6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
March 12, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Jangan pergi!

Itulah mantra ajaib bagi mereka yang tidak rela ditinggalkan. Entah apapun alasannya, pokoknya jangan pergi. Tidak terkecuali ketika Ni Karuni akan ditinggalkan oleh Sucita.

Oh iya perkenalkan, Ni Karuni adalah anak dari pasangan pendeta bernama Dukuh Pradnya dan Dyah Paramita, sedangkan Sucita adalah anak dari pasangan pendeta Rsi Metri dan Danti. Keduanya sama-sama saling mengikat. Bukan tali bukan rantai, yang mengikat adalah sejenis perasaan yang tidak perlu saya jelaskan lagi: Cinta.

Mereka awalnya bertemu dengan cara tidak sengaja. Di tepian sungai, Sucita sedang berusaha melepaskan jeratan lelah. Ni Karuni di hulu sungai mencari bunga, konon untuk dipersembahkan kepada ayahnya. Bunga itu nantinya untuk memuja Hyang saban hari.

Entah kesialan atau justru keberuntungan, Ni Karuni terpeleset karena salah mengira batu yang diinjaknya akan tetap seperti batu-batu lainnya tidak bergerak. Tidak, ia salah. Batu yang diinjaknya tidak dalam posisi bagus, maka terganggulah keseimbangannya dan Ni Karuni hampir tercebur ke sungai.

Karena sigap, ia bisa berkelid dan menyeimbangkan diri, juga tempat bunga yang ia bawa berhasil diselamatkan. Sayangnya hanya satu yang tidak bisa ia selamatkan dari kejadian itu, selendang yang dipakai untuk menutupi pundaknya, tiba-tiba tergelincir dari kulitnya yang halus itu lalu hanyut terbawa sungai. Ni Karuni mengejarnya.

Sucita melihat beberapa kuntum bunga hanyut, diikuti oleh selendang. Tanpa banyak berpikir diambilnya selendang itu. Maka bertemulah mereka berdua dan terlibat tanya jawab. Siapa nama, dari mana, siapa orang tua, kenapa bisa ada di sana.

Jangan membayangkan akan ada pertanyaan berapa nomor HP, apa nama IG, atau FB, atau WA. Pada masa itu, media sosial maya belum ada. Super singkat cerita, bertanyalah Ni Karuni kepada Sucita.

Ada empat pertanyaan yang ia ajukan. Begini: (1) Apakah bekal yang paling utama di dunia ini? (2) Siapa teman yang paling setia sampai mati? (3) Siapa musuh paling sakti? dan (4) Sakit apa yang paling berat?

Cerita itu membuat saya berpikir, memang wanita selalu punya cara untuk membuat kepala jadi pusing dengan pertanyaan-pertanyaan. Bagi para lelaki, silahkan dijawab. Ingat tidak boleh nyontek.

Sambil memikirkan jawabannya, dan sebelum melanjutkan cerita tentang Sucita dan Karuni, saya teringat lagi sebuah cerita yang juga melibatkan dialog antara wanita dan lelaki. Agar adil, cerita kali ini adalah pertanyaan tentang lelaki yang bertanya ini dan itu kepada seorang wanita. Tamtam nama lelaki itu, sedangkan Dyah Adnyaswari nama wanita cantik jelita yang juga cerdas.

Saking cerdasnya, Raja dari berbagai negara telah ditaklukkannya dengan pertanyaan juga jawaban. Tapi Tamtam berbeda. Ia mampu menyudutkan Dyah Adnyaswari dengan sebuah pertanyaan. Maka karena sulitnya pertanyaan Tamtam, pada suatu malam Dyah Adnyaswari datang diam-diam ke rumah Tamtam. Tamtam terkejut didatangi wanita yang menjadi pujaan banyak lelaki hebat.

“Apa sebabnya seorang gadis rela datang malam-malam ke rumah seorang pemuda tanpa gelar?” kata Tamtam dengan rendah hati.

Dyah Adnyaswari tersenyum manis dan menjawab, “Aku meniru kupu-kupu, datang karena digoda harum yang dibawa pecahan angin.”

“Tapi mengapa kepada hamba, pengembara yang bagai burung, tidak jelas dimana ia hinggap?”

“Burung kata Bli? Burung walet tidak kalah perihal sarang, ia membangunnya di ruang teduh, kan? O Bli Tamtam, anugerah mana lagi yang Bli ragukan dari para Dewa? Ketampanan dan kecerdasan tidakkah cukup?”

“Hati-hati Puan. Itulah pesan yang selalu hamba kenakan. Terlebih mendengar pujian dari seorang gadis yang matanya lebih dalam dari danau”.

“Jadi maksud Bli, aku sedang menggoda?”

“Hamba tidak berkata begitu. Hanya…”

“Hanya apa?” Adnyaswari mengerutkan dahi dan tersenyum simpul. 

“Hanya coba menerka, apa yang Puan sembunyikan di balik senyum itu”

Malam berlalu begitu saja. Pertanyaan Tamtam yang membuat Dyah Adnyaswari kebingungan, belum terpecahkan. Apa pertanyaannya? Ini pertanyaannya Tuan dan Puan “sane telas tunas titiang”.

Terjemahannya? Sabar saya masih berpikir. Kira-kira begini “yang habislah hamba inginkan”. Kata lainnya barangkali “isi sunyi itu apa?”. Jawabannya? Maaf saya belum tahu. Ilmu Cangak saya belum sampai di sana.

Mari kita biarkan pertanyaan itu dijawab sendiri-sendiri. Berbagai macam pertanyaan, baik jika diadakan terus menerus, sebab otak dibuatnya selalu berpikir. Keuntungannya, ya otak jadi terlatih memikir-mikirkan. So what? Ya, berpikir adalah salah satu ciri badan masih hidup.

Oh iya, sekarang ayo kita kembali kepada cerita tentang Sucita dan Ni Karuni. Setelah perkenalan itu, Sucita tidak bisa melupakan Ni Karuni. Maka ditemani sahabat karibnya yang bernama Subuddhi, Sucita datang ke rumah Ni Karuni bermaksud meminangnya. Kurang hebat apalagi si Sucita itu?

Dia langsung meminang broo. Menghadaplah Sucita Subuddhi kepada Dukuh Pradnya, ayah Ni Karuni. Terjadilah perkenalan tentang bibit, bebet, bobot. Setelahnya, tanpa cangcingcong, Sucita menyatakan maksud kedatangannya,.

“Hamba ingin meminang anak Ratu Pendeta!”

Dukuh Pradnya yang memang pradnyan itu tidak terkejut, malah jawabannya yang membuat terkejut, “Ayah tidak akan menghalangi, jika Ni Karuni mau, jag juang”.

Berbekal berbagai jurus merayu, Sucita datang menemui Ni Karuni.

“Berbahaya jika seorang ahli pengobatan, membiarkan pesakitan tidak diobati. Juga betapa teganya bunga Menuh yang tumbuh di pinggir sungai, membiarkan seekor kumbang menangisi sayapnya yang patah dan hanyut. Tidakkah begitu Ni Karuni?”, kata Sucita halus.

“Pesakitan bisa sakit karena salah sendiri, tidak tahu mana makanan mana racun. Kumbang si ahli bunga itu? Patah sayapnya karena mengganggu bunga anggrek bulan yang dirawat seekor kera. Apakah adil jika bunga Menuh yang Bli salahkan?” jawab Karuni ketus memalingkan wajah.

“Lebih tidak adil lagi, jika ada tuan rumah memalingkan wajah dari tamunya.”

“Dia bukan tamu, tapi musang berbulu domba.”

“Itu pasti musang salah pakaian.”

Karuni berusaha menahan tawa. Lalu ia jawab dengan halus, “Maaf Bli, saya salah, dia bukan musang, tapi Cangak”

Sampai di sana saya akhiri saja percakapan Karuni dan Sucita. Otoritas Ke-Cangak-an saya merasa diadili. Pada akhirnya mereka berdua saling suka satu sama lain.

.

CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak

.

Sebagai orang yang terpelajar, maka Sucita memutuskan untuk pergi mencari ilmu pada orang-orang pandai. Karena itulah mereka berdua dipisahkan sebentar. Ni Karuni yang bijaksana itu, juga ingin mengetahui seberapa besar keinginan Sucita untuk pergi. Lalu ia menulis surat. Begini isinya.

“Lihatlah Bli, sebuah lampu kehilangan nyalanya karena minyak tega meninggalkan api. Bunga Tunjung layu sebab telaga kehilangan air. Apalah guna sembahku kepada Hyang selama ini, jika ternyata tidak pernah didengar. Kita dipisah jarak begini sunyi. Kembali Bli, jangan pergi!”.

Ujian atas kesungguhan hati, bisa datang dari mana saja, dalam berbagai wujud. Tidak terkecuali bagi Sucita yang ingin pergi. Saya juga merasa begitu wahai sodara-sodara para ikan semuanya. Mungkin sama seperti kalian. Keinginan pergi, sama hebatnya dengan keinginan kembali.

Sekarang saya hanya ingin mengatakan nasihat seorang guru, katanya, “Sebuah keputusan akan benar, jika dijalani dengan benar.”

Sekarang pilihlah, mau pergi atau tetap di sini? [T]

Tags: cintarenungansastraSucita Sebudi
Share72TweetSendShareSend
Previous Post

Semua Adalah Rumah

Next Post

Tips Menulis dan Proses Kreatif Kurnia Effendi – Dari Koleksi Judul hingga Ilham & Buku

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Tips Menulis dan Proses Kreatif Kurnia Effendi – Dari Koleksi Judul hingga Ilham & Buku

Tips Menulis dan Proses Kreatif Kurnia Effendi – Dari Koleksi Judul hingga Ilham & Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co