12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seks: Barang & Gaya Itu-itu Saja, Yang Rumit adalah Persepsinya

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
March 27, 2019
in Esai
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Seks di dunia timur maupun dunia barat, sebetulnya sama saja. Barangnya, ya sama. Gayanya, ya itu-itu juga. Yang berbeda dan menjadikannya begitu rumit, adalah persepsinya.

.

Jika dalam masyarakat barat, seks tidak ditempatkan sebagai ukuran moralitas, sebaliknya di tengah-tengah masyarakat timur seks memegang peranan sangat penting dalam mengukur moralitas. Di sinilah bedanya.

Saat ia dijadikan sebagai ukuran moral yang posisinya sedemikian tinggi, di balik pintu, seks sangat diminati sebagai kebutuhan tubuh yang paling rendah. Kenapa disebut paling rendah? Karena seks atau kawin, seperti juga makan, dapat dilakukan oleh semua mahluk, yang hampir tak berotak sekalipun.

Belalang misalnya, dalam hal ini belalang sembah (Mantis religiosa), bahkan ia punya cara kawin yang sangat unik dan kejam. Belalang sembah betina akan memutus, mengunyah dan memakan kepala pejantannya selama atau setelah kawin.

Anehnya, meski ini sebuah kebetulan belaka, dalam dunia manusia, laporan-laporan kematian saat atau setelah berhubungan seks juga selalu terjadi pada laki-laki, sama seperti pada fenomena belalang sembah. Tak perrna ada laporan seorang wanita mati saat bercinta, kecuali itu memang suatu tindak kriminal perkosaan dan pembunuhan.

Dalam perilaku manusia yang lain, ada satu fenomena yang dinamakan orientasi seks, kalau tak mau dibilang kelainan, yang disebut sadomasochism. Yang terjadi dalam hal ini adalah seseorang memperoleh kenikmatan seksual saat yang bersangkutan menerima siksaan fisik dari pasangannya yang juga merasakan hal yang sama. Kita tak tahu, akankah ia tetap bahagia dan senang jika kepalanya diputus dan dikunyah seperti nasib belalang sembah itu? 

Satu kebutuhan yang “sangat rendah”, jika dijadikan sebagaui ukuran moral yang sangat tinggi, akan kemudian memberi tantangan yang sangat besar dalam kehidupan. Ia rendah karena dekat dengan naluri primitif, yang tak butuh dipelajari. Ia bukan skil dan tak butuh kognisi yang kuat. Ia telah dirancang secara alami oleh kekuatan paling primitif dalam struktur jiwa manusia.

Jangan terlalu sinis dengan hal-hal yang kita sebut primitif. Insting inilah yang sesungguhnya pondasi dari kehidupan itu sendiri, apa yang disebut sebagai pelestarian yaitu reproduksi.

Akan hal ini, membawa kita ingat pada tulisan sastrawan besar tanah air, Pramoedya Ananta Toer, yang sangat mengesankan dalam bukunya Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Kisah hidupnya saat ia menjadi tahanan politik di Pulau Buru. Ia tak lupa menuliskan sedikit hal menarik tentang perilaku seksual penduduk asli di pulau itu.

Kalau boleh dikatakan, mungkin fenomena prilaku seksual inilah yang dapat dibilang sebagai standar moralitas, karena hubungan seks hanya dilakukan untuk maksud reproduksi atau menghasilkan anak belaka.

Diceritakan, pada saat yang sudah ditentukan, sepasang lelaki dan perempuan akan pergi ke dalam hutan hanya untuk bersetubuh, tak diketahui apakah mereka juga telah bercinta? Entahlah! Satu-satunya gaya koitus yang mereka ketahui dan lakukan adalah, seperti binatang, menyetubuhi pasangannya dari belakang dalam posisi berdiri atau setengah membungkuk.

Setelah ejakulasi, usai pula ritual mulia tersebut, bergegaslah mereka kembali ke kampung. Baru setelah hadir orang-orang pendatanglah, mereka kemudian diajari gaya bercinta yang lain, yang menurut kaum pendatang itu jauh lebih membuai dan menerlenakan. Dan penduduk aslipun menyetujui dan mengakuinya, gaya bersetubuh yang baru memang lebih gila rasanya, yaitu gaya berhadap-hadapan, karena “semuanya kena”, begitu alasannya.

Dalam masyarakat barat, seks sepenuhnya fenomena biologis dan pilihan manusia, apakah heteroseksual, homoseksual atau biseksual, semuanya dianggap normal. Karena dari sana, semua dapat memperoleh sensasi erotika dan klimaks. Seks itu kebutuhan hidup belaka, titik! Maka jika merupakan sebuah kebutuhan, dapat saja ia menjadi kebutuhan tersier, kemewahan dan kebanggaan, seks dapat menjadi prestise.

—

BACA KOLOM DOKTER LAIN:

  • Acintya
  • Nyepi: Terapi Kesehatan
  • Pasien, Guru yang Sempurna
  • Dokter dan Sepotong Filsafat
  • Dokter & Dukun, Tujuan Sama, Satu Naik Heli, Satu Naik Boat, Tidaklah Bertabrakan…

—

Untuk itu mari bahas Hugh Hefner, bos majalah tersohor Plaboy itu. Tak satu orang pun menuduhnya amoral karena telah tidur dengan ratusan model majalah panasnya tersebut. Sampai pada akhir hayatnya, tak satupun ada yang melaporkannya sebagai tindakan zina. Karena memang tak ada yang merasa telah dicuri miliknya, maka moralitas hanya diukur dari penghormatan atas hak-hak orang lain sepakat atau tidak untuk melakukan seks.

Ia hanya akan berhadapan dengan hukum saat ada unsur pemaksaan atau faktor belum cukup umur. Jadi kita takkan pernah tahu apakah Hugh Hefner, terkait perilakunya itu telah masuk neraka atau surga. Kalau toh ia masuk neraka, ia bakal bertemu Dewi Venus yang juga suka gonta-ganti pasangan seks. Bagi Hugh, ini justru sebuah upgrade karir, hahaha!

Saat piala dunia Jerman 2006, pun ada satu hal cukup menarik. Sedari jalan-jalan ke luar bandara hingga di kota-kota, terpampang baliho-baliho iklan yang menampilkan profile wanita pekerja seksual komersil untuk pendatang yang akan menonton bola yang mungkin butuh pemenuhan kebutuhan biologis. Biasa saja, seakan-akan baliho iklan sabun atau caleg di tanah air.

Mungkin karena itulah di sana istilah munafik atau hipokrit tak begitu sering terpakai. Nah, semoga tulisan yang ke sana ke mari ini tak membuat pembaca menjadi rumit pikiran dan kehilangan klimaks! [T]

Tags: Seksualitassex
Share155TweetSendShareSend
Previous Post

Reformasi dan Raja Kecil

Next Post

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co