7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

VIRAL

Oka Rusmini by Oka Rusmini
February 4, 2019
in Esai
VIRAL

KOPLAK merasa belakangan ini kepalanya sering gatal-gatal. Tingkat rasa gatal itu makin hari makin keras menyerang dan rasa gatal itu bagi Koplak sudah seperti kekuasaan yang tidak lagi bisa dimusnahkan dengan beragam sampo anti ketombe. Apalagi dengan suara hiruk-pikuk yang tumpah ruah dalam ajang kontestasi Pilpres.

Rasa gatal yang menyerang kepala Koplak sudah semacam kekerasan yang masuk ke ranah privat dan sangat menganggu. Mengekang pikiran dan hati Koplak. Efeknya sebagai seorang pejabat dan berkuasa, walaupun kekuasaan Koplak kecil, bahkan nama desa tempat Koplak memimpin dan berkuasa tidak bisa ditemukan di google.

Ini menunjukkan bahwa kekuasaan Koplak antara ada dan tiada. Maklum sangat terpencil, apalagi sebagai orang paling berkuasa di desanya Koplak juga merasa jubah kekuasaan yang dililitkan di lehernya sesungguhnya adalah beban berat juga bagi Koplak.

Karena bisa dibayangkan, Koplak harus mengatur desanya dengan baik. Mengurus administrasi warga desanya yang kebanyakan bekerja sebagai petani. Koplak pun tidak bisa terlalu bisa bergaya memerintah ini-itu untuk warga. Warga desanya pun sangat bangga dipimpin oleh Koplak, karena Koplaklah satu-satunya sarjana yang mau pulang ke desa.

“Kalau kau ingin jadi Kades seumur hidup kami semua setuju saja, asal urusan desa kau atur dengan benar?” suatu hari seorang warga sepuh dan disegani warga desa berkata sambil berbisik. Hampir saja jantung Koplak merosot dan pindah tempat. Berkuasa seumur hidup? Koplak bergumam.

“Kau bisa mengatur desa ini sampai kau tua dan tidak sanggup lagi. Pikirkan itu. Kalau aku yang bicara, warga desa ikut saja. Aku ini semacam pemimpin agama sama seperti para pemimpin-pemimpin agama yang ribut menggunakan agama untuk melegalkan kekuasaan. Apa salahnya aku ikut-ikutan mereka. Karena pemimpin agama dijamin tidak ada salahnya. Ucapannya adalah wahyu bagi pengikutnya. Semacam perintah yang wajib ditaati pengikutnya.” Sahut lelaki tua desa itu. Koplak terdiam. Menatap mata lelaki tua di depannya.

“Bape serius?” tanya Koplak hampir tidak terdengar.

“Serius, jika ucapan Bape laku dijual untuk kebaikan desa ini apa salahnya?”

“Tiang— saya tidak suka Bape Lingsir ikut-ikutan bergaya seperti orang-orang di luar itu. Masak agama ditenteng-tenteng dan dipakai jualan. Memangnya agama bisa ditakar. Bape ingin jadi pelingsir yang bicara semaunya? Karena Bape dianggap dituakan dan mengerti petiket Bape harus selalu didengar dan memiliki kebenaran mutlak? Bape, Bape mereka di luar itu seperti jualan kecap saja, ada kecap nomor satu dan nomor dua. Bape ini bagaimana?”

Koplak bersungut-sungut. Tidak ingin sesepuh desa yang dihormatinya tertular virus viral sok berkuasa, sok benar, dan sok paling kenal Tuhan.

“Itu yang sedang viral? Saling goyang saling menghina. Kau lihat saja di TV, hiruk-pikuk seperti suasana pasar. Lebih heboh dari pasar Badung di Denpasar.” lelaki tua itu terkekeh sambul terbatuk-batuk.

“Gaya sekali Bape tahu viral segala.” Koplak berkata pelan sambil menyodorkan segelas kopi pahit dan pisang rebus. Lelaki tua itu menganggat gelas kopi menciumnya dalam-dalam.

“Adakah kebahagiaan yang lebih nikmat ketika mencium aroma kopi yang diseduh dengan rasa tulus dan penuh cinta?” tanya lelaki tua itu datar dan menatap mata Koplak. Koplak menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja semakin menjengkelkan. Ketombe-ketombe yang tumbuh di atas kepala Koplak belum juga menyerah.

“Kalimat Bape selalu bersayap.”

“Sekarang kita harus pandai-pandai memilih kata-kata. Jika ada yang tersinggung kita bisa masuk bui.ahaya jika kau kena pasal itu!” Kata lelaki itu serius.

Aslinya Koplak tidak percaya bahwa lelaki tua yang duduk dihadapannya tidak mengenal bangku sekolah. Koplak merasa pasti Pan Manda seorang lelaki yang paham betul dunia pendidikan di Bali, karena topik apa pun yang dibicarakan dengan Pan Manda. Lelaki tua itu memiliki jawaban-jawaban yang bagi Koplak sangat cerdas dan mendalam. Juga yang menyangkut kehidupan sosial dan agama di Bali.

“Apa pendapatmu tentang kekuasaan?” Suatu hari Koplak disodorkan pertanyaan yang terdengar sederhana itu. Koplak pun terdiam. Lalu lelaki tua itu pun melanjutkan.

“Kekuasaan itu bisa seperti candu. Bisa merusak dirimu, juga orang yang kau kuasai.” Lelaki itu berkata sambil kembali mengangkat gelas kopinya menghirupnya dalam-dalam. Aroma kopi itu menguar bebas dan singgah di hidung Koplak.

Koplak terdiam. Teringat bagaimana persaingan dirinya ketika bersabung di arena Pildes. Apa pun yang dilakukan Koplak selalu diserang kubu yang ingin berkuasa dengan cara-cara tidak hormat.

Tetapi bagi Koplak kekuasaan itu adalah caranya ingin mengelola desa ini, Koplak tidak ingin menganggap kekuasaannya saat ini justru mengangkatnya jadi memiliki kasta sosial paling tinggi. Koplak tidak ingin kekuasaannya membuat dirinya menjadi priyayi-priyayi yang sok memiliki darah biru. Yang selalu ingin disembah, dihargai, dihormati tetapi tidak bisa menyembah, menghormati dan menghargai kehadiran orang lain.

Sampai saat ini Koplak masih yakin darah di dalam tubuhnya belum berubah warna. Masih merah. Sama dengan darah seluruh orang di desa ini. Juga darah seluruh manusia di kapal besar bernama, Indonesia ini.

Makanya Koplak heran Pilres jadi begitu berisik, menenteng cucu dianggap menggunakan anak  kecil untuk kampanye. Padahal sekali pun sebagai Presiden — orang nomor satu yang memiliki kekuasaan penuh dan memiliki tanggungjawab yang tidak kecil sebagai nakhoda kapal besar bernama, Indonesia.

Dia tetap seorang manusia, seorang kakek yang rindu pada cucunya. Kata orang-orang kerinduan kita pada cucu melebihi kerinduan kita pada anak. Itu kata orang, Koplak sendiri belum memiliki pengalaman memiliki cucu, jadi rindunya selalu untuk Kemitir – anak perempuan semata wayangnya.

Koplak juga tidak habis pikir, apa yang salah jika seorang kandidat presiden berjoget dan bergembira di hari Natal bersama saudara-saudaranya.

Belakangan apa yang viral itu yang jadi kebenaran. Isi media sosial penuh makian tidak sehat bagi negeri ini. Ketika isu golput muncul semua panik, padahal dua Paslon dan timnya itulah sumber semua yang terjadi di negeri ini. Mereka ikut menyumbangkan kegaduhan viral terhadap naiknya ketidakpercayaan pemilih pada mereka.

“Harusnya mereka berdua dan timnya berpikir sedikitlah. Bertarunglah memikirkan visi-misi masa depan Indonesia. Isu lingkungan, isu teknologi, dan isu mau dibawa kemana generasi milineal ini. Ini kok malah rebutan jadi tokoh viral!” Pan Manda menatap mata Koplak sambil meneguk kopi di depannya.

Viral? Apakah kalau sudah viral semua persoalan negeri ini bisa tuntas? Hidup jadi lebih baik? Beragam bencana kabur? Koplak menggaruk kepalanya. Belum juga hilang ketombe sialan ini! (T)

Tags: desagaya hidupmedia sosialrenungan
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Tatkala Tampang Boyolali Menginap di Villa

Next Post

Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Ibu dari seorang anak lelaki. Yang mencoba memotret beragam kondisi sosial, budaya, dan politik di Indonesia dengan cara karikatural. Ala orang "Bali".

Related Posts

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
0
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

Read moreDetails

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails
Next Post
Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co