan penulisan jurnal syukur di keseharian. Hal ini berfungsi untuk memperkuat afirmasi (kata-kata/pikiran positif) yang tertulis dalam papan mimpi yang dijelaskan sebelumnya. Penerapan rasa syukur ini diyakini sebagai pintu yang terbuka bagi segala hal yang diinginkan pada tahap penyesuaian frekuensi dengan alam semesta. Singkatnya, meskipun seseorang membayangkan bahwa harapannya sedang terwujud, namun tanpa rasa yakin hal tersebut akan terjadi dan tanpa rasa syukur akan terjadinya hal tersebut, perwujudan harapan akan menemui beberapa halangan.

Manusia dan pikirannya adalah hal yang misterius. Andaikan seorang manusia bisa hidup 1 juta tahun, rasanya akan tetap susah untuk mendalami misteri dari pikiran manusia. Terlepas dari valid tidaknya Hukum Tarik-Menarik, rasanya tidak ada salahnya jika kita belajar memfokuskan diri pada pikiran dan emosi positif untuk mewujudkan kehidupan yang mudah-mudahan lebih baik dari saat ini. Suatu hal yang tidak merugikan rasanya layak untuk dicoba. Salam damai 😀

Tags: kehidupanrenungan
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Seks: Barang & Gaya Itu-itu Saja, Yang Rumit adalah Persepsinya

Next Post

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co