23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 19, 2019
in Esai
Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Foto ilustrasi Yoga

“What you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create.” ~ Buddha

Rasanya sangat pantas untuk memulai tulisan ini dengan kutipan di atas. Pikiran adalah doa, katanya. Namun, orang-orang masih sering menyangsikan kekuatan besar yang pikirannya miliki. Hal ini cukup wajar, mengingat kemampuan pikiran untuk membangun sebuah realita memanglah sebuah pseudoscience (ilmu semu) yang tidak mengikuti persyaratan metode ilmiah pada umumnya.

Kendati susah dijelaskan secara ilmiah, ada banyak kasus dan contoh, meskipun terlihat kebetulan, di mana buah pikiran seseorang menjadi kenyataan. Pada tahun 2006, Rhonda Byrne menerbitkan salah satu buku yang saat ini menjadi salah satu best-seller. The Secret telah terjual lebih dari 30 juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Buku ini menitikberatkan pemahaman Law of Attraction atau Hukum Tarik Menarik. Dalam buku tersebut adalah Byrne merangkul hampir 30 orang ‘guru’ yang mengafirmasi validitas Hukum Tarik Menarik. Selain itu, Byrne memberikan beberapa contoh keberhasilan penggunaan Hukum Tarik Menarik dalam kehidupan beberapa orang dalam berbagai segi kehidupan seperti finansial, kesehatan dan cinta.

Prinsip dasar dari Hukum Tarik Menarik menyatakan bahwa apa yang manusia pikirkan itulah yang akan terjadi. Pikiran positif menarik hal positif, begitu pula sebaliknya. Namun, pikiran bukanlah satu-satunya hal yang harus disetel, tetapi emosi juga memiliki peran vital dalam praktek Hukum Tarik Menarik. Pada teorinya, apabila seseorang menginginkan sebuah hal positif terjadi, tak hanya pikirannya saja yang perlu disetel ke arah positif, tetapi juga emosi.

Para pendukung Hukum Tarik Menarik memiliki pandangan bahwa semua hal di alam semesta, termasuk manusia (termasuk pikiran dan emosi) berasal dari sumber energi yang sama. Implikasinya adalah, semua hal di alam semesta saling berkaitan dan berhubungan. Segala hal yang saling berhubungan atau berkaitan akan saling mempengaruhi satu sama lain. Paulo Coelho dalam bukunya The Alchemist menyiratkan bahwa saat seseorang BENAR-BENAR menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya akan berkomplot dalam konspirasi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Hal ini mendukung teori Hukum Tarik Menarik bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki sebuah frekuensi tertentu yang bisa diatur yang beresonansi dengan alam semesta mengingat kesamaan sumber energi yang membentuk. Tidaklah gampang untuk dibuktikan, tapi sama halnya dengan hal lain.

Coba saja ambil contoh sederhana misalnya internet. Internet menghubungkan satu komputer ke komputer yang jaraknya jauh. Ada gelombang yang tidak kasat mata yang menghubungkan satu komputer ke komputer lain dan kemudian memunculkan sesuatu yang diinginkan oleh si pengguna komputer. Dari prinsip ini, tidaklah salah jika kita berpikir bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki semacam gelombang yang menghubungkannya ke seluruh alam semesta.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai macam aktifitas yang secara sepintas terkesan terjadi atas kehendak pikiran sadar (conscious mind) manusia. Namun, pernahkah kita berpikir, suatu saat tertentu, kenapa kita melakukan hal tertentu? Ada banyak istilah yang digunakan manusia dalam menamakan hal ini mulai dari naluri, insting, intuisi hingga panggilan hati.

Di sinilah sebenarnya pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind) sedang dipengaruhi oleh frekuensi alam semesta. Diterima atau tidak, manusia tidak 100% memiliki free will (kehendak bebas) dalam berkehidupan dan sekian persen tindakan manusia dipicu oleh pikiran bawah sadar.

Di sini bisa kita terima bahwa semesta memberikan frekuensi tertentu yang direspon oleh pikiran bawah sadar manusia untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk mengasah intuisi mereka: untuk mampu menginterpretasikan frekuensi/pesan alam semesta dalam membantu mereka untuk mewujudkan keinginannya.

Pendukung Hukum Law of Attraction memberikan beberapa saran dalam memanifestasikan sebuah pikiran. Yang paling sering disarankan adalah menggunakan visualisasi kreatif. Seseorang yang mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidupnya harus memvisualisasikan hal tersebut terjadi dalam pikirannya secara rutin.

Beberapa orang juga menggunakan sebuah papan mimpi di mana mereka menuliskan apa yang mereka harapkan pada sebuah papan dan membacanya berulang ulang setiap hari. Pada tulisan-tulisan tersebut diperlukan juga kebijaksanaan dalam pemilihan kata. Sangat dianjurkan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata afirmasi dan bukan kata-kata negasi seperti tidak, belum, jangan, dsb.

Teori Hukum Tarik-Menarik menyarankan agar si praktisi secara konstan memikirkan, mengatakan, dan menyinggung berulang-ulang apa yang dia inginkan dan di saat yang sama memiliki emosi yang stabil dan positif pula.

Merujuk pada The Secret, seseorang yang menginginkan pikirannya terwujud menjadi kenyataan haruslah memiliki keyakinan absolut bahwa apa yang dia pikirkan akan terjadi. Dalam penerapannya seseorang tidak disarankan sekalipun menyangsikan apa yang dia pikirkan akan terjadi. Tahap inilah yang mungkin dirasa paling susah. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah jauh dari keraguan.

Namun, di sinilah sisi spiritual manusia menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting. Banyak yang berpendapat bahwa salah satu cara untuk memperkuat keyakinan dan memudarkan keraguan seseorang adalah dengan bermeditasi dan memiliki fokus positif dalam pikirannya. Karena dasar Hukum Tarik Menarik adalah pikiran manusia, maka jelaslah jika keraguan dalam pikiran tersebut akan membuat upaya penyesuaian frekuensi ke alam semesta sia-sia. Diperlukan keyakinan bahwa apa yang diinginkan/diharapkan SUDAH DAN SEDANG terjadi dan sedang menuju si pemikir saat ini meskipun perwujudan nyatanya belum terlihat.

Tahap terakhir adalah mewujudkan rasa syukur. Prince Ea, salah satu influencer muda dunia di era digital saat ini sering sekali mengedepankan peran syukur dalam kehidupan. Bahkan dia tidak ragu mengatakan bahwa rasa syukur jauh lebih penting daripada doa. Menurutnya, semesta akan memberi lebih banyak pada orang yang lebih suka berterima kasih daripada orang yang lebih suka meminta (berdoa). Dalam hubungannya dengan Hukum Tarik Menarik, rasa syukur tidak hanya dibatasi pada hal yang sudah dimiliki seseorang, tapi juga rasa syukur terhadap apa yang AKAN diterimanya.

Pendukung Hukum Tarik-Menarik menyarankan penulisan jurnal syukur di keseharian. Hal ini berfungsi untuk memperkuat afirmasi (kata-kata/pikiran positif) yang tertulis dalam papan mimpi yang dijelaskan sebelumnya. Penerapan rasa syukur ini diyakini sebagai pintu yang terbuka bagi segala hal yang diinginkan pada tahap penyesuaian frekuensi dengan alam semesta. Singkatnya, meskipun seseorang membayangkan bahwa harapannya sedang terwujud, namun tanpa rasa yakin hal tersebut akan terjadi dan tanpa rasa syukur akan terjadinya hal tersebut, perwujudan harapan akan menemui beberapa halangan.

Manusia dan pikirannya adalah hal yang misterius. Andaikan seorang manusia bisa hidup 1 juta tahun, rasanya akan tetap susah untuk mendalami misteri dari pikiran manusia. Terlepas dari valid tidaknya Hukum Tarik-Menarik, rasanya tidak ada salahnya jika kita belajar memfokuskan diri pada pikiran dan emosi positif untuk mewujudkan kehidupan yang mudah-mudahan lebih baik dari saat ini. Suatu hal yang tidak merugikan rasanya layak untuk dicoba. Salam damai 😀

Tags: kehidupanrenungan
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Seks: Barang & Gaya Itu-itu Saja, Yang Rumit adalah Persepsinya

Next Post

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co