26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fiksi yang Bukan Fiksi: Siswa Nyeleneh Paling Diingat Guru

Devy Gita by Devy Gita
November 29, 2018
in Esai
Fiksi yang Bukan Fiksi: Siswa Nyeleneh Paling Diingat Guru

Ilustrasi diolah dari seumber gambar di Google

HARI guru sudah lewat, namun ada satu cerita yang masih meninggalkaan bekas. Siang itu, aku sedang membeli rujak di warung langganan di depan lapangan sepak bola. Suasana di lapangan tampak ramai sekali. Terlihat bapak–bapak juga ibu–ibu berpakaian seragam PGRI. Usut punya usut ternyata di lapangan sedang berlangsung upacara peringatan hari guru. Dengan santainya aku duduk dan memesan sepiring rujak mangga pedas dan segelas es susu segar.

Sesuap penuh rujak mangga muda pedas hampir saja mendarat ke dalam mulut saat tiba – tiba ada yang menepuk pundakku dengan lembut.

“Sekar?” seorang ibu berpakaian PGRI lengkap dengan topi tersenyum dan menunjuk dengan antusias. Rujak pun tergeletak pasrah kembali ke atas piring. Aku membuka laci ingatan, mengcapture wajah sang ibu lalu mencari data valid dalam  ingatan.

“Ibu Jepun? Guru Matematika?” Aha.. Aku menarik satu berkas yang cocok. Ibu Jepun adalah guruku saat SMP dulu, guru Matematika. Ternyata dia masih mengingatku dengan baik padahal kami sudah tidak pernah bertemu hampir 14 tahun. Ibu Jepun duduk di depanku. Beliau pun memesan sepiring rujak dan minuman yang sama. Tubuhnya masih sedikit gempal seperti dulu, tidak banyak yang berubah.

“Kamu tidak banyak berubah ya, Sekar. Masih cuek dan cantik seperti dulu. Bedanya sekarang, kamu tidak usah remidi matematika lagi, kan?” Bu Jepun tertawa lepas begitu pula aku.

Bahkan Bu Jepun masih mengingat dengan baik, kalau aku selalu harus mengikuti remidial matematika karena nilai-nilaiku teramat sangat mengkhawatirkan. Matematika memang bukan aku banget. Setiap pelajaran matematika perutku pasti tiba – tiba menjadi mulas, mendadak muncul roda yang berputar – putar cepat di kepala membuat pusing dan mual. Ibu Jepunlah yang dengan sabar menenangkan dan mengajarkanku berulang-ulang yang pada akhirnya aku, tetap remidi.

Tidak heran seorang guru mampu mengingat murid – muridnya walaupun mereka sudah mengajar ratusan bahkan ribuan murid bertahun-tahun. Namun, tidak semua murid yang mereka ingat. Murid-murid dengan karakter tertentu biasanya betah nemplok – menempel di kepala sang guru hingga berpuluh tahun ke depan.

Contohnya, murid yang setia mengkuti remidial di setiap ulangan. Baik itu ulangan harian, ulangan tengah semester apalagi ulangan akhir semester. Alasannya sederhana, karena seringnya beertemu dan “berurusan” dengan murid tersebut di luar pembelajaran di kelas. Murid – murid paling pintar, paling bandel, paling rajin, paling malas, dan paling norak juga masuk daftar murid yang tak lekang oleh waktu di ingatan para guru.

Aku kali ini tidak menerawang untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku. Aku langsung bertanya pada sumber pasti, bu Jepun. Apa yang terjadi pada murid-murid yang menjadi primadona di ingatan guru. Baik murid yang diingat dalam hal positif maupun negatif.

Menurut Bu Jepun, murid-murid tersebut mendapatkan porsi yang lebih besar dalam pembicaraan guru-guru di waktu senggang mereka. Eiiits jangan negative dulu, para murid spesial tersebut juga mempunyai kesempatan lebih besar untuk masuk surga. Why? Mengapa?

Karena merekalah yang paling sering disebut dalam doa sang guru. Doa-doa tulus agar siswanya yang pintar dan rajin bisa mempertahankan prestasi mereka dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati, tidak sombong, serta menggunakan pengetahuan mereka dengan baik. Pujaan-pujaan kepada sang pencipta dilantunkan sang guru agar para siswanya yang kurang dalam hal akademis dan lebih senang melanggar peraturan mampu mengukir nama mereka dalam prestasi di bidang yang mereka sukai walaupun bukan hal akademis. Teater, olahraga, atau musik misalnya.

Aku merasa sedih sekaligus gembira. Agak lebay memang, tapi yah begitulah. Aku sangat ingat dulu, teman- teman sering mengolok-olok guru yang mereka tidak suka. Menyebut guru-guru mereka dengan sebutan-sebutan yang mereka buat sendiri. Terutama murid yang senang mencari perhatian dengan melanggar peraturan. Helooooo murid jaman now, guru-guru kalian tahu lho apa yang kalian gosipkan di belakang mereka. Ya memang benar, para guru tersebut tahu. Mungkin saking lamanya menjadi guru dan sudah hapal tingkah polah siswanya.

Tiba-tiba mataku jadi perih. Ahh.. guruku, saat murid -muridmu masih di bawah bimbinganmu. Mereka seringnya merasa kau terlalu cerewet, pengatur, dan seenaknya. Hanya saat kami sudah menuntaskan pendidikan, barulah menyadari apa yang kau lakukan hanya untuk mempersiapkan kami menghadapi realita dunia yang begitu kejam. Karena jalannya kehidupan pada kenyataannya tidak seromantis drama korea, tidak selalu happily ever after seperti dalam cerita dongeng klasik.

Aku bangkit, rujak dan es susu telah tandas. Berpamitan dan mencium tangan bu Jepun yang masih asyik mengobrol bersama teman sejawatnya. Bu Jepun mencium pipiku lalu berbisik, “Lakukanlah semua dengan hati ya, Sekar. Kita semua adalah guru kehidupan. Mengajarkan segala hal berbeda. Kamu sudah mengajarkan kesabaran pada ibu. Terima kasih, Sekar”. Tak terasa air mataku menetes saat berjalan menjauh dari warung itu. Selamat hari guru, para pendidik formal informal…  (T)

Tags: Pendidikansekolahsiswa
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan : Sejarah, HUT Kota dan Porprov Bali XIV-2019

Next Post

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co