2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 19, 2019
in Esai
Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Foto ilustrasi Yoga

“What you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create.” ~ Buddha

Rasanya sangat pantas untuk memulai tulisan ini dengan kutipan di atas. Pikiran adalah doa, katanya. Namun, orang-orang masih sering menyangsikan kekuatan besar yang pikirannya miliki. Hal ini cukup wajar, mengingat kemampuan pikiran untuk membangun sebuah realita memanglah sebuah pseudoscience (ilmu semu) yang tidak mengikuti persyaratan metode ilmiah pada umumnya.

Kendati susah dijelaskan secara ilmiah, ada banyak kasus dan contoh, meskipun terlihat kebetulan, di mana buah pikiran seseorang menjadi kenyataan. Pada tahun 2006, Rhonda Byrne menerbitkan salah satu buku yang saat ini menjadi salah satu best-seller. The Secret telah terjual lebih dari 30 juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Buku ini menitikberatkan pemahaman Law of Attraction atau Hukum Tarik Menarik. Dalam buku tersebut adalah Byrne merangkul hampir 30 orang ‘guru’ yang mengafirmasi validitas Hukum Tarik Menarik. Selain itu, Byrne memberikan beberapa contoh keberhasilan penggunaan Hukum Tarik Menarik dalam kehidupan beberapa orang dalam berbagai segi kehidupan seperti finansial, kesehatan dan cinta.

Prinsip dasar dari Hukum Tarik Menarik menyatakan bahwa apa yang manusia pikirkan itulah yang akan terjadi. Pikiran positif menarik hal positif, begitu pula sebaliknya. Namun, pikiran bukanlah satu-satunya hal yang harus disetel, tetapi emosi juga memiliki peran vital dalam praktek Hukum Tarik Menarik. Pada teorinya, apabila seseorang menginginkan sebuah hal positif terjadi, tak hanya pikirannya saja yang perlu disetel ke arah positif, tetapi juga emosi.

Para pendukung Hukum Tarik Menarik memiliki pandangan bahwa semua hal di alam semesta, termasuk manusia (termasuk pikiran dan emosi) berasal dari sumber energi yang sama. Implikasinya adalah, semua hal di alam semesta saling berkaitan dan berhubungan. Segala hal yang saling berhubungan atau berkaitan akan saling mempengaruhi satu sama lain. Paulo Coelho dalam bukunya The Alchemist menyiratkan bahwa saat seseorang BENAR-BENAR menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya akan berkomplot dalam konspirasi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Hal ini mendukung teori Hukum Tarik Menarik bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki sebuah frekuensi tertentu yang bisa diatur yang beresonansi dengan alam semesta mengingat kesamaan sumber energi yang membentuk. Tidaklah gampang untuk dibuktikan, tapi sama halnya dengan hal lain.

Coba saja ambil contoh sederhana misalnya internet. Internet menghubungkan satu komputer ke komputer yang jaraknya jauh. Ada gelombang yang tidak kasat mata yang menghubungkan satu komputer ke komputer lain dan kemudian memunculkan sesuatu yang diinginkan oleh si pengguna komputer. Dari prinsip ini, tidaklah salah jika kita berpikir bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki semacam gelombang yang menghubungkannya ke seluruh alam semesta.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai macam aktifitas yang secara sepintas terkesan terjadi atas kehendak pikiran sadar (conscious mind) manusia. Namun, pernahkah kita berpikir, suatu saat tertentu, kenapa kita melakukan hal tertentu? Ada banyak istilah yang digunakan manusia dalam menamakan hal ini mulai dari naluri, insting, intuisi hingga panggilan hati.

Di sinilah sebenarnya pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind) sedang dipengaruhi oleh frekuensi alam semesta. Diterima atau tidak, manusia tidak 100% memiliki free will (kehendak bebas) dalam berkehidupan dan sekian persen tindakan manusia dipicu oleh pikiran bawah sadar.

Di sini bisa kita terima bahwa semesta memberikan frekuensi tertentu yang direspon oleh pikiran bawah sadar manusia untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk mengasah intuisi mereka: untuk mampu menginterpretasikan frekuensi/pesan alam semesta dalam membantu mereka untuk mewujudkan keinginannya.

Pendukung Hukum Law of Attraction memberikan beberapa saran dalam memanifestasikan sebuah pikiran. Yang paling sering disarankan adalah menggunakan visualisasi kreatif. Seseorang yang mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidupnya harus memvisualisasikan hal tersebut terjadi dalam pikirannya secara rutin.

Beberapa orang juga menggunakan sebuah papan mimpi di mana mereka menuliskan apa yang mereka harapkan pada sebuah papan dan membacanya berulang ulang setiap hari. Pada tulisan-tulisan tersebut diperlukan juga kebijaksanaan dalam pemilihan kata. Sangat dianjurkan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata afirmasi dan bukan kata-kata negasi seperti tidak, belum, jangan, dsb.

Teori Hukum Tarik-Menarik menyarankan agar si praktisi secara konstan memikirkan, mengatakan, dan menyinggung berulang-ulang apa yang dia inginkan dan di saat yang sama memiliki emosi yang stabil dan positif pula.

Merujuk pada The Secret, seseorang yang menginginkan pikirannya terwujud menjadi kenyataan haruslah memiliki keyakinan absolut bahwa apa yang dia pikirkan akan terjadi. Dalam penerapannya seseorang tidak disarankan sekalipun menyangsikan apa yang dia pikirkan akan terjadi. Tahap inilah yang mungkin dirasa paling susah. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah jauh dari keraguan.

Namun, di sinilah sisi spiritual manusia menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting. Banyak yang berpendapat bahwa salah satu cara untuk memperkuat keyakinan dan memudarkan keraguan seseorang adalah dengan bermeditasi dan memiliki fokus positif dalam pikirannya. Karena dasar Hukum Tarik Menarik adalah pikiran manusia, maka jelaslah jika keraguan dalam pikiran tersebut akan membuat upaya penyesuaian frekuensi ke alam semesta sia-sia. Diperlukan keyakinan bahwa apa yang diinginkan/diharapkan SUDAH DAN SEDANG terjadi dan sedang menuju si pemikir saat ini meskipun perwujudan nyatanya belum terlihat.

Tahap terakhir adalah mewujudkan rasa syukur. Prince Ea, salah satu influencer muda dunia di era digital saat ini sering sekali mengedepankan peran syukur dalam kehidupan. Bahkan dia tidak ragu mengatakan bahwa rasa syukur jauh lebih penting daripada doa. Menurutnya, semesta akan memberi lebih banyak pada orang yang lebih suka berterima kasih daripada orang yang lebih suka meminta (berdoa). Dalam hubungannya dengan Hukum Tarik Menarik, rasa syukur tidak hanya dibatasi pada hal yang sudah dimiliki seseorang, tapi juga rasa syukur terhadap apa yang AKAN diterimanya.

Pendukung Hukum Tarik-Menarik menyarankan penulisan jurnal syukur di keseharian. Hal ini berfungsi untuk memperkuat afirmasi (kata-kata/pikiran positif) yang tertulis dalam papan mimpi yang dijelaskan sebelumnya. Penerapan rasa syukur ini diyakini sebagai pintu yang terbuka bagi segala hal yang diinginkan pada tahap penyesuaian frekuensi dengan alam semesta. Singkatnya, meskipun seseorang membayangkan bahwa harapannya sedang terwujud, namun tanpa rasa yakin hal tersebut akan terjadi dan tanpa rasa syukur akan terjadinya hal tersebut, perwujudan harapan akan menemui beberapa halangan.

Manusia dan pikirannya adalah hal yang misterius. Andaikan seorang manusia bisa hidup 1 juta tahun, rasanya akan tetap susah untuk mendalami misteri dari pikiran manusia. Terlepas dari valid tidaknya Hukum Tarik-Menarik, rasanya tidak ada salahnya jika kita belajar memfokuskan diri pada pikiran dan emosi positif untuk mewujudkan kehidupan yang mudah-mudahan lebih baik dari saat ini. Suatu hal yang tidak merugikan rasanya layak untuk dicoba. Salam damai 😀

Tags: kehidupanrenungan
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Seks: Barang & Gaya Itu-itu Saja, Yang Rumit adalah Persepsinya

Next Post

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co