23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Yoga Pramartha by Yoga Pramartha
March 19, 2019
in Esai
Law of Attraction: Memanifestasi Harapan

Foto ilustrasi Yoga

“What you think, you become. What you feel, you attract. What you imagine, you create.” ~ Buddha

Rasanya sangat pantas untuk memulai tulisan ini dengan kutipan di atas. Pikiran adalah doa, katanya. Namun, orang-orang masih sering menyangsikan kekuatan besar yang pikirannya miliki. Hal ini cukup wajar, mengingat kemampuan pikiran untuk membangun sebuah realita memanglah sebuah pseudoscience (ilmu semu) yang tidak mengikuti persyaratan metode ilmiah pada umumnya.

Kendati susah dijelaskan secara ilmiah, ada banyak kasus dan contoh, meskipun terlihat kebetulan, di mana buah pikiran seseorang menjadi kenyataan. Pada tahun 2006, Rhonda Byrne menerbitkan salah satu buku yang saat ini menjadi salah satu best-seller. The Secret telah terjual lebih dari 30 juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Buku ini menitikberatkan pemahaman Law of Attraction atau Hukum Tarik Menarik. Dalam buku tersebut adalah Byrne merangkul hampir 30 orang ‘guru’ yang mengafirmasi validitas Hukum Tarik Menarik. Selain itu, Byrne memberikan beberapa contoh keberhasilan penggunaan Hukum Tarik Menarik dalam kehidupan beberapa orang dalam berbagai segi kehidupan seperti finansial, kesehatan dan cinta.

Prinsip dasar dari Hukum Tarik Menarik menyatakan bahwa apa yang manusia pikirkan itulah yang akan terjadi. Pikiran positif menarik hal positif, begitu pula sebaliknya. Namun, pikiran bukanlah satu-satunya hal yang harus disetel, tetapi emosi juga memiliki peran vital dalam praktek Hukum Tarik Menarik. Pada teorinya, apabila seseorang menginginkan sebuah hal positif terjadi, tak hanya pikirannya saja yang perlu disetel ke arah positif, tetapi juga emosi.

Para pendukung Hukum Tarik Menarik memiliki pandangan bahwa semua hal di alam semesta, termasuk manusia (termasuk pikiran dan emosi) berasal dari sumber energi yang sama. Implikasinya adalah, semua hal di alam semesta saling berkaitan dan berhubungan. Segala hal yang saling berhubungan atau berkaitan akan saling mempengaruhi satu sama lain. Paulo Coelho dalam bukunya The Alchemist menyiratkan bahwa saat seseorang BENAR-BENAR menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya akan berkomplot dalam konspirasi untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Hal ini mendukung teori Hukum Tarik Menarik bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki sebuah frekuensi tertentu yang bisa diatur yang beresonansi dengan alam semesta mengingat kesamaan sumber energi yang membentuk. Tidaklah gampang untuk dibuktikan, tapi sama halnya dengan hal lain.

Coba saja ambil contoh sederhana misalnya internet. Internet menghubungkan satu komputer ke komputer yang jaraknya jauh. Ada gelombang yang tidak kasat mata yang menghubungkan satu komputer ke komputer lain dan kemudian memunculkan sesuatu yang diinginkan oleh si pengguna komputer. Dari prinsip ini, tidaklah salah jika kita berpikir bahwa pikiran dan emosi manusia memiliki semacam gelombang yang menghubungkannya ke seluruh alam semesta.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai macam aktifitas yang secara sepintas terkesan terjadi atas kehendak pikiran sadar (conscious mind) manusia. Namun, pernahkah kita berpikir, suatu saat tertentu, kenapa kita melakukan hal tertentu? Ada banyak istilah yang digunakan manusia dalam menamakan hal ini mulai dari naluri, insting, intuisi hingga panggilan hati.

Di sinilah sebenarnya pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind) sedang dipengaruhi oleh frekuensi alam semesta. Diterima atau tidak, manusia tidak 100% memiliki free will (kehendak bebas) dalam berkehidupan dan sekian persen tindakan manusia dipicu oleh pikiran bawah sadar.

Di sini bisa kita terima bahwa semesta memberikan frekuensi tertentu yang direspon oleh pikiran bawah sadar manusia untuk mengambil suatu tindakan tertentu. Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk mengasah intuisi mereka: untuk mampu menginterpretasikan frekuensi/pesan alam semesta dalam membantu mereka untuk mewujudkan keinginannya.

Pendukung Hukum Law of Attraction memberikan beberapa saran dalam memanifestasikan sebuah pikiran. Yang paling sering disarankan adalah menggunakan visualisasi kreatif. Seseorang yang mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidupnya harus memvisualisasikan hal tersebut terjadi dalam pikirannya secara rutin.

Beberapa orang juga menggunakan sebuah papan mimpi di mana mereka menuliskan apa yang mereka harapkan pada sebuah papan dan membacanya berulang ulang setiap hari. Pada tulisan-tulisan tersebut diperlukan juga kebijaksanaan dalam pemilihan kata. Sangat dianjurkan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata afirmasi dan bukan kata-kata negasi seperti tidak, belum, jangan, dsb.

Teori Hukum Tarik-Menarik menyarankan agar si praktisi secara konstan memikirkan, mengatakan, dan menyinggung berulang-ulang apa yang dia inginkan dan di saat yang sama memiliki emosi yang stabil dan positif pula.

Merujuk pada The Secret, seseorang yang menginginkan pikirannya terwujud menjadi kenyataan haruslah memiliki keyakinan absolut bahwa apa yang dia pikirkan akan terjadi. Dalam penerapannya seseorang tidak disarankan sekalipun menyangsikan apa yang dia pikirkan akan terjadi. Tahap inilah yang mungkin dirasa paling susah. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah jauh dari keraguan.

Namun, di sinilah sisi spiritual manusia menjadi bahan pembelajaran yang sangat penting. Banyak yang berpendapat bahwa salah satu cara untuk memperkuat keyakinan dan memudarkan keraguan seseorang adalah dengan bermeditasi dan memiliki fokus positif dalam pikirannya. Karena dasar Hukum Tarik Menarik adalah pikiran manusia, maka jelaslah jika keraguan dalam pikiran tersebut akan membuat upaya penyesuaian frekuensi ke alam semesta sia-sia. Diperlukan keyakinan bahwa apa yang diinginkan/diharapkan SUDAH DAN SEDANG terjadi dan sedang menuju si pemikir saat ini meskipun perwujudan nyatanya belum terlihat.

Tahap terakhir adalah mewujudkan rasa syukur. Prince Ea, salah satu influencer muda dunia di era digital saat ini sering sekali mengedepankan peran syukur dalam kehidupan. Bahkan dia tidak ragu mengatakan bahwa rasa syukur jauh lebih penting daripada doa. Menurutnya, semesta akan memberi lebih banyak pada orang yang lebih suka berterima kasih daripada orang yang lebih suka meminta (berdoa). Dalam hubungannya dengan Hukum Tarik Menarik, rasa syukur tidak hanya dibatasi pada hal yang sudah dimiliki seseorang, tapi juga rasa syukur terhadap apa yang AKAN diterimanya.

Pendukung Hukum Tarik-Menarik menyarankan penulisan jurnal syukur di keseharian. Hal ini berfungsi untuk memperkuat afirmasi (kata-kata/pikiran positif) yang tertulis dalam papan mimpi yang dijelaskan sebelumnya. Penerapan rasa syukur ini diyakini sebagai pintu yang terbuka bagi segala hal yang diinginkan pada tahap penyesuaian frekuensi dengan alam semesta. Singkatnya, meskipun seseorang membayangkan bahwa harapannya sedang terwujud, namun tanpa rasa yakin hal tersebut akan terjadi dan tanpa rasa syukur akan terjadinya hal tersebut, perwujudan harapan akan menemui beberapa halangan.

Manusia dan pikirannya adalah hal yang misterius. Andaikan seorang manusia bisa hidup 1 juta tahun, rasanya akan tetap susah untuk mendalami misteri dari pikiran manusia. Terlepas dari valid tidaknya Hukum Tarik-Menarik, rasanya tidak ada salahnya jika kita belajar memfokuskan diri pada pikiran dan emosi positif untuk mewujudkan kehidupan yang mudah-mudahan lebih baik dari saat ini. Suatu hal yang tidak merugikan rasanya layak untuk dicoba. Salam damai 😀

Tags: kehidupanrenungan
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Seks: Barang & Gaya Itu-itu Saja, Yang Rumit adalah Persepsinya

Next Post

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Yoga Pramartha

Yoga Pramartha

Bernama lengkap Kadek Yoga Pramartha. Lahir 1 Juni 1994 dan kini tinggal di Banjar Batanwani, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Diskursus Kecil Ala ILC – Merawat Akal Sehat di Tahun Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co